KOMPAS.TV - Saksikan kembali penampilan Ge Pamungkas di panggung Stand Up Comedy Indonesia (SUCI). Dalam penampilannya, Ge membawakan berbagai materi komedi dengan gaya khas dan sudut pandang yang menghibur.
Video ini menjadi bagian dari nostalgia perjalanan Stand Up Comedy Indonesia, sekaligus menampilkan salah satu penampilan Ge Pamungkas di panggung SUCI.
Nikmati keseruan dan humor khas Ge Pamungkas dalam video berikut. Jangan lupa LIKE, KOMEN, dan SUBSCRIBE untuk menyaksikan berbagai penampilan komika dan momen menarik lainnya dari Stand Up Comedy Indonesia.
#GePamungkas #SUCI #StandUpComedyIndonesia #StandUpComedy #KomikaIndonesia #KomediIndonesia #ThrowbackSUCI
========================================================
Ayo jadi Warga Suci atau kalau klean pede boleh banget jadi Lurah Suci klik join link ini: https://www.youtube.com/channel/UC8zZ084em5pohjs6kk2Bpaw/join
Stand Up Comedy Indonesia, Let's Make Laugh!
Follow dan subscribe:
Instagram: @sucikompastv
Twitter: @StandUpKompasTV
TikTok: @suci_kompastv
Facebook: @standupkompastv
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/entertainment/690985/full-kenapa-ge-pamungkas-benci-cowok-aksinya-bikin-penonton-tertawa-di-suci-throwback-suci
Video ini menjadi bagian dari nostalgia perjalanan Stand Up Comedy Indonesia, sekaligus menampilkan salah satu penampilan Ge Pamungkas di panggung SUCI.
Nikmati keseruan dan humor khas Ge Pamungkas dalam video berikut. Jangan lupa LIKE, KOMEN, dan SUBSCRIBE untuk menyaksikan berbagai penampilan komika dan momen menarik lainnya dari Stand Up Comedy Indonesia.
#GePamungkas #SUCI #StandUpComedyIndonesia #StandUpComedy #KomikaIndonesia #KomediIndonesia #ThrowbackSUCI
========================================================
Ayo jadi Warga Suci atau kalau klean pede boleh banget jadi Lurah Suci klik join link ini: https://www.youtube.com/channel/UC8zZ084em5pohjs6kk2Bpaw/join
Stand Up Comedy Indonesia, Let's Make Laugh!
Follow dan subscribe:
Instagram: @sucikompastv
Twitter: @StandUpKompasTV
TikTok: @suci_kompastv
Facebook: @standupkompastv
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/entertainment/690985/full-kenapa-ge-pamungkas-benci-cowok-aksinya-bikin-penonton-tertawa-di-suci-throwback-suci
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00:00Dan ini iklannya absurd ya.
00:00:01Maksudnya gini, Sinta Jojo itu kan terkenal karena ngomongin keong racun.
00:00:05Kalau di lagunya sosis gak enak lah.
00:00:07Lihat iklannya, makan sosis on night, pikiranmu jorok.
00:00:11Ya iyalah!
00:00:12Sosis digini-giniin, maksud lu apa nonton?
00:00:15Pacaran itu ibarat beli permen ya.
00:00:17Kita beli, kita cipin dulu, baru dibuang.
00:00:21Karena menurut gue, kalau cewek semakin punya banyak ekspresi, semakin cakep.
00:00:26Mulai dari yang alis jungkat-jungkit.
00:00:29Mata meremelek, hidung kemangkempis, dan mulut maju mundur.
00:00:34Tapi kalau semuanya digabungin, ada Zara, ada Apple lah, ada apa.
00:00:42Kalau misalnya gue tanya, kamu mau apa sayang?
00:00:43Aku mau pipis.
00:00:44Alhamdulillah.
00:00:49Sampai ke kantor, pulang lagi macet.
00:00:52Saking macetnya pas gue balik-balik anak gue masih bayi udah bisa jalan.
00:00:54Apa? Eh udah bisa jalan!
00:01:13Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:01:15Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:01:32Kita suka ngobrol bareng, makan bareng, kadang-kadang main cubit-cubitan dan main dokter-kedokteran.
00:01:39Dan gue mencapai satu konklusi.
00:01:41Dimana gue sepakat sama dia bahwa kami berdua itu menyesal terlahir ganteng.
00:01:50Bagi kami ganteng itu kutukan.
00:01:52Karena ganteng gue itu bukan ganteng standar ya.
00:01:55Ganteng gue itu udah ganteng kronis.
00:02:00Ganteng kronis adalah ganteng stadium tingkat akhir.
00:02:03Dimana kalau misalnya gue itu udah menjadi musuh bagi kaum lelaki.
00:02:07Gue jalan ke mal nih, ke PIM, santai.
00:02:10Selalu aja ada satu cowok ngeliat gini.
00:02:14Ganteng banget sih.
00:02:22Kadang-kadang ada cowok jalan sama ceweknya.
00:02:26Yoi bro, cewek gue.
00:02:29Sedangkan ceweknya kayak...
00:02:38Bahkan kadang-kadang ada cowok juga jalan.
00:02:42Pahal sebenarnya cowok juga.
00:02:43Bro, lu ngapain bro?
00:02:43Gak tata, takut lo diterima.
00:02:53Gue dimusuhin.
00:02:54Gue susah cari cewek.
00:02:55Karena cewek-cewek selalu naksir sama gue karena gue ganteng.
00:02:59Padahal sekali-kali gue pengen ditaksir karena usaha gue sendiri.
00:03:03Karena gue soleh.
00:03:04Karena gue pinter.
00:03:04Anak pengusaha terkenal.
00:03:06Apapun lah.
00:03:11Di Indonesia itu jadi ganteng, jadi cantik itu.
00:03:14Lu gampang banget.
00:03:14Masuk film, jadi bintang iklan.
00:03:16Tapi jangan tertipu.
00:03:18Contohlah Sinta dan Jojo kan.
00:03:20Sinta Jojo ikut iklan sosis sonait.
00:03:23Gue ngomong sonait ya karena ada kamera.
00:03:24Kalau enggak gue bilang sosis yang baik sekali.
00:03:26Tanda kutip.
00:03:31Dan ini iklannya absurd ya.
00:03:33Maksudnya gini.
00:03:33Sinta Jojo itu kan terkenal karena ngomongin keong racun.
00:03:36Kalau di lagunya sosis gak enak lah.
00:03:39Lihat iklannya.
00:03:39Makan sosis sonait.
00:03:41Pikiranmu jorok.
00:03:42Ya iyalah.
00:03:44Sosis digini-giniin.
00:03:45Maksudnya apa nonton?
00:03:47Gue nganti sarung.
00:03:59Gue juga pernah ditawarin iklan dulu banget.
00:04:02Serius.
00:04:04Gue ditawarin iklan ekstra Jojo.
00:04:09Dan gue tolak.
00:04:11Ya tau kan alasannya apa.
00:04:12Lo percaya orang sekurus gue ngangkat-ngangkat beton.
00:04:15Girang.
00:04:16Iya gue ngejo banget.
00:04:17Ini enak banget.
00:04:17Gak percaya.
00:04:18Gak enak banget dilihatnya.
00:04:22Taglinenya aja udah aneh.
00:04:24Ekstra Jojo.
00:04:25Minuman lelaki sejati.
00:04:26Loh.
00:04:27Kalau gue gak aus-aus amat.
00:04:28Gue minum setengah.
00:04:29Apakah tandanya gue itu setengah lelaki sejati?
00:04:32Gue minum setengah.
00:04:33Ada orang yang.
00:04:33Lo minum setengah.
00:04:34Pinjong.
00:04:42Dan kalau minuman lelaki sejati.
00:04:44Kenapa warnanya itu kuning?
00:04:46Kenapa gak putih?
00:04:47Kenapa gak hitam?
00:04:47Emang lo pernah jalan ke mall?
00:04:49Lo ngeliat ada cowok baju kuning.
00:04:50Terus.
00:04:50Wih bro.
00:04:51Gila lo cowok banget bro.
00:04:52Oh thank you thank you.
00:04:53Baju kuning gak ada.
00:04:59Dan gue sebagai orang Islam.
00:05:01Melihat iklan itu penuh dosa.
00:05:03Kita teliti kenapa.
00:05:04Lo pasti tau kan.
00:05:05Iklan ekstra Jojo.
00:05:06Yang dulu itu.
00:05:07Selalu ada satu cowok kecapean.
00:05:10Dan ada satu lagi yang nyolot.
00:05:12Ah lu gini dia capek.
00:05:13Gimana kalau cakul.
00:05:14Tau kan kayak gitu.
00:05:18Dan kemudian dia ngomong apa?
00:05:20Dia ada segelas gitu kan.
00:05:21Warna kuning gitu.
00:05:22Makanya.
00:05:23Minum ekstra Jo.
00:05:24Penuh menurut vitamin.
00:05:25Karbohidrat.
00:05:25Karbol.
00:05:26Ketombe.
00:05:26Panu.
00:05:26Pokoknya dia ngomong gitu.
00:05:27Gue gak tau gimana kata-katanya.
00:05:31Itu.
00:05:32Botol gelas.
00:05:33Yang tadi minumannya penuh.
00:05:35Tinggal seperempat.
00:05:37Mubazir banget.
00:05:38Mubazirlah.
00:05:39Karena di saset pemasakan.
00:05:40Cara pemakaiannya.
00:05:41Enggak ada.
00:05:41Ekstra Jo.
00:05:42Cara pemakaian.
00:05:42Masukkan air 500 mililiter.
00:05:44Kemudian kocok-kocok.
00:05:45Hingga tinggal 150 mililiter.
00:05:47Oh gitu.
00:05:48Ada.
00:05:56Dan yang kedua.
00:05:57Islam itu tidak mengajarkan kebodohan.
00:05:59Kenapa?
00:06:00Temennya percaya aja.
00:06:01Sampai kemunculatan.
00:06:02Makanya.
00:06:02Lu minum ya.
00:06:03Iya.
00:06:03Percaya.
00:06:04Udah cukup.
00:06:04Iya.
00:06:06Iya.
00:06:06Iya.
00:06:08Iya.
00:06:08Terus kembali lagi tagline-nya.
00:06:10Ekstra Jo.
00:06:10Minuman lelaki sejati.
00:06:12Loh.
00:06:13Apakah untuk menjadi lelaki sejati.
00:06:15Kita harus minum ekstra Jo.
00:06:16Sekarang kebayang.
00:06:17Misalnya gue jadi pacar lo ya.
00:06:18Deal ya.
00:06:20Dustak.
00:06:20Dustak.
00:06:20Gue jadi pacaran Nadila misalkan ya.
00:06:24Gue jadi pacaran Nadila.
00:06:25Nadila membawa gue ke rumahnya.
00:06:27Untuk menemukan.
00:06:28Untuk ketemu ke orang tuanya.
00:06:29Mami kenalin.
00:06:31Ini ge.
00:06:32Pacar aku.
00:06:34Sebelah.
00:06:35Halo tante.
00:06:36Saya ge.
00:06:36Pacaran Nadila.
00:06:37Terus nyokap bilang.
00:06:38Oh.
00:06:38Gek.
00:06:39Mau minum apa.
00:06:42Air putih.
00:06:43Satu tante.
00:06:43Nyokapnya ke dapur.
00:06:44Mengambil segeras air putih.
00:06:45Terus gue dikasih.
00:06:47Dan dari kantong belakang.
00:06:48Gue ngelar sesaset ekstranjoh.
00:06:55Tante.
00:06:55Percahkan anda tante.
00:06:56Masih tante.
00:06:57Saya lelaki sejati.
00:06:57Dan lo mau ngeliat nyokap lo.
00:06:58Iya tante percaya.
00:06:59Udah iya iya iya iya.
00:07:00Nama gue.
00:07:01Namun ke.
00:07:02Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:07:10Gek.
00:07:10Ya Om Indro.
00:07:11Selamat datang kembali Gek.
00:07:14Makasih Om Indro.
00:07:15Iya.
00:07:16Kenapa saya bilang gitu.
00:07:17Karena kemarin kelihatan sekali ada hal.
00:07:20Sebetulnya bukan penurunan menurut saya.
00:07:22Tapi ada hal lain.
00:07:23Atau apa ya.
00:07:25Ada aliran lain yang kemudian diambil oleh Gek.
00:07:28Yang lebih verbal sekali gitu ya kemarin.
00:07:31Tetap bagus walaupun saya kemudian kehilangan Gek yang seperti biasanya.
00:07:36Dan kali ini kembali lagi.
00:07:38Dan ternyata juga disini semua terhibur.
00:07:41Saya pikir.
00:07:44Saya pikir kompor gas yang 12 kilo.
00:07:50Makasih Om Indro.
00:07:52Halo Gek.
00:07:53Halo.
00:07:54Aku suka banget ya soalnya kamu pede.
00:07:57Gek.
00:07:58Udah gitu.
00:07:58Sosis.
00:08:01Sonite.
00:08:02Extrajo.
00:08:03Itu semuanya bikin ketawa.
00:08:04Jadi intinya cuma satu kata.
00:08:06Suka.
00:08:07Makasih.
00:08:08Apa sih?
00:08:11Gek.
00:08:12Ya Mas Ardith.
00:08:13Jadi ganteng ya.
00:08:15Apa namanya membicarakan tentang bagaimana lo seneng jadi ganteng.
00:08:19Berarti lo komik paling delusional malam ini kali ya.
00:08:23Cuma yang menarik adalah dari tengah ke belakang lo pakai material yang sudah proven yang udah melalui evolusi dari panggung
00:08:29ke panggung.
00:08:30Tapi ternyata material yang sudah lama lo pakai dan sudah sangat mateng ini bisa sama material barunya sama bagusnya gitu
00:08:37dengan material yang lama gitu.
00:08:39Jadi membuktikan bahwa lo nulisnya juga makin giat, makin getol gitu.
00:08:42Lo menemukan hal-hal baru yang bisa lo pakai di atas panggung.
00:08:45Dan delivery-nya seperti biasa rock solid banget.
00:08:49Keren abis.
00:08:49Makasih Mas Ardith.
00:09:04Usman Ismail yang panggil gue ganteng.
00:09:05Mana suaranya?
00:09:14Masih berada di acara stand-up komedi Indonesia season 2.
00:09:18Ajang pacarian bakat stand-up komedian terbesar dan itu acara gue.
00:09:23Yoi dan setelah.
00:09:24Dan sekarang kalian lihat kan godang-undang bintang tamu kita Ulan Guritno.
00:09:29Cantik banget.
00:09:30Ibarat bunga.
00:09:31Lo itu lagi mekar.
00:09:33Gue gak bilang gemuk kayak lagi mekar.
00:09:42Dan disini juga buat kalian yang penasaran gue juga bawa cewek gue.
00:09:46Oca namanya.
00:09:47Sedangkan liat ya yang baju cocok.
00:09:51Kemarin kita nelfon-nelfonan ya.
00:09:53Sayang, aku pokoknya harus ke Usman Ismail.
00:09:55Iya, iya.
00:09:56Aku harus duduk paling depan.
00:09:57Iya, iya.
00:09:58Aku menonton Agung Motifamur.
00:09:59Itu udah di eliminasi.
00:10:05Yaudah, yaudah.
00:10:06Aku nonton teman aja.
00:10:07Aduh kayak malicious lagi.
00:10:16Film itu identik dengan memberi kita inspirasi.
00:10:20Iya kan?
00:10:21Makanya kalau misalnya abis kelar film, semua cocok jadi inspirasi.
00:10:24Abis nonton film romantis, cocoknya ceweknya.
00:10:26Sayang.
00:10:28Abis nonton film horror, sayang.
00:10:32Nah, makanya mungkin The Raid juga memberikan inspirasi pada oknum aparat.
00:10:36The Raid kan langsungnya.
00:10:37Ada ya koboy kepolisian, palmerah gitu.
00:10:38Sayang banget gak gue pake nih ya.
00:10:41Sama siapa nih?
00:10:43Tapi film identik dengan bioskop.
00:10:46Nah, makanya gue pengen ngasih tau cewek-cewek, rahasia cowok.
00:10:49Lu jangan mau diajak cowok ke bioskop.
00:10:52Karena bagi cowok, bioskop bukan segedar tempat rekreasi.
00:11:04Bioskop itu mini hotel.
00:11:15Sekarang gue kasih tau, cowok itu pada dasarnya adalah makhluk yang suka nonton.
00:11:19Di kosan nonton TV, di restoran pun cari yang ada TV-nya.
00:11:22Bahkan lu pernah gak cowok-cowok sering gak?
00:11:23Misalnya kita ngeliat nih, ah acaranya jelek lagi.
00:11:28Tapi kita tonton sampe akhir gitu.
00:11:33Dan di pas akhirnya kita juga kesel.
00:11:35Aduh udah endingnya jelek, kenapa gue tonton ya?
00:11:38Cowok itu suka nonton.
00:11:40Makanya cewek-cewek,
00:11:41Kalau cowok lu ngajak lu nonton,
00:11:43Terus dia bilang gini,
00:11:44Sayang, sekarang kamu mau nonton apa?
00:11:46Terserah kamu.
00:11:46Nah,
00:11:47Ini bukan berarti dia nurut,
00:11:49Tapi motifnya mau gak buat nonton.
00:11:51Dia gak ada yang buat nonton.
00:11:53Dia pengen mencari kepuasan,
00:11:54Bukan lewat film,
00:11:55Tapi lewat lo.
00:11:58Oke, hati-hati.
00:12:00Kalau lu gak percaya, lu tes deh.
00:12:02Lu tes, lu pilih film drama.
00:12:04Film cowok-cowok gak bakal suka film drama.
00:12:06Dan sepanjang nonton,
00:12:07Lu jangan biarin dia nyentuh seujung kuku pun.
00:12:09Jangan.
00:12:10Coba jangan deh.
00:12:11Ntar pasti keluar-keluar di bete.
00:12:13Oke lah kalau misalnya gak bete,
00:12:14Dia tapi,
00:12:16Terus lu tanya,
00:12:16Sayang, kamu bete?
00:12:18Enggak.
00:12:18Munafik.
00:12:26Kadang dia pasti bete.
00:12:28Dalam hati dia bilang,
00:12:29Ah, kampret.
00:12:30Udah gak dapet apa-apa.
00:12:31Filmnya gue gak ngerti.
00:12:33Kampret.
00:12:38Tapi oke lah.
00:12:40Kalau misalnya lo,
00:12:41Pengen nonton film,
00:12:42Amma cowok lo.
00:12:43Gak apa-apa.
00:12:43Tapi inget.
00:12:44Ada beberapa hal,
00:12:45Yang oke lah cowok boleh pilih.
00:12:47Tapi ada satu hal yang lu harus pilih.
00:12:49Lu jangan sama cowok lo gitu.
00:12:50Ah, sayang.
00:12:51Eh, salah.
00:12:52Cowok ya.
00:12:57Ini cowok lo nih.
00:12:58Sayang,
00:12:59Kamu mau nonton film apa?
00:13:01Terserah kamu.
00:13:02Oke.
00:13:03Mau makan popcorn?
00:13:04Terserah kamu juga.
00:13:05Oke.
00:13:06Nah, kita duduk di.
00:13:07Nah, pas spirit tempat duduk,
00:13:08Lu langsung nyeket.
00:13:08Di tengah.
00:13:09Di tengah.
00:13:10Jangan mau di samping.
00:13:12Lu duduk di samping,
00:13:13Filmnya belum habis.
00:13:14Lu udah habis.
00:13:32Sekarang cewek-cewek semuanya duka kasih tau kan tips-tipsnya.
00:13:34Nah, lo sebarin ke temen cewek-cewek lo.
00:13:37Kalau perlu adain gitu,
00:13:38PKB,
00:13:39Perkumpulan Korban Bioskop,
00:13:40Lu adain.
00:13:43Lu bahkan bisa undang bintang tamu,
00:13:45Oca misalnya.
00:13:46Ada nama saya Oca.
00:13:48Saya korban Bioskop.
00:13:49Karena saya duduk di pinggir.
00:13:50Ada pertanyaan gak?
00:13:51Terus mungkin ada cewek.
00:13:52Iya mbak,
00:13:52Oca ini kenapa lehernya merah-merah.
00:13:54Asy!
00:13:54Asy!
00:13:55Asy!
00:13:55Asy!
00:13:56Asy!
00:13:58Asy!
00:13:58Asy!
00:14:03Asy!
00:14:06Dan cowok,
00:14:07Kalau niatnya udah setan,
00:14:09Dia pasti milih,
00:14:10Bukan milih judulnya doang.
00:14:11Genral film dipilih.
00:14:13Gak mungkin film action.
00:14:14Kalau film action,
00:14:14Cowoknya yang fokus.
00:14:16Gak mungkin film romantis.
00:14:17Kalau film romantis,
00:14:18Ceweknya yang fokus.
00:14:19Jadi bisa,
00:14:19Asy!
00:14:20Asy!
00:14:20Iya, iya, iya, iya, iya, iya.
00:14:26Mereka,
00:14:27Cowok-cowok,
00:14:28Bakal milih film horror.
00:14:31Simple.
00:14:31Alesannya pertama-tama,
00:14:32Cewek gak suka ngeliat setan.
00:14:34Jadi dia terpaksa liat-liatan.
00:14:38Dan film horror itu adalah film
00:14:39Yang punya dua jenis teriakan.
00:14:41Pas ada setannya,
00:14:42Ada yang teriak,
00:14:43Ada juga yang teriak,
00:14:44Nah ini pasti bukan siapannya,
00:14:46Ini siapannya.
00:14:47Ini siapannya.
00:15:00Yang terakhir,
00:15:02Gue bakal ngomong,
00:15:03Film horror itu sebenernya gak serem-serem amat.
00:15:06Alasan seremnya ada dua.
00:15:07Karena musik sama sound efek.
00:15:09Selalu kan ada orang kayak gini.
00:15:25Serem, serem.
00:15:29Tapi,
00:15:31Bayangin kalau misalnya sound efeknya dirubah.
00:15:34Suaranya, musiknya semua diubah.
00:15:58Gila lundro.
00:16:06Tepuk tangan untuk G-Pamungkas.
00:16:08Nah tepuk tangan untuk G-Pamungkas.
00:16:10G-Pamungkas.
00:16:12Fansnya namanya G-apa?
00:16:13G-Rupis.
00:16:14G-Rupis.
00:16:15Cocokan ini jadi fansnya Boris.
00:16:16G-Rupis.
00:16:17Ya G-Rupis.
00:16:18Itu lo yang bikin deh gue denger-denger ya?
00:16:19Bukan.
00:16:20Oh bu.
00:16:20Bukan.
00:16:21Tapi mereka kayaknya sayang banget sama lo.
00:16:23Bukankah lo ganteng?
00:16:24Gak ngerti.
00:16:26Cara gini gue tanya.
00:16:27Lo kan katanya ganteng.
00:16:28Datang sama personil juga dong.
00:16:31Kayak tadi dong.
00:16:32Ini sendirian.
00:16:33Tenang Banci.
00:16:33Dia gak perlu dibawain hati sama personil six stars.
00:16:36Gak perlu.
00:16:37Kenapa?
00:16:37Karena dia spesial malam ini.
00:16:39Maksudnya?
00:16:39Hatinya udah dibawa sama seseorang.
00:16:42Wih, oh.
00:16:43Hatinya lagi sama seseorang.
00:16:45Oh, di pacarnya.
00:16:47Pacarnya.
00:16:47Ayo sini, sini.
00:16:49Tepuk tangan dong untuk Mrs. Pamungkas.
00:16:51Yuk sini.
00:16:52Oke, istri bapak Pamungkas ya.
00:16:53Maaf ya yang bilang G ganteng.
00:16:55Udah ada yang punya.
00:16:57Jadi Oca bawa hatinya dibalik hatinya adalah.
00:17:00Tema.
00:17:00Temanya si G hari ini.
00:17:02Dan temanya adalah.
00:17:03Cita-cita.
00:17:05Oke, terima kasih Oca.
00:17:08Langsung aja dengan tema cita-cita.
00:17:10G Pamungkas.
00:17:16Bismillahirrahmanirrahim.
00:17:18Usman Ismail.
00:17:19Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:17:24Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:17:26Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:17:26Selamat datang di acara.
00:17:29Guil.
00:17:31Pertama-tama bentar deh.
00:17:32Kamu datang sama siapa?
00:17:33Kamu gak bilang-bilang loh.
00:17:34Kamu datang sama siapa?
00:17:36Jam berapa?
00:17:37Itu jam siapa?
00:17:37Kamu gak pernah bilang-bilang ke aku.
00:17:40Kamu sekarang datang gak bilang-bilang.
00:17:42Ntar pergi gak bilang-bilang.
00:17:44Giliran datang bulan.
00:17:45Bilang-bilang.
00:17:55Tapi sekarang gua pengen ngomongin tentang cita-cita.
00:17:58Gua adalah orang yang punya banyak cita-cita.
00:18:00Salah satunya itu udah gua alamin waktu masuk kuliah.
00:18:06Cita-cita gua waktu itu adalah pacaran.
00:18:09Iya, gua pertama pake pacaran pas kuliah.
00:18:11Itu bukan karena gua gak laku ya.
00:18:13Itu karena, jadi gini-gini.
00:18:15Cowok itu ada tipe-tipenya dalam menghadapi cewek.
00:18:18Yang pertama itu adalah cowok murahan.
00:18:20Cowok murahan adalah cowok yang kalau misalnya disentuh.
00:18:23Eh, pokoknya disentuh gua sih.
00:18:25Sebelah sini dong, sebelah sini dong.
00:18:26Gitu.
00:18:27Itu cowok murahan.
00:18:32Yang kedua itu adalah cowok dendaman.
00:18:36Cowok dendaman itu kita harus sentuh.
00:18:37Eh, lu nyentuh gua.
00:18:39Balas.
00:18:42Nah, kalau gua ini cowok mahal.
00:18:45Cowok kelas atas.
00:18:47Kalau lu nyentuh gua, reaksi pertama yang lu lihat dari gua adalah shock.
00:18:50Cet, kalau lu nampak nyentuh gue.
00:18:52Gua pake cowok murahan.
00:18:53Bahkan kalau misalnya setunya parah, gua mpain nangis.
00:18:54Itu yang punya penyentuh gue.
00:18:55Gua pake cowok murahan.
00:18:56Ya Allah, ya Allah.
00:19:00Makanya gua susah dapet pacar.
00:19:02Nah, tapi gua akhirnya dapet pacar waktu gua kuliah.
00:19:05Itu pun dibantu mat temen, ya.
00:19:07Gua gak tau apa yang dia bilang waktu itu.
00:19:09Dan setelah gua dapet pacar, gua langsung kembali brand move on.
00:19:13Ke cita-cita gua kedua.
00:19:14Punya mantan.
00:19:22Karena punya mantan itu keren, men.
00:19:24Jujur aja cowok-cowok.
00:19:24Keren gak punya mantan banyak.
00:19:26Ibaratnya kalau misalnya ada cewek-cewek jalan gitu, ada satu temen lu gitu.
00:19:29Ya gila, itu cewek cantik banget.
00:19:30Lo tinggal.
00:19:31Oh.
00:19:32Mantan gue.
00:19:34Asyik banget.
00:19:37Tapi masalahnya ya.
00:19:38Tapi gua gak berengsek ya.
00:19:40Maksudnya gua pas jadian, itu gua langsung jalanin dulu.
00:19:43Baru putus.
00:19:44Bukan pas, kamu mau gak jadi pacar aku.
00:19:45Mau.
00:19:46Oh iya, aku lupa pep kayaknya.
00:19:47Kamu posesif.
00:19:48Ya kita gak jadi aja.
00:19:49Enggak, enggak.
00:19:50Pacaran itu ibarat beli permen ya.
00:19:51Kita beli, kita cedipin dulu.
00:19:53Baru dibuang.
00:20:00Tapi karena gua sekarang kalau denger antara cowok-cowok, gua jijik sama cowok.
00:20:05Maksudnya bukannya dulu gua doyan ya kode cowoknya.
00:20:07Ayo cowok, ayo, ayo.
00:20:08Bukan, bukan.
00:20:10Gua jijik sama cowok karena apa?
00:20:12Gua denger-dengar sekarang cowok-cowok itu punya namanya bro code.
00:20:16Kode etik cowok.
00:20:19Tau kan?
00:20:19Ada salah satu kodenya berbilang,
00:20:21Sebagai cowok, lu gak boleh macarin mantan temen lu.
00:20:25Idih, kalau bagi gue, lu macarin mantan gue, ya santai aja.
00:20:29Gua adalah tipe orang, kalau misalnya lu macarin mantan gue, gua kayak,
00:20:31Gimana mantan gue?
00:20:33Enak gak?
00:20:34Ya kayak santai aja.
00:20:39Karena gini nih, mantan itu ibarat sepatu.
00:20:43Ibarat sepatu.
00:20:44Kadang-kadang kan sepatu gak cocok.
00:20:46Lepas aja.
00:20:47Karena masih banyak sepatu yang bagus di luar sana.
00:20:49Nah, masalah ada temen lu bilang,
00:20:51Bro, gue boleh nyoba sepatu lu gak?
00:20:52Oh iya gak apa-apa, coba aja.
00:20:55Setidaknya gue udah pernah nyoba duluan.
00:20:57Pake kaos kaki apa kagak, gue pernah nyoba duluan.
00:21:06Dan sekarang gue suka ngeliat gitu,
00:21:09Diantara kumpulan cowok-cowok banyak yang putus persahabatan.
00:21:12Gue tanya, lu kenapa sih gak sahabatan lagi sama dia?
00:21:14Ah, dia gak ada etika bro.
00:21:16Gak sopan.
00:21:17Dia mancarin mantan gue.
00:21:18Kan gue sayang sama mantan gue.
00:21:20Sekarang jadi awkward moment.
00:21:21Nah, ini adalah omongan dari cowok yang gak puas sama mantannya.
00:21:25Gak puas dia.
00:21:26Sekarang kayak gini nih.
00:21:28Mantan itu, ya mantan itu ibarat sepatu lagi.
00:21:30Gue kasih tau.
00:21:31Lu ngapain punya sepatu?
00:21:32Lu semir-semir.
00:21:33Lu pajak.
00:21:34Ngapain?
00:21:34Lu pake lah sepatunya.
00:21:38Nah, masalahnya sekarang kita ngeliat cowok-cowok itu kan pacarannya kurang ajar ya.
00:21:41Cowok macarin cewek baik-baik,
00:21:43Tapi diperlakukan sebagaimana dia itu nakal.
00:21:46Ini kan ibarat ke sepatu lagi.
00:21:47Lu pake sepatu pake tali?
00:21:49Kenapa pakenya slop?
00:21:50Ntar orang ngeliatnya.
00:21:51Aduh, itu sepatu keren tapi kesian banget ya.
00:21:52Bro, kayak udah rusak.
00:21:54Kesian banget, mendingan gue jangan pake.
00:21:56Gue pake juga longgar.
00:21:58Ya begitu ya.
00:21:59Kesian.
00:22:01Maaf ya sayang.
00:22:08Tapi enggak, namanya perasaan pacaran itu pastikan ada namanya rasa sayang, rasa cinta.
00:22:13Cinta itu udah tidak tertandingi deh.
00:22:16Ya kayaknya sepatu aja.
00:22:18Sejelek-jeleknya sepatu, sebelel-belelnya sepatu,
00:22:21Kalau udah sayang, lu pake kemana aja.
00:22:23Bener enggak?
00:22:24Ya tapi pasti ada momen saatnya ya.
00:22:26Dimana lu jalan ke mall, lu liat orang-orang.
00:22:27Itu kayaknya sepatu keren banget ya.
00:22:28Kenapa gue pake yang ini?
00:22:29Bro, bro, pinjam bentar deh.
00:22:31Bro, pinjam bentar deh.
00:22:32Pasti ada momen dia saat itu.
00:22:36Tapi enggak, enggak.
00:22:37Gue sama Oca itu pacarnya baik-baik ya.
00:22:40Selama ini habisnya cuma gue semir, mau gue pajang doang.
00:22:42Maka nggak bakal putus.
00:22:44Tapi ada satu cita-cita lagi yang gue enggak sampaian sampai sekarang.
00:22:50Gue pengen banget jadi anggota polisi.
00:22:53Kayaknya keren banget.
00:22:55Sekarang polisi tugasnya ngapain coba?
00:22:56Menjaga keamanan.
00:22:57Menjaga ketatiban.
00:22:59Dan membunuh penjahat-penjahat.
00:23:01Pake atribut kayak guru SD ya, keren banget.
00:23:03Ada kumisisir, burut buncit, dan seragam kayak anak pramuka.
00:23:07Itu keren banget gitu.
00:23:09Nah tapi, seiring berkembangnya zaman,
00:23:11ada Biptu Norman.
00:23:13Ada Biptu Saiful.
00:23:16Polisi tugasnya nambah.
00:23:17Ngedangdut.
00:23:19Jadi kalau misalnya polisi zaman dulu,
00:23:20kalau nggak udah berat rumah,
00:23:21Cepet dong, angkat tangan.
00:23:23Angkat tangan.
00:23:24Itu polisi zaman dulu.
00:23:25Zaman sekarang udah beda.
00:23:27Cepet dong, angkat tangan.
00:23:28Tangannya di sana mana?
00:23:29Yang di sana mana?
00:23:30Angkat mang.
00:23:32Wow, kembang.
00:23:37Dan kayaknya enggak bakal stop di situ ya.
00:23:39Ntar Biptu Norman sama Biptu Saiful bakal negosiasi gitu.
00:23:42Bro, kayaknya dangdut udah gak in lagi.
00:23:45Kita ngapain ya?
00:23:50Hiphop aja yuk.
00:23:52Polisi hiphop keren ya.
00:23:53Dan kalau ngomong dobrak rumah juga beda.
00:24:00Angkat tanganmu untuk Indonesia.
00:24:03Angkat tanganmu untuk Indonesia.
00:24:06Nama gue Gepamungka.
00:24:07Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:24:18Gek.
00:24:19Iya omindo.
00:24:20Aku enggak tahu tapi bukan Gek aja.
00:24:21Aku perhatiin.
00:24:22Udah keempat ini ya.
00:24:24Semuanya berubah gitu.
00:24:26Enggak seperti biasanya.
00:24:27Termasuk Gek juga.
00:24:28Gek yang biasanya.
00:24:29Ini juga langsung diangkat-angkat kayak gitu.
00:24:33Ini sekarang enggak.
00:24:34Kamu senyum gitu.
00:24:35Kamu tampil prima banget.
00:24:37Kemarin aja yang kamu sebetulnya sakit.
00:24:39Tapi bisa tampil bagus banget.
00:24:41Sekarang lebih lagi dan kompor gas Gek.
00:24:48Gek.
00:24:49Iya mas Radit.
00:24:51Enggak tahu kenapa kayaknya biasanya penampilan-penampilan sebelumnya itu emosi yang lo bawain di atas panggung itu tebel banget.
00:24:56Nek outnya juga prima.
00:24:58Suaranya lantang.
00:24:59Kali ini kok ngerasa agak turun terutama dari awal ngebuka.
00:25:02Terus satu.
00:25:03Terus yang kedua.
00:25:04Tadi materi yang bluenya.
00:25:06Tadi saya sempat perhatiin beberapa penonton juga gitu.
00:25:08Yang lahir adalah kelemahan blue materi kan.
00:25:11Banyak orang yang ketawanya jadi enggak nyaman gitu.
00:25:14Oke gue boleh enggak ya ngetahuin ini?
00:25:15Ini bener apa enggak ya?
00:25:16Kalau gue ketahuin jadinya begitu di beberapa penonton.
00:25:19Khususnya cewek-cewek gitu.
00:25:20Overall sih sebenarnya bisa jauh lebih baik.
00:25:23Thank you Gek.
00:25:27Oke Gek.
00:25:29Kalau tadi Radit bilang, Dika bilang kalau cewek-cewek agak gimana gitu mau ketahuin jauh kamu.
00:25:35Tapi enggak kok aku tertawa lebar.
00:25:37Mendengar kamu bercerita seperti itu.
00:25:40Kamu lucu dan menurut saya apa ya?
00:25:43Kamu ganteng.
00:25:46Boleh-boleh tambah sedikit.
00:25:48Eh siapa nama pacarnya Gek ya?
00:25:50Kan Ocha, Ocha.
00:25:50Salah.
00:25:53Mungkin banyak yang ragu ketawa karena diantara penonton ada mantannya Gek juga.
00:25:57Gue rasa sih.
00:26:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:26:06Usman Isman, mana suaranya?
00:26:18Asal kalian tahu ya, tapping barusan itu ambil lima kali karena pas gue ngomong ganteng gue ngeblank.
00:26:24Biar gue ganteng.
00:26:27Dan seperti kalian tahu, masih di acara gue.
00:26:31Yoi ada yang enggak terima.
00:26:32Yang enggak terima itu pintu keluarnya.
00:26:34Dan barusan gue diejek-ejek sama siapa nih?
00:26:37Topeng yang namanya.
00:26:38Dia bilang ke gue apa tadi?
00:26:39Kepala pentol korek.
00:26:42Deodoran.
00:26:44Dari tadi gue mengharapkan, dia mengharapkan, dia mengharapkan gue tersinggung.
00:26:47Dari tadi gue gini, hee, enggak tersinggung sama sekali.
00:26:50Hee, enggak lucu, ah biasa aja.
00:26:54Kepala deodoran, nih gue kasih tahu ya.
00:26:56Di antara delapan finalis, topeng itu adalah finalis yang paling bau.
00:27:00Alasan apa?
00:27:01Dia enggak tahu cara pakai deodoran.
00:27:03Bukan diketek, dipakai di leher.
00:27:11Dari delapan finalis, kompas TV, dia yang paling tidurnya paling terangat.
00:27:15Dia paling telah tidurnya.
00:27:16Kenapa orang lain udah tidur?
00:27:17Dia masih pakai a** di dagu.
00:27:22Terus lu lihat nih, kebayangkan kalau misal topeng, dia jadi bintang iklan.
00:27:25Tapi dia enggak bisa jadi bintang iklan.
00:27:27Pisau cukur.
00:27:28Pisau cukur yang membuat cepat dan aman.
00:27:30Saat-saat.
00:27:31Kalau topeng gimana?
00:27:32Pisau cukur yang cepat.
00:27:38Belum sampai ke sini, pisau ini tumpul lagi.
00:27:47Tapi kehadiran topeng itu bagus buat stand-up kompas TV.
00:27:50Lengkap.
00:27:51Lu lihat nih, mulai ada dari penulis, ada pelajar, ada artis, siluman bandot.
00:27:57Bagus.
00:27:59Tapi kehadiran topeng di dunia ini membuat kita bertanya-tanya.
00:28:04Kenapa Tuhan menciptakan topeng?
00:28:07Apakah A, Tuhan lagi bete?
00:28:15Atau apakah B, ketika Tuhan lagi tentan topeng?
00:28:19Wah, keadaan surga gimana ya?
00:28:22Kita udah setan nih.
00:28:27Terus Tuhan balik lagi.
00:28:30Loh, perasaan enggak kayak gini?
00:28:32Ya udahlah ya.
00:28:33Topeng, iya.
00:28:35Gasip banget sih Tuhan.
00:28:37Gasip banget.
00:28:47Karena gue tuh meneliti muka ya.
00:28:49Gue meneliti muka dan gue menutupkan fakta yang menarik.
00:28:51Lo sadar enggak?
00:28:52Setiap kita having a conversation ya, kita komunikasi.
00:28:55Kita ada namanya efek mirroring.
00:28:58Kita mencerminkan apa cerminannya dari orang lain dan begitu jualan sebaliknya.
00:29:02Contohnya, lo pernah enggak?
00:29:04Lawan apa lagi komunikasi ini?
00:29:06Lawan bicara lo?
00:29:07Punya belek di mata.
00:29:09Kita ngapain coba?
00:29:10Iya bro.
00:29:12Itu efek mirroring gitu.
00:29:14Kita mengatakan ke dia bahwa, iya, iya.
00:29:16Itu please hapus dong gitu.
00:29:18Iya kan?
00:29:19Itu namanya efek mirroring.
00:29:20Ada level satu, cuma gini doang.
00:29:22Level dua mungkin lebih sering karena dia enggak nyadar.
00:29:24Level tiga kalau udah radikal banget.
00:29:27Boy!
00:29:32Nah, biasanya lawan bicara kita, kalau misalnya kita gini gimana?
00:29:35Nyadar, karena akhirnya, oh iya, oh iya.
00:29:37Thank you.
00:29:38Dan terima kasih.
00:29:39Abisnya ya, ya itu belek, jijik gitu.
00:29:41Pasti terima kasih.
00:29:42Enggak pernah karena pas kita, eh bro ini ada black.
00:29:44Terus napas, so what?
00:29:46Fashion, man.
00:29:47Lo enggak suka.
00:29:48Enggak suka lo.
00:29:49Enggak ada yang kayak gitu.
00:29:58Karena emang gitu, di muka itu, tapi yang menimbulkan banyak isu adalah hidung.
00:30:02Salah satunya tuh, mancung atau peseknya hidung itu dikaitkan dengan kegantengan.
00:30:08Serius, misalnya ada cewek gitu ditanya, lo sukanya yang cowok gimana?
00:30:11Aku suka cowok yang mancung hidungnya.
00:30:13Ake mancung bodong disun-sun, sosar-sosar.
00:30:16Karena kalau menurut gue, mancung atau tidaknya hidung itu
00:30:20berdampak kepada ngupil.
00:30:22Serius, orang yang punya hidung mancung itu, untungnya,
00:30:24dia kalau ngupil, enggak perlu pakai tangan.
00:30:26Lo kalau hidung mancung bisa,
00:30:27hei, apa kabar?
00:30:28Itu udah.
00:30:30Bahkan bisa sambil jalan gitu.
00:30:32Oke, pakai tangan.
00:30:37Terus dibilang ada orang, ini jejak upil siapa tadi barusan?
00:30:41Siapa?
00:30:49Tapi, hidung itu juga penting buat kita lakukan.
00:30:53Abisnya kenapa?
00:30:54Seganteng-gantengnya lo,
00:30:56sekeren-kerennya lo keluar rumah,
00:30:58bakal jelek.
00:30:59Kalau misalnya,
00:31:00ada bulu hidung yang brojol keluar.
00:31:03Pernah enggak?
00:31:03Ketemu orang dari jauh,
00:31:04gila dia keren banget.
00:31:05Pas dari deket, bulu hidungnya kayak,
00:31:07apa ya?
00:31:08Abisnya gini-gini,
00:31:09lo kalau misalnya mau keluar rumah,
00:31:10kan ada kaca.
00:31:12Kan bisa kita lihat,
00:31:13kalau misalnya ada kaca,
00:31:13oh ada jerawat dipites,
00:31:16jenggot kumis dicukur,
00:31:17ini kok bulu hidung dipirit-pirit,
00:31:19maksudnya gitu.
00:31:21Jadi kalau misalnya kita ngomong-ngomong itu orang,
00:31:22kita kan jadi kayak,
00:31:23iya bro,
00:31:25iya.
00:31:26Bisa fokus kita kayak hidung.
00:31:28Dan seiring dia bernafas,
00:31:30itu bulu hidung menari rumbay-rumbay gitu ya.
00:31:43Nah, tapi ada satu misteri di hidung
00:31:45yang gue pengen kuat ke lo semua.
00:31:48Upil.
00:31:50Gue yakin 100% upil itu hidup.
00:31:54Mas serius, ini serius.
00:31:57Upil itu hidup.
00:31:58Gue kasih tau alasannya.
00:31:59Pernah enggak?
00:32:00Nih ya,
00:32:01dari ngupil lu deh,
00:32:02kita ngupil biasanya menggunakan dua jari.
00:32:04Kelingking sama terunjuk.
00:32:05Dan dua-duanya ini punya fungsi yang berbeda.
00:32:08Kelingking itu buat detektor.
00:32:10Mendeteksi di mana upil.
00:32:12Serius?
00:32:13Mana ya?
00:32:14Kita kan?
00:32:17Telunjuk,
00:32:18eksekutor.
00:32:19Dia ngait dan ngeluarin.
00:32:25Nah, sekarang gue tanya ke semuanya.
00:32:27Lo pernah enggak?
00:32:28Lo lagi pakai kelingking nih.
00:32:29Sat-sat.
00:32:30Pas oh di kiri.
00:32:32Pas lo pakai telunjuk.
00:32:33Di mana ya?
00:32:33Pernah enggak?
00:32:35Itu waktu upil hidup.
00:32:36Mungkin upil lagi santai,
00:32:37lagi tiduran.
00:32:39Tiba-tiba ada kelingking itu.
00:32:42Wah,
00:32:43kegep gue nih.
00:32:45Nah,
00:32:46di momen ketika lo pakai telunjuk gini-gini,
00:32:48itu upil lagi struggling.
00:32:49Wee,
00:32:49wee,
00:32:50wee,
00:32:50wee,
00:32:51wee,
00:32:52wee,
00:32:56wee.
00:32:57Bukti pertama.
00:32:58Nah,
00:32:59bukti yang kedua.
00:33:00Lo pernah enggak?
00:33:00Pas lo dapet upil.
00:33:02Aduh,
00:33:03ada bulunya.
00:33:04Pernah enggak?
00:33:05Itu bukti kedua upil
00:33:07lagi melawan sekeras-kerasnya.
00:33:10Jem,
00:33:11mas kita nanggap,
00:33:11tolong!
00:33:13Tolong!
00:33:20Bukti ketiga nih.
00:33:21Gue kasih dulu bukti ketiga.
00:33:22Lo pernah enggak?
00:33:22Pas dapet upil,
00:33:24dapet juga nih kamret.
00:33:25Ya,
00:33:26di jempol.
00:33:27Ya,
00:33:27setengah.
00:33:28Ya.
00:33:29Pernah enggak?
00:33:36Itu bukti upil
00:33:38takut ketinggian.
00:33:39Enggak mau tinggi banget lah.
00:33:42Dan abis itu kita manusia jahat.
00:33:44Dibikin puyir.
00:33:45Mati lu upil.
00:33:47Kebayang perasaan si upil gimana.
00:33:56Nih,
00:33:57kalau gue yang bersinklon upil,
00:33:58gue gak tau kenapa bakal tiga detik
00:34:00diem,
00:34:01nanyain.
00:34:02Itu bener detik jadinya atau enggak?
00:34:03Ya bener jadinya.
00:34:03Asyik!
00:34:05Beneran nih.
00:34:06Serius ini,
00:34:07keluar.
00:34:08Dan temen lu juga beda.
00:34:09Temen lu kagetnya gila-gilan.
00:34:10Oh iya, iya.
00:34:11Asyik!
00:34:18Bro,
00:34:19itu ada upil keluar-keluar.
00:34:22Pietro senapa?
00:34:23Gak boleh.
00:34:23Lagi fashion.
00:34:24Bodo amat.
00:34:25Suka-suka gue dong.
00:34:28Nama gue oke.
00:34:29Terima kasih.
00:34:30Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:34:47Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:34:50Ismail Ismail.
00:34:50Mana suaranya?
00:34:54Masih berada di acara gue.
00:34:58Para sahabat GG.
00:35:01Kenapa gue bilang sahabat GG?
00:35:03Abisnya kalau gue bilang sahabat G,
00:35:04ada yang salah kapra.
00:35:05Apa?
00:35:05Sahabat gay?
00:35:12Dan gue pengen terima kasih kepada tiga komentator di atas panggung.
00:35:15Salah satunya Raditya Dika.
00:35:16Yang udah tiga episode hari ini.
00:35:18Duduknya selalu miring.
00:35:19Itu kenapa?
00:35:19Lagi ngetren ya?
00:35:21Apa kursinya begitu?
00:35:22Jangan-jangan di Alphard juga gitu.
00:35:23Naik ojek begitu.
00:35:33Dan kita juga kedatangan juri yang hari ini tampil cantik sekali.
00:35:37Ya ampun.
00:35:38Pake anting.
00:35:39Ada jenggot.
00:35:40Gue om indok.
00:35:41Kenapa lu senyum-senyum?
00:35:50Maksud gue om indoknya tampil cantik.
00:35:52Kenapa lu yang tengah senyum?
00:35:54Tapi bukannya lu gak jelek.
00:35:56Lu tuh...
00:35:57Ah biasa.
00:36:07Dan terima kasih pada grupis gue malam ini yang datang disini depan semua cewek semua.
00:36:11Ini adalah bukti cewek cantik ya.
00:36:13Gini.
00:36:14Kalau misalnya lu mau dateng ke show.
00:36:15Lu make up tiga hari sebelum show.
00:36:18Biar secantik ini.
00:36:22Karena apa?
00:36:23Karena gue kalau jatuh cinta.
00:36:24Simple kok.
00:36:26Yang penting cakep.
00:36:29Yang penting ekspresif.
00:36:31Karena menurut gue.
00:36:33Kalau cewek semakin punya banyak ekspresi.
00:36:35Semakin cakep.
00:36:37Mulai dari yang alis jungkat-jungkit.
00:36:39Mata meremelek.
00:36:41Hidung kemang-kempis.
00:36:43Dan mulut maju mundur.
00:36:45Tapi kalau semuanya digabungin.
00:36:59Kalau semuanya digabungin itu ibarat lu makan nasi goreng.
00:37:02Di atas ada sate.
00:37:03Ada coklat juga.
00:37:03Enak.
00:37:08Setiap gue ngomongin cinta.
00:37:09Kita identik dengan film AADC.
00:37:12Ada apa dengan cinta.
00:37:13Cewek-cewek pengen cowoknya kayak rangga.
00:37:16Kenapa sih?
00:37:16Abisnya kan dia puitis.
00:37:18Seru banget.
00:37:18Gue kasih tau ya.
00:37:20Kalau semua kampret.
00:37:25Lo suka cowok yang puitis.
00:37:27Yakin.
00:37:28Bayangin lo lagi makan di restoran.
00:37:31Suasananya romantis kan light dinner.
00:37:33Cowok lo bilang gini.
00:37:34Sayang.
00:37:35Ada sesuatu yang aku pinta.
00:37:37Bukan lada.
00:37:38Bukan merica.
00:37:39Bukan tomat.
00:37:40Bukan kecap.
00:37:41Apaan?
00:37:41Garam.
00:37:47Bukan garam juga.
00:37:48Ya terus apa?
00:37:50Pecahkan saja gelasnya biar penuh.
00:37:51Apaan sih?
00:37:52Ribet kalau punya cowok kayak gitu.
00:37:55Cewek-cewek suka yang puitis.
00:37:57Suka digombalin.
00:37:58Tapi lo tau gak?
00:37:58Kenapa kami kaum cowok.
00:37:59Udah jarang gombalin lo lagi.
00:38:01Karena lo gak asik.
00:38:06Gue kejelasin ya.
00:38:08Cowok-cowok kalau misalnya gombal.
00:38:09Sifatnya hiperbola kan.
00:38:11Ada malaikat yang jatuh.
00:38:12Tuhan yang nangis.
00:38:13Hati berpindah tempat.
00:38:16Itu hiperbola.
00:38:17Ya terima aja.
00:38:18Tapi kenapa lo cewek-cewek.
00:38:20Selalu menerimanya dengan hal yang realita.
00:38:21Nyata.
00:38:22Oh masa sih?
00:38:23Oh gitu.
00:38:25Terima aja.
00:38:26Gapain ditanya-tanya lagi.
00:38:29Gua pernah gombalin cewek gua.
00:38:32Sayang.
00:38:32Nanti tolong antar aku ke rumah anti ya.
00:38:34Abis itu jemput aku lagi.
00:38:35Gua gombalin.
00:38:36Oh senang baby.
00:38:39Jangankan anterin kamu ke rumah anti.
00:38:41Kamu mau diantar ke ujung lautan terdalam pun?
00:38:43Aku antar.
00:38:44Mau kamu di atas gunung merapi yang meluap-luap perkobar-kobar pun?
00:38:48Aku jemput.
00:38:49Karena aku sayang kamu.
00:38:50Dan cewek gua kayak gimana?
00:38:51Oh gitu.
00:38:53Terus kemarin kenapa gak ada tanpa ke rumah?
00:38:55Ya kan gua bilang lagi.
00:38:56Itu kan gerimis sayang.
00:38:57Kamu gak ngerti.
00:38:58Kenapa kamu gak ngerti sih sayang?
00:39:07Dan cowok-cowok pada nurut.
00:39:09Cewek-cewek pengen cool.
00:39:10Akhirnya cowok-cowok banyak banget yang cool.
00:39:12Tapi perempuan gua kasih tau.
00:39:14Jadi cool itu gampang banget.
00:39:16Buat cowok-cowok yang gak tau.
00:39:17Gua kasih tau caranya nih.
00:39:18Cara buat jadi cool.
00:39:20Pertama-tama.
00:39:20Lu gak usah mandi.
00:39:22Kedua.
00:39:23Lu harus pilek.
00:39:25Ketiga.
00:39:25Lu harus bangun.
00:39:26Baru bangun tidur.
00:39:27Baru jalan.
00:39:27Kempat.
00:39:28Ada duit di kantongnya.
00:39:29Dan yang kelima.
00:39:30Lu harus kayak ada jigong di mulut lu.
00:39:31Lu jangan ke mall.
00:39:32Lu kayak gini.
00:39:38Kenapa?
00:39:39Kenapa?
00:39:39Itu pasti loh.
00:39:40Gila.
00:39:40Ini cool banget bro.
00:39:41Gila cool banget.
00:39:47Kenapa gua bisa tau?
00:39:48Karena gua sering banget.
00:39:49Pas gua lagi tampil.
00:39:50Ada orang yang so cool depan gua.
00:39:52Gua kasih tau.
00:39:53Kenapa gua bisa tau?
00:39:54Karena beda kayak lu semua dia.
00:39:56Dari cara tepuk tangan.
00:39:57Coba lu tepuk tangan gimana?
00:39:57Coba.
00:40:04Stop.
00:40:05Ini tepuk tangan orang biasa.
00:40:07Kalau orang so cool.
00:40:08Karena dia ada predikat cool.
00:40:09Maka tepuk tangannya di konsep.
00:40:11Namanya tepuk tangan elegan.
00:40:26Dan orang so cool itu kalau tepuk tangan dihitung.
00:40:30Oke.
00:40:30Komik barusan lucu.
00:40:32Tapi gak lucu amat.
00:40:33Ya gua kasih tepuk tangan dua setengah.
00:40:44Ya nama gua Gendri dari Pamukkas.
00:40:46Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:40:56G.
00:40:58Ya mas Indro.
00:40:59Hari ini kamu buka jalan untuk semuanya menjadi lebar.
00:41:04Diawali dengan kompor gas yang bukan main.
00:41:08Terima kasih mas Indro.
00:41:11G.
00:41:12Ya mas Radit.
00:41:15Kalau dibandingin minggu-minggu lalu.
00:41:17Ini yang di depan itu.
00:41:19Kamu keliatan delusional.
00:41:21Yang apa.
00:41:21Kayak ini acara gue segala macam lebih tebal hari ini.
00:41:23Dan gua suka banget.
00:41:24Nah material lu 80% dari delivery.
00:41:26Dari acting out.
00:41:27Dan itu sangat berisiko banget.
00:41:29Cuman lo bisa ngelakuin itu semua dengan keren.
00:41:31Jadi buat gua keren banget.
00:41:33Makasih mas Radit.
00:41:38Aduh.
00:41:39Belom.
00:41:40Belom.
00:41:40G.
00:41:41Yang saya harus bener-bener racungin jempol banget.
00:41:43Kamu tuh pedenya dahsyat banget ya.
00:41:45Pokoknya apapun itu.
00:41:46Tadi kalaupun berkonsep atau tidak.
00:41:48Tapi itu konsep yang mengalir sempurna.
00:41:50Saya suka sekali.
00:41:52Yuk kemudian sekali lagi untuk G.
00:41:55Bismillahirrahim.
00:41:55Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:41:57Waalaikumsalam.
00:41:59Gua bakal ngomongin satu fakta yang gua baru temukan kemarin.
00:42:03Musik itu identik dengan joget.
00:42:07Iya.
00:42:08Iya lah ya.
00:42:09Gua baru tau.
00:42:11Enggak tapi serius.
00:42:12Musik.
00:42:12Musik identik.
00:42:13Serius gua baru tau kemarin.
00:42:15Musik itu identik dengan joget.
00:42:17Memusik yang bagus ada jogetnya.
00:42:19Bahkan musik yang jelek.
00:42:21Dimana saking jeleknya itu musik kita ampe kesel punya telinga.
00:42:24Ada jogetannya.
00:42:26Lu pernah gak sih ngeliat ada diskotik gitu ya.
00:42:27Diskotik yang ecek-ecek.
00:42:29Yang lampu neonnya kelap-kelip.
00:42:31Yang bukan bola disco yang gantung tapi lampu bolam lima watt gitu.
00:42:35Saya kira,
00:42:35Oh ya kita diskotik, ya kita diskotik.
00:42:37Pas lu buka,
00:42:38Ceknyet.
00:42:39Logunya mainin lagu apa tuh?
00:42:40Kucing Garong.
00:42:42Cek.
00:42:43Dinning.
00:42:44Dinning.
00:42:45Dinning.
00:42:45Dinning.
00:42:45Dinning.
00:42:46Dinning.
00:42:47Dinning.
00:42:47Dinning.
00:42:47Dijarik bang.
00:42:55Orang bakal joget gitu.
00:42:56Bahkan kalo misalnya musiknya aneh juga kayak
00:42:58Duk, Uduk, Uduk, Uduk, Ukiduk.
00:42:59Jangan pulang dulu.
00:43:00Duk, Duk, Jangan pulang dulu.
00:43:02Kaga lang.
00:43:03Woy, jangan pulang dulu woy.
00:43:11semua alat instrumen musik bisa kita jogetin tapi menurut gua ada satu yang susah elektrik
00:43:16keyboard Tunggak tuh organ yang ada fitur lagunya yang selalu dimulai dengan dung-dung-dung jazz
00:43:24itu bakal susah lu gak mau lu jalan ke klub gitu pas buka ada kemesraan ini janganlah cepat
00:43:48tapi gue suka mainin itu gue suka mainin si organ itu habisnya kenapa seru banget
00:43:52lu tahu gak di organ itu ada fitur namanya fitur binatang ada suara binatang ada monyet kecowak
00:43:58ular kadut ular keket semuanya itu ada disitu ya kalau misalnya monyet gitu bahkan ada
00:44:04apa binatang kucing gitu ini pertanyaan gua buat apa di saat ini emang sama ini lu pernah gitu ada
00:44:11ada smash begini you know me so well
00:44:26tapi ada satu juga tombol di organ itu yang kiri bunyi
00:44:34ada bunyi orang berantem gua penasaran banget gua cari mungkin emang beran ada yang kayak bener
00:44:38eh lu apa ampun ampun ampun ampun ampun disuruh banget kayaknya
00:44:51dan ini karena waktu kecil gua suka main ginian eh jadi pantas aja nggak ada temen yang mau datang
00:44:55ke rumah gua kebayang gitu temen gue kita ke rumah geyo yuk yuk pas mau buka pintu eh apa lo
00:45:00eee ampun ampun ampun ya kaburit ya kaburit ya kaburit ya kaburit ya kaburit ya kaburit ya
00:45:06terus gua keluar cengah ini siapa sih yang ngetok-ngentok
00:45:08enggak bered a yang terakhir ya ini gua bandel banget tapi gua ngomong aja jadi dulu gue suka ngerjain
00:45:15nyokap gua dengan cara setiap nyokap gua itu ngambil jemuran atau ngejemur kasur gua yang
00:45:21penuh ompol, kan waktu kecil ya, gapapa lah ya.
00:45:23Ngapasih?
00:45:25Ngejemur, dan gue suka mainin organ
00:45:27pas dia melakukan itu. Dia kada back soundnya.
00:45:30Seru deh, lo harus coba deh. Jadi nyokap gue
00:45:31kayak bawa jemuran gitu.
00:45:39What up?
00:45:41What up?
00:45:43Apun-apun, kiri!
00:45:46Kemesraan ini!
00:45:48Nama gue,
00:45:49Pak Mungkas, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:46:02Sebagai sesama komik, gue paham banget
00:46:05betapa susahnya dalam seminggu harus tampil
00:46:07dua kali nulis materi, dan ini impresif
00:46:09banget ya. Lo bisa membuat
00:46:11suatu penampilan yang bener-bener
00:46:13apa namanya, bagus banget gitu
00:46:15dalam waktunya sangat sedikit, entah dari menulis
00:46:17yang terhadap pembawaan, tapi emang jadi banget.
00:46:18Dan tadi gue melihat ada yang menarik, lo mulai membawakan
00:46:21soal dimensi baru dalam materi stand-up lo
00:46:23yaitu soal keluarga gitu.
00:46:25Beberapa komik memang suka ngomongin soal keluarganya
00:46:27mungkin jadi awal untuk lo coba untuk ngomongin
00:46:29wilayah yang sangat pribadi, untuk jadi bahan
00:46:31stand-up komedi lo. Keren.
00:46:32Makasih Mas Radu.
00:46:37Ya G, mungkin pernah ingat bahwa lengkap banget seorang G itu
00:46:43artinya kalau lihat film, artinya film itu terancam
00:46:47waktu itu saya ngomong. Artinya gini, pada saat lihat film
00:46:51maka disitu ada orang sound, yang acting,
00:46:55kemudian ya semua lengkap, dan itu bisa dibawakan oleh
00:46:59seorang G sendiri. Itu, itu.
00:47:01Makasih Om Minto.
00:47:02Dan sekarang diulangi lagi, sekarang akhirnya saya tahu
00:47:05dari mana sumber inspirasinya.
00:47:07Ternyata dari itu tadi ya, keyboard tadi ya.
00:47:10Karena disitu lengkap sekali banyak, bahkan ada suara kucing,
00:47:13suara angin, suara apa, dan itu yang ditiru oleh G.
00:47:16Kompor gas, G.
00:47:17Makasih Om Minto.
00:47:21G, kalau gue boleh bilang,
00:47:23muka lo tuh nyolot banget ya sebenarnya.
00:47:25Yoi dong.
00:47:29Nyolot.
00:47:30Enggak, tapi dari body language,
00:47:34lo lucu tadi itu semuanya benar-benar lucu,
00:47:36dan gue sih suka, tetap.
00:47:38Satu kata, suka.
00:47:39Makasih Mas Radu.
00:47:42Yang akan tampil pertama, ini dia,
00:47:45G Pamungkas.
00:47:49Aduh!
00:47:50Aduh!
00:47:51Enggak, gue gak malu.
00:47:51Biasa aja, standar.
00:47:53Acting, man.
00:47:55Kenapa gak suka ngeliat gue alay?
00:47:57Hah?
00:47:58Saya sama gue juga gak suka.
00:48:01Ya wajar lah ya, pengalaman hidup gue itu aneh-aneh.
00:48:04Termasuk kayak gini, ini gue pengen ceritain satu hal.
00:48:07Jadi, beberapa minggu yang lalu,
00:48:09gue sama teman gue beranam itu ke kafe di Kemang ya,
00:48:11yang ada sisanya gitu.
00:48:13Kita ke situ, karena katanya setiap jam 11 malam,
00:48:16bakalan ada penari perut.
00:48:17Dan bener!
00:48:19Pas jam 11,
00:48:20teng langsung ada penari perut.
00:48:21Ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini.
00:48:24Gila!
00:48:25Wah, penari perut, men.
00:48:27Gue penasaran banget tentang perutnya.
00:48:29Pas gue pegang, dia gini,
00:48:30ini, ini, ini, ini, ini.
00:48:32Gue pegang sekali gini,
00:48:354 tahun gue belajar tarung derajat,
00:48:36baru kali itu gue gagal sebagai seorang petarung.
00:48:42Refleksnya cepet banget.
00:48:43Saki cepetnya kita beranam, akhirnya ngeroyoknya.
00:48:45Dan dia masih bisa.
00:48:46Ini, ini, ini, ini, ini.
00:48:49Ini, ini, ini.
00:48:52Tapi yang gue sadar,
00:48:54kafe itu sekarang hiburannya banyak.
00:48:56Sama sih kayak Wartek.
00:48:58Kafe ada live music,
00:48:59Wartek ada pengamen.
00:49:02Kafe ada SPG rokok.
00:49:04Ya kan?
00:49:04Yang kalau misalnya kita lagi duduk makan gitu, ada...
00:49:07Ngerokok gak mas?
00:49:09Itu cocok kok dikitin,
00:49:10walaupun lu gak ngerokok pasti.
00:49:11Iya, saya ngerokok kok.
00:49:12Beli dong.
00:49:13Pasti.
00:49:14Di Wartek juga ada.
00:49:15Mang-mang ngerokok.
00:49:17Tentunya gak kayak gitu ya.
00:49:17Ngerokok gak mas?
00:49:18Enggak, enggak, enggak, enggak.
00:49:22Tapi sekarang di kafe
00:49:24ada hiburan baru.
00:49:25Stand-up comedy.
00:49:27Ini kan hiburan elit deh.
00:49:29Lu gak mungkin ada di Wartek.
00:49:30Lu gak mungkin lagi makan guduk di Wartek.
00:49:32Tiba-tiba ada orang datang.
00:49:33Iya, makan apa?
00:49:34Pakai korma dulu biar.
00:49:35Afdol.
00:49:36Terus lu kasih raca yang.
00:49:36Gak mungkin.
00:49:43Tapi kalau misalnya kita lihat-lihat lagi.
00:49:45Kadang-kadang stand-up comedian ada yang garing kan.
00:49:47Ada komik yang gak lucu.
00:49:49Ini kan kepuasan pelanggan jadi terganggu.
00:49:52Kayak gini.
00:49:52Lu suka gak ngeliat komik yang gak lucu?
00:49:54Lu ketawa gak?
00:49:56Lu ketawa.
00:49:56Buktinya Kemal tadi aja gak lucu lu ketawa.
00:50:01Nah sekarang gue tanya lagi.
00:50:02Di pikiran kita,
00:50:03apa pertama kali yang kelintas
00:50:05kalau kita ngeliat orang garing?
00:50:07Kam.
00:50:08P***** deh.
00:50:10Kayaknya pengen dipaku gak sih?
00:50:12Nah makanya sekarang gue himbau
00:50:13para pemilik kafe.
00:50:14Kalau emang mau mengadakan stand-up comedy,
00:50:16kalau ada komik yang garing,
00:50:18kasih hukuman.
00:50:19Bisa dikasih hukuman taripur contohnya.
00:50:21Ya ini adalah
00:50:22berdasarkan dari voting penonton
00:50:24komik yang garing adalah
00:50:25Kemal Pak Levi.
00:50:26Terus Kemal keluar gitu
00:50:33Ditambah lagi
00:50:34bakalan ada yang jualan
00:50:35pedagang asongan.
00:50:36Bukan jualan makan.
00:50:37Bukan jualan minum.
00:50:37Tapi jualan paku.
00:50:38Ya bu pakunya bu paku.
00:50:39Dilemparin aja bu yang garing.
00:50:40Eh makan nih.
00:50:41Garing.
00:50:46Abisnya gue mikir dari kemarin.
00:50:48Dari kemarin gue mikir.
00:50:49Gue mikir di tempat inspirasi manusia Indonesia.
00:50:53Toilet.
00:50:53Gue mikir.
00:50:55Duduk berpikir,
00:50:56kenapa ada orang garing ya?
00:50:58Kenapa ada orang garing ya?
00:51:00Belum.
00:51:00Kenapa ada orang garing ya?
00:51:03Dan akhirnya gue keingetan.
00:51:05Gue punya ilham.
00:51:06Sebelumnya itu gue bersihin dulu ya.
00:51:08Lagi jalan tadi.
00:51:10Gue punya ilham kenapa?
00:51:11Ada alasan kenapa orang garing itu tercipta gak?
00:51:14Gak ada.
00:51:15Tapi gue menyimpulkan.
00:51:16Ada dua alasan kenapa orang bisa nge-garing.
00:51:18Yang pertama.
00:51:19Dia kira dia lucu.
00:51:21So asik.
00:51:22Dia panggil pake hari.
00:51:23Oh oke.
00:51:24Gue lucu.
00:51:25Terus dia bakalan ngelawak dia lo
00:51:26dan lawakan dia gak lucu.
00:51:28Dan apa yang dia lakukan
00:51:28kalau misalnya lawakan dia gak lucu?
00:51:30Ngelitikin lo kan.
00:51:30Lucu kan bro.
00:51:31Lucu kan.
00:51:31Lucu kan.
00:51:32Lucu kan.
00:51:32Lucu kan.
00:51:32Iya kan?
00:51:34Dan kalau pun lawakan dia lucu
00:51:35dia ngapain?
00:51:36Bagus ya.
00:51:37Bagus ya.
00:51:38Bagus ya.
00:51:43Atau yang kedua.
00:51:45Dia nge-garing
00:51:46karena dia tau dirinya garing.
00:51:47Dan dia pengen bikin kita kecewa.
00:51:49Kita sering gak sih?
00:51:50Kita mengharapkan sesuatu yang lucu.
00:51:52Taunya enggak.
00:51:53Jadi bukannya ha-ha-ha.
00:51:54Jadi yaaah.
00:51:57Dan anehnya orang garing
00:52:00kita nge-kecewa
00:52:01mereka ketawa.
00:52:02Aneh banget.
00:52:04Kayak gue pernah di kampus nih ya.
00:52:05Gue di kampus lagi nongkrong di taman gitu.
00:52:07Gue lagi ngapa-ngapain.
00:52:09Biasalah temen gue ada yang main kartu.
00:52:10Ada yang main catur.
00:52:11Dateng di satu orang.
00:52:12Orang paling garing sekampus.
00:52:14Eh bro.
00:52:15Gue ada teka-teki.
00:52:17Dan kita kan emang cowok-cowok itu kan banci teka-teki ya.
00:52:19Kalau ada teka-teki itu apa-apa.
00:52:21Pasti banci teka-teki.
00:52:24Ini serius.
00:52:25Kenyataan banget.
00:52:26Nih ya.
00:52:26Lu jawab coba.
00:52:27Dia bakal gini.
00:52:27Oke bro.
00:52:28Ini teka-teki bagus banget.
00:52:30Kelapa.
00:52:31Kelapa apa yang gak bakal bikin kenyang?
00:52:35Gue juga jawab gitu.
00:52:36Tau gak dia ngapain?
00:52:37Salah.
00:52:39Kelapa bikin kembung.
00:52:40Gak bikin kenyang.
00:52:41Kita kayak.
00:52:44Dan tau dia ngapain?
00:52:46Kita kecewa.
00:52:47Dia hanya ketawa.
00:52:49Sampil nunjuk lagi.
00:52:50Nyebelin nongkrong.
00:52:52Gak caw.
00:53:02Itu ya.
00:53:03Saking suasana gak enak.
00:53:04Di taman.
00:53:05Yang lagi main kartu.
00:53:06Langsung tiba-tiba kalah.
00:53:08Yang lagi main catur.
00:53:09Lupa.
00:53:09Tadi gue perasaan bisa sekak.
00:53:10Dimana ya?
00:53:12Ada satu temen gue.
00:53:13Namanya Adikribo.
00:53:15Dia santai gitu.
00:53:15Dia cabut.
00:53:16Di.
00:53:16Lu mau kemana?
00:53:17Sebentar.
00:53:18Dia ke toilet.
00:53:19Lima menit lagi.
00:53:19Dia keluar.
00:53:20Pake kostum beragal ngasongan.
00:53:22Bukan jualan minum.
00:53:22Bukan jualan makanan.
00:53:23Tapi jualan paku.
00:53:24Ya ya bu paku paku.
00:53:25Di pakunya lemparin aja bu.
00:53:27Makan lo.
00:53:32Tapi kesana gue pikir-pikir ya.
00:53:34Gini ada kocaknya.
00:53:35Kan kalau dalam stand up comedy.
00:53:37Garing itu dinamakannya apa?
00:53:38Ngebom.
00:53:39Di dunia nyata.
00:53:40Bom itu dihindarin.
00:53:42Kebayang gak kalau disatuin?
00:53:44Di dunia nyata.
00:53:45Orang garing dihindarin.
00:53:48Katakanlah ada satu orang garing ya.
00:53:49Namanya Kemal Fahlepi.
00:53:51Fahlepi loh.
00:53:52Gue gak bilang Pak Lefi.
00:53:54Terus dia cabut.
00:53:55Oh ya pokus bar Ismail.
00:53:56Ada angkot.
00:53:57Angkot-angkot.
00:53:58Orang angkotnya udah tau.
00:53:59Wah ini yang di kompas TV.
00:54:00Jaring nih.
00:54:01Dia keluar dari angkot ke belakang.
00:54:02Oh ini bukan angkot.
00:54:03Ini gerobak sayur-sayur.
00:54:04Sayur-sayur.
00:54:11Ada ojek.
00:54:12Ada ojek.
00:54:12Maaf apa ojek pak?
00:54:13Wah deh kebetulan deh.
00:54:14Motornya lagi rusak.
00:54:15Oh kenapa rusaknya?
00:54:16Iya band depan sampai belakangnya ketuker.
00:54:18Oh ketuker bannya.
00:54:19Oh kenapa masih...
00:54:23Tapi ya ini yang terakhir ya.
00:54:24Menurut gue ada satu profesi.
00:54:26Yang dia boleh ngegaring.
00:54:28Tapi kita harus ketawa.
00:54:30Dosen.
00:54:34Men.
00:54:35Lu gak ketawa.
00:54:37Nyokap lu yang marah-marah.
00:54:41Biasanya gue bisa ada mata kuliah disingkat-singkatkan.
00:54:43Metodologi Ilmu Hubungan Internasional.
00:54:45Jadi MIHI.
00:54:46Gue pernah ada satu dosen gini.
00:54:48Oke.
00:54:49Selamat datang pada Perekonomian Indonesia.
00:54:52Kalau disingkat jadi P-Indo.
00:54:55P-Indo.
00:54:56Terus dia habis itu kan gak lucu ya.
00:54:58Tapi dia tetap ketawa.
00:54:59Ketawanya lagi.
00:54:59Ha ha ha ha ha.
00:55:03Gue ngeliat temen-temen gue ya.
00:55:05Ada yang satu.
00:55:06Eh bro tolong klitikan gue.
00:55:07Biar dia ketawa.
00:55:08Dikritikin.
00:55:08Ha ha ha ha.
00:55:09Ada satu lagi yang gak punya temen.
00:55:10Ngelitikin dirinya sendiri.
00:55:11Ha ha ha ha.
00:55:12Satu temen gue.
00:55:13Adi Kribo.
00:55:14Dia malah balik.
00:55:15Di lu kemana?
00:55:15Sebentar.
00:55:16Lima menit lagi balik-balik.
00:55:17Pake kostu beragang asungan.
00:55:18Bukan jualan minuman.
00:55:19Bukan jualan makanan.
00:55:20Tapi jualan.
00:55:22Nama gue Gapungas.
00:55:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:55:32Ini teorinya jadi rame nih.
00:55:34Ini teori.
00:55:35Kemudian pada season kedua ini banyak sekali teori yang kemudian muncul.
00:55:39Ini baru ada satu callback yang secara ikhlas diberikan kepada penonton tadi ya.
00:55:46Apa?
00:55:47Paku yang nge-callback berarti penonton.
00:55:49Bukan.
00:55:49Bukan G.
00:55:50Ini baru lagi teori yang baru lagi.
00:55:52Tapi overall.
00:55:53Ya.
00:55:55Keliatannya G.
00:55:56Memang ditakdirkan menjadi seorang komik yang matang.
00:55:59Kompor, gak?
00:56:03G.
00:56:04Ya, Mas Radit.
00:56:05Kalau gue kok ngerasa malah agak mentah ya hari ini.
00:56:08Yang set ini ya.
00:56:09Gak tau kenapa masih terlalu raw gitu.
00:56:11Terlalu mentah aja.
00:56:13Keliatan kayak belum dipoles.
00:56:14Keliatan belum dimatengin.
00:56:15Mungkin tadi masalah waktu juga.
00:56:17Masalah lo masih coba dihafalkan secara runut.
00:56:20Gue gak tau kenapa.
00:56:21Tapi berasa mentah.
00:56:22Cuman satu hal yang gue selalu suka dari lo adalah lo sebagai seorang komik selalu memperkaya diri lo dengan teknik
00:56:28-teknik baru.
00:56:29Ngomongin soal joke yang pake bunyi-bunyian.
00:56:32Lalu lo nyoba dengan gaya komik lain.
00:56:34Kayak kemarin lo coba untuk ngambil auranya akbar gitu kan.
00:56:37Nah hari ini gue liat lo lebih naratif.
00:56:39Lebih bercerita.
00:56:40Sesuatu yang gue liat baru juga lo praktekin pada hari ini.
00:56:44Untuk itu aja gue memberikan lo kesalutan yang luar biasa gitu ya.
00:56:49Di saat teman-teman lain mungkin maunya berasa aman tapi lo ngambil resiko itu.
00:56:53Dan walaupun terasa mentah terbayarkan dengan sukses.
00:56:56Makasih mas Radu.
00:57:01Sama apa tadi yang dibilang sama Mas Indro sama Dika.
00:57:04Tapi tetap apapun itu kamu tuh tetap mengangkat sesuatu yang sehari-hari gitu.
00:57:10Yang deket gitu dengan kita semua gitu.
00:57:13Jadi itu mungkin yang ngebuat kamu selalu sukses gitu di setiap lontaran atau ucapan kamu.
00:57:19Terus kamu mengajak tadi penonton berinteraksi.
00:57:23Jadi aku suka nih yang sekarang ini dibanding tadi yang pertama.
00:57:28Karena itu tadi ngajak berinteraksi.
00:57:32Terus jadi apa ya kita merasa satu gitu sama kamu.
00:57:36Makasih Mbak Ulang.
00:57:40Yang berikut ini minggu lalu dia menutup dengan begitu sempurna.
00:57:45Dengan orang dengan penampilannya yang sangat ekspresif.
00:57:48Betul orang bilang mirip Eminem.
00:57:49Langsung aja kita panggil.
00:57:51Kek.
00:57:53Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:57:57Selamat datang di Usmar Ismail dan masih di acara gue.
00:58:01Ini acara gue emang kenapa?
00:58:04Kalau misalnya yang belum tau ini ibarat konser dimana gue penyanyi solo.
00:58:07Yang tadi penari latar.
00:58:09Dan kalian grupis.
00:58:11Lo bertiga penata lampu.
00:58:18Orang Indonesia itu punya cara yang salah dan aneh dalam nyombong.
00:58:23Nyombong aja udah salah.
00:58:24Nah ini caranya salah.
00:58:26Cara orang Indonesia kalau nyombong itu.
00:58:28Mereka melakukannya dengan cara bergumam.
00:58:31Ngeden.
00:58:32Berbisik.
00:58:33Kata-katanya patah-patah.
00:58:34Dan kemudian fade out alias menghilang.
00:58:36Jadi gue kasih skenario nih.
00:58:38Temen lo lagi baru beli handphone baru.
00:58:40Terus lo bilang.
00:58:40Wah gila handphone lo baru ya.
00:58:42Keren banget.
00:58:42Berapa harganya?
00:58:43Dia pasti ngomongin gini.
00:58:45Ya palingan cuma.
00:58:474 juta aja.
00:58:49Suka.
00:58:49Suka.
00:58:52Kata-katanya udah gak ada.
00:58:53Tapi menurutnya sih goyang.
00:58:54Suka.
00:58:58Dan yang anehnya kita ngerti.
00:59:00Apa 4 juta?
00:59:02Di Singapura.
00:59:03Padahal ini adalah cara yang salah ya.
00:59:05Ini bukan cara yang nyombong.
00:59:06Harusnya cara ini digunakan.
00:59:07Buat kita untuk kabur dari situasi yang memalukan.
00:59:11Contohnya lo having fun gitu sama temen-temen lo.
00:59:13Terus lo mau makan gitu kan.
00:59:14Tapi gak ada duit.
00:59:15Temen lo bilang.
00:59:15Eh bro.
00:59:16Yuk kita makan spaghetti.
00:59:17Kita makan di sushi.
00:59:18Dan lo gak ada duit.
00:59:19Aduh.
00:59:20Duluan aja deh.
00:59:21Oh.
00:59:21Terus lo makan apa?
00:59:23Nah.
00:59:23Ini.
00:59:24Kita pake cara kami.
00:59:24Ya palingan.
00:59:26Nasi kuning aja.
00:59:28Sama bubur aja.
00:59:30Bubur.
00:59:32Dan kita berharap temen kita bakal nanggap.
00:59:34Apa?
00:59:34Makan di 4 juta.
00:59:36Makan di Singapura.
00:59:38Gila lo keren banget.
00:59:39Ah.
00:59:39Kampret.
00:59:39Biasa aja.
00:59:4621 April.
00:59:47Identik dengan hari Kartini.
00:59:49Makanya banyak banget cewek-cewek cantik di sini ya.
00:59:51Gila.
00:59:52Tapi keramas mbak.
00:59:53Itu ketombek.
00:59:53Jatuh-jatuh ngumpul di muka.
00:59:57Atau itu sebenernya bedak atau buku telepon mbak.
00:59:59Itu tebel amat.
01:00:00Buset.
01:00:08Harusnya bedaknya itu di sharing, di kumpulin, dipindahin ke yang dua orang ini.
01:00:13Tapi gak apa-apa.
01:00:16Hari Kartini itu identik dengan emansipasi wanita.
01:00:20Cewek-cewek sekarang bisa melakukan hal-hal yang dilakukan oleh cowok-cowok.
01:00:23Termasuk dalam percintaan.
01:00:25Dulu cowok-cowok bisa gontak-ganti pacar.
01:00:27Makanya ada playboy.
01:00:28Sekarang cewek bisa gontak-ganti pacar.
01:00:30Makanya ada playgirl.
01:00:32Cewek menganggap cowok itu seperti membalut.
01:00:34Diganti-ganti secara frekuentif.
01:00:38Alasannya tetap sama.
01:00:39Udah penuh dengan hal-hal yang menjijikan lah.
01:00:43Gak nyaman.
01:00:44Kasar.
01:00:45Dan bersayap.
01:00:54Lupakan.
01:00:57Tapi gue seneng sama perempuan.
01:00:59Makanya gue pengen menceritakan hal tentang cewek gue sekarang namanya Oca.
01:01:03Bebe.
01:01:08Jadi dulu waktu gue masih jomblo belum bisa move on.
01:01:12Gue berdoa kepada Tuhan.
01:01:14Akhirnya gue pacaran sama Oca.
01:01:16Dan setelah gue tahu.
01:01:17Alhamdulillah banget.
01:01:18Dia adalah cewek yang beser.
01:01:20Ini bagus banget.
01:01:21Abisnya kenapa?
01:01:22Jadi kalau misalnya gue ajak dia jangan ke Pondok Indah Mall.
01:01:25Ada Zara.
01:01:26Ada Apple lah.
01:01:27Ada apa.
01:01:28Kalau misalnya gue tanya.
01:01:28Kamu mau apa sayang?
01:01:29Aku mau pipis.
01:01:31Alhamdulillah.
01:01:33Alhamdulillah.
01:01:35Mau yang mana?
01:01:35Mau yang saya pedo?
01:01:362S2 pintu atau 1S2 sendiri?
01:01:37Yang mana?
01:01:37Congkok atau berdiri?
01:01:38Yang mana?
01:01:38Terserah kamu.
01:01:39Enak banget.
01:01:41Tapi cewek gue itu juga absurd kelakuan.
01:01:44Lu tahu gak?
01:01:44Kalau misalnya lu jalan ke mall.
01:01:46Biasanya ada pasangan gitu jalan ke mall.
01:01:47Di sebelahnya ada toko lingerie.
01:01:49Toko BH.
01:01:50Suka kan ada skenario dimana cowoknya yang kayak.
01:01:51Eh sayang kita beli yuk.
01:01:53Sengaja biar ceweknya.
01:01:53Ah gak mau.
01:01:54Gak mau.
01:01:54Nah kalau gue kebalikannya ya.
01:01:56Jadi pas gue lagi jalan.
01:01:57Tite Ocang liat toko lingerie.
01:01:59Langsung dia melipir dengan sikap.
01:02:01Dari pergerakan lumut.
01:02:04Langsung kesitu.
01:02:06Dan dia lepaskan pegangan.
01:02:08Dan dia langsung.
01:02:08Oh yang mana?
01:02:09Yang mana?
01:02:09Yang mana?
01:02:09Dan gue cowok sendiri di toko BH.
01:02:12Ngapain?
01:02:16Nah refleks kalau cowok nemenin cewek belanja ngapain?
01:02:19Sok pegang-pegang kan?
01:02:20Liatin.
01:02:20Bah sayang yang ini sutra.
01:02:21Bagus buat kamu.
01:02:23Nah gue bingung.
01:02:23Gue abisnya bingung.
01:02:24Karena ekspresi seperti apa yang harus gue mainkan di toko BH.
01:02:27Kalau misalnya gue so cool kayak.
01:02:29Sama aja bohong.
01:02:30Kalau misalnya gue kayak.
01:02:32Bisa diusir sama pesatam.
01:02:33Nah gue jadi bingung ngapain ya.
01:02:34Tiba-tiba aduh refleks kepegang.
01:02:38Masalahnya yang gue pegang bukan yang bagus ya.
01:02:40Yang polkadot, unyu-unyu gitu.
01:02:42Aduh.
01:02:42Aduh.
01:02:46Dan pas gue pegang langsung mbak-mbaknya refleks.
01:02:47Ya mas ada yang biasa saya bantu.
01:02:49Enggak.
01:02:49Enggak.
01:02:50Dan cewek gue langsung.
01:02:51Ah gay kamu jangan pegang.
01:02:52Mbak-mbaknya apa?
01:02:53Gay.
01:02:53Enggak.
01:02:54Diam.
01:02:54Enggak.
01:02:54Enggak.
01:03:04Terus gue bilang ke cewek gue kan.
01:03:05Udah sayang kamu udah ketemu yang kamu mau.
01:03:06Kamu mau ngomongin apa sih?
01:03:07Cewek gue malah bilang.
01:03:08Aku mau pipis.
01:03:09Terus mbak-mbaknya bilang.
01:03:09Rumah ganti di bahanan sama ya?
01:03:10Enggak.
01:03:11Aduh mau pipis.
01:03:11Enggak.
01:03:12Diam.
01:03:13Terus akhirnya mbak-mbaknya dan cewek gue menanyakan hal yang bersamaan.
01:03:16Sayang yang gue pegang bayangannya harganya berapa?
01:03:18Dan mbak-mbaknya bilang.
01:03:19Memang pacarnya siapa mas?
01:03:20Dan gue terpaksa jawabnya.
01:03:21Ini akan ya.
01:03:22Kalingan cuman ya.
01:03:23Apa-apa juta harganya?
01:03:25Yang satu yang.
01:03:26Oh apa cari di Singapur?
01:03:28Nama gue Gendifina Dimamongkas.
01:03:29Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:03:35G.
01:03:3680% materi kamu dari minggu lalu dan dari beberapa kali saya nonton kamu itu dari delivery.
01:03:41Dan kamu yakin sekali sama delivery-nya.
01:03:43Pede banget.
01:03:44Penguasaan panggungnya juga oke.
01:03:46Jadi saya senang banget sama penampilan kamu hari ini.
01:03:48Makasih mas Raja.
01:03:49Cuman satu masalah cuman masalah kecepatan omongan aja sih.
01:03:54Kamu mungkin sangat bersemangat gitu untuk ngasih tau materi kamu.
01:03:57Sehingga ngomongnya agak di beberapa bagian terlalu cepat.
01:03:59Saya melihat kamu potensi memainkan physical comedy-nya itu sangat luar biasa.
01:04:04Dan bisa jadi pembeda di kompetisi ini gitu.
01:04:05Jadi keren banget G.
01:04:13Sebagai penampil kamu lengkap sekali.
01:04:18Kamu menguasai betul teori-teori dari stand up comedy.
01:04:23Semua bagus.
01:04:25Kompor gas G.
01:04:26Ya makasih mas Indro.
01:04:31Hai G.
01:04:33Kok gak dijawab sih?
01:04:35Hai.
01:04:38Muka kamu tuh bisa berubah.
01:04:40Ya tadi aku pertama mikirnya kayak galak banget gitu.
01:04:43Terus tiba-tiba berubah jadi lucu banget.
01:04:45Terus tiba-tiba jadi galak banget balik lagi.
01:04:48Jadi kayak muter-muter tapi lucu banget sih.
01:04:50Tadi aku gak berhenti ketawa.
01:04:59Oca sabar Oca.
01:05:00Oca maaf ya Oca.
01:05:02Aku gak maksud apa-apa.
01:05:03Udah.
01:05:05Udah terusin aja gak apa-apa.
01:05:06Gak apa-apa kita.
01:05:08Udah itu aja.
01:05:09Pokoknya keren.
01:05:10Terima kasih.
01:05:13Tumpah sekali lagi untuk G.
01:05:19Sekarang adalah komik terakhir di putaran kedua.
01:05:21Kasih tepuk tangan untuk G.
01:05:23Pabungkas.
01:05:28Yo what's up?
01:05:31What's up?
01:05:32What's up?
01:05:32Sebentar dulu ya sebelum gue mulai.
01:05:46Check.
01:05:49Check.
01:05:49Check.
01:05:50Tenang aja.
01:05:50Gue pengen bikin kru kompas panik.
01:05:52Karena tadi G.
01:05:53Gue bikin kan gue panik juga.
01:05:55Tepuk tangan buat kru kompas juga.
01:06:01Barusan Kemal bilang gue sama dia pernah ke Pondok Indah Mall.
01:06:04Ups.
01:06:04Salah.
01:06:05Pernah ke mall maksudnya.
01:06:10Biarin aja acara gue.
01:06:13Emang bener sih.
01:06:14Gue pernah ke mall sama Kemal ya.
01:06:15Ada cewek dateng.
01:06:16Ah Kak Kemal ya.
01:06:17Boleh minta foto gak?
01:06:18Gue bilang.
01:06:18Oh ya saya akan aja.
01:06:19Aduh lucu banget.
01:06:20Umurnya berapa?
01:06:20Dua beli tiga tahun.
01:06:21Udah di sekalian belum?
01:06:22Udah kok.
01:06:22Kemal?
01:06:23Sit.
01:06:24Good doi.
01:06:28Memang lucu.
01:06:29Masalahnya itu Kemal jadi bad boy ya.
01:06:31Kalau misalnya ngeliat juri-juri tamu.
01:06:32Aleksandra, Evita Pierce, Poppy Sofia.
01:06:35Itu langsung.
01:06:37Kemal stay.
01:06:38Stay Kemal.
01:06:41Absurd.
01:06:42Absurd.
01:06:42Absurd.
01:06:43Absurd.
01:06:46Tapi gue gak mau ngebahas tentang Kemal ya.
01:06:48Gue pengen ngebahas tentang Jakarta.
01:06:51Jakarta itu kalau menurut gue itu hubungan suami istri ya.
01:06:54Dimana kita itu masyarakat sebagai istrinya.
01:06:57Gubernur itu sebagai suaminya.
01:06:58Nah ini sebagai istri-istri kita harus hati-hati nyari suami.
01:07:03Kita harus hati-hati.
01:07:05Sekarang banyak banget yang mau jadi calon suami kita dan kita harus hati-hati.
01:07:07Jangan kemakan gombalannya dan buayaan janji-janji manisnya.
01:07:11Dulu-dulu suka ada kan.
01:07:12Kalau saya jadi suami kamu.
01:07:14Kebanjiran, kemacetan, dan kelaparan bakal saya tetap habis.
01:07:17Dan kita sebagai istri.
01:07:17Oh my god.
01:07:21Mau dong, mau dong, mau dong, mau dong.
01:07:25Jangan tertipu lagi.
01:07:28Udah cukup kita tertipu.
01:07:30Udah cukup kalau misalnya kita.
01:07:31Mana janji kamu tadi?
01:07:32Oke.
01:07:32Gue bakal ngurusin kebanjiran, tapi bentar dulu.
01:07:34Gue ngurusin sepak bola dulu.
01:07:35Sepak bola lagi, sepak bola lagi.
01:07:37Dan sampai lebaran kodok, sepak bola gak pernah selesai, selesai.
01:07:40Jakarta utama lagi banjir, men.
01:07:41Lagi banjir dan dia ngurusin bola.
01:07:43Ini ibaratnya ya, lo lagi cabut.
01:07:45Pas pulang-pulang, lo ngeliat.
01:07:47Nyokap lo marah-marah bokap lo.
01:07:48Papa, genteng kebanjiran.
01:07:50Kamar ada yang mau banjir.
01:07:51Terus bokap lo cuman ngeliat TV, diam, diam, diam.
01:07:53Go!
01:07:55Bete banget.
01:07:57Kita tuh sebagai istri ya, harus pinter-pinter lagi.
01:07:59Jangan kemakan gombalan.
01:08:01Jadi kalau misalnya dibilang, pokoknya saya bakal...
01:08:03Stop!
01:08:05Gue usah ngegombal lagi.
01:08:07Tepatin dulu janji lo, baru lamar gue.
01:08:09Ntar gue terima.
01:08:10Harus gitu.
01:08:15Tapi gue orang Jakarta.
01:08:16Gue orang Jakarta banget.
01:08:18Jakarta itu di detik dengan kemacetan ya.
01:08:20Dan gue karena orang Jakarta banget, gue gak bisa hidup tanpa macet.
01:08:23Gue sekarang kalau misalnya keluar rumah,
01:08:25jalannya itu kosong, gue merasa,
01:08:26ini kenapa kayak ada yang hilang ya?
01:08:30Kayak kurang mobil.
01:08:32Apa gue dikucilkan ya?
01:08:33Saking gue gak bisa hidup tanpa macet.
01:08:36Makanya sekarang gue pas ke Bandung,
01:08:37Bandung macet karena orang Jakarta.
01:08:39Ini gue curiganya,
01:08:40kalau gak Jakarta itu magnet macet,
01:08:42atau setiap satu orang yang mau ke Bandung,
01:08:44dia bakalan nelfon temennya.
01:08:44Bro, gue pengen ke Bandung nih.
01:08:46Lo bisa bawa mobil gak?
01:08:47Ke Bandung juga.
01:08:48Biar macet bro.
01:08:50Gak ada loh, gak rame.
01:08:51Mungkin kayak gitu ya.
01:08:56Dan Jakarta itu hebatnya apa?
01:08:58Punya penguasa jalanan.
01:09:00Motor.
01:09:01Mana yang disini motor?
01:09:02Ya.
01:09:04Motor ini penguasa jalanan.
01:09:05Gak pernah salah.
01:09:07Gue pernah ngeliat.
01:09:08One way.
01:09:08Satu arah.
01:09:09Gue nyebrang.
01:09:10Harusnya liat sini kan.
01:09:11Pas gue nyebrang ada motor.
01:09:12Dia mana-mana.
01:09:14Woy.
01:09:14Nyebrang liat-liat.
01:09:15Gak pake mata.
01:09:16Lah ini kan orangnya.
01:09:18Cabut.
01:09:22Jalur satu arah.
01:09:23Dibikin dua jalur.
01:09:24Jalur dua arah.
01:09:24Dibikin empat jalur.
01:09:25Gak ada jalur lagi.
01:09:26Trotoar di embat.
01:09:34Gua pernah pas bilang.
01:09:34Tentu dua arah di embat.
01:09:35Woy, woy, woy.
01:09:35Ini trotoar.
01:09:36Ini trotoar.
01:09:37Itu gak diomong apa.
01:09:38Ini Jakarta.
01:09:43Gila ya.
01:09:44Ini gue curiganya ya.
01:09:45Pengendara motor zaman sekarang tuh simnya bukan sim nembak.
01:09:48Kayaknya simnya beli kawe.
01:09:49Beli second di kaskus.
01:09:51Beda vendor sama kita.
01:09:55Tapi yang bagusnya itu ya.
01:09:57D-L-L-A-J-R itu.
01:09:59Memberlakukan polisi baru.
01:10:00Dia bikin lampu merah yang ada menit ya.
01:10:03Ini bagus.
01:10:04Upaya yang bagus.
01:10:05Untuk melatisi macet.
01:10:06Dan untuk kejahilan gue.
01:10:08Karena gini ya.
01:10:08Gue kesel banget ya.
01:10:09Kenapa sih orang Jakarta kalau lampu merah itu.
01:10:11Diem.
01:10:12Pas lampu hijau langsung.
01:10:14Klakson.
01:10:15Ya iya gue tau ini maju.
01:10:17Emang lu mengharapkan apa?
01:10:18Emang pas.
01:10:18Gitu gue bakal diem.
01:10:19Woy, maju woy.
01:10:20Kenapa maju?
01:10:20Ini lampu hijau.
01:10:21Apa anda yakin ini?
01:10:22Harus maju.
01:10:23Udah survey.
01:10:24Kualitatif, kualitatif.
01:10:25Gimana nih majunya?
01:10:26Kan gak gitu juga.
01:10:27Orang bule yang dateng ke Jakarta pun tau.
01:10:29Lampu hijau itu maju.
01:10:30Gue orang Jakarta juga.
01:10:32Gue kesel banget.
01:10:32Biasanya gue jahilin ya.
01:10:33Gue jahilin gini.
01:10:33Jadi pas dikaksonin.
01:10:35Itu gue nunggu aja.
01:10:3610, 9, 8.
01:10:37Gue pelan.
01:10:37Pas udah detik 3, 2, 1.
01:10:39Gue langsung kebut.
01:10:40Nyee.
01:10:41Dia ketinggal di lampu merah.
01:10:43Gue kesel.
01:10:44Nyee.
01:10:44Nyee.
01:10:46Ini Jakarta.
01:10:50Aneh banget.
01:10:51Tapi bagusnya itu lampu merah yang ada timernya itu.
01:10:54Buat pengamen.
01:10:56Entertainer jalanan.
01:10:58Kenapa?
01:10:58Sekarang pengamen kalau ngeliat lampu itu.
01:11:00Mereka bisa timing kan lagunya.
01:11:02Mereka bisa lagu apa nih yang enak buat jaga flow.
01:11:06Karena kalau dulu kesian banget.
01:11:07Lu bayangin kalau misalnya dulu lampu merah kan gak ada timernya.
01:11:09Mereka lagi mainin musik dengan perasaan penuh cinta.
01:11:13Dengan perasaan penuh cinta.
01:11:15Terus habis itu belum selesai musiknya kita udah jalan.
01:11:17Dan dia ngejar-ngejar kita.
01:11:19Apa?
01:11:19Belum ref.
01:11:19Belum ref.
01:11:25Banyak kejadian-kejadian yang aneh.
01:11:26Salah satunya ya.
01:11:27Orang Jakarta.
01:11:28Kenapa ya?
01:11:29Kalau misalnya macet marah-marah.
01:11:31Kita kan di situ yang sama.
01:11:32Kalau misalnya macet gak usah marah-marah.
01:11:34Marah-marah dalam kemacetan.
01:11:35Hanya menimbulkan awkward moment.
01:11:37Sekarang lu bayangin gue marah-marah.
01:11:40Woy!
01:11:41Maju dong!
01:11:44Kan masih di samping gue wey!
01:11:48Sekarang gini.
01:11:49Jangankan marah-marah.
01:11:50Ketemu temen lama.
01:11:54Woy!
01:11:54Kau kapan lo?
01:11:55Kemana?
01:11:56Sama aku juga.
01:11:58Woy!
01:12:08Woy, maju dong!
01:12:09Kan mana-mana lagi nanti ideanya.
01:12:17Lampu merah itu menimbulkan banyak banget keperjadian.
01:12:20Nah, tapi gue pernah baca survei.
01:12:22Bahwa katanya.
01:12:23Tahun 2020 itu.
01:12:25Tadi Gilang kan bilang 2014 itu jalanan macet.
01:12:27Tapi tahun 2020 untuk melengkapkan.
01:12:29Jalanan saking macetnya.
01:12:31Kita gak bisa keluar rumah.
01:12:32Kita gak bisa keluar rumah.
01:12:34Ini lo bayangin nih.
01:12:35Kalau misalnya lo.
01:12:36Lo mungkin lagi.
01:12:37Lo cowok yang mau putus sama cewek lo.
01:12:39Pokoknya.
01:12:40Kita putus.
01:12:41Aku gak mau ketemu kamu lagi.
01:12:43Maik mobil.
01:12:44Cepet.
01:12:44Hmm.
01:12:45Macem.
01:12:52Balikkan dia.
01:12:52Balikkan dia.
01:12:53Gak enak ya.
01:13:01Gak usah.
01:13:02Kalau anak muda deh.
01:13:03Lo bayangin kalau misalnya tahun 2020.
01:13:04Masih ada dukun.
01:13:06Dukun gitu kan.
01:13:08Oke.
01:13:10Gue harus nyari setan.
01:13:11Dia pengen nyari setan.
01:13:12Ke kuburan.
01:13:13Naik mobil.
01:13:13Macep.
01:13:16Pas sampai di kuburan.
01:13:17Telat.
01:13:18Dia berangkat malam jumat.
01:13:19Sampainya malam minggu.
01:13:20Ini mana setannya ya.
01:13:22Ada satu gue tindak lagi.
01:13:23Shuffling bro.
01:13:33Atau gini.
01:13:34Tahun 2020 gue udah menikah.
01:13:36Gue punya anak.
01:13:38Gue punya anak bayi.
01:13:39Gue punya istri.
01:13:40Gue bilang.
01:13:40Bapak mau pergi dulu ya.
01:13:42Cium istri gue.
01:13:43Cium anak bayi gue.
01:13:44Gue pergi.
01:13:45Macep.
01:13:47Sampai ke kantor.
01:13:48Pulang lagi.
01:13:49Macep.
01:13:50Saking macetnya pas gue balik-balik.
01:13:51Anak gue masih bayi.
01:13:52Udah bisa jalan.
01:13:53Bapak.
01:13:53Udah bisa jalan.
01:13:59Tiba-tiba yang dari punya satu anak.
01:14:00Ada anak dua.
01:14:00Apa-apa.
01:14:01Ini anak siapa?
01:14:08Mama.
01:14:08Ini anak siapa?
01:14:09Mama pasti selingkuh.
01:14:10Ini kan pernikahan.
01:14:11Terus isi gulang.
01:14:12Pernikahan-pernikahan.
01:14:12Ini Jakarta.
01:14:13Naik motor.
01:14:15Oh ini anak siapa nih?
01:14:17Anak KW ya?
01:14:18Pasti beli second di Kaskus nih.
01:14:20Siapa vendor-nya?
01:14:20Siapa suppliernya?
01:14:21Terus gue marah-marah istri gue.
01:14:22Nama gue Pak Mungkas.
01:14:23Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
01:14:35Keren banget.
01:14:37Tetap lengkap.
01:14:38Saya cuma kritik satu.
01:14:40Kenapa selalu harus ada kritiknya?
01:14:41Harusnya sudah gak ada kritiknya.
01:14:44Pada saat kill yang terakhir, pada saat ger, kenapa gak langsung tutup?
01:14:49Masih ditambah lagi.
01:14:51Iya rakus Om Indro.
01:14:52Maaf ya.
01:14:54Manusiawi ya.
01:14:55Jadi rakus.
01:14:56Tapi kompor gas.
01:14:58Makasih Mas Indro.
01:15:02Ya Mas Adit.
01:15:03Tentang kenapa yang kedua ini, kok gue berasanya cepet banget deh.
01:15:07Maksudnya lo ngerasain gak sih?
01:15:08Kayaknya cepet banget gitu.
01:15:10Enggak ya?
01:15:11Gue ngerasanya cepet aja gitu.
01:15:13Dari awal lo dengan gerakan-gerakan lo itu mungkin lo agak sedikit pengen ngelepasin emosi atau gimana gue gak tau
01:15:21gitu.
01:15:21Tapi 3 per 4 itu terlalu cepet kalau buat gue gitu.
01:15:24Tapi memang gay yang seperti biasanya kelihatan jelas di sini gitu kan.
01:15:28Yang secara visual lucu, terus punya banyak jurus gitu.
01:15:32Cuman ya agak sedikit terlalu cepet aja kalau buat gue.
01:15:35Makasih Mas Adit.
01:15:42Mungkin kalau yang Radit bilang, kalau menurut aku sih memang materinya gak ada yang jackpot banget bikin meledak banget.
01:15:52Cuman itu dia, you always on the mic, the stage is yours.
01:15:56Karena itu selalu rame, selalu penuh kayak intonasi, power, ekspresi semuanya ada.
01:16:01Jadi kadang-kadang orang melupakan mana jackpotnya orang gak tau.
01:16:04Karena orang udah sibuk ketawa gara-gara semua komplit kamu itu.
01:16:08Itu aja.
01:16:08Terima kasih Alexander.
01:16:10Oke, tepuk tangan untuk G. Bapak Bungkas.