Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 12 menit yang lalu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (22/9), memprediksi awal musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih lambat atau mundur dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan 2026-2027 sebanyak 529 zona musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami kemunduran awal musim hujan.

[Antara/Irfan Hardiansah/Rizky Bagus Dhermawan/Winanto]
Transkrip
00:05Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprediksi awal musim hujan 2026-2027 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang
00:16lebih lambat atau mundur dibandingkan kondisi normal.
00:20Kepala BMKG, Tegu Faisal Fatani dalam jumpa pers di Jakarta pada selasa 22 September menyebut sebanyak 529 zona musim atau
00:3161,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan.
00:38Sementara sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026 hingga Februari 2027 dengan potensi hujan
00:49intens yang perlu diantisipasi.
00:52Awal musim hujan 2026-2027 terjadi secara bertahap.
00:59Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026 yaitu sebanyak 185 zona musim atau 24,66
01:12persen luas daratan Indonesia.
01:15Kemudian masuknya musim hujan itu pada periode Desember 2026 yaitu sebanyak 266 zona musim atau 17,31 persen luas daratan
01:27Indonesia.
01:28Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur yaitu di 529 zona musim atau
01:3961,08 persen luas daratan Indonesia.
01:46Faisal menambahkan, meski awal musim hujan diprediksi mundur, namun durasi musim hujan di 482 zona musim diperkirakan lebih pendek dibandingkan
01:57biasanya.
01:58Faisal mengimbau kepada pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat agar meningkatkan kesiap siagaan terhadap potensi hujan tinggi serta informasi prediksi
02:09ini diharapkan menjadi acuan untuk memperkuat peringatan dini dan langkah antisipasi bencana.
02:20Dari Jakarta, Rabita L. Adawiyah, Irvan Hardiansyah, Kantor Berita Antara, mewartakan.
02:27Terima kasih.
02:28Terima kasih.
02:29Terima kasih.
02:31Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan