00:00Terima kasih, saudara. Anda masih menyaksikan kompas siang di paru kedua bersama saya, Nipu Tutri Senanda.
00:06Saudara keluarga almarhum Sutrimo mempertanyakan hasil ekshumasi yang telah dilakukan 12 Agustus lalu.
00:12Keluarga khawatir kasus Sutrimo terbengkalai.
00:20Keluarga masih belum menerima hasil ekshumasi jenazah Sutrimo.
00:24Kuasa hukum keluarga Sutrimo juga menanyakan nasib telepon genggam kliennya.
00:30Kepada keluarga, penyidik mengaku hasil forensik masih belum menyeluruh.
00:34Keluarga khawatir penanganan kasus kematian Sutrimo terbengkalai.
00:39Kematian pria yang bekerja di rumah ex-jampitus febri adrian syaitu dinilai janggal.
00:44Hasil ekshumasi dari kami, dari pihak keluarga almarhum Sutrimo, juga memang kita posisinya saat ini sedang menunggu.
00:53Dan kami hampir tiap hari kita koordinasi dengan penyidik menanyakan apakah hasil ekshumasi sudah ada.
01:01Terakhir kemarin, karena kita kebetulan ada rapat keluarga di Wangon, di Lahar, lalu ibu juga menanyakan hal yang sama.
01:10Kami memahami namun demikian karena Polda Metro Jaya saat itu kan berjanji untuk membuka juga hasilnya ke publik.
01:16Begitu kan, maka kami juga menunggu.
01:19Ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo dilakukan pertengahan Agustus.
01:24Pemeriksaan forensik dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak ada kandungan racun dalam tubuh Sutrimo sebelum meninggal.
01:30Sampai hari ini kami masih menunggu dari persatuan dokter forensik untuk hasil dari laboratorium kriminal yang hasil pengajuan DNA, jaringan,
01:48ataupun ada kandungan zat lain.
01:50Kami masih menunggu terkait tentang hasil dari lab tersebut.
01:55Nah peningkatan terkait tentang proses penyidikan masih tetap 27 saksi yang baru dilakukan pengambilan pendalaman terhadap keterangan.
02:06Kita masih menunggu dari hasil laboratorium forensik.
02:11Sutrimo sebelum ini ditemukan tidak sadarkan diri di depan klinik Morden, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026 sebelum dinyatakan meninggal
02:18dunia.
02:20Keluarga kemudian melaporkan adanya sejumlah kejanggalan dalam kematian Sutrimo.
02:26Untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo, polisi melakukan olat TKP, ekshumasi, dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk dokter yang pertama kali menangani
02:34Sutrimo.
02:36Sejauh ini, polisi telah memeriksa 27 saksi.
02:41Tim Liputan Kompas TV
02:47Untuk mengetahui hasil pemeriksaan forensik jenazah Sutrimo hingga kini yang belum juga diungkap,
02:52pihak keluarga juga masih menunggu kejelasan hasil pemeriksaan yang diharapkan bisa mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
02:58Kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV, ada Medina Andas dan jurukamera Zamzari di Polda Metro Jaya.
03:05Medina, apakah sudah ada keterangan resmi dari polisi soal hasil ekshumasi dari almarhum Sutrimo dan bagaimana perkembangan terbaru dari kasus
03:14ini?
03:21Ya, betul putuh dan juga saudara kalau kami lihat dan kami pantau sejak pukul 9 waktu Indonesia Barat hingga saat
03:30ini memang belum ada keterangan
03:33ataupun pernyataan resmi dari pihak kepolisian baik dari Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin maupun Kabit Humas Polda
03:41Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto
03:43terkait apakah nantinya hari ini ataupun pekan ini akan ada update mengenai hasil pemeriksaan forensik jenazah Sutrimo
03:51yang dimana kita tahu bahwa jenazah Sutrimo ini sudah dilakukan proses ekshumasi sejak 12 Agustus 2026 yang lalu
03:58atau proses pembongkaran makam di Desa Olahar di sebuah kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
04:06dan hingga saat ini kami masih menunggu apakah nantinya akan ada update mengenai pemeriksaan hasil forensik terkait jenazah Sutrimo
04:14kalau kami mengutip pernyataan dari Kombes Pol Budi Hermanto memang sempat menyatakan pada hari Senin 24 Agustus 2026 yang lalu
04:21bahwa hasil pemeriksaan forensik ini nantinya dapat diungkapkan pada pekan ini
04:26yang dimana pekan ini itu berarti jatuhnya itu jatuhnya atau merujuk pada pekan lalu
04:31dan sekarang kita sudah memasuki hari terakhir di bulan Agustus yakni 31 Agustus
04:36dan masih belum ada update dari pihak kepolisian mengenai hasil pemeriksaan forensik jenazah Sutrimo
04:42perlu diketahui juga putu dan juga saudara bahwa dari ketua tim dokter forensik yakni Prof. Ahmad Yudianto
04:50ini mengatakan bahwa memang proses pemeriksaan ini masih didalami dikarenakan fokusnya ini untuk mencari ada atau tidaknya indikasi racun yang
04:59terdapat di dalam tubuh Sutrimo
05:01yang dimana dari sampel yang diambil ini memang ada sejumlah sampel mulai dari kulit dikarenakan dicurigai adanya kelainan terhadap tubuh
05:10Sutrimo
05:11dan juga organ dalam seperti jantung dan juga lambung dan juga dari proses pengambilan sampel ini kami juga masih menunggu
05:18hasil dari pemeriksaan forensik tersebut
05:21dan juga memang kalau kita melihat atau melakukan kelas balik sedikit ditemukannya Sutrimo yang merupakan karupga dari ex-jumprit Sus
05:30Febri Adrian Cah
05:31yang saat ini sedang terjerat dugaan kasus TPPU atau tindak pidana pencucian uang memang Sutrimo ditemukan di sebuah klinik kecantikan
05:39pada tanggal 23 Juli 2026 yang lalu
05:42dan kalau kita melihat dari foto yang beredar memang Sutrimo ditemukan dengan kondisi mulut berbusa
05:48dan Sutrimo langsung dibawa ke rumah sakit dengan diselimuti dengan selimut berwarna biru dan diantar ke rumah sakit Muhammadiyah Taman
05:56Puring Jakarta Selatan
05:57bersama dengan 4 orang yang dimana salah satu pengantar dari jenazah Sutrimo ke rumah sakit merupakan staf dari Kejaksaan Agung
06:06Febrio Adiono
06:07dan ini yang menjadi pertanyaan publik sebenarnya apa keterkaitan staf Kejaksaan Agung yang mengantar Sutrimo ke rumah sakit Taman Puring
06:16Jakarta Selatan
06:17dan memang Sutrimo ditemukan di sebuah klinik yang terbengkalai sudah sejak masa pandemi yang lalu
06:24dengan kondisi sudah tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa begitu dan kemudian juga hingga saat ini kami masih menunggu
06:30sebenarnya apa hasil dari pemeriksaan hasil forensik dan tentu jika ada perkembangan informasi lainnya akan kami laporkan kembali
06:38begitu putuh
06:40Baik terima kasih laporan Anda Jurnalis Kompas TV Medina Andas dan juga Juru Kamera Jamzari melaporkan langsung dari Polda Metro
06:48Jaya
06:48Selamat bertugas kembali
06:49Selamat menikmati
Komentar