00:01Sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan alias DESIL yang berubah drastis menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
00:10Warga yang biasanya masuk dalam DESIL 5 ke bawah mendadak naik ke DESIL 6 ke atas yang artinya dianggap mampu.
00:18Akses bantuan sosial dari pemerintah pun hilang dan anak mereka terancam tak mendapat BA siswa lagi.
00:25Lalu kok bisa masyarakat yang masuk dalam DESIL 5 ke bawah tiba-tiba melonjak drastis ke DESIL 6 ke atas.
00:39Status DESIL kesejahteraan yang naik membuat kaget banyak warga termasuk salah satunya Siti Hodija.
00:46Setiap harinya ia berkeliling menjajakan dagangan gorengan di kompleks balai kota Solo.
00:52Penghasilannya pun tak seberapa.
00:55Selama ini ia sudah mendapat bantuan dari pemerintah baik sembako dan lansia serta uang.
01:02Namun bantuan dari pemerintah tersebut kini terancam hilang karena perubahan dalam status DESIL kesejahteraan.
01:11Bahulas yang dulu masuk di DESIL 3 kini naik menjadi DESIL 10.
01:18Pemerintah tersebut kiri berkeliling.
01:33Uang berlatangan dari pemerintah ke Facebook?
01:42Uang berlatangan dari pemerintah kemudian.
01:43Jangan lupa untuk anda melinkan perusahaan kedua-cari.
01:44Saya tidak akan bantuan untuk penjangan kedua-penamatan.
01:45Saya tidak akan buka sama masyarakat karena untuk penjangan kedua-penamatan.
01:46Saya adalah saya tidak akan menikahkan hari ini.
01:47Saya tidak akan dikini.
01:47Ntar ke rumah sakit kan aku enggak bayar.
01:52Kalau inilah, itu apa ya, ini, ya ilang.
01:58Kan aku sendiri ya, kakaknya.
02:01Anak saya kan udah mecah sendiri.
02:05Jadi aku hidup sendiri, cari ini, tapi sini sepi.
02:11Tak hanya sampai di situ, saudara,
02:13polemik perubahan Desil juga menimpa timbul.
02:16Seorang pengemudi beca di Kulonprogo, Yogyakarta.
02:19Tak tanggung-tanggung, yang awalnya masuk di kategori Desil 1,
02:23kini melejit masuk ke kategori Desil 9,
02:27yang seharusnya dianggap golongan mampu.
02:30Padahal kesehariannya bekerja sebagai tukang beca di Malioboro.
02:34Pendapatannya tak menentu dan bahkan tidak cukup untuk kebutuhan keluarganya.
02:44Namun, perubahan drastis dari Desil 1 ke Desil 9 tersebut
02:48membuatnya semakin pusing tujuh keliling.
02:51Pasalnya, perubahan itu berpotensi memutus akses keluarga timbul
02:55terhadap program bantuan sosial, termasuk beasiswa pendidikan sang anak.
03:00Mendengar keluhan tersebut, BPS dan pemerintah daerah
03:04langsung melakukan pemutahiran data.
03:06Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kulon Progo
03:11menyebut informasi terakhir dari BPS, status timbul telah masuk di kategori Desil 1-5.
03:17Namun, untuk saat ini, data di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN
03:23masih berada di Desil 9 karena perbaruannya berlangsung per tiga bulan.
03:31Jelas kaget itu.
03:33Soalnya kan harapan saya kan ya itu tadi udah saya bilang
03:36anak saya kuliah dengan harapan ada kartu KIP, ada BPS,
03:41itu kan saya dengar-dengar itu bisa nanti ya bisa untuk memperingan.
03:47tapi ternyata Desilnya naik kan ya tetap kaget.
03:52Harapan saya ya mudah-mudahan nanti dari pemerintah
03:59nanti bisa merubah data saya dan nanti dari Desil 9 itu bisa jadi Desil 1 lagi.
04:11Informasi terakhir, untuk Desil itu sudah turun menjadi Desil 1-5.
04:19Seperti itu, dan terus terang, untuk data yang di BPS ini sudah turun 1-5.
04:27Tapi untuk yang di DTSEN, cek terakhir sepertinya belum karena proses
04:33kalau DTSEN kan tiga bulan sekali rilisnya.
04:37Tapi intinya kalau yang di BPS sudah turun menjadi 1-5.
04:45Tak hanya warga yang status Desilnya naik yang kehilangan Bansos.
04:49Beberapa warga kehilangan Bansos karena dituding main judi online.
04:54Sepasang lansia di Pekalungan Jawa Tengah dicoret dari daftar penerima Bansos
04:59karena dinyatakan terdaftar judi online.
05:02Padahal keduanya tak memiliki handphone dan tak bisa baca tulis.
05:06Kok bisa? Gak punya HP, gak bisa baca tulis.
05:09Tapi terdaftar judi online.
05:15Dayat dan Darmi kehilangan jatah Bansos sejak November 2025.
05:21Dayat dan Darmi sebelumnya berstatus keluarga penerima manfaat
05:25yang mendapat bantuan uang sebesar Rp600.000 per bulan.
05:30Keduanya hidup dalam kemiskinan dan masuk dalam Desil 1.
05:34Sehari-hari Mbah Dayat hanya bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan pas-pasan.
05:40Pihak keluarga bilang KTP Mbah Dayat dan Mbah Darmi diduga pernah dipinjam pihak lain.
06:05Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan bilang pihaknya telah mengajukan sanggahan ke Kementerian Sosial
06:11soal kondisi Mbah Dayat dan Mbah Darmi.
06:14Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan memastikan sanggahan telah diterima
06:17dan Mbah Darmi akan segera mendapat Bansos lagi.
06:25Itu penghentian Bansos itu sekitar bulan November 2025.
06:31Selang beberapa hari, operator desa karena tahu kondisi yang sebenarnya Ibu Darmi,
06:39inisiatif dari sebelum diminta oleh keluarga Budarmi, operator sudah mengajukan sanggah.
06:45Sudah dihasilkan sanggah beberapa hari setelah adanya penelitian.
06:51Nah ini sanggahnya sudah diproses, kemudian juga sudah diselujui ya,
06:57diselujui itu per tanggal 30 Agustus.
07:03Nasib serupa juga dialami Eka Winarsi, seorang ibu rumah tangga di Blora, Jawa Tengah.
07:09Ya kaget, tiba-tiba ya dikeluarkan dari daftar penerima Bansos.
07:12Ia sudah tak menerima Bansos per September 2025.
07:17Saat itu, ia mencari kejelasan alasan dia dicabut dari daftar penerima Bansos ke Kelurahan hingga Dina Sosial.
07:25Dan alasannya, ternyata nama Eka Winarsi dicoret karena masuk dalam nama yang terindikasi terlibat juri online.
07:33Ia pun bingung karena selama ini ia tak pernah terlibat juri online.
07:37Akibat kejadian ini, ia terpaksa harus menunda operasi penyakit tumornya karena BPJS miliknya tidak bisa digunakan.
07:48Dicabutnya karena di-exclude karena terindikasi judul.
07:51Padahal saya itu nggak pernah itu main judul ataupun apa ya.
07:57Soalnya itu saya ibu rumah tangga, cuma serabutan.
08:03Dan saya nggak tahu itu pas waktu saya cek, kan nggak dapat per September 2025 itu.
08:10Saya ngecek ke ATM, kok nggak bisa.
08:13Terus saya ke Kelurahan, ternyata Kelurahan di situ dicek di itunya, di cek Bansosnya ternyata exclude gitu toh.
08:25Pihak Kelurahan Tambah Rejo menegaskan Eka Winarsi masuk dalam desil 1 penerima Bansos.
08:31Namun kini ia telah dicoret dari daftar penerima bantuan pangan non-tunai karena terindikasi terlibat judul.
08:38Di wilayahnya total ada delapan warga yang dihapus dari daftar penerima Bansos karena terindikasi judul.
08:59Ini semuanya ini delapan orang ini desilnya 1 sampai 4.
09:04Jadi berhak untuk mendapat bantuan sosial.
09:09Tapi karena di aplikasi itu terindikasi terlibat judul, judul online,
09:20ini untuk bantuan sosialnya terjadi exclude atau tidak cair.
09:31Lalu apa itu desil, saudara?
09:34Desil adalah metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok.
09:41Kelompok desil yaitu desil 1, kelompok masyarakat paling miskin.
09:46Desil 2, sangat rentan miskin.
09:48Desil 3 sampai 4, rentan atau hampir miskin.
09:52Desil 5, 6, menengah.
09:56Desil 7 sampai 9, menengah ke atas.
09:59Dan desil 10, kelompok paling sejahtera.
10:02Semakin kecil angka desil maka semakin rendah tingkat kesejahteraannya.
10:10Lantas bagaimana penentuan desil?
10:13Menteri Sosial menjelaskan, Badan Pusat Statistik mengolah berbagai variabel sosial ekonomi secara terpadu
10:19untuk menentukan posisi keluarga maupun individu dalam desil.
10:23Menteri Sosial Syaifulah Yusuf menegaskan, posisi desil tidak bersifat permanen.
10:28Besaran penghasilan bukan satu-satunya penentu posisi seseorang dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSM.
10:36Menguatkan pernyataan BPS bahwa ada 40 variabel menentukan desil.
10:42Salah satu yang kuat adalah aset rumah.
10:45Kalau begitu, bagaimana kalau rumahnya berupa bantuan dari pemerintah?
10:50Apakah bisa membuat desil berubah?
10:52Seperti yang dipertanyakan oleh Gubernur Maluku Utara, Shirley Coanda.
11:00Ini bagaimana ya? Secara sosial kan rumahnya ini bukan mereka yang bangun.
11:04Kita yang bangun.
11:05Kalau kemudian dasal penentuan desil itu ditentukan oleh rumahnya dan dia keluar dari desil 5, itu bagaimana?
11:12Itu harus duduk.
11:13Jadi dia tidak mengubah status dia sebagai desil.
11:15Rumah dia ini tidak menunjukkan desilnya.
11:17Dia bisa punya rumah seperti ini karena bantuan dari pemerintah.
11:20Jangan karena dia dapat rumah ini, kemudian dia keluar dari desilnya.
11:23Itu yang belum kita konsulasi.
11:25Ya, itu harus memastikan.
11:26Jadi desilnya ini diterima rumah berawal karena desilnya, Bu?
11:29Iya, tapi kemudian nanti kan setiap tahun itu petugas BPS turun.
11:33Ketika dia datang survei, dia lihat, oh rumahnya udah bagus.
11:35Dia keluarkan mereka dari desil 4.
11:37Ketika dikeluarkan, maka semua bantuan bulanan dia pun ikutan hilang.
11:42Itu tidak menyelesaikan masalah, bikin masalah baru itu.
11:45Dicek, Pak.
11:45Nanti kita koordinasikan lagi.
11:46Jadi semua, semua ini harus kasih catatan kayak, kasih stiker aja, label aja.
11:56Data harus menjadi dasar keadilan.
11:59Pemutahiran perlu dilakukan.
12:00Penentuan desil harus dilakukan secara akurat, agar sesuai dengan kenyataan.
12:06Desil hanyalah angka, namun dibalik angka tersebut ada keluarga yang wajib dibantu atau bahkan dipelihara oleh negara.
12:14Jangan sampai gara-gara data yang salah menyebabkan warga yang memang membutuhkan bantuan.
12:19Kini jadi terlantar.