Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
PONTIANAK, KOMPAS.TV - Meski diguyur hujan dan jumlah titik panas di Kalbar berkurang, namun kualitas udara di Pontianak, Kalimantan Barat, masih berkategori berbahaya.

Tak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tapi juga aktivitas ekonomi masyarakat juga berdampak akibat kabut asap.

Berdasarkan alat Indeks Standar Pencemaran Udara, kualitas udara di Kota Pontianak per tanggal 23 September 2026 berkategori berbahaya.

Hal ini dikarenakan kabut asap kebakaran hutan dan lahan cukup pekat di pusat Kota Pontianak.

Padahal kemarin, jumlah titik panas sempat berkurang setelah dilanda hujan.

Selain mengganggu kesehatan masyarakat akibat dampak karhutla, ekonomi warga juga terganggu karena aktivitas yang terbatas.

Sejumlah warga mengeluh pendapatannya berkurang karena dampak kabut asap yang sudah terjadi sejak 2 bulan lebih.

Lebih lengkap soal kondisi kabut asap di Kota Pontianak hari ini, kita tanyakan pada Jurnalis KompasTV, Doris Pardede dan Juru Kamera Muhammad Nasrudin di Pontianak.

Baca Juga 100 Satwa Terdampak Karhutla Dievakuasi, Termasuk 53 Orangutan di https://www.kompas.tv/nasional/692140/100-satwa-terdampak-karhutla-dievakuasi-termasuk-53-orangutan

#karhutla #kabutasap #pontianak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/692173/imbas-karhutla-kualitas-udara-kota-pontianak-masuk-kategori-berbahaya-kompas-siang
Transkrip
00:00Meski di gui hujan dan sejumlah titik panas di Kalimantan Barat berkurang,
00:04namun kualitas udara di Pontianak, Kalimantan Barat masih berkategori berbahaya.
00:09Tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat,
00:11tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu dan terdampak akibat kabut asam.
00:19Alat Indeks Standar KAM Pencamaran Udara Kualitas Udara Kota Pontianak
00:24pertanggal 23 September berkategori berbahaya.
00:28Hal ini dikarenakan kabut asam kebakaran hutan lahan cukup pekat di Kota Pontianak.
00:35Padahal kemarin jumlah titik panas sempat berkurang setelah dilanda hujan.
00:39Selain mengganggu kesehatan masyarakat akibat karhutlah,
00:43ekonomi warga juga terganggu karena aktivitas mereka menjadi terbatas.
00:47Jumlah warga mengeluhkan pendapatannya berkurang
00:50karena dampak kabut asam yang telah terjadi sejak dua bulan lebih.
00:57Kabut asam ini ganggu dah bang?
00:59Iya ganggu emang.
01:01Setiap saya pergi kerja, pulang kerja pun masih asap nih sampai sekarang.
01:06Terus mengganggu selain pernafasan, apa yang diganggu akibat gagut asam nih bang?
01:10Bulu, batuk, itu tendalanya.
01:14Untuk sesi ekonomi terganggu dah bang kira-kira dengan kabut asam ini?
01:17Terganggu.
01:17Jadi susah kerja gitu?
01:19Susah untuk pergi kerja, karena asap yang banyak nih jadi susah mau ada kegiatan kemana lah susah.
01:30Karena terganggu dengan asap.
01:35Lebih lengkap soal kondisi kabut asam di kota Pontianak hari ini,
01:39kita tanyakan langsung pada Jurnalus Kompas TV Doris Pardede dan Juru Kamera Muhammad Nasruddin
01:43di Pontianak, Kalimantan Barat.
01:46Doris, untuk saat ini kualitas udara di Pontianak dalam kategori berbahaya.
01:51Lalu seperti apa upaya dari pemerintah setempat untuk mengantisipasi dan juga mitigasi bencana
01:58terkait dengan kabut asam di kota Pontianak?
02:02Iya, terima kasih Juno dan Saudara.
02:05Kami mengontormasikan terkait dengan update kebakaran futan dan lahan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat.
02:11Dan seperti yang terlihat di belahan kami, bahwa kota Pontianak dan Kabupaten Kuburaya pada saat ini
02:19dilanda ataupun diselimuti kabut asam yang cukup pekat.
02:24Dan bahkan kategori udara yang saat ini di alami masyarakat itu masuk dalam kategori berbahaya.
02:32Dan terkait dengan penanganan kebakaran futan dan lahan, jika dilihat dari potensi hujan,
02:40memang sebenarnya proses penanganan kebakaran futan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat
02:44sudah juga dibantu dengan turunnya hujan beberapa hari belakangan ini di bagian besar Provinsi Kalimantan Barat.
02:52Hal ini juga berdampak kepada makin menurunnya titik panas yang ada di Provinsi Kalimantan Barat.
02:59Bahkan terpantau pada hari ini titik panas yang ada di Provinsi Kalimantan Barat
03:03menurun drastis sampai ke titik 624 titik saja.
03:09Dan dari sejumlah titik ini hanya 56 titik saja yang dalam kategori dengan kepercayaan tinggi.
03:17Hal ini juga dibandingkan dengan hari-hari berikutnya.
03:19Sebelumnya di mana titik api atau titik panas yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat
03:27biasanya setiap hari di kategori 2000 bahkan lebih setiap harinya.
03:32Namun pada hari ini masih mengalami penurunan dampak asap masih terus banyak.
03:39Hal ini juga sangat berdampak kepada aktivitas masyarakat yang ada di Provinsi Kalimantan Barat
03:44khususnya di Pontianak dan Kabupaten Kuburaya yang bisa kami langsung lihat.
03:49Di mana juga saat ini akibat dari masih dalam kategori berbahaya udara yang di Provinsi Kalimantan Barat
03:56sekolah masih dilakukan dengan sekolah melalui daring seperti itu.
04:02Sudah beberapa minggu pelaksanaan daring dilakukan dan sampai dengan saat ini
04:07kondisi kabupaten masih pekat dan masih dilakukan daring yang terus diperpanjang
04:14sesuai dengan kondisi yang ada.
04:15Kami juga menyampaikan terkait dengan proses penanganan kebakaran hutan dan lahan
04:19di mana Kalimantan Barat sudah juga dibantu yaitu dari pemerintah Jepang
04:25untuk pemadaman karhuta.
04:28Untuk bantuan Jepang pada saat ini terkait data yang kami sudah dapatkan
04:33menurutkan kondisinya saat ini Jepang sudah dipindahkan
04:37di mana awalnya pemadaman yang dilakukan Jepang itu berfokus di sekitaran Pontianak,
04:44Mempawah, dan sekitarnya.
04:46Namun untuk hari minggu kemarin semua yang berhubungan dengan bantuan Jepang
04:51baik itu kapal, baik itu helikopter, dan peralatan-peralatan lainnya
04:56sudah digeser ke Kabupaten Ketapang.
04:59di mana belakangan ini memang kondisi hujan di Kabupaten Ketapang
05:04sangat minim sekali sehingga menyebabkan titik panas di sana
05:08mulai dari beberapa hari, beberapa bulan ini
05:12masih terus mengalami peningkatan dan belum mengalami penurunan yang signifikan.
05:18Kebakaran hutan dan lahan ini merupakan bencana dan juga terjadi
05:23sejak dua bulan terakhir dan mengganggu aktivitas warga
05:25terutama di Pontianak dan titik api dan panasnya masih berada
05:29di wilayah Kabupaten Ketapang.
05:31Terima kasih atas laporan Jurnal Kompas TV, Doris Pardede,
05:34dan juga Muhammad Nasruddin dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Dianjurkan