Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Pengemudi becak di Kulon Progo, Yogyakarta, resah karena tercatat dalam desil kesejahteraan sembilan atau kategori mampu.

Data ini membuat keluarga pengemudi becak ini terancam kehilangan bantuan sosial. Bahkan, anak bungsunya terancam putus kuliah karena keterbatasan biaya.

Polemik perubahan desil kesejahteraan dirasakan Timbul, seorang pengemudi becak asal Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta.

Timbul adalah orang tua tunggal yang harus menghidupi kedua anaknya seorang diri.

Timbul mencari nafkah dengan mengayuh becak di kawasan Malioboro pada malam harinya. Pendapatan yang diperoleh pun tidak menentu. Timbul pun mencari penghasilan tambahan dengan beternak ayam kampung.

Angka desil kesejahteraan Timbul di angka 9 ini menjadi pukulan bagi keluarga Timbul. Bantuan sosial terancam hilang dan anaknya terancam putus sekolah karena harus melanjutkan pendidikan jalur mandiri.

Pemkab Kulon Progo juga akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik atau BPS, agar data kesejahteraan masyarakat dapat diperbarui secara berkala dan sesuai kondisi riil di lapangan.

Kasus keluarga Timbul menjadi gambaran, betapa akurasi data kesejahteraan sangat menentukan tepat atau tidaknya bantuan sosial diterima masyarakat.

Sementara, pembagian kategori desil penerima bantuan sosial masih menjadi perbincangan di masyarakat.

Sejumlah warga mengeluhkan, status desil yang tercatat dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.

Lalu, jika merasa data desil tidak sesuai, apa yang bisa dilakukan masyarakat?

#desil #pengemudibecak #kulonprogo

Baca Juga 3 Orang Tewas Reruntuhan Gedung Tua di Brebes | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/688279/3-orang-tewas-reruntuhan-gedung-tua-di-brebes-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688280/pengemudi-becak-di-kulon-progo-masuk-desil-9-terancam-kehilangan-bansos-kompas-siang
Transkrip
00:00Pengemudi becak di Kulon, Progo, Yogyakarta resah karena tercatat dalam desil kesejahteraan 9 atau kategori mampu.
00:08Saat ini data membuat keluarga pengemudi becak ini terancam kehilangan bantuan sosial atau bansos.
00:14Bahkan anak bungsunya terancam putus kuliah karena keterbatasan biaya.
00:24Polemik perubahan desil kesejahteraan dirasakan timbul seorang pengemudi becak.
00:30Asal Ngentak Rejo, Kapanewan Lenda, Kulon, Progo, Yogyakarta.
00:35Timbul adalah orang tua tunggal yang harus menghidupi kedua anaknya seorang diri.
00:41Timbul mencari nafkah dengan mengayuh becak di kawasan Malioboro pada malam harinya.
00:47Pendapatan yang diperoleh pun tidak menentu.
00:51Timbul pun mencari penghasilan tambahan dengan ternak ayam kampung.
00:55Angka desil kesejahteraan timbul di angka 9 ini menjadi pukulan bagi keluarga timbul.
01:03Bantuan sosial terancam hilang dan anaknya juga terancam putus kuliah
01:07karena harus melanjutkan pendidikan jalur mandiri.
01:13Jelas kaget itu.
01:15Soalnya kan harapan saya kan ya itu tadi udah saya bilang
01:18anak saya kuliah dengan harapan ada kartu kit, ada bias meswa.
01:24Itu kan saya dengar-dengar itu bisa nanti ya bisa untuk memperingan.
01:29Tapi ternyata desilnya naik kan ya tetap kaget.
01:37Harapan saya ya mudah-mudahan nanti dari pemerintah nanti bisa merubah data saya.
01:53Pemkap Klonprogo juga akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik atau BPS
01:59agar data kesejahteraan masyarakat dapat diperbarui secara berkala
02:03dan sesuai kondisi real di lapangan.
02:08Kan dia yang mau masuk UNG.
02:10Pengennya pakai apa itu kartu yang untuk sekolah itu?
02:14KIP.
02:15KIP kan sudah tidak bisa tau nek jelas 9.
02:17Itu harus mandiri.
02:19Akhirnya harus mandiri.
02:21Ini mandiri saat ini.
02:22Tapi orang tua berusaha baru bayar semaruh.
02:28Kasus keluarga timbul menjadi gambaran
02:32betapa akurasi data kesejahteraan sangat menentukan
02:36tepat atau tidaknya bantuan sosial diterima masyarakat.
02:42Ahmadi Kompas TV, Klonprogo, Yogyakarta.
02:49Bagian kategori desil, penerima bantuan sosial masih menjadi perbincangan di masyarakat.
02:54Sejumlah warga mengeluhkan status desil yang tercatat dinilai belum sepenuhnya sesuai
02:59dengan kondisi ekonomi mereka.
03:01Lalu jika merasa data desil tidak sesuai, apa yang dapat dilakukan masyarakat?
03:10Pemerintah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan pemutahiran data desil.
03:15Pengajuan bisa dilakukan dengan dua cara.
03:18Datang langsung ke kantor pelurahan atau melakukannya melalui aplikasi cek bansos.
03:24Saudara bagi Anda yang ingin melakukan pemutahiran desil tidak hanya melalui kelurahan saja,
03:31namun juga bisa dilakukan secara mandiri dengan cara melakukan download atau unduh aplikasi cek bansos
03:39di Play Store dan juga App Store yang Anda miliki.
03:42Kemudian nanti bisa Anda buka untuk aplikasi cek bansos.
03:45Yang gambarnya akan seperti ini setelah dibuka,
03:50di mana data-data yang nantinya dipersiapkan juga tidak jauh berbeda dengan data-data yang dibawa ke kelurahan
03:56jika Anda ingin melakukan pemutahiran secara langsung.
03:59Di antaranya ini adalah kartu keluarga, kemudian KTP, ada juga foto rumah tampak depan, dalam rumah, dan juga belakang rumah.
04:10Nah, nantinya setelah Anda membuka, Anda harus membuat akun terlebih dahulu
04:15dengan cara memasukkan data diri mulai dari nomor kartu keluarga, kemudian NIK, dan juga data diri lainnya.
04:23Setelah itu Anda bisa login atau masuk ke aplikasi terlebih dahulu.
04:29Nah, nanti untuk menu pertama yang Anda bisa akses bentuknya adalah seperti ini.
04:33Pada menu-menu ini, nantinya Anda bisa memilih menu usulan.
04:40Di sini Anda bisa mengusulkan desil Anda atau memutahirkan desil Anda sesuai dengan keadaan ekonomi dan juga kesejahteraan.
04:50Lalu, bagaimana dengan warga yang memilih mengajukan secara langsung?
04:54Bu, sebelumnya menanggapi desil yang saat ini diperoleh masyarakat kan tidak sedikit begitu ya, yang kemudian naik.
05:01Apakah sudah ada keluh kesah dari masyarakat atau pengajuan yang dilakukan kepada pihak kelurahan siwalan ini, Bu?
05:07Ada beberapa dari warga kami mengeluh karena desilnya tiba-tiba tinggi.
05:13Jadi, mereka minta diturunkan desilnya.
05:18Sementara dari pihak kelurahan sudah menindaklanjuti dengan verval ke warga tersebut,
05:26mendatangi mereka ke rumahnya dan dengan syarat untuk penurunan desil untuk dimasukkan ke sistem itu,
05:34syaratnya ada KTP, KK, dan foto dari depan dan juga dari dalam rumah,
05:45serta ada beberapa pertanyaan sekitar pekerjaan dan bangunannya.
05:53Di kelurahan siwalan, data yang diajukan masyarakat kemudian diinput ke dalam sistem.
05:59Penginputan data pemutahiran ini dilakukan secara berkala setiap bulan pada tanggal 1 hingga 10.
06:07Ya, sodara, terkait dengan pemutahiran desil memang bisa dilakukan dengan dua sistem begitu ya,
06:14baik melalui kelurahan dan juga melalui aplikasi secara langsung.
06:18Yang mana memang untuk pemutahiran desil ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang terhitung singkat.
06:24Tadi pihak kelurahan menyebut ada waktu yang perlu ditunggu 1 sampai dengan 3 bulan,
06:30mulai dari pengajuan, pengecekan ke lapangan, bahkan menunggu sistem dari pemerintah pusat.
06:35Jadi tidak bisa dilakukan secara cepat dan tepat,
06:39namun harus melalui tindakan yang terstruktur dari pemerintah di lapangan atau paling dekat dengan rakyat,
06:47yaitu kelurahan sampai dengan pemerintah pusat.
06:49Dari Semarang, GSI Lutvia, Heri Widodo melaporkan.
Komentar

Dianjurkan