00:01Kita mendengarkan keterahan pers dari Kapolda Banten yang menyatakan bahwa tadi jenazah ditemukan oleh warga di Pulau Enggando Bengkulu pada
00:11tanggal 12 September 2026 oleh warga.
00:15Lalu jenazah juga dibawa ke Rumah Sakit Bengkara, Kapolda Bengkulu dan pos antemortem dan juga data antemortem juga dikirim dan
00:23asam pemeriksaan A teridentifikasi atas nama Soekarman yang berusia 50-an dengan tinggi badan 163 cm yang merupakan ABK Aru
00:33Padatu.
00:34Dan jenazah juga besok rencananya saudara akan berangkat dari Bengkulu ke Soekarno-Hatta.
00:39Berbicara soal jurnalis yang hilang dan satu ABK yang telah teridentifikasi ditemukan di Pulau Enggando Bengkulu, kami juga memiliki jurnalis
00:49Kompas TV yang sempat meliput Gunung Anak Rakatau.
00:53Bagaimana kisahnya, bagaimana jalannya, bagaimana ceritanya? Kami juga langsung akan mewawancarai.
01:02Ada Zephanya di situ, Meyong.
01:03Selamat siang.
01:05Selamat siang, Zephanya.
01:06Terima kasih ini habis liputan, rela untuk bercerita kepada kami semua di sini bagaimana saat itu meliput dari pencarian jurnalis
01:14yang hilang kontak terkait dengan peliputan Gunung Anak Rakatau.
01:19Pada saat itu bisa diceritakan bagaimana awalnya Zephanya diplotting atau dikirim untuk meliput Gunung Anak Rakatau dan mengetahui suasana di
01:29sana.
01:30Waktu itu tanggal 8 September, kami memang ditugaskan dari kantor untuk meliput kondisi terkini aktivitas erupsi Gunung Anak Rakatau.
01:40Karena kan dari erupsi pertama tanggal 6, terus sudah dinyatakan berakhir.
01:45Dari tanggal 4, dinyatakan berakhir tanggal 6.
01:48Maka dikatakan sudah, belum dikatakan aman, tapi erupsinya masih ada susulan yang kecil-kecil, tupan kecil.
01:56Jadi di tanggal 8 September, kami menyeberang dari pantai Carita itu ke sekitaran perairan Gunung Anak Rakatau untuk meliput.
02:07Dan memang pada saat itu kami berangkat jam 10 pagi, meliput, masih aman kondisinya memang.
02:15Lalu kami pulang kembali sekitar pukul 3, setengah 4 sore kami kembali ke Banten setelah meliput kondisi Anak Rakatau.
02:24Dan di saat itulah memang kami baru akhirnya mendapatkan info dari beberapa warga di pesisir pantai.
02:32Kalau ada wartawan yang sebelumnya juga pergi meliput, tapi masih belum pulang.
02:38Jadi sempat bertanya ke kami, ada ketemu nggak sama beberapa rekan wartawan?
02:42Kalau bisa bercerita Zevanya, pada saat itu artinya Zevanya ini berangkat 1 hari setelah 5 jurnalis dan 3 ABK ini
02:49hilang kontak pada saat itu.
02:51Informasi apa yang Zevanya peroleh?
02:53Yang kami peroleh memang dari awak kapal yang kami naikin, itu memang mereka berangkat tanggal 7 infonya.
03:01Tanggal 7 siang mereka berangkat dan kami berangkat di tanggal 8 besok paginya.
03:07Di situ awak kapal memang bilang sebelumnya ada rekan wartawan pergi meliput di tanggal 7, tapi memang belum pulang.
03:15Dengan asumsi memang biasanya sering kalau awak kapal ini atau kapal itu suka bermalam di pulau.
03:22Jadi kami, oh oke gitu. Akhirnya kita meliput dan ketika kami pulang di tanggal 8 itu di sore hari yang
03:29tadi saya bilang,
03:31memang di situ kita disambut beberapa warga dari warga pesisir gitu yang ketika melihat kita keluar dari kapal,
03:38mereka itu ngira kita lima rekan jurnalis yang masih mereka tunggu-tunggu gitu.
03:43Terus di situ kita bilang, oh enggak kami baru berangkat tadi pagi gitu.
03:48Jadi mereka juga melihat kok orangnya beda gitu.
03:51Terus barulah di situ mereka bilang, ada enggak ketemu sama rekan wartawan?
03:55Mereka bilang, enggak ada mampir ke pulau gitu.
03:58Kita bilang, kita memang sempat ada ke Pulau Rakata gitu ya untuk mengambil gambar dan lainnya,
04:03tapi memang kita bilang kita tidak menemukan apa-apa.
04:06Dan di situlah baru dari kantor juga ada menghubungi, ada informasi terkait lima rekan jurnalis kita
04:13dan di situ kita baru sama-sama mencari info di sana sama teman-teman wartawan yang ada di Banten juga
04:19untuk sama-sama cari tahu di mana mereka sebenarnya.
04:22Karena ada informasi begini-begitu, jadi kita sama-sama berjaga di pos pantau,
04:26saling koordinasi dengan tim SAR juga yang saat itu di sore itu juga sudah mulai bergerak sebenarnya di tanggal 8
04:31September itu.
04:32Saat berangkat liputan naik kapal, artinya ada SOP yang juga harus diterapkan di sana.
04:36Bagaimana Zevanya bisa jelaskan soal itu?
04:39Ya memang kalau dari speedboat yang kita naikkan itu modelnya sama dengan kapal yang dinaikin kelima jurnalis.
04:47Memang di situ ada live vest yang memang harus digunakan ketika pergi berlayar.
04:52Karena memang kondisi ombak atau perairan di perairan Selat Sunda ini kan karakteristikanya dia memang cukup keras,
05:01cukup kencang arusnya begitu.
05:03Jadi memang diharuskan pakai live vest dan ketika kami berlayar juga sebenarnya ombaknya cukup tinggi gitu.
05:10Kalau kami berangkat pukul 10 pagi, di siang hari itu memang ombaknya kalau kata awak kapal kemarin itu sekitar 2
05:17meter kurang lebih.
05:19Jadi memang perlu menggunakan live vest untuk keamanan ketika berlayar di perairan Selat Sunda itu.
05:27Perlu adanya SOP yang jelas ketika memang berlayar apalagi menaikkan speedboat yang sama ketika dinaiki oleh 5 jurnalis dan juga
05:333 ABK yang hilang kontak.
05:34Nah tadi Zevanya juga bercerita bahwa pada saat tiba di pesisir disambut oleh warga,
05:39karena warga juga menantikan kabar dari 5 jurnalis dan juga 3 ABK itu.
05:43Apa yang mereka sampaikan ketika melihat Zevanya begitu senang bahwa ada teman-teman wartawan yang tiba ternyata bukan teman wartawan
05:50yang sebelumnya berangkat?
05:52Ya disitu kita lebih ke syok ya, syok dan kaget karena mereka mukanya beneran panik semuanya gitu.
06:01Berbeda dan kita juga memang pada saat itu kondisinya bingung, berusaha mencari informasi dan harapan kita memang disitu sampai di
06:14malam hari juga masih ada harapan untuk teman-teman jurnalis ini pulang dengan selamat gitu.
06:20Karena dikatakan udah sering berlayar kok awak kapal dan lain sebagainya gitu dan itu juga tentu menjadi harapan kami.
06:27Dan memang yang menjadi, yang hal yang menjadi kami sedih begitu ya, kita harus mengubah angle liputan itu yang sebenarnya
06:39tujuan kita kesana adalah kita harus meliput kondisi erupsi Gunung Anak Rakatau.
06:44Tapi malah berujung kita meliput rekan, sesama rekan kerja begitu yang untuk sama-sama mencari informasi terkait perkembangan erupsi Gunung
06:51Anak Rakatau.
06:52Iya, Zephanya ketika memang mengetahui bahwa satu hari setelah lima jurnalis dan tiga ABK tidak ada kabar dan Zephanya juga
06:59harus berangkat.
07:00Walaupun dengan SOP yang cukup baik begitu yang telah disarankan.
07:05Apa yang Zephanya saat itu rasakan?
07:08Khawatiran pasti, ketakutan juga pasti.
07:11Walaupun demikian kita sebagai rekan-rekan jurnalis juga harus mengambil angle gambar dan cerita yang baik begitu untuk disaksikan pemirsaannya.
07:18Apa yang menguatkan Zephanya bahwa tadi mengubah angle ini dan kita pulang harus mendapatkan suatu berita yang mudah-mudahan dia
07:26juga menjadi kabar baik buat keluarga dari ABK yang hilang kontak begitu.
07:30Karena optimisme dari orang-orang di posko itu sih yang menurut kita jadi bikin kita punya semangat juga dan benar
07:38-benar pengen mengawal informasi ini sampai benar-benar ketemu titik terang.
07:43Kita berharap jurnalis ini pulang dengan selamat juga karena dari keluarga juga kita terus ngobrol dengan pihak keluarga, dengan pihak
07:49tim SAR gabungan yang bertugas.
07:51Dimana mereka menceritakan bahwa ini pasti masih selamat, ini pasti masih bisa ditemukan.
07:58Dari tim SAR juga mengusahakan yang terbaik begitu.
08:01Jadi komunikasi sesama tim dan juga keluarga di dalam posko itu menjadi penguat kita sama-sama dalam bertugas dan mencari.
08:09Dan tentu dukungan warga di Pantai Carita itu juga sangat amat saling support lah satu sama lain.
08:22Memperhatikan rekan wartawan, tim SAR gabungan, keluarga juga yang menunggu.
08:26Dan tentu kita sangat menunggu kabar baik dari pencariannya.
08:30Harapan dan kabar baik sangat dinantikan tidak hanya Zevanya, rekan-rekan jurnalis yang meliput pada saat pencarian lima jurnalis dan
08:37juga tiga ABK yang hilang kontak pada saat meliput Gunung Anak Rakato.
08:41Nanti kami juga akan bercerita, saya juga akan tanyakan sama Zevanya soal bagaimana saat itu harapan dari keluarga yang menanti
08:48kedahadiran atau kabar dari lima jurnalis dan juga tiga ABK yang hilang kontak.
08:52Tapi nanti usah jedah pastikan dan masih bersama kami di Breaking News Kompas TV.
09:25Jurnalis Kompas TV
09:30Keluarga itu sangat berharap di sini peran dari rekan-rekan jurnalis yang ada di POSCO SAR gabungan saat itu adalah
09:38benar-benar bisa memberitakan bagaimana keadaan di POSCO sebenarnya.
09:43Dan mereka sangat berharap kepada rekan jurnalis untuk mendukung bagaimana bergeraknya tim SAR gabungan dalam bertugas.
09:51Jadi ketika saya ngobrol dengan keluarga mereka itu sangat, mereka seringkali berkomunikasi gimana menurut mbak.
10:00Pasti mereka ditemukan kan mbak, pasti mereka keluarga itu masih berpikir mereka itu bermalam di pulau gitu.
10:08Mereka bertanya itu ke saya beberapa kali dari beberapa keluarga gitu.
10:13Menurut mbak bagaimana kalau diskusi dengan tim SAR gimana mbak gitu.
10:17Tentu disitu menjadi posisi yang cukup berat juga buat saya karena saya berdiskusi dengan tim SAR seperti apa tapi kita
10:25juga harus menguatkan keluarga.
10:27Bukan berarti tidak memberikan informasi yang sebenarnya ya.
10:30Tapi kita berusaha ngasih optimisme itu dengan kita bilang percayakan semua tugas ini kepada tim SAR gabungan yang sedang bertugas
10:37gitu.
10:37Dan disitu saya senangnya keluarga itu sangat, apa namanya, sangat bisa bekerja sama dengan baik juga dengan tim SAR.
10:45Mereka menyampaikan apa yang jadi permintaan mereka seperti misalnya salah satunya minta disisir ke pulau Sertung,
10:50salah satu yang menjadi permintaan berat keluarga pada saat itu untuk disisir.
10:54Tapi mereka juga mengerti dengan kondisi bagaimana situasi di sekitaran Gunung Anak Rakatau
11:00yang masih beberapa kali suka terjadi erupsi, stromboli, begitu ya yang masih ada lutepan-lutepan ringan.
11:06Tapi dari keluarga itu sih yang saya salut.
11:10Mereka optimis, mereka meminta apa yang jadi permintaan mereka tapi juga mereka memahami situasinya seperti apa gitu.
11:16Dan optimisme itu masih terus ada sampai sekarang meskipun pencarian sudah diberhentikan pada saat itu
11:23tapi mereka berharap dengan nelayan-nelayan yang masih berlayar, kapal-kapal yang lewat itu
11:28kalau ada menemukan sedikit titik terang begitu bagaimana ada tanda-tanda dari sekitaran perairan laut di Selat Sunda itu
11:36itu diharapkan bisa jadi informasi untuk perkembangan.
11:39Cerita yang menarik, pengalaman yang luar biasa bisa kita ambil dari Zevanya Situmeyang,
11:44jurnalis kompas TV yang saat itu meliput erupsi Gunung Rakatau
11:48yang akhirnya merubah angle beritanya menjadi pencarian lima jurnalis dan juga tiga ABK kapal yang hilang kontak
11:54pada saat meliput Gunung Anak Rakatau.
11:56Apa yang memang Zevanya bisa sampaikan kepada keluarga yang sampai saat ini juga harapan itu masih terus ada?
12:04Kami rekan-rekan jurnalis bahwa SOP itu penting, bahwa mengabarkan sesuai dengan fakta itu juga penting
12:09tapi harus menjaga perasaan keluarga yang juga terus menanti kabar baik dari keluarga yang hilang kontak.
12:15Ya, buat keluarga kita semua tahu bagaimana kerja dari kelima rekan jurnalis ini
12:26yang pasti mereka mengusahakan informasi terbaik dan pasti mereka mengutamakan SOP juga keselamatan ketika berlayar.
12:35Itu yang juga menjadi pelajaran sih buat saya dari kelima senior-senior rekan jurnalis ini
12:41yang gimana mereka dengan kegigihannya bisa mengusahakan informasi sebaik mungkin, gambar sebaik mungkin, begitu.
12:48Dan menurut saya pasti keluarga juga bangga dengan apa yang sudah dilakukan
12:53dan kita percayakan dengan tim Sargabungan ataupun warga sekitar ya
13:00yang mungkin masih melewati perairan Selat Sunda, yang mungkin melihat tanda-tanda
13:05kita masih terus berdoa kok, kita masih terus punya harapan yang sama hingga saat ini
13:10bahkan semoga bisa ada titik terang, bisa ada ditemukan tanda-tanda keberadaan dari kelima rekan jurnalis.
13:17Saya harap keluarga bisa ikhlas, bisa terus punya harapan lah.
13:25Doa besar juga terus dipanjatkan, tidak hanya kami rekan-rekan jurnalis
13:29tapi seluruh keluarga yang menantikan kabar dari 5 jurnalis dan juga 3 BK
13:34yang hilang kontak pada saat liputan Gunungan Akrakatau.
13:37Terima kasih sekali lagi tes ceritanya tentang pengalamannya Zia Fanyistum yang jurnalis Kompas TV
13:41yang telah meliput dan telah kembali untuk bisa bekerja lagi sebagai seorang jurnalis.
13:47Terima kasih Zia Fanyistumayang.
13:49Dan saudara, Breaking News masih akan kembali, selanjutnya akan dilanjutkan dengan rekan kami
13:54Isan Sitorus, pastikan Anda bersama kami.