00:00Di, kalau misalnya sekarang Prof. Bagus sudah menjelaskan apa yang menjadi perspektifnya.
00:06Sebagai seorang penulis buku dan makin kesini makin banyak aja produktivitasnya.
00:13Merasa gak sih bahwa tadi Prof. Bagus bilang interdisipliner.
00:19Di adalah contoh seorang lulusan mahasiswa perahyangan.
00:24Iya.
00:25Belajarnya apa dan jadinya apa, bener ya?
00:27Iya, saya belajar hubungan internasional jadi secara formal titel saya sarjana ilmu politik.
00:36Tapi berakhir menjadi seorang penulis, musisi dan bisa dibilang profesi yang saya jalankan sekarang adalah hobi-hobi saya sejak kecil.
00:46Tapi saya mendapatkan banyak ilmu dari hubungan internasional.
00:52Kenapa? Karena di sana saya dipaksa untuk menulis.
00:55Jadi kalau di HI itu hampir semua ujiannya berupa SI.
01:00Jadi berbeda dengan jurusan di visip lainnya.
01:05Hanya hubungan internasional setidaknya saat itu di Unpar.
01:08Yang mungkin 90 persen ujiannya dalam bentuk SI.
01:13Jadi ketika saya tidak belajar atau tidak sempat belajar, kemampuan mengarang bebas saya dipaksa.
01:21Untuk memakai bahan apapun yang saya tahu lalu membuat semacam runtutan logika yang bisa diterima menjadi sebuah jawaban.
01:31Dan akhirnya berhasil meluluskan saya.
01:35Nah, tapi semakin ke sini saya pernah juga tuh Rosy di satu persimpangan lah ya ketika saya lulus S1.
01:46Saya sempat berpikir untuk S2 waktu itu.
01:49Kepikir untuk ngambil filsafat.
01:51Jauh elah.
01:53Sah ya.
01:54Tapi saya akhirnya mengurungkan niat saya.
01:57Kenapa?
01:58Karena saya menyadari betapa eklektiknya, betapa campur sarinya minat saya.
02:04Jadi minat saya tuh banyak banget.
02:06Mulai dari meneliti UFO sampai spiritualitas, sampai fisika kuantum, sampai...
02:17Betul.
02:18Kamu kan nulis apa aja?
02:19Ada petir, rektro, sampai kopi.
02:24Seri supernova, lalu filosofi kopi tentang kopi, madre tentang roti, lalu aroma karsa tentang penjiuman.
02:30Jadi akhirnya saya menyadari saya mungkin memang harus menjadi pembelajar seumur hidup.
02:35Walaupun tidak dalam jalur formal gitu ya.
02:39Dan menariknya menulis adalah setidaknya yang saya lakukan ya.
02:44Karena saya banyak menulis fiksi.
02:46Saya harus melakukan world building.
02:48Membangun sebuah dunia yang meyakinkan.
02:52Dipercaya orang seolah-olah itu nyata.
02:55Dan ini menariknya fiksi.
02:56Fiksi itu bermain di batas seolah-olah.
03:00Tidak faktual seperti kalau saya membuat novel sejarah misalnya gitu ya.
03:04Tapi harus tetap berpijak pada realitas.
03:07Terutama logika peristiwa.
03:09Itu gak bisa enggak.
03:10Banyak orang bilang hidup boleh gak masuk akal.
03:13Tapi fiksi harus masuk akal.
03:16Jadi di dalam menulis fiksi.
03:17Walaupun kita berimajinasi ya.
03:20Bisa liar banget kemana-mana.
03:22Tapi tetap berpikir kritis dan berpikir logis itu mutlak.
03:27Karena dari sanalah orang jadi bisa mengikuti cerita kita.
03:31Jadi logika itu sangat penting.
03:33Nah, di dalam menulis fiksi yang berbagai macam tema tersebut.
03:37Saya harus seolah-olah tahu banyak hal.
03:41Misalnya ketika Aroma Karsa gitu ya.
03:44Itu novel tentang penciuman.
03:47Penciuman manusia super.
03:49Artinya saya harus membayangkan kalau manusia super mencium dunia ini gitu ya.
03:54Pasti berbeda dengan saya.
03:55Saya harus membayangkan kalau anjing saya yang penciumannya 40 kali lipat daripada manusia.
04:01Itu pasti akan melihat realitas yang sama sekali berbeda.
04:05Nah, untuk itu saya jadi harus belajar banyak hal.
04:08Untuk Aroma Karsa misalnya.
04:10Saya belajar bikin parfum.
04:12Sampai harus kursus membuat parfum.
04:15Lalu saya harus ke tempat-tempat yang baunya ekstrim.
04:19Misalnya saya ke Bantar Gebang.
04:21Karena saya pikir mana lagi ya tempat paling bau di dunia ini.
04:24Di Indonesia lah gitu ya.
04:25Bisa saya kunjungi.
04:26Saat ini iya ya.
04:28Saat itu saya pikir oke.
04:30Saya pergi ke Bantar Gebang.
04:31Landfill terbesar di Indonesia gitu ya.
04:33Untuk tahu oh bau-bauannya seperti ini gitu kan.
04:36Lalu ada ekstrim lainnya ke pabrik parfum.
04:41Pabrik perawatan tubuh dan sebagainya.
04:44Yang semuanya sebab wangi-wangi.
04:45Novel fiksi ya.
04:46Novel fiksi gitu.
04:48Bahkan untuk novel fiksi saja dia riset.
04:51Harus.
04:52Dia membutuhkan penelitian.
04:54Dan tetap ada sainsnya di dalamnya.
04:58Jadi gak boleh bebas ngarang juga ya.
05:00Gak bisa.
05:01Satu contoh yang menarik adalah.
05:03Saya membuat satu tokoh.
05:04Padahal bukan tokoh utama.
05:06Dia pembalap mobil.
05:07Lalu pembalap mobil ini.
05:09Olinya bocor.
05:10Dicium oleh manusia yang benar penciuman super itu.
05:13Mbak Rosi.
05:13Itu saya harus meneliti.
05:15Apa saja di dalam oli mobil balap.
05:18Yang berbeda dengan oli mobil biasa.
05:20Yang berpotensi menimbulkan bau gitu ya.
05:23Jadi meskipun imajinatif.
05:25Tapi saya rasa banyak hal dalam bidang seni.
05:28Terutama kalau teman-teman ada yang tertarik ke dalam kepenulisan.
05:31Itu tetap kita dibutuhkan.
05:33Rasa ingin tahu.
05:34Rasa ingin belajar.
05:36Yang tidak habis-habis.
05:37Karena itulah modal untuk kita berkarya.
05:41Saya menarik satu poin dari D ya.
05:43Kita memang boleh.
05:45Karena D ini hobinya ngelamun dan berhayal.
05:48Iya lagi.
05:50Salah satu hobinya D itu begitu.
05:52Tetapi ketika dia punya imajinasi.
05:54Imajinasinya itu gak boleh tanpa basis.
05:57Gak boleh kosong.
05:59Betul.
05:59Jadi imajinasi itu juga tetap harus dilapisi.
06:03Dengan keinginan tahuan tentang apa yang sebenarnya faktualnya itu seperti apa.
06:09Supaya kalau kamu bikin fiksi itu tetap ada dasarnya kan.
06:13Betul.
06:13Karena itu yang akan menarik perhatian pembaca yang mengikat atensi mereka.
06:20Dan merasa bahwa gue bisa hanyut di dalam cerita ini.
06:24Karena mereka masuk ke dalam sebuah dunia yang meyakinkan.
06:28Nah itu tadi.
06:28Nof kalau membuat jumbo itu kan biasanya seniman itu menghasilkan karya yang hebat itu dari rasa pilu.
06:38Dari atau misalnya hal yang paling dekat dengan Kompas TV aja.
06:42Komika itu semakin dia lucu itu sebenarnya karena dia pernah punya perasaan yang terluka.
06:51Jadi tapi dia sudah jadi dia memulihkan dirinya dengan stand up komedi.
06:56Apakah membuat film juga itu bagian dari sesuatu yang ingin memulihkan?
07:02Ya ketika kita bikin karya memang pasti sesuatu yang akan bisa relevan dengan semua orang adalah keresahan kan.
07:10Pasti bermula dari keresahan.
07:12Sama seperti kenapa kami sendiri dari film sinema membuat jumbo gitu.
07:16Awal mulanya adalah berangkat dari keresahan bagaimana di Indonesia sendiri sangat sedikit sekali adanya tontonan yang baik untuk anak dan
07:24keluarga Indonesia.
07:25Memulai dari situlah bahwa kami berkomitmen untuk fokus kita menghasilkan karya yang bisa dinikmati.
07:31Gak hanya cuman menghibur untuk anak-anaknya.
07:33Tapi orang dewasa pun juga bisa ikut menikmati karya tersebut.
07:38Kemudian hadirlah salah satunya dengan ide jumbo ini sendiri.
07:41Jumbo sendiri juga melewati proses yang cukup panjang ya dengan lebih dari 5 tahun.
07:45Tapi sebenarnya value utama yang mau kami hadirkan adalah bahwa film jumbo ini film yang bisa dinikmati untuk kita, anak
07:53-anak kita dan anak-anak di dalam diri kita.
07:55Jadi berangkat dengan keresahan itu bagaimana.
07:58Karena anak-anak gak punya tontonan yang bermutu ya.
08:00Betul ditambah dengan bahwa orang dewasa sendiri pun sebenarnya kita masih punya jiwa anak-anak di dalam diri kita loh
08:06yang bisa kita embrace gitu.
08:08Inner child ya.
08:09Ada keresahan, ada situasi yang sebenarnya ingin diubah.
08:15Itu menghasilkan satu karya.
08:17Rasanya kalau kita bicara situasi sekarang, situasinya memang tidak mudah.
08:23Ada teman-teman mahasiswa UMN, ada yang baru masuk, ada yang sudah lulus ujian.
08:29Kalau melihat headline kompas beberapa waktu lalu menyadur dari BPS, itu lulusan S1 hingga S3 yang menganggur itu sudah tembus
08:41lebih dari 1 juta.
08:43Dan itu presentasinya adalah sekitar 11 atau 12 persen dari total penganggur di Indonesia.
08:49Jadi saya bisa ikut merasakan bagaimana anak muda sekarang itu berada dalam situasi yang cukup mencemaskan.
08:59Buat apa sekolah susah-susah, UMN lagi pasti uang kuliahnya gak murah, ketawa.
09:07Tapi kan terus mau apa kalau di depan mata masih ada 1 juta yang menganggur.
09:14Bagaimana Prof Bagus melihat situasi ini bahwa anak muda ini memang berhak untuk cemas, berhak untuk ya marah.
09:24Berkewajiban untuk marah sebenarnya bukan hanya berhak.
09:27Sekarang lebih parah dulu saya IPK-nya 2,6.
09:306,9. By the way diceritain dulu Prof Bagus, di ITB itu termasuk sangat-sangat tidak pintar.
09:37Gak tau kalau dikonversi ke UMN berapa Pak?
09:41Gak betul gak pintar, gak bakal dapat kerja itu.
09:44Gak mungkin dapat kerja ya?
09:46Itu tergolong under value kalau saham ya.
09:51Tadi saya di back room sebelum kemarin ngobrol sama Mbak Rosi,
09:56udah baca belum bukunya Mbak Adi Lestari yang baru, Meteorite kalau gak salah ya.
09:59Saya belum baca tapi dikasih tau bahwa...
10:03Midpoint, sorry.
10:04Karena belum baca jadi gak tau.
10:06Tapi saya tau tadi poinnya adalah tentang ketidakpastian.
10:09Betul gak?
10:10Betul ya.
10:12Keacakan, randomness, ketidakpastian.
10:17Pendidikan, Anda sekarang sedang mengenyam pendidikan tinggi.
10:20Pendidikan itu kata dasarnya itu apa?
10:24Education dalam bahasa Inggris, etimologisnya apa?
10:26Ada dua, edukare dan educere.
10:30Edukare itu membuat imprint, nyetak sama percis anaknya dari bapaknya.
10:36Jadi caranya diajarin, suruh afalin, kalau salah digebuk gitu ya.
10:42Itu namanya edukare.
10:44Educere itu artinya itu membawa keluar dari kegelapan.
10:50Menunggangi ketidakpastian.
10:53Mengkapitalisasi chaos.
10:56Itu salah satu dari definisi pendidikan.
11:01Anda di tahun pertama pasti belajarnya matematik murni, kimia murni, atau ilmu-ilmu dasar.
11:09Tahun kedua pasti rada-rada interdisipliner tuh.
11:13Kalau engineering belajar mekanika fluida.
11:15Mekanika fluida itu kimia, matematik, fisika jadi satu.
11:18Betul gak?
11:19Tahun ketiga, tahun keempat masuklah itu filosofi.
11:23Ekonomi.
11:24Sosial.
11:25Tujuannya apa sih?
11:27Supaya Anda bisa siap dalam ketidakpastian.
11:30Karena dunia yang akan Anda hadapi empat tahun, kalau saya lima tahun main counter strike terus soalnya.
11:36Itu tidak bisa diprediksi.
11:38Dulu tahun sembilan puluhan, bahkan dua ribu.
11:41Keluar seperti apa bisa diprediksi.
11:44Sekarang tidak ada bisa diprediksi.
11:46Jadi kalau Anda selama empat tahun itu tidak bisa nyaman dengan ketidakpastian.
11:53Anda akan disikat sama sekarang jurusan-jurusan yang keluarin mahasiswa lebih banyak dari zaman saya.
12:00Terima kasih.