Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 minggu yang lalu
SIDOARJO, KOMPAS.TV - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI Purnawirawan Trenggono mendatangi Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Sidoarjo, Jawa Timur, untuk menemui pengasuh pondok dan menyampaikan permohonan maaf atas kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono juga ingin mengetahui secara langsung kronologi kejadian yang menyebabkan lebih dari 740 santri dan siswa mengalami gangguan kesehatan.

Baca Juga Sherina Munaf Ikut Terjun Padamkan Karhutla, Uji Coba Matikan Api dengan Busa Sabun dari Jepang di https://www.kompas.tv/video/688988/sherina-munaf-ikut-terjun-padamkan-karhutla-uji-coba-matikan-api-dengan-busa-sabun-dari-jepang

BGN menyatakan telah memberikan sanksi berupa suspend terhadap SPPG Kalitengah dan mencopot kepala dapur SPPG terkait kasus tersebut.

Trenggono menyebut sekitar 22 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. BGN juga memastikan evaluasi dan investigasi terus dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian, sementara Trenggono bersama rombongan turut menjenguk korban yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/688992/waka-bgn-datangi-ponpes-manbaul-hikam-minta-maaf-atas-keracunan-mbg-740-korban
Transkrip
00:00Yang terdampak adalah 740-an, kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua, tinggal 22 di 9 rumah sakit.
00:14Mungkin pertama-tama kami persampaikan, kami dari BGN, kemudian dari Kementerian,
00:22Ibu Menteri langsung dari TPA, kemudian dari staf kepresidenan, hadir di sini dalam melihat dari dekat kejadian yang terjadi di
00:34Sidoarjo,
00:36di BGN, membawal dikam, jadi proses sampaikan bahwa atas laporan dari BGN yang terdampak adalah 700 titik.
00:5240-an, kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua, tinggal 22 di 9 rumah sakit atau tempat kesehatan.
01:03Dan semua sudah dalam kondisi kuri, sudah dalam kondisi baik, kemudian kami juga, saya sampaikan ya,
01:12permohonan maaf kami atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuan ya,
01:19petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur, sehingga adanya kejadian patah.
01:25Kemudian kami juga berpuncapan terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah bertindak cepat,
01:32sehingga semuanya tertangani dengan baik, itu yang utama adalah harus tertangani dengan baik.
01:38Kemudian kami juga melakukan tindakan untuk dapur, dapur tidak dioperasionalkan lagi.
01:49Sementara kita suspend, suspend gerat, artinya kita evaluasi, kita adakan investigasi.
01:55Kemudian di Kepala Dapur kita copot, kita berhentikan, nanti kita cek apakah ada hal-hal unsur lain yang kira-kira
02:05membuat kejadian fatal ini.
02:08Apakah ada tersangkanya Pak?
02:11Sementara masih diinvestigasi, tersangka sih sementara ini belum ada.
02:16Jadi kita lebih pada penanganan korban dulu ataupun terdampak.
02:21Kita utamanya penanganan terdampak.
02:37Terima kasih telah menonton!
03:03Cara baru nonton di Smart TV.
03:06Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:12Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
03:16Cari Kompas TV melalui pencarian.
03:19Pilih aplikasi lalu install.
03:21Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:27Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan