00:02Apa kabar UMN?
00:07UMN apa kabar?
00:11Senang sekali Rosy malam hari ini bisa ada di UMN bersama-sama dengan teman-teman mahasiswa UMN.
00:19UMN mana suaranya?
00:28Senang deh bisa ketemu dengan teman-teman mahasiswa lagi dan yang pasti teman-teman mahasiswa akan merasa sangat senang dengan
00:36narasumber Rosy hari ini.
00:38Saya panggilkan yang pertama, ia adalah seorang akademisi tetapi ia menjadi sosok yang sungguh memberikan inspirasi.
00:47Siapakah dia?
00:54Profesor Bagus Mulyadi
00:55Saat ini ia menjadi asisten profesor di University of Nottingham, Inggris.
01:01Lulusan teknik mesin ITB ini melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar master dan doktor di bidang apply mechanic dari National Taiwan
01:09University.
01:11Baginya ilmu pengetahuan bukan sekadar tentang ruang kelas dan laboratorium saja.
01:16Melalui kanal Youtube miliknya, Prof Bagus aktif mengajak publik melihat potensi Indonesia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna
01:27menjawab berbagai tantangan ke depan.
01:30Dari ilmu lahir inovasi, dari inovasi lahir dampak.
01:33Inilah dia, Prof Bagus Mulyadi.
01:40Profesor of Engineering University of Nottingham, Inggris.
01:48Hai, Prof.
01:52Good to see you too, Prof.
01:55Ini adalah mahasiswa-mahasiswa UMN.
01:58Apakah dari wajah-wajah mereka Anda merasa bahwa dulunya itu Anda pernah seperti mereka?
02:05Coba ada yang merasa nggak?
02:07Saya ada kelasnya Pak Niki tuh.
02:10Oh, di kelasnya Pak Niki.
02:11Sekali lagi UMN, tepuk tangan untuk Prof. Bagus Mulyadi.
02:18Selanjutnya adalah seorang yang rasanya tidak perlu diperkenalkan terlalu panjang.
02:23Ia dikenal dengan Supernova dan novel-novelnya yang selalu bestseller.
02:30Inilah dia.
02:37Sastra dan musik.
02:39Dua dunia yang telah membawanya melahirkan karya-karya yang dikenal lintas generasi.
02:45Ia adalah Dilestari.
02:48Namanya mulai dikenal luas lewat karya novel Supernova
02:52yang berhasil masuk Top 5 Katolistiwa Literary Award pada 2001.
02:57Sejak itu berbagai karya sastra di terus mendapat apresiasi.
03:01Sebut saja Filosofi Kopi, Perahu Kertas, Madre, hingga Aroma Karsa.
03:08Selain sastra, D juga aktif berkarya di dunia musik.
03:13Sejumlah lagu ciptaannya sudah tak asing di pelantara musik Indonesia.
03:17Seperti lagu Melaikat Juga Tahu, Perahu Kertas, dan Kali Kedua.
03:25Dari kata lahir cerita, dari nada lahir rasa, dari karya lahir inspirasi.
03:31Inilah Dilestari.
03:38UMN, tepuk tangan untuk Dilestari.
03:47Aidi, Dilestari baru lilis yang terbaru novelnya namanya Midpoint.
03:52Midpoint, sebuah karya non-fiksi, akan terbit sebentar lagi.
03:57Midpoint.
03:58Midpoint, yes.
03:59Ditunggu UMN.
04:00Dilestari, tepuk tangan sekali lagi teman-teman.
04:06Berikutnya adalah yang sangat tidak asing untuk UMN,
04:09karena dia adalah alumni UMN tahun 2014.
04:12Dia adalah produser film, head of production, Vcinema Studios,
04:16yang memproduksi salah satu adalah film Jumbo.
04:20Ada yang tahu, alumni UMN yang memproduksi Jumbo?
04:23Ini dia.
04:28Di balik kesuksesan film animasi Jumbo,
04:32ada sosok muda yang ikut memastikan cerita ini bisa sampai ke layar dan dinikmati jutaan orang.
04:39Dia adalah Novia Puspasari.
04:42Produser film Jumbo sekaligus head of production Vcinema Studios ini,
04:47menempuh pendidikan film dan televisi di Universitas Multimedia Nusantara.
04:52Novia dipercaya menjadi produser Jumbo,
04:56film animasi yang berhasil tembus lebih dari 10 juta penonton selama masa penayangan.
05:04Jumbo bukan satu-satunya.
05:05Sebelumnya, Novia juga ikut membesut sejumlah film karya Vcinema.
05:10Dari kesempatan lahir pembelajaran,
05:13dari pembelajaran lahir karya,
05:15inilah Novia Puspasari.
05:20UMN inilah alumni kalian,
05:22Novia Puspasari.
05:31Rasanya kembali pulang kampung gak?
05:33Iya, balik lagi nih ketemu gedung ini.
05:36Kalau 2014 itu termasuk generasi awal-awal ya di UMN ya?
05:39Iya, dan waktu itu pas aku mau lulus gedung day ini baru jadi,
05:43jadi belum merasakan tuh kelas-kelasnya.
05:45Oh, kamu waktu itu jurusan apa? Fakultas apa?
05:47Jadi awal mulanya dari desain komunikasi visual,
05:50kemudian penjurusannya ke film.
05:52Yang terakhir apa?
05:53Film.
05:53Film? Ada yang dari film sini?
05:57Wow.
05:59Bisa belajar dari nanti, Novia Puspasari.
06:02Tepuk tangan sekali lagi.
06:07Saya harus mengucapkan terima kasih untuk Prof Bagus,
06:11karena biasanya ngajar di kota tempat tinggalnya Robin Hood, Nottingham.
06:17Tuh, iya.
06:18Dan khusus datang ke Jakarta,
06:20salah satunya bisa mengisi acara di UMN.
06:22Jadi terima kasih sekali lagi ya Prof. Bagus.
06:25Kehormatan, terima kasih.
06:28Saya mau mulai dulu pertanyaan untuk Anda bertiga.
06:31Bagaimana Anda bertiga melihat Indonesia saat ini?
06:34Kayaknya kalau kita lihat threat terutama social media yang begitu banyak digunakan oleh anak-anak muda,
06:42begitu banyak kecemasan, tapi saya mau tanya dulu sama Prof Bagus, bagaimana Prof Bagus ada di Indonesia, juga di Nottingham,
06:51bagaimana melihat Indonesia masa kini?
06:54Gelap, banyak asap, agak sesek nafas, tapi bukan yang pertama dari tahun 2019, dari 2022 sampai sekarang itu masalah gak
07:04selesai-selesai.
07:05Tapi kalau bisa dijadikan satu kalimat, apa sih sebenarnya yang orang seperti saya lihat dari Indonesia itu belum sebagai tempat
07:14di mana ilmu pengetahuan itu berasal.
07:17Tapi sudah mulai jadi tempat di mana film-film yang baik itu berasal.
07:23Di, bagaimana kamu melihat Indonesia?
07:26Waduh ini pertanyaan sulit ya.
07:28Sebetulnya sudah kepingin nanya, boleh sejujur apa menjawabnya?
07:33Karena dari dulu Indonesia banyak PR, tapi menurut saya hari ini PR kita bukannya berkurang tapi malah bertambah banyak dan
07:45polarisasi serta kecepatan orang untuk memuja sekaligus meng-cancel itu cepat sekali.
07:55Jadi saya melihat sepertinya banyak emosi menggelegak di bawah permukaan, terutama di masyarakat kita gitu ya.
08:03Dan ini merata, fenomenanya bukan cuma di perkotaan tapi juga rasanya sudah sampai pedesaan karena kalau saya pergi belusukan, kadang
08:11-kadang saya pergi belusukan, riset, buku dan sebagainya.
08:14Diskusi yang sama yang saya dengar di Jakarta itu terdengar juga di desa-desa gitu ya.
08:19Jadi saya harap ya Indonesia bisa baik-baik saja, kita baik-baik saja, tapi banyak kekhawatiran sih jujur untuk saya
08:28hari ini.
08:29Banyak kekhawatiran. Kalau Novi?
08:31Oke, kalau harus jujur dengan Indonesia hari ini tentunya tidak baik-baik saja.
08:38Kita tentu sudah melihat sendiri juga semua banyaknya berita di sosial media dan keadaan negara kita sampai hari ini gitu.
08:46Tapi kalau dari aku sebagai yang bekerja di industri entertainment sendiri, mungkin melihatnya bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai potensi yang besar
08:54sekali.
08:55Kita punya banyak sekali budaya yang memang sangat potensi untuk kita kembangkan bersama gitu.
09:03Dengan tentunya penduduk yang sangat banyak sekali di negara ini gitu.
09:06Jadi Indonesia sebenarnya untuk di masa depan dengan kecanggihannya teknologi, dengan pengembangan yang ada hari ini,
09:15harusnya kita bisa berkembang menjadi lebih baik lagi sih.
09:19Oke.
09:19Kita memang berkumpul di sini, teman-teman Prof Bagus, Di dan Novi kita rasanya juga hati kita bersama saudara-saudari
09:28kita yang ada di NTT,
09:30Tristimewa Flores, juga ada hati kita bersama seluruh keluarga yang ada di Kalimantan.
09:37Prof Bagus, Anda melakukan riset terkait kebakaran gambut.
09:42Kalau saya baca di sini, itu terbit 30 Juli 2026, mengukur potensi kebakaran hutan gambut,
09:49kolaborasi ITB dan Nottingham University, betul?
09:53Untuk membantu pengelolaan gambut Indonesia.
09:57Nah, kalau sekarang terjadi kebakaran yang luar biasa di Kalimantan,
10:02bahkan kemudian ada pertanyaan yang cukup, menurut saya cukup mengkhawatirkan,
10:09Kalimantan bukan terbakar, tetapi dibakar.
10:14What's your take on this? Apa pandangan Prof Bagus soal ini?
10:19Iya, ini jadi kayak semacam komedi, tapi nggak lucu gitu, nggak kayak film jumbo gitu ya.
10:24Jadi, riset.
10:28Ini teman-teman ada di dalam lingkup universitas yang saya sebenarnya lebih suka berada di sini daripada di dalam kementerian
10:32gitu misalnya.
10:33Karena di sini tempat alam ilmu pikiran itu diasah tuh.
10:36Tapi permasalahan seperti tanah longsor yang di Aceh, Tamiang, kemudian di NTT, kemudian di Kalimantan,
10:45segala hal yang berikatan dengan bencana alam, itu manusia sudah diberikan alam pikiran untuk menyelesaikan setidaknya memprediksi.
10:54Jadi, komedinya itu adalah, karena saya baru buat paper, paper itu makalah internasional.
10:59Di jurnal ekologi, subyeknya adalah Kalimantan.
11:04Tujuan papernya adalah untuk memprediksi 3-5 hari ke depan itu bisa nggak diprediksi mana yang rawan.
11:12Ya.
11:13Ada yang lucu Mbak Rosi ya, saya terbang ke Indonesia itu 14 Agustus.
11:17Saya di dalam pesawat, handphone semuanya bunyi.
11:31Tadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadadad
11:33Panas banget maksudnya kan?
11:34Panas banget dan oleh karena itu diwanti-wanti, diberikan warning oleh pemerintah.
11:40Jangan nyalain asap puntung rokok di belakang, gak boleh barbecue, gak boleh apapun.
11:47Itu namanya negara yang risetnya dipakai untuk mencegah.
11:51Bukan untuk melakukan apapun setelahnya.
11:55Atau hanya sekedar kertas kosong.
11:57Atau kertas kosong bahkan digunakan sebagai pencitraan seperti itu.
12:01Setelah kita mendapatkan cerita yang sama, bahwa bencana alam itu tidak bisa dihindari.
12:09Memang betul, tapi bisa dimitigasi.
12:12Itu kejadian berulang-ulang dan kalau saya boleh tambahkan satu hal.
12:16Itu karena di Indonesia itu orang tidak berpikir interdisipliner.
12:21Jadi bidang saya itu sebenarnya teknik mesin.
12:24Saya itu juniornya Paniki satu tahun di ITB.
12:26Dia teknik material, kita satu gedung.
12:31Kemudian saya S2, S3, karir akademik saya itu lompat-lompat.
12:36Dari matematik ke fisika, ke ilmu bumi.
12:39Gambut itu ranah interdisipliner.
12:45Siapa yang bisa tahu gambut?
12:47Sipil?
12:49Engineering?
12:50Ekologis?
12:52Orang film?
12:54Sosial?
12:55Semuanya.
12:57Semuanya.
12:59Tapi karena mahasiswa di sini itu tidak dipaksa diberikan model ideal, diteladani untuk bisa berpikir lintas disiplin.
13:08Jadi semuanya bilang, itu masalah lu deh bukan masalah gue.
13:11Itu permasalahan.
13:12Prof, satu lagi saya penasaran.
13:15Jadi jurnal atau makalah ilmiah terbaru Prof Bagus ini, itu kan a methodology for predicting pit fire risk.
13:26Gambut.
13:27Pit itu gambut.
13:28Di Kalimantan.
13:29New output from our group.
13:31Jadi ada output dari hasil kajian.
13:35Dan would love to see this implemented at policy level.
13:39Apakah dari kajian ilmiah ini sudah terimplementasi atau belum?
13:45Skipnya di mana?
13:46Kok bisa sampai kebakaran begitu meluas di Kalimantan?
13:50Jelas belum.
13:50Kalau sudah saya dapat warning kayak waktu di pesawat itu.
13:53Gitu kan.
13:54Saya gak dapat warning.
13:55Jadi mentalnya ya selalu berpikir ini El Nino.
13:59Dulu juga waktu tanah longsor disitu juga salahnya adalah karena ini kemarau yang panjang.
14:04Atau dibakar.
14:06Apapun itu asalkan bukan kesalahan saya dalam gagal memprediksinya seperti itu.
14:12Kalau lihat ke Instagram saya, hari ini saya post program komputer yang digunakan oleh grup kami
14:20untuk memprediksi di mana kebakaran gambut di Kalimantan akan terjadi 20 hari sebelum kebakarannya terjadi.
14:27Itu bisa rekan-rekan download.
14:29Ada yang jago programming di sini?
14:30Ada yang tahu GitHub enggak?
14:32Tahu?
14:33Benar?
14:35Di download pakagenya, dicari kesalahan kami ada di mana, dipakai.
14:41Gambut itu akan tidak terbakar lagi bukan karena kebijakan, bukan karena ruang sidang, bukan karena orang kaya, bukan karena pemerintah,
14:50tapi karena kamu.
14:52Itu yang saya mau agar mahasiswa saya di Nottingham dan di Indonesia tuh lihat, bukan nyalain orang.
14:58Itu loh baru masalahannya.
14:59Wow, oke.
15:00Karena bisa diprediksi Mbak Rosy.
15:02Sebenarnya bisa kan?
15:03Bisa.
15:03Jadi harusnya memang karena situasi alam yang sudah berdasarkan, dia sudah menunjukkan tanda ke arah situ, harusnya bisa dijagain mau
15:13dibakar.
15:14Harusnya bisa.
15:15Oke, got the point.