Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bahas Industri Kendaraan Listrik di DPR, Tifatul Sembiring Sentil Proyek Mobil Esemka hingga Budaya Beli Mobil

Anggota Komisi VII DPR RI, Tifatul Sembiring, memberikan sorotan tajam terkait urgensi pembentukan ekosistem kendaraan listrik nasional dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Industri Kendaraan Listrik di Gedung DPR, Jakarta. Dalam paparannya, Tifatul menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik saat ini harus memiliki perencanaan yang realistis dan jelas, berbeda dengan proyek mobil Esemka di masa lalu yang dinilainya tidak pasti.

Ia juga menyoroti perilaku konsumen di Indonesia yang masih mempertimbangkan nilai jual kembali dan ketersediaan layanan purna jual sebelum beralih ke kendaraan listrik. Selain itu, Tifatul mendesak perlunya kampanye edukasi yang masif untuk menumbuhkan kesadaran di tingkat pemerintah maupun publik tanpa ada unsur pemaksaan. Menurutnya, keberhasilan transisi menuju kendaraan listrik memerlukan komitmen kebijakan yang tegas serta penyesuaian regulasi keamanan secara bertahap.

#TifatulSembiring #MobilEsemka #DPR

Creative/Video Editor: Aqilah/Evan
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Karena ini jelas, dan bisa.
00:02Nggak seperti, maaf Pak, nggak seperti SMK dulu, Pak.
00:05Nah, itu kan nggak jelas.
00:07Nah, kalau ini jelas, masuk akal lagi.
00:10Nah, kemudian, kalau dari sisi soal apa tadi?
00:15Ini Mas Bambang tadi kemana sih?
00:19Nah, pasti ini kebutuhannya nanti tinggi.
00:22Karena fosil habis, Pak.
00:23Mas Bambang ini dia punya kapal, Pak.
00:26Punya beberapa kapal.
00:27Nah, kenapa kapal itu sampai nggak mau bawa?
00:32Ya, berarti ISDP-nya nggak paham, Pak.
00:37Misalnya, prosedurnya dibuat.
00:38Kalau mau bawa kendaraan listrik dengan kapal,
00:42apakah materi dicabut?
00:44Itu sederhana semuanya.
00:46Sama-sama dengan di ini, kan?
00:47Dengan di pesawat.
00:48Jangan ada charging selama flight di atas.
00:53Nggak boleh di dalam pesawat, nggak boleh charging.
00:55Tapi kan dilepas, nggak ada masalah.
00:56Orang nggak ada koneksi, kok.
00:58Kecuali kapalnya, mobil itu, satu lagi, jangan dijemur, ya kan?
01:03Karena dijemur, mungkin dijemur panas dia, gitu kan?
01:06Mungkin bisa meledak dan sebagainya.
01:10Dan satu lagi adalah bahwa orang Indonesia itu, Pak.
01:14Nah, ini penting ini.
01:15Orang Indonesia itu, termasuk saya,
01:17kalau beli kendaraan, beli apa?
01:18Itu mikir jualnya, Pak.
01:23Jadi bukan hanya usage-nya, penggunaannya,
01:26tapi,
01:27ah, nanti di,
01:29kayak,
01:29kita itu, Pak, beli mobil ini,
01:32kayak beli sapi.
01:34Kalau sapi kan tambah besar, Pak, ya.
01:36Makin lama, makin mahal.
01:37Kayak gitu, kita aset itu, Pak.
01:41Nanti mau kita jual berapa,
01:42paling nggak, kira-kira ada,
01:45apa,
01:46accumulated depreciation itu,
01:48sekitar berapa,
01:4920%, 30%,
01:50udah kita hitung tuh.
01:51Begitu dia turun,
01:52kita lepas,
01:53ganti lagi yang baru.
01:54Nambah, kurang lebih sekian,
01:56dapat mobil.
01:57Seperti itu.
01:58Nah, ini nggak jelas.
01:59Kata anak saya,
02:00gadget, B, katanya.
02:02Nggak jelas.
02:03Kalau dijual nanti,
02:04kira-kira berapa?
02:06Siapa yang mau beli?
02:07Jadi, bukan after self-service itu bukan,
02:10oh, nanti di-recycle.
02:12Ya, dihancurin mobil kita, katanya.
02:14Bukannya dibeli.
02:15Misalnya seperti itu, ya.
02:17Jadi, yang pertama,
02:19saya setuju dengan Pak Muni,
02:20pengkawan-kawan tadi,
02:21campaign, Pak.
02:24Campaign, Pak.
02:25Ini harus dilakukan.
02:27Bahkan kepada penyadaran itu,
02:30kepada pemerintah,
02:31kepada masyarakat.
02:32Ini nggak bisa dipaksakan.
02:33Kalian harus beli ini,
02:34harus nggak bisa.
02:37Pembeli itu adalah raja.
02:39Ya, dia yang beli.
02:40Saya nggak tahu apakah di institusi,
02:43bisa di, ini kan,
02:45di Polri, Mopot, TNI.
02:47Maaf-maaf, Pak.
02:48Pak Muni,
02:50ransum aja masih masalah, Pak.
02:51Anggarannya, Pak.
02:53Ya kan?
02:53Sedih juga kita ngeliatnya.
02:55Udah perang apa itu.
02:57Ransumnya,
02:59bukan ala kart, ya.
03:01Ala kadarannya itu.
03:03Itu sendiri perlu diperbaiki.
03:05Apalagi kendaraan-kendara pembaharuan ini.
03:07Termasuk juga ya,
03:08kondisi keuangan negara kita juga
03:10tidak sedang baik-baik saja,
03:12kata Purbayanya.
03:13Terima kasih.
03:18Terima kasih.
03:21Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:22Terima kasih.
03:23Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan