Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino masih sangat kuat dan akan bertahan hingga awal 2027.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika musim hujan Indonesia pada 20262027.

"Anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik pada periode Juli, Agustus, September 2026 menunjukkan nilai sebesar 2,63, yang dapat diartikan bahwa ENSO (El Nino Southern Oscillation) berada pada fase El Nino sangat kuat," kata Teuku dalam konferensi pers di Kantor BMKG, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Besok 23 September 2026, Jaksel Berpotensi Hujan Ringan di https://www.kompas.tv/regional/692023/prakiraan-cuaca-bmkg-dki-jakarta-besok-23-september-2026-jaksel-berpotensi-hujan-ringan



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/692076/bmkg-el-nino-sangat-kuat-diprediksi-bertahan-hingga-awal-2027
Transkrip
00:00yang akan terjadi.
00:01Bapak-Ibu sekalian, beberapa informasi kunci
00:05yang selanjutnya akan disampaikan dalam pertemuan ini
00:10tingkatnya sebagai berikut ya.
00:12Yang pertama,
00:14anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik
00:17pada periode Juli, Agustus, September 2026
00:21menunjukkan nilai sebesar plus 2,63
00:24yang dapat diartikan bahwa Enso berada
00:28pada fase El Nino sangat kuat.
00:31Kondisi Enso diprediksi akan bertahan
00:33pada fase El Nino hingga awal tahun 2027.
00:38Yang kedua, terkait awal musim hujan.
00:41Awal musim hujan, 2026-2027
00:45terjadi secara bertahap.
00:47Sebagian besar wilayah Indonesia
00:49diprediksi masuk musim hujan
00:51pada periode November 2026
00:54yaitu sebanyak 185 zona musim
00:58atau 24,66 persen luas daratan Indonesia.
01:04Kemudian musim hujan,
01:07masuknya musim hujan
01:09itu pada periode Desember 2026
01:12yaitu sebanyak 266 zona musim
01:15atau 17,31 persen luas daratan Indonesia.
01:19Yang ketiga, perbandingan awal musim hujan.
01:25Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia
01:28diprediksi datang lebih lambat
01:29atau mundur
01:30yaitu di 529 zona musim
01:35atau 61,08 persen luas daratan Indonesia.
01:39Yang keempat, yaitu terkait dengan sifat musim hujan.
01:43Akumulasi curah hujan
01:45pada periode musim hujan
01:46di sebagian besar Indonesia
01:48atau 510 zona musim
01:50sama dengan 69,76 persen luas daratan Indonesia
01:55diprediksi berada pada kategori normal
01:58atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya.
02:02Yang kelima adalah puncak musim hujan.
02:05Sebagian besar wilayah Indonesia
02:07diprediksi mengalami puncak musim hujan
02:10pada bulan Desember 2026
02:12yaitu di 155 zona musim
02:15atau 36,94 persen luas daratan Indonesia.
02:19Puncak musim hujan di Januari 2027
02:22yaitu di 162 zona musim
02:26atau 25,68 persen luas daratan Indonesia.
02:30Dan nanti di bulan Februari 2027
02:33yaitu di 190 zona musim
02:35atau 16,79 persen luas daratan Indonesia.
02:40Informasi yang ke-6 yaitu durasi musim hujan.
02:43Sebagian besar wilayah Indonesia
02:46di 482 zona musim
02:49atau 51,90 persen luas daratan Indonesia
02:52diprediksi mengalami musim hujan
02:552026-2027 yang lebih pendek
02:58dari normalnya.
03:01Kami berharap prediksi musim hujan
03:032026-2027 dapat menjadi pijakan strategis
03:07untuk memperkuat perencanaan
03:09meningkatkan kesiapsiagaan
03:12serta mempertajam langkah mitigasi
03:14dan antisipasi di berbagai sektor
03:16yang terdampak oleh dinamika iklim.
03:20Lebih dari sekedar informasi
03:21prediksi ini diharapkan dapat
03:23diterjemahkan menjadi aksi nyata
03:25kebijakan yang adaptif
03:28dan respons yang lebih cepat
03:29serta tepat sasaran
03:31baik untuk kebutuhan saat ini
03:33maupun dalam merancang ketahanan
03:35menghadapi perkembangan
03:37kondisi iklim di masa mendatang.
03:40Bapak-Ibu sekalian
03:41selanjutnya informasi prediksi musim
03:43hujan 2026-2027
03:45secara lebih mendalam
03:47akan disampaikan oleh
03:48Deputi Bidang Klimatologi
03:50Bapak Dr. Arda Sena Sopahil Wakan.
03:53Terima kasih.
04:00Baik, Bismillahirrahmanirrahim
04:02Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
04:04Waalaikumsalam
04:05Yang kami hormati bersama
04:06Bapak Kepala BMKG
04:09Bapak PLT Deputi Metologi
04:11Bapak Direktur Grupan Iklim
04:13Pengumas dan Bapak Ibu
04:15semua dari media cetak
04:17maupun juga media online
04:19izinkan kami menyampaikan
04:20secara lebih detail mengenai
04:23informasi prediksi musim hujan
04:252026-2027
04:27yang sudah kita tunggu-tunggu
04:31kehadirannya
04:32di tengah periode musim
04:34kemarau yang sedang kita jalan.
04:38Di dalam informasi ini
04:41kita akan menyampaikan
04:42empat informasi
04:45di slide berikutnya.
04:50itu kami awali dengan monitoring
04:53dan prediksi indikator-indikator
04:56penting untuk iklim Indonesia
04:57seperti bagaimana
04:59kelanjutan episode Elino
05:00yang sekarang sudah berjalan
05:02dilanjutkan dengan informasi inti
05:04mengenai prediksi musim hujan
05:062026-2027
05:07lalu bagaimana
05:09rekomendasi sektoralnya
05:11dan dilanjutkan dengan kesimpulan.
05:15Secara umum Indonesia
05:16Bapak Ibu memiliki
05:18tiga pola curah hujan utama
05:19pada gambar di slide ini
05:21daerah yang berwarna kuning
05:22itu kita sebut sebagai
05:23daerah monzunal
05:24di daerah yang berwarna
05:26kehijauan
05:27yang di sekitar
05:28katul istiwa
05:29itu kita sebut dengan
05:31daerah ekwatorial
05:32yang membedakan adalah
05:33pada daerah yang berwarna kuning
05:36secara umum kita memiliki
05:37satu musim hujan
05:38dan juga satu musim kemarau.
05:40Pada daerah yang berwarna hijau
05:42di daerah ekwatorial
05:45itu daerahnya memiliki
05:47dua puncak tinggi musim hujan
05:49dan juga dua lembah musim kemarau.
05:53Dan pola
05:54satu lagi adalah
05:55pola lokal
05:56yang mayoritas berada di Indonesia Timur
05:58ada yang berkebalikan
06:00dengan wilayah
06:02pola monzunal
06:03di mana mayoritas kita berada di Jawa
06:06yaitu hujannya itu
06:08tinggi pada pertengahan tahun
06:09dan juga lebih rendah pada
06:11akhir dan awal tahun
06:13dan juga ada pola lokal
06:14yang kering sepanjang tahun
06:16seperti di Sulawesi Tengah
06:17maupun juga yang basah
06:18sepanjang tahun
06:19seperti di pesisir barat
06:20Sumatera
06:21maupun juga di Kalimantan
06:23bagian utara.
06:26Nah ini yang membedakan
06:27adalah
06:32selain tipenya
06:33maka awal musim hujan
06:35maupun juga awal musim kemarau
06:36yang dijalani
06:37beserta panjang pendeknya
06:38tidak pernah sama
06:39di Indonesia.
06:40Keragaman ini
06:42yang menjadikan
06:44informasi
06:45yang disampaikan oleh
06:46BMPG cukup mendetil
06:48untuk dapat digunakan oleh
06:49masyarakat maupun juga
06:50stakeholder
06:51terkait.
06:54Nah berdasarkan
06:55hasil monitoring
06:56perkembangan musim
07:00saat ini
07:02556 zona musim
07:03atau 61,91%
07:06dari luas daratan
07:07di Indonesia
07:07sedang mengalami
07:08atau masih mengalami
07:10musim kemarau.
07:11Pada gambar ini
07:12kita lihat di
07:12daerah yang berwarna
07:14kecoklatan.
07:17Daerah-daerah yang diberikan
07:19warna hijau itu
07:20daerah yang sudah
07:21memasuki musim hujan
07:22sehingga kita melihat
07:23beberapa hari yang lalu
07:25terjadi
07:25banjir
07:27di
07:29Sumatera Barat
07:30maupun juga
07:31intensitas curang
07:33hujan tinggi
07:34di Aceh.
07:37Selanjutnya kami
07:39sampaikan bagaimana
07:40selamat menikmati.
Komentar

Dianjurkan