Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Perubahan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan atau desil membuat sejumlah warga kebingungan. Warga yang sebelumnya masuk desil 5 ke bawah, tiba-tiba tercatat di desil 6 ke atas sehingga dianggap masuk kelompok masyarakat yang lebih mampu dan berpotensi kehilangan akses bantuan sosial.

Perubahan tersebut juga berdampak pada akses pendidikan. Sejumlah keluarga khawatir anak mereka tidak lagi mendapatkan bantuan atau beasiswa karena status desil kesejahteraan yang berubah.

Salah satunya dialami Siti Khodijah, pedagang gorengan keliling di kawasan Balai Kota Solo. Selama ini, ia menerima bantuan pemerintah berupa sembako, bantuan lansia, dan uang. Namun, bantuan tersebut terancam hilang setelah status desil kesejahteraannya berubah.

Hal serupa dialami Mbah Welas yang sebelumnya tercatat dalam desil 3, tetapi kini masuk desil 10. Perubahan itu berpotensi memutus akses keluarganya terhadap sejumlah program bantuan sosial, termasuk beasiswa pendidikan anaknya.

Menanggapi keluhan warga, BPS bersama pemerintah daerah melakukan pemutakhiran data. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo menyebut, berdasarkan informasi terbaru dari BPS, status Timbul telah masuk kategori desil 1 hingga 5. Namun, data pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN masih menunjukkan desil 9 karena pembaruan data dilakukan setiap tiga bulan.

#desil #bansos #bantuanpemerintah #dtsen #bps #kesejahteraan

Baca Juga Pertalite akan Dibatasi, Ini Cara Cek Desil di cekbansos.kemensos.go.id di https://www.kompas.tv/info-publik/688449/pertalite-akan-dibatasi-ini-cara-cek-desil-di-cekbansos-kemensos-go-id

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688526/kasus-desil-tak-sesuai-kondisi-warga-miskin-dinilai-mampu-berut
Transkrip
00:01Sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan alias DESIL yang berubah drastis menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
00:10Warga yang biasanya masuk dalam DESIL 5 ke bawah mendadak naik ke DESIL 6 ke atas yang artinya dianggap mampu.
00:18Akses bantuan sosial dari pemerintah pun hilang dan anak mereka terancam tak mendapat BA siswa lagi.
00:25Lalu kok bisa masyarakat yang masuk dalam DESIL 5 ke bawah tiba-tiba melonjak drastis ke DESIL 6 ke atas.
00:39Status DESIL kesejahteraan yang naik membuat kaget banyak warga termasuk salah satunya Siti Hodija.
00:46Setiap harinya ia berkeliling menjajakan dagangan gorengan di kompleks balai kota Solo.
00:52Penghasilannya pun tak seberapa.
00:55Selama ini ia sudah mendapat bantuan dari pemerintah baik sembako dan lansia serta uang.
01:02Namun bantuan dari pemerintah tersebut kini terancam hilang karena perubahan dalam status DESIL kesejahteraan.
01:11Bahulas yang dulu masuk di DESIL 3 kini naik menjadi DESIL 10.
01:18Pemerintah tersebut kiri berkeliling.
01:33Uang berlatangan dari pemerintah ke Facebook?
01:42Uang berlatangan dari pemerintah kemudian.
01:43Jangan lupa untuk anda melinkan perusahaan kedua-cari.
01:44Saya tidak akan bantuan untuk penjangan kedua-penamatan.
01:45Saya tidak akan buka sama masyarakat karena untuk penjangan kedua-penamatan.
01:46Saya adalah saya tidak akan menikahkan hari ini.
01:47Saya tidak akan dikini.
01:47Ntar ke rumah sakit kan aku enggak bayar.
01:52Kalau inilah, itu apa ya, ini, ya ilang.
01:58Kan aku sendiri ya, kakaknya.
02:01Anak saya kan udah mecah sendiri.
02:05Jadi aku hidup sendiri, cari ini, tapi sini sepi.
02:11Tak hanya sampai di situ, saudara,
02:13polemik perubahan Desil juga menimpa timbul.
02:16Seorang pengemudi beca di Kulonprogo, Yogyakarta.
02:19Tak tanggung-tanggung, yang awalnya masuk di kategori Desil 1,
02:23kini melejit masuk ke kategori Desil 9,
02:27yang seharusnya dianggap golongan mampu.
02:30Padahal kesehariannya bekerja sebagai tukang beca di Malioboro.
02:34Pendapatannya tak menentu dan bahkan tidak cukup untuk kebutuhan keluarganya.
02:44Namun, perubahan drastis dari Desil 1 ke Desil 9 tersebut
02:48membuatnya semakin pusing tujuh keliling.
02:51Pasalnya, perubahan itu berpotensi memutus akses keluarga timbul
02:55terhadap program bantuan sosial, termasuk beasiswa pendidikan sang anak.
03:00Mendengar keluhan tersebut, BPS dan pemerintah daerah
03:04langsung melakukan pemutahiran data.
03:06Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kulon Progo
03:11menyebut informasi terakhir dari BPS, status timbul telah masuk di kategori Desil 1-5.
03:17Namun, untuk saat ini, data di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN
03:23masih berada di Desil 9 karena perbaruannya berlangsung per tiga bulan.
03:31Jelas kaget itu.
03:33Soalnya kan harapan saya kan ya itu tadi udah saya bilang
03:36anak saya kuliah dengan harapan ada kartu KIP, ada BPS,
03:41itu kan saya dengar-dengar itu bisa nanti ya bisa untuk memperingan.
03:47tapi ternyata Desilnya naik kan ya tetap kaget.
03:52Harapan saya ya mudah-mudahan nanti dari pemerintah
03:59nanti bisa merubah data saya dan nanti dari Desil 9 itu bisa jadi Desil 1 lagi.
04:11Informasi terakhir, untuk Desil itu sudah turun menjadi Desil 1-5.
04:19Seperti itu, dan terus terang, untuk data yang di BPS ini sudah turun 1-5.
04:27Tapi untuk yang di DTSEN, cek terakhir sepertinya belum karena proses
04:33kalau DTSEN kan tiga bulan sekali rilisnya.
04:37Tapi intinya kalau yang di BPS sudah turun menjadi 1-5.
04:45Tak hanya warga yang status Desilnya naik yang kehilangan Bansos.
04:49Beberapa warga kehilangan Bansos karena dituding main judi online.
04:54Sepasang lansia di Pekalungan Jawa Tengah dicoret dari daftar penerima Bansos
04:59karena dinyatakan terdaftar judi online.
05:02Padahal keduanya tak memiliki handphone dan tak bisa baca tulis.
05:06Kok bisa? Gak punya HP, gak bisa baca tulis.
05:09Tapi terdaftar judi online.
05:15Dayat dan Darmi kehilangan jatah Bansos sejak November 2025.
05:21Dayat dan Darmi sebelumnya berstatus keluarga penerima manfaat
05:25yang mendapat bantuan uang sebesar Rp600.000 per bulan.
05:30Keduanya hidup dalam kemiskinan dan masuk dalam Desil 1.
05:34Sehari-hari Mbah Dayat hanya bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan pas-pasan.
05:40Pihak keluarga bilang KTP Mbah Dayat dan Mbah Darmi diduga pernah dipinjam pihak lain.
06:05Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan bilang pihaknya telah mengajukan sanggahan ke Kementerian Sosial
06:11soal kondisi Mbah Dayat dan Mbah Darmi.
06:14Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan memastikan sanggahan telah diterima
06:17dan Mbah Darmi akan segera mendapat Bansos lagi.
06:25Itu penghentian Bansos itu sekitar bulan November 2025.
06:31Selang beberapa hari, operator desa karena tahu kondisi yang sebenarnya Ibu Darmi,
06:39inisiatif dari sebelum diminta oleh keluarga Budarmi, operator sudah mengajukan sanggah.
06:45Sudah dihasilkan sanggah beberapa hari setelah adanya penelitian.
06:51Nah ini sanggahnya sudah diproses, kemudian juga sudah diselujui ya,
06:57diselujui itu per tanggal 30 Agustus.
07:03Nasib serupa juga dialami Eka Winarsi, seorang ibu rumah tangga di Blora, Jawa Tengah.
07:09Ya kaget, tiba-tiba ya dikeluarkan dari daftar penerima Bansos.
07:12Ia sudah tak menerima Bansos per September 2025.
07:17Saat itu, ia mencari kejelasan alasan dia dicabut dari daftar penerima Bansos ke Kelurahan hingga Dina Sosial.
07:25Dan alasannya, ternyata nama Eka Winarsi dicoret karena masuk dalam nama yang terindikasi terlibat juri online.
07:33Ia pun bingung karena selama ini ia tak pernah terlibat juri online.
07:37Akibat kejadian ini, ia terpaksa harus menunda operasi penyakit tumornya karena BPJS miliknya tidak bisa digunakan.
07:48Dicabutnya karena di-exclude karena terindikasi judul.
07:51Padahal saya itu nggak pernah itu main judul ataupun apa ya.
07:57Soalnya itu saya ibu rumah tangga, cuma serabutan.
08:03Dan saya nggak tahu itu pas waktu saya cek, kan nggak dapat per September 2025 itu.
08:10Saya ngecek ke ATM, kok nggak bisa.
08:13Terus saya ke Kelurahan, ternyata Kelurahan di situ dicek di itunya, di cek Bansosnya ternyata exclude gitu toh.
08:25Pihak Kelurahan Tambah Rejo menegaskan Eka Winarsi masuk dalam desil 1 penerima Bansos.
08:31Namun kini ia telah dicoret dari daftar penerima bantuan pangan non-tunai karena terindikasi terlibat judul.
08:38Di wilayahnya total ada delapan warga yang dihapus dari daftar penerima Bansos karena terindikasi judul.
08:59Ini semuanya ini delapan orang ini desilnya 1 sampai 4.
09:04Jadi berhak untuk mendapat bantuan sosial.
09:09Tapi karena di aplikasi itu terindikasi terlibat judul, judul online,
09:20ini untuk bantuan sosialnya terjadi exclude atau tidak cair.
09:31Lalu apa itu desil, saudara?
09:34Desil adalah metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok.
09:41Kelompok desil yaitu desil 1, kelompok masyarakat paling miskin.
09:46Desil 2, sangat rentan miskin.
09:48Desil 3 sampai 4, rentan atau hampir miskin.
09:52Desil 5, 6, menengah.
09:56Desil 7 sampai 9, menengah ke atas.
09:59Dan desil 10, kelompok paling sejahtera.
10:02Semakin kecil angka desil maka semakin rendah tingkat kesejahteraannya.
10:10Lantas bagaimana penentuan desil?
10:13Menteri Sosial menjelaskan, Badan Pusat Statistik mengolah berbagai variabel sosial ekonomi secara terpadu
10:19untuk menentukan posisi keluarga maupun individu dalam desil.
10:23Menteri Sosial Syaifulah Yusuf menegaskan, posisi desil tidak bersifat permanen.
10:28Besaran penghasilan bukan satu-satunya penentu posisi seseorang dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSM.
10:36Menguatkan pernyataan BPS bahwa ada 40 variabel menentukan desil.
10:42Salah satu yang kuat adalah aset rumah.
10:45Kalau begitu, bagaimana kalau rumahnya berupa bantuan dari pemerintah?
10:50Apakah bisa membuat desil berubah?
10:52Seperti yang dipertanyakan oleh Gubernur Maluku Utara, Shirley Coanda.
11:00Ini bagaimana ya? Secara sosial kan rumahnya ini bukan mereka yang bangun.
11:04Kita yang bangun.
11:05Kalau kemudian dasal penentuan desil itu ditentukan oleh rumahnya dan dia keluar dari desil 5, itu bagaimana?
11:12Itu harus duduk.
11:13Jadi dia tidak mengubah status dia sebagai desil.
11:15Rumah dia ini tidak menunjukkan desilnya.
11:17Dia bisa punya rumah seperti ini karena bantuan dari pemerintah.
11:20Jangan karena dia dapat rumah ini, kemudian dia keluar dari desilnya.
11:23Itu yang belum kita konsulasi.
11:25Ya, itu harus memastikan.
11:26Jadi desilnya ini diterima rumah berawal karena desilnya, Bu?
11:29Iya, tapi kemudian nanti kan setiap tahun itu petugas BPS turun.
11:33Ketika dia datang survei, dia lihat, oh rumahnya udah bagus.
11:35Dia keluarkan mereka dari desil 4.
11:37Ketika dikeluarkan, maka semua bantuan bulanan dia pun ikutan hilang.
11:42Itu tidak menyelesaikan masalah, bikin masalah baru itu.
11:45Dicek, Pak.
11:45Nanti kita koordinasikan lagi.
11:46Jadi semua, semua ini harus kasih catatan kayak, kasih stiker aja, label aja.
11:56Data harus menjadi dasar keadilan.
11:59Pemutahiran perlu dilakukan.
12:00Penentuan desil harus dilakukan secara akurat, agar sesuai dengan kenyataan.
12:06Desil hanyalah angka, namun dibalik angka tersebut ada keluarga yang wajib dibantu atau bahkan dipelihara oleh negara.
12:14Jangan sampai gara-gara data yang salah menyebabkan warga yang memang membutuhkan bantuan.
12:19Kini jadi terlantar.

Dianjurkan