00:00Gunung Ilelewotolog erupsi 1.873 kali dalam 5 hari. Letusan terjadi hingga minggu malam.
00:08Gunung Api Ilelewotolog di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mencatatkan 1.873 kali gempa letusan selama rentang pengamatan 1 hingga
00:185 September 2026.
00:20Ketugas pengamat Gunung Api Ilelewotolog, Stanislaus Arakian, melaporkan bahwa tinggi letusan berkisar antara 200 hingga 700 meter dari puncak, dengan
00:32warna kolom abu putih, kelabu, sampai hitam.
00:36Selain erupsi, terdeteksi pula material guguran dengan jarak luncur mencapai 700 meter dari puncak ke arah Tenggara.
00:44Dinamika vulkanik di gunung ini menunjukkan aktivitas kegempaan yang sangat bervariasi.
00:49Selain ribuan gempa letusan, petugas mencatat 1 kali gempa guguran, 663 kali gempa hembusan, 14 kali gempa harmonik, serta 221
01:00kali tremor non-harmonik.
01:02Terkempula 6 kali gempa hybrid, 4 kali gempa vulkanik dangkal, 6 kali gempa vulkanik dalam, dan 3 kali gempa tektonik
01:11jauh.
01:12Secara visual, tubuh gunung terpantau jelas hingga kadang tertutup kabut.
01:16Disertai asap kawah utama berwarna putih, bertekanan tipis, hingga tebal, setinggi 20 sampai 500 meter.
01:24Cuaca di lokasi cenderung cerah hingga berawan dengan suhu 23 hingga 32 derajat celcius.
01:30Menanggapi video erupsi yang viral di media sosial yang menampilkan seolah kolom abu mencapai 600 meter,
01:37Stanislaus mengklarifikasi bahwa rekaman tersebut diambil oleh pemandu dari area kawah.
01:42Sehingga, sudut pengambilan gambar membuat erupsi tampak jauh lebih tinggi.
01:48Aktivitas erupsi gunung Ilelewotolok masih terus berlangsung hingga Minggu 6 September Malang.
01:54Letusan terbaru yang tercatat pada pukul 21.35 Wita,
01:58menyemburkan kolom abu kelabu tebal dengan ketinggian kurang dari 500 meter
02:03di atas puncak yang bergerak ke arah selatan dan barat.
02:06Erupsi penutup laporan ini terekam pada seismogram dengan amplitude maksimum 40 mm
02:12dan durasi sekitar 32 detik.