00:00Sekalian, kami mengapresiasi dan bangga pada Pak Menteri Keuangan, Pak Prof, dan Pak Dirjen B.A. Cukai
00:16bisa menangkap beras ilegal, impor ilegal.
00:23Ini kejadian yang ketiga kalinya.
00:26Yang pertama dulu di Sabang, 200 tong.
00:30Kemudian Batam, 1000 tong.
00:33Kemudian masuk Surabaya, Bawang.
00:38Kemudian Semarang, ini sudah masuk Jakarta.
00:42Ini sudah sangat keterladuan.
00:47Bapak-Ibu sekalian, kelihatannya Pak Menteri Keuangan sudah hafal pertanian, khususnya beras.
00:53Jangan melihat jumlanya, dampaknya.
00:57Indonesia pernah kecolongan.
01:00Itu 2022-2023.
01:05Itu masuk daging hanya satu kontainer.
01:09Ilegal.
01:12Waktu itu.
01:14Tetapi dampaknya merugikan petani 40 triliu.
01:182 juta sapi yang kena penyakit kuku dan mulut.
01:25Food and mouth disease ini masuk ke Indonesia.
01:29Padahal satu kontainer.
01:31Dan kerugian petani 40 triliun.
01:332 juta lebih ekor sapi mati seketika.
01:39Populasinya langsung turun 2 juta lebih.
01:41Jadi jangan melihat jumlah kecilnya.
01:44Tapi penyakitnya.
01:46Nah ini merugikan petani kita 115 juta petani yang dirugikan.
01:55Kalau ada impor seperti ini.
01:58Penyakitnya kita waspadai.
02:00Kemudian merugikan petani.
02:02Juga dari segi jumlah beras.
02:06Kita sudah sosem badak.
02:08Tapi masih ada selundupan.
02:11Memang ini menggiurkan.
02:13Pak Mengkeu saya laporkan juga.
02:15Minggu lalu.
02:16Dulu merugikan petani beras.
02:20Dan merugikan konsumen.
02:22286 juta orang.
02:24Itu adalah beras premium.
02:27Ini labelnya premium.
02:29Tetapi beras biasa.
02:31Kerugiannya adalah 98.
02:3389 kurang lebih 90 triliun.
02:35Minggu lalu.
02:38Fortifikasi labelnya.
02:40Tetapi berasnya biasa.
02:42Harganya 13 ribu.
02:44Dijual 56 ribu.
02:45Harganya 13 ribu.
02:47Dijual 40 ribu.
02:50Kerugiannya adalah 98 triliun.
02:54Ini clear.
02:56Kami pakai lap 4 lap.
03:01Ini salah satu yang mengangkat harga beras.
03:06Padahal 2 tahun terakhir.
03:08Beras bukan lagi penyumbang inflasi.
03:10Nah ini kerugiannya 89 triliun.
03:13Dan ada yang pelakunya sudah dua kali.
03:16Berarti mungkin dari residivis.
03:20Berulang.
03:21Dan tidak jerak.
03:23Ini seludupan lagi.
03:24Memang menggiurkan.
03:29Semoga pengamat yang nyinyir.
03:32Ini yang harus kita musuhi.
03:34Ini musuh negara.
03:36Merugikan 286 juta orang.
03:39Merugikan petani 115 juta orang.
03:42Ini yang kita musuhi.
03:43Pak Mengkeu.
03:44Pak Dirjen.
03:46Sekali lagi mewakili petani 115 juta orang.
03:48Saya terima kasih pada Bapak.
03:49Semoga Bapak sehat.
03:52Memerangi mafia pangan Indonesia.
03:55Ini khusus pangan.
03:57Kami memohon Pak Dirkimsus.
04:02Kabar es krim.
04:03Dari kabar es krim.
04:04Kami memohon.
04:06Yang dulu banyak yang bertanya.
04:08Mana tersangkanya.
04:09Sudah 102 yang tersangka.
04:11Yang dulu.
04:13Kemudian.
04:15Itu perintah Bapak Presiden.
04:17Ini yang ditindak tegas.
04:18Yang kemarin kami sudah kirim ke Pak Kapoling.
04:21Ini tersangkanya.
04:22Nah moga-moga ini kalau bisa dihukum seberat-beratnya.
04:28Dari reskrim Pak.
04:30Hukum seberat-beratnya.
04:31Ini ada pasal kepabianan.
04:35Itu undang-undang pasal 102B.
04:39Undang-undang kepabianan.
04:43Kalau bisa hukum maksimal aja.
04:4520 tahun.
04:46Kalau ada di atasnya.
04:47Di atasnya.
04:48Ini gak jerah.
04:50Kita ini kerja mati-matian.
04:51Ini perintah Bapak Presiden.
04:53Korupsi mafia hilangkan.
04:55Di Republik Indonesia.
04:57Khususnya sektor pangan.
04:58Tersangkanya 102.
05:00Bahkan kami pecat ada dari dalam.
05:02Ini kami penjarakan.
05:04Bukan dari luar saja.
05:06Jadi Pak Mengkeu.
05:07Terima kasih.
05:08Kami sangat terima kasih.
05:10Karena yang dikorbankan adalah petani kita.
05:12Dan bukan sedikit.
05:13115 juta orang.
05:15Yang kita takut kalau dia membawa penyakit.
05:18Kerugiannya bisa puluhan triliun.
05:20Bahkan ratusan triliun.
05:21Sekali lagi.
05:23Mewakili petani.
05:24Pak sangat berterima kasih.
05:26Pak Mengkeu.
05:27Pak Dirjen.
05:28Jaga kesahatan.
05:30Pak Dirjen B.A. Cukai.
05:31Pak Menteri.
05:33Bapak kan masih muda.
05:34Saya sudah agak-agak tua ini.
05:37Pak Prof.
05:37Jaga ya.
05:38Jaga kesahatan.
05:39Terima kasih.
05:40Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
05:43Terima kasih Pak Menteri.
05:45Seperti pertanian.
05:47Mungkin dari berikutnya adalah dari kepolisian.
05:52Mungkin ada yang mau disampaikan.
05:54Dari Kejaksaan.
05:56Dari Kabulok.
05:58Ada yang mau disampaikan Pak?
06:01Dari Barantin.
06:02Cukup.
06:04Jadi saya rasa untuk pernyataan dari yang lain sudah diwakili oleh Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian.
06:14Mungkin sampai di sini ada yang mau ditanyakan kami persilahkan.
Komentar