- 3 jam yang lalu
- #jokowi
- #ijazahjokowi
- #gibran
- #wapresgibran
- #psi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo resmi mengumumkan dirinya sudah menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia. Dalam pidatonya, di Rakorda DPD PSI Jawa Barat, di Bandung, Jokowi bilang PSI akan menjadi partai besar.
Bagaimana peta elektoral mendatang? Dan akankah Jokowi effect mampu mendongkrak suara PSI?
Simak ulasannya bersama Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, serta Ketua Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, dalam program Sapa Indonesia Pagi pada Senin (28/9/2026).
Baca Juga Jokowi Beber Sikap Ambang Batas Parlemen Depan Kader PSI: Tak Perlu Takut, Saya Akan Kerja Keras di https://www.kompas.tv/nasional/693011/jokowi-beber-sikap-ambang-batas-parlemen-depan-kader-psi-tak-perlu-takut-saya-akan-kerja-keras
#jokowi #ijazahjokowi #gibran #wapresgibran #psi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693013/full-golkar-soal-jokowi-anggota-psi-yunarto-wijaya-soroti-isu-ijazah-posisi-gibran-sapa-pagi
Bagaimana peta elektoral mendatang? Dan akankah Jokowi effect mampu mendongkrak suara PSI?
Simak ulasannya bersama Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, serta Ketua Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, dalam program Sapa Indonesia Pagi pada Senin (28/9/2026).
Baca Juga Jokowi Beber Sikap Ambang Batas Parlemen Depan Kader PSI: Tak Perlu Takut, Saya Akan Kerja Keras di https://www.kompas.tv/nasional/693011/jokowi-beber-sikap-ambang-batas-parlemen-depan-kader-psi-tak-perlu-takut-saya-akan-kerja-keras
#jokowi #ijazahjokowi #gibran #wapresgibran #psi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693013/full-golkar-soal-jokowi-anggota-psi-yunarto-wijaya-soroti-isu-ijazah-posisi-gibran-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Intro
00:04Sekarang saya buka saja kartu anggota saya ini
00:17Masih kurang jelas, masih kurang jelas, ini saya tunjukkan
00:29Mesin ketujuh RI Jokowi Dodo resmi mengumumkan dirinya sudah menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia
00:36Dalam pidatonya, di Rakorda DPD PSI Jawa Barat di Bandung, Jokowi umumkan dirinya sudah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober
00:442025
00:44Di hadapan kader PSI, Jokowi juga tekankan PSI siap menghadapi ambang batas parlemen berapapun yang ditetapkan
00:52Tak hanya itu, Jokowi berpesan jika PSI tak bisa dianggap remeh
00:59PSI ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan
01:08Ini partai baru, tapi juga hati-hati
01:15Meskipun partai baru, hati-hati
01:19Ini akan menjadi partai besar
01:28Partai Solidaritas Indonesia memastikan jabatan presiden ketujuh Jokowi Dodo di partai tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat
01:35Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natali mengaku menginginkan Jokowi menjadi ketua Dewan Pembina PSI
01:43Sekitemikian, Grace meminta publik menunggu
01:46Grace bilang dalam waktu dekat akan ada pengumuman mengenai posisi yang akan diemban Jokowi
01:54Dan soal jabatannya beliau, teman-teman mungkin tunggu aja, tapi buat kami beliau itu adalah inspirasi
02:00Beliau itu panutan kami, dan sangat-sangat semangat teman-teman makin membara ya
02:06Pak Jokowi memperlihatkan KTA-nya, berarti PSI adalah Jokowi, Jokowi adalah PSI
02:12Tinggal tunggu kapan yang lagi mau ngitip-ngitip di depan pintu, pengen masuk juga, kapan gitu, kira-kira gitu
02:18Kalau Ketua Dewan Pembina, JITU, maunya ke Ketua Dewan Pembina atau gimana?
02:24Maunya gimana?
02:26Kalau maunya saya sih, mau gitu
02:28Jadi tunggu aja, mungkin dalam waktu dekat, pokoknya nanti teman-teman media pasti diajakin untuk sama-sama menyaksikan
02:38Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Ronald Sinaga atau yang dikenal Broron, mengatakan
02:43Bahwa posisi Jokowi saat ini berstatus sebagai anggota atau kader PSI, bukan sebagai pengurus partai
02:50Broron menegaskan bahwa bergabungnya Jokowi sebagai kader PSI sejak 14 Oktober 2025 bukanlah akhir
02:57Dan ia membocorkan bahwa akan ada kejutan atau pengumuman besar lagi ke depannya
03:04Kata kuncinya anggota, kader, bukan pengurus partai
03:09Nah, jadi kalau kita surprise dengan kejadian kemarin bahwa ternyata beliau adalah sudah setahun sebagai anggota partai
03:18Ya nanti ke depannya akan ada surprise lagi
03:20Ingat ya, beliau itu baru kader
03:21Walaupun seperti yang Abang Bestari baru sudah berkali-kali katakan
03:26Yes, beliau adalah patron politik PSI
03:29Patron politik kami
03:31Tetapi beliau bukan pengurus partai
03:33Nah, kok bisa?
03:35Ya, kita lihat aja nanti ke depannya
03:36Tunggu aja surprise dari kami
03:38PSI itu tidak kehabisan surprise-surprise kok
03:44Direktur eksekutif trias politika Agung Baskoro menilai
03:47Bergabungnya Jokowi ke PSI sebagai bentuk strategi untuk mengamankan Jokowi efek agar bisa disalurkan melalui parpol
03:53Agung juga melihat kehadiran Jokowi berpotensi membuat PSI lebih mudah menarik tokoh-tokoh yang memberi kekuatan elektoral untuk bergabung atau
04:02membangun kerjasama politik
04:06Dengan kehadiran Pak Jokowi yang memang kita tahu punya magnet elektoral yang masih cukup solid
04:12Walaupun tidak sebesar ketika beliau masih menjadi presiden
04:15Tapi Jokowi efek itu masih berefek
04:18Nah, untuk memelihara efek itu agar terus ya terjaga
04:22Ya, mungkin membesar agak susah
04:23Tapi terjaga
04:24Sehingga mampu menjadi kotel efek ketika nanti PSI bertarung di Pilek 2029
04:32Nah, pekerjaan rumah paling besar berikutnya setelah Pak Jokowi sekarang menjadi anggota atau nanti menjadi ketum
04:38Adalah memastikan orang-orang yang dipilih oleh PSI di Dapil
04:42Apakah nanti 84 Dapil atau nanti bertambah lagi
04:45Itu memang punya kapasitas elektoral atau ketokohan seperti Pak Jokowi juga
04:50Sehingga efek itu bisa mengalir secara linier
04:56Jokowi-Dodo sebelumnya adalah kader pede perjuangan yang mengusungnya sejak Tiwakot Solo
05:00Rekanda DKI Jakarta hingga dua kali Pilpres
05:03Namun, beda pilihan politik di Pilpres tahun 2024
05:06Membuat Jokowi-Dodo dipecat oleh PDIP pada 2024 lalu
05:12Jokowi dalam beberapa waktu akhir terlihat rutin ikuti agenda PSI
05:15Dan sampaikan pidato di acara Partai Gajah tersebut
05:18Lalu, akankah bergabungnya Jokowi ke PSI
05:22Mampu mendongkrak PSI hingga ke Parlemen?
05:24Atau sebaliknya, Jokowi efek sudah tidak lagi bertuah
05:28Perlu dibuktikan di pemilu 2029 mendatang
05:31Tim Liputan Kompas TV
05:38Presiden ke-7 RI Jokowi-Dodo resmi mengumumkan dirinya
05:41Sudah menjadi bagian dari Partai Solidaritas Indonesia
05:44Dalam pidatonya di Rakorda DPD PSI Jawa Barat di Bandung
05:48Jokowi bilang PSI akan menjadi partai besar
05:52Bagaimana peta elektoral mendatang?
05:54Dan akankah Jokowi efek mampu mendongkrak suara PSI?
05:58Kita akan ulas bersama dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir
06:01Melalui sambungan daring
06:02Ada Direktur Eksekutif Carta Politika Yunarto Wijaya
06:05Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia
06:08Dan Ketua Rampai Nusantara Mardian Syah Semar
06:11Selamat pagi Mas Toto, Bang Doli, Pak Semar
06:14Selamat pagi
06:15Waalaikumsalam
06:17Waalaikumsalam
06:19Saya ke Bang Doli dulu
06:21Bang Doli kita lihat kemarin Pak Jokowi sudah resmi
06:24Menjadi anggota PSI
06:26Walaupun sudah dari satu tahun lalu gitu ya
06:28Kita baru lihat sekarang Pak Jokowi belak-belakan
06:30Pesan-pesannya juga luar biasa kemarin
06:33Hati-hati partai politik
06:34Kemudian juga PSI ini sudah banyak yang takut istilahnya
06:38Kalau dari partai Golkar ini termasuk partai yang takut
06:40Atau hati-hati gak?
06:43Iya sebenarnya kan
06:44Ini bukan sesuatu yang mengejutkan kita ya
06:48Tidak surprise
06:50Karena kan sudah beberapa kali sebenarnya
06:52Pak Jokowi identik dengan PSI
06:56Bahkan kan statement-statement dari
06:59Kauan-kauan PSI kan
07:01Selembang mengaitkan PSI dengan Pak Jokowi
07:03Dan secara genealogis, biologis gitu ya
07:08Ketua umumnya ajalah
07:09Ketua umum PSI sekarang kan putranya Pak Jokowi
07:13Jadi bukan sesuatu yang baru sebenarnya buat kami ya
07:18Dan seberapa kali juga pernah saya katakan
07:22Ya Pak Jokowi
07:25Ya sudah PSI gitu
07:28Sejak beberapa kali kita melihat
07:31Adanya kehadiran beliau di acara-acara PSI gitu
07:35Jadi bukan sesuatu yang baru
07:39Dan tentu kita menghormati ya
07:43Kenapa Pak Jokowi kan setelah jadi presiden
07:46Tentu kembali sebagai warga negara Indonesia biasa
07:51Yang mempunyai hak politik
07:53Ya dijamin oleh konstitusi
07:55Mau memposisikan posisi seperti apa
07:59Ya secara politik
08:00Itulah hak Pak Jokowi sebagai warga negara
08:03Dan buat partai Golkar
08:06Ya sama saja ya
08:10Artinya ketika seseorang
08:12Terus kemudian beberapa orang
08:14Membentuk partai politik
08:16Kemudian berproses
08:18Terbentuk partai politik
08:19Dan kemudian serang
08:20Dan mempersiapkan diri
08:22Untuk menjadi peserta pemilu
08:24Ya itu sesuatu yang juga harus kita hormati
08:28Jadi dan sesuatu yang biasa saja kan
08:31Orang bentuk partai politik
08:32Dan kemudian ingin ikut kontestasi dalam pemilu
08:36Oke ada kekhawatiran tertentu gitu Bang Doli
08:38Apalagi nih Pak Jokowi
08:39Yang kemudian sudah meniklarasikan sebagai
08:42Anggota
08:43Kita belum tahu nih
08:44Bakal jadi apa
08:45Bakal jadi ketua umum kah
08:47Atau Dewan Pembina
08:48Kira-kira dari partai Golkar
08:50Sudah menyiapkan sesuatu kah
08:52Ya kami dari awal dan dari dulu ya
08:56Selalu menjadi sebuah partai politik yang
09:00Tidak menghentikan kerja-kerja organisasi
09:06Konsolidasi, krisasi
09:08Perumusan strategi
09:10Menghadapi event-event tertentu
09:11Apalagi menghadapi pemilu
09:14Jadi kami selama ini
09:17Sejauh ini
09:18Terus konsentrasi secara internal
09:21Kedalam saja ya
09:22Dan urusan partai-partai politik
09:25Masing-masing
09:26Kami menghormati juga
09:28Itu adalah kedaulatan
09:29Partai masing-masing gitu
09:31Dan tentu kita semuanya
09:33Tidak bisa yang mengintervensi
09:36Tidak bisa dikampung
09:39Jadi kami fokus saja
09:40Kerja dalam agenda agar partai
09:43Yang memang sudah mencanakan
09:47Dari dulu dan sejak
09:49Sejak dulu partai
09:51Dan setiap hari gitu ya
09:53Yang namanya kerja partai itu
09:54Tidak berhenti dan tidak terpengaruh
09:56Dengan faktor-faktor eksternal yang lain
09:58Oke fokus di internal saja ya
09:59Yang sudah kami rencanakan
10:01Oke siap
10:02Kalau Pak Sumar saat ini
10:04Tanggapan dari para relawan seperti apa
10:07Setelah Pak Jokowi harian resmi
10:08Menjukin kartu anggotanya
10:11Iya sejak awal ya
10:13Teman-teman di baik relawan
10:16Baik organisasi kemasyarakat
10:18Yang mendukung Pak Jokowi
10:19Itu selalu mendukung langkah-langkah
10:21Politik Pak Jokowi
10:22Dan ketika memang Pak Jokowi
10:24Sudah mulai mendekat
10:26Menjadi pengurus
10:27Menjadi anggota PSI
10:29Kita pun sempat berdiskusi langsung
10:31Dengan Pak Jokowi
10:32Saya secara pribadi sempat
10:33Bicara dengan Pak Jokowi
10:35Dan tidak juga
10:37Semua teman-teman yang berada
10:39Di barisan relawan
10:41Barisan orang masih itu
10:42Secara otomatis memang
10:44Dipinta oleh Pak Jokowi
10:45Untuk masuk ke PSI
10:46Nah ini menariknya sebenarnya
10:47Karena memang akhirnya ada beberapa
10:51Ceruk yang memang
10:52Mau bisa diambil oleh teman-teman PSI
10:54Berdasarkan juga dukungan
10:56Teman-teman terhadap Pak Jokowi
10:58Secara individu
10:59Secara personal
11:00Ketika memang sejak dulu
11:01Memiliki hubungan emosional
11:03Terhadap Pak Jokowi
11:04Jadi ada banyak orang
11:05Yang tidak masuk PSI
11:06Tapi juga pada titik tertentu
11:08Akan memilih PSI
11:09Karena Pak Jokowi
11:10Itu pasti banyak
11:10Termasuk teman-teman
11:12Para relawan
11:13Dan lain sebagainya
11:13Nah bicara
11:14Tentang ketegasan
11:15Pak Jokowi
11:16Terkait dengan
11:18Beliau sudah memiliki
11:20Anggota
11:20Apa kartu anggota
11:21Di PSI
11:22Dan sebagainya
11:23Sebenarnya kami pun sudah tahu
11:24Kalau bicara soal
11:24Kartu anggotanya ya
11:25Tapi bahwa dia menjadi ketua Dewan Pembina
11:28Ataupun ketua umum
11:30Dari PSI
11:31Nah Pak Jokowi itu selalu
11:32Sampaikan
11:33Bahwa ketika dia
11:34Mengambil langkah-langkah
11:35Apapun itu
11:36Dia selalu punya
11:37Beberapa hal
11:38Yang dipertimbangkan
11:39Termasuk hasil survei
11:40Dan lain sebagainya
11:41Nah hasil survei
11:42Yang disampaikan
11:43Saya langsung ya
11:45Khususnya
11:46Itu memang ketika Pak Jokowi
11:48Itu menjadi ketua Dewan Pembina
11:51PSI
11:51Itu jauh lebih kecil
11:53Dibandingkan ketika Pak Jokowi
11:55Menjadi ketua umum PSI
11:56Nah dengan konstelasi politik
11:58Yang sekarang ini
12:00Tentu semuanya
12:01Di pertimbangan Pak Jokowi
12:02Apakah beliau ingin
12:04Mengambil posisi
12:04Sebagai ketua Dewan Pembina
12:06Atau mengambil langsung
12:07Ketua umumnya
12:08Melihat bahwa
12:10Secara
12:11Jelas
12:12Memang
12:13Ketika Pak Jokowi
12:14Sampaikan
12:15Jangan takut
12:15Dengan partai baru
12:16Dan lain sebagainya
12:17Bahwa ada
12:19Hal-hal
12:20Yang dilihat
12:21Bahwa banyak juga
12:22Partai khawatir terhadap
12:24Hadirnya Pak Jokowi
12:25Di PSI
12:26Yang dianggap
12:27Sebuah ancaman
12:27Termasuk soal konstelasi
12:29Di DPR
12:30Dan lain sebagainya
12:31Nah ini juga
12:32Pasti menjadikan
12:33Pertimbangan Pak Jokowi
12:34Soal batas
12:35Dan lain sebagainya
12:36Nah kita lihat
12:37Dan kalau menurut saya
12:38Malah Pak Jokowi
12:39Kemungkinan besar
12:39Akan mengambil ketua umum
12:40PSI
12:41Kalau saya
12:41Dari relawan
12:43Ada prediksinya
12:44Jadi ketua umum
12:45Bukan jadi ketua
12:46Dewan Pembina
12:46Tapi saya mau ke
12:47Mas Yunarto
12:48Nanti sebelum kita
12:49Bicara soal ketua umum
12:50Ataupun ketua
12:51Dewan Pembina
12:52Mas Toto
12:52Kita lihat kemarin
12:53Pernyataan Pak Jokowi
12:54Ketika deklarasi
12:55Bahwa beliau
12:56Sudah menjadi
12:57Anggota PSI
12:58Resmi
12:58Ini sebenarnya
13:00Bentuk fightback
13:01Karena ada
13:02Isu-isu negatif
13:03Yang selama ini
13:04Sedang menyerang
13:05Pak Jokowi
13:06Misalnya soal ijasa
13:07Soal Mas Gibran juga
13:08Atau ini memang
13:09Ajakan bergabung
13:10Untuk siapapun
13:11Yang ingin bergabung
13:12Ke PSI
13:14Ya ini menurut saya
13:15Adalah
13:16Bentuk evolusi
13:17Dari bagaimana
13:18PSI
13:19Mencoba
13:20Untuk bertahan
13:21Dalam konstelasi politik
13:22Kita tahu ya
13:22Evolusinya ini kan
13:24Sudah
13:25Dari awalnya
13:26Hanya partai
13:27Anak muda
13:28Progresif
13:29Lalu 1,8%
13:31Dapatnya di 2019
13:32Anggaplah gagal
13:33Lalu bertransformasi
13:35Menjadi partai
13:35Jokowi
13:36Kalau kita ingat
13:37Di 2024
13:38Tidak lolos juga
13:40Parlemen
13:40Dengan angka 2,8%
13:42Di uji coba lagi
13:44Bagaimana simbol
13:45Jokowi ini lebih
13:46Clear lagi
13:47Dengan kemudian
13:48Menjadikan anak
13:48Bungsunya menjadi
13:49Ketua umum
13:50Kalau kita lihat
13:51Di survei pun
13:52Tapi ada lonjakan
13:53Tapi belum pada tahapan
13:54Yang saya pikir
13:55Menjadi target dari PSI
13:56Lalu kemudian
13:57Sepertinya ada
13:58Sebuah kesadaran
13:59Di dasarkan data-data
14:00Bagaimana mereka
14:01Turun ke lapangan
14:02Sepertinya harus
14:03Jokowi-nya langsung
14:04Yang kemudian
14:05Menjadi simbol
14:06Dan itulah
14:07Kemudian
14:07Uji coba-uji coba
14:10Kecil
14:10Kalau kita lihat
14:11Sekarang kan
14:12Masuk
14:12Sebagai
14:14Kader
14:14Atau KTA
14:15Dari tahun
14:162025
14:16Statement
14:18Yang dikeluarkan oleh
14:19Pak Jokowi pun
14:19Kemarin itu
14:20Sudah memperlihatkan
14:21Secara de facto
14:22Beliau sudah
14:22Menunjukkan dirinya
14:23Akan jadi ketum
14:24Tanda kutip ya
14:25Ketua Dewan Pembina
14:26Tidak menggunakan
14:27Bahasa-bahasa operasional
14:28Seperti kemarin
14:29Dan memang kita tahu juga
14:31Kalau kita lakukan survei
14:32Sebetulnya memang
14:33Kalau Pak Jokowi
14:34Masih di belakang
14:35Layar
14:36Atau dalam konteks
14:37Menjadi ketua Dewan Pembina
14:39Efeknya tentu saja
14:40Akan kecil
14:40Kalau jujur
14:42Catatan kritisnya
14:43Apakah cukup
14:44Menjadi ketum
14:44Tidak juga
14:45Kotel efek itu
14:47Sebetulnya terjadi
14:48Ketika tokoh
14:49Yang menjadi
14:50Maknet elektoral ini
14:51Menjadi capres
14:52Problemnya itu kan
14:54Tidak mungkin lagi
14:54Belakang oleh Pak Jokowi
14:55Jadi saya ingin
14:56Berikan catatan kritis
14:57Juga kepada teman-teman PSI
14:59Untuk berhitung
14:59Lebih cermat ya
15:02Ada beberapa survei dulu
15:04Ketika Pak Jokowi
15:05Masih PDI
15:05Ketika disurvei
15:07Pak Jokowi itu
15:08Bisa jadi kotel efek
15:09Yang disurvei
15:10Dikatakan itu
15:11Bisa mengangkat
15:12PDI itu
15:1330%
15:14Di atas 30%
15:15Faktanya
15:16PDI tidak pernah
15:17Mencapai angka
15:18Di atas 20%
15:19Kenapa
15:21Survei itu
15:22Kemudian memiliki
15:23Gap dengan realita elektoral
15:24Karena sistem pilek
15:26Kita itu
15:26Bukan pilek tertutup
15:27Hanya mencoblos
15:28Gambar partai
15:29Hasil akhir
15:31Akan ditentukan juga
15:33Oleh yang namanya
15:34Kekuatan
15:34Caleg-caleg
15:35Pilihan dari partai
15:37Yang akan bertarung
15:38Di lapangan
15:39Nah dalam konteks
15:40Saya sih merasa ya
15:41Pak Jokowi ini
15:42Kawakan lah
15:43Melalui beberapa
15:44Piltres dan pilek
15:45Sepertinya
15:47Ungkapan Jokowi
15:48Kemarin
15:48Itu ingin
15:50Mengajak
15:50Caleg-caleg lain
15:52Yang misalnya
15:53Udah gak betah
15:54Dengan partainya
15:55Atau orang-orang
15:56Yang belum ingin
15:57Jadi caleg
15:57Untuk bergabung
15:58Dengan PSI
15:59Karena nanti
16:00Kata kuncinya
16:01Ada diberikan
16:01Dalam
16:02Pemilihan
16:03Proposional terbuka
16:04Metode suara terbanyak
16:05Untuk kemudian
16:07Bisa mengangkat
16:07Suara PSI
16:08Pasarnya
16:09Ada upaya
16:10Pembajakan juga lah
16:12Dalam konteks
16:13Mengajak ya
16:13Bukan dalam konteks
16:15Top down
16:15Karena pada akhirnya
16:17Tidak bisa
16:18Nama Jokowi ini
16:18Ketika tidak jadi capres
16:19Bisa mengangkat suara PSI
16:21Tanpa kemudian
16:22Mengambil caleg-caleg
16:23Yang mungkin
16:24Berasal dari partai lain
16:25Atau caleg baru
16:25Yang bisa mengangkat
16:26Suara partai tersebut
16:27Nah ini dia
16:28Antisipasinya
16:28Kalau misalnya
16:29Ternyata memang
16:30Pak Jokowi ini
16:31Berniat untuk
16:32Menghijak
16:33Dalam tanda kutip
16:33Mungkin caleg-caleg
16:34Dari partai lain
16:35Bang Doli
16:36Ada antisipasi gak
16:40Iya
16:41Tentu kan kami juga
16:44Di dalam
16:44Tentu
16:45Orang menjadi
16:48Itu
16:50Ada proses
16:52Ada
16:55Penaluan
16:56Training
16:58Kemudian
17:00Ada pelayan-pelayan
17:01Terus kemudian
17:02Ada peningkatan
17:03Kapasitas
17:04Militasi
17:05Seterusnya
17:06Jadi
17:07Dan itu
17:08Juga
17:09Langsung
17:09Lama
17:10Jadi
17:12Tidak
17:12Masalah
17:13Kemudian
17:14Ada partai
17:15Lain
17:16Kemudian
17:18Rupaya
17:19Untuk melakukan
17:20Penetrisi
17:22Seperti itu
17:23Melakukan
17:25Penetrisi
17:26Pada
17:26Partai
17:27Mana saja
17:27Ketika
17:56Ketika kami
18:26Oke
18:27Ya saya rasa begini ya, sebelum saya jawab tadi saya ingin juga merespon soal ada beberapa teman-teman di partai
18:36lain yang coba masuk ke PSI.
18:38Nah rampai Nusantara itu sekarang ada, kepengurusannya ada di 36 provinsi, 315 kabupaten kota.
18:45Dan perombakan pengurusan di tingkat provinsi itu saat ini itu banyak yang masuk justru teman-teman pimpinan DPRD, anggota DPRD
18:56di kabupaten kota yang itu dari partai-partai lain.
18:59Sedangkan rampai Nusantara itu bukan PSI tuh, cuman rampai Nusantara memang ketua Dewan Pimpinanya Pak Jokowi.
19:04Jadi ketika mereka masuk di rampai Nusantara berarti mereka tidak melanggar karena memang rampai Nusantara bagian dari organisasi kemasyarakat yang
19:13besar.
19:14Nah itu menjadi batu loncatan tuh, dan saya tidak mau sebut juga ya partainya ya, walaupun saya tahu itu mayoritas
19:19partai yang di parlemen juga banyak yang masuk ke kita.
19:23Itu karena memang melihat Pak Jokowi sudah merapat ke PSI.
19:27Mereka sudah menyiapkan skoci-skoci tuh, untuk bagaimana nanti pada titik tertentu di 2007 atau 2028 mereka akan mempersegman diri
19:35untuk masuk ke dalam PSI.
19:36Nah ini saya mau kasih tahu soal itu. Nah ketika bicara soal pertanyaannya apakah banyak teman-teman yang akan ke
19:44PSI atau masih tetap berada di barisan di luar,
19:48yang pasti begini, Pak Jokowi menyampaikan bahwa teman-teman yang memang basisnya relawan, basisnya organisasi kemasyarakat pendukung Pak Jokowi yang
19:57sejak beliau masuk ke Jakarta 2012,
19:59sampai beliau pensiun, ketika memang merasa nyamannya untuk berada di lingkaran relawan dan lain sebagainya, tetap untuk masuk ke situ.
20:11Karena memang kadang juga banyak orang juga masyarakat kita yang belum juga bisa terima ketika memang latar belakangnya teman-teman
20:18itu PSI.
20:19Tapi kita berlatar belakangnya memang non-parpol, itu biasanya juga bisa masuk ke masyarakat,
20:24yang pada titik tertentu suaranya juga pasti suaranya sama dengan Pak Jokowi, mau itu persoalan peer press dan lain sebagainya.
20:30Nah ini yang menurut saya agak berbeda memang ketika para tokoh yang lain memiliki partai tapi tidak memiliki basis relawan,
20:40basis ormas yang begitu militan mendukung Pak Jokowi, yang sikap dan langkah politik Pak Jokowi kemanapun yang akan diikuti termasuk
20:47kita-kita semua.
20:48Saya rasa itu sih.
20:49Oke baik, saya kembali ke Mas Toto. Mas Toto, jika kita melihat saat ini Pak Jokowi sudah resmi menunjukkan kartu
20:55anggotanya,
20:56bakal seperti apa peta politik di tahun 2029? Terutama tidak hanya Pilek, tapi juga mungkin di Capres, Cawapres mungkin di
21:032029.
21:04Ada Mas Gibran di sana, PSI jadi kendaraannya?
21:08Tadi saya sudah sebutkan satu kata keyword sebenarnya ya, bahwa kotel efek itu bisa didapatkan kalau sebuah partai memiliki Capres.
21:16Jadi tidak dalam konteks sebagai ketua umum.
21:19Dan saya meyakini Pak Jokowi memahami itu.
21:22Artinya pertanyaan terbesarnya adalah, apakah ini akan berhenti pada level Pak Jokowi menjadi ketua umum?
21:28Saya yakin tidak. Pak Jokowi sedang berhitung.
21:31Apakah kemudian Jokowisme ini ya, atau keluarga Jokowi harus mengajukan Capresnya sendiri atau tidak?
21:39Tidak. Karena kotel efek ini biasanya tidak didapatkan kalau sekedar menjadi wapres.
21:45Dalam konteks ini kalau kita bicara sekitar Mas Gibran menjadi wapresnya lagi Pak Prabowo.
21:50Dan ini nyambung juga Mas, dengan situasi yang menurut saya menarik saat ini ya,
21:53kalau kita coba membuat hipotesa.
21:56Di satu sisi, keluarga Jokowi sedang diserang.
21:58Isu ijazah Pak Jokowi, isu ijazah Mas Gibran.
22:01Kan muncul pertanyaan terbesar kemudian,
22:03Kenapa partai pendukung koalisi lain diam saja?
22:06Kenapa Jurindera diam saja?
22:07Padahal itu basis fundamental loh,
22:09bahwa ada yang mempertanyakan keabsahan Mas Gibran.
22:14Pak Prabowo kok diam saja?
22:16Padahal ini kan menggaguh stabilitas politik yang selama ini menurut Pak Prabowo harus dijaga.
22:20Di sisi lain juga jadi menarik.
22:23Ketika kepuasan publik terhadap Pak Prabowo menurun tajam,
22:26yang harusnya dilakukan oleh partai pendukung koalisi,
22:30termasuk Pak Jokowi, bagian dari Prabowo Gibran,
22:34harusnya kan beliau menghabiskan energinya untuk kemudian ikut membela.
22:39Berbicara mengenai apa program Pak Prabowo.
22:42Yang saya lihat malah beliau menjadi agresif
22:44untuk kemudian membesarkan PSI,
22:47atau kemudian turun lagi ke lapangan.
22:50Di situ kan kalau kita mau berspekulasi ya,
22:53ini akan jadi real yang terpisah kok,
22:56kalau menurut saya antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi,
22:59tanda kutip, tapi kan kita tahu Pak Jokowi nggak bisa maju lagi.
23:02Itu yang menurut saya menarik untuk diterka.
23:05Apakah Gibran cukup kuat untuk menjadi magnet elektoral tambahan?
23:09Secara internal Pak Jokowi sudah jadi magnet elektoral nih,
23:13kalau benar jadi ketung ya.
23:14Tapi itu nggak akan cukup.
23:15Nah bagaimana tebakan kita berikutnya adalah,
23:18bagaimana Pak Jokowi sebagai mastermind ini akan menyiapkan hotel efek lain?
23:23Apakah itu ada di Mas Gibran?
23:25Atau muncul lama tokoh lain,
23:28seperti gosip KDM misalnya,
23:31untuk kemudian ditarik oleh PSI,
23:33manuver-manuver itu yang menurut saya akan menarik untuk kita terka ke depan.
23:38Tapi saran dari saya adalah,
23:40semangatnya teman-teman PSI,
23:42termasuk agresifitas Pak Jokowi,
23:44jangan sampai kemudian seakan-akan menempatkan PSI,
23:48dan pendukung Pak Jokowi,
23:50itu terpisah dari partai-partai lain pendukung Prabowo Gibran,
23:53jangan sampai seakan-akan asik sendiri,
23:56yang itu akan jadi beban juga loh,
23:58buat para caleg ketika bertarung kemudian di 2029.
24:02Oke, ini pertanyaan saya ke...
24:04Bahasa, contoh ya mas ya,
24:06bahasa partai lain,
24:08eh kenapa pada takut dengan partai baru?
24:11Buat saya itu sebenarnya kurang elok,
24:13dalam konteks berbicara mengenai hubungan baik dengan partai-partai lain.
24:17Nah ini nih yang saya mau tanyakan ke Bang Doli,
24:19sebenarnya hubungan dengan partai-partai kualitas ini seperti apa sih?
24:22Apakah mulai retak atau seperti apa Bang Doli,
24:25kalau tadi kata Mas Yunarto?
24:30Ya sejauh ikan kami dalam partai-partai politik,
24:34pendukung pemerintah, pendukung Pak Ho dan Gibran ini,
24:42kita bisa lihat semuanya,
24:47hampir semua ketua ada di kabinet,
24:49dan kemudian ada pertemuan-pertemuan inform juga yang diseritakan,
24:54termasuk juga berkaitan dengan soal yang terakhir ini,
24:59isu tentang revisi undang pemilu gitu.
25:02Jadi sebetulnya aktif solid ya,
25:07sejauh ini hubungan antar partai-partai politik yang ada di pemerintah.
25:13Nah jadi sebetulnya ada masalah ya.
25:16Oke masih solid berarti koalisi,
25:18tapi tadi yang menarik juga pernyataan dari Pak Semar,
25:22soal ada loh beberapa relawan yang mungkin sudah punya posisi
25:26di partai-partai ini sudah menyiapkan sekoci,
25:28paling tidak nanti di 2027-2028.
25:33Bang Doli, ini sebagai ancaman enggak kalau menurut Bang Doli?
25:39Ya kami mengetahui posisi ya,
25:43ketetik yang sangat terbaik di Indonesia,
25:47kami mempunyai mekanisme untuk memonitor,
25:52kontrol ya.
25:53Kadar-kadar kami yang ada sampai bukan hanya tingkat kabupaten, kota ya,
25:59tapi kami sudah punya jaringan sampai ke tingkat kelurahan dan desa.
26:03Jadi semuanya termonitor gitu ya.
26:06Makanya saya katakan kami menghormati ya,
26:12kalau misalnya ada partai politik lain,
26:14siapa saja partai politiknya,
26:16bukan hanya PSI,
26:19juga punya agenda, punya rencana tertentu gitu ya,
26:22tapi juga kami fokus terhadap agenda,
26:26rencana, persiapan kami untuk menghadapi event-event
26:29politik apapun termasuk pemilu tahun 2009.
26:33Oke, baik.
26:35Saya kembali ke Pak Semar.
26:36Pak Semar, jika kita melihat memang tadi
26:38pasti banyak isi kepala yang berbeda
26:41di antara relawan rampai Nusantara
26:43terkait dengan bergabungnya Pak Jokowi.
26:45Nah, dari tadi pembicaraan kita soal bagaimana kemudian bisa mengatur
26:52ataupun menyatukan mungkin isi kepala dari rekan-rekan relawan yang berbeda
26:57mungkin kali ini seperti apa mungkin Pak Semar
27:00supaya dukungan ke Pak Jokowi juga bulat gitu?
27:03Tidak sejak awal ya.
27:07Sejak awal itu semua teman-teman relawan yang memang basisnya militansinya Pak Jokowi,
27:13bagaimana sudah memutuskan bahwa Pak Jokowi itu bagian dari orang yang kita panuti,
27:18orang yang kita ikuti langkah politik dan lain sebagainya,
27:21itu kan sampai sekarang tak lepang.
27:24Jadi ketika Pak Jokowi mengambil langkah-langkah politik apapun,
27:28sejak awal saya tegaskan bahwa pasti akan diikuti oleh teman-teman relawan
27:32ataupun Ormas yang berada selama ini tetap loyal terhadap Pak Jokowi.
27:37Nah, persoalan bahwa nanti bisa langsung masuk ke PSI atau tidak soal lain.
27:42Karena ketika saya sampaikan langsung Pak Jokowi,
27:44Pak Jokowi saya ditanya sama teman-teman,
27:47ditanya juga sama media,
27:49Rampai Nusantara yang cukup punya kaki ini,
27:51apakah juga akan masuk ketika Pak Jokowi masuk PSI?
27:54Itu saya sampaikan Pak Jokowi karakteristiknya tidak begitu.
27:57Jadi ketika memang dia berada di PSI
28:00dan dia meyakini bahwa para relawan itu juga bagian loyalis mendukungnya,
28:05itu akan dibiarkan itu masuk ke tengah-tengah masyarakat dan lain sebagainya
28:09untuk mengambil suara-suara yang memang tidak masuk
28:11melalui suara Partai Solidaritas Indonesia yang sekarang dinaungi Pak Jokowi.
28:16Nah, ini bagian dari strategi-strategi Pak Jokowi yang saya lihat.
28:19Makanya ketika memang ini dianggap juga menakutkan,
28:24bahkan juga mengerikan langkah-langkah Pak Jokowi,
28:26saya rasa sih wajar-wajar saja.
28:28Sehingga misalnya soal threshold dan lain sebagainya,
28:31undang-undang politik mulai di...
28:33Kan sebenarnya Pak Jokowi itu kan merespon bagaimana dinamika
28:36pembahasan soal undang-undang politik ya sekarang ini.
28:40Soal ada 5 persen, ada 7 persen, ada 8 persen, dan lain sebagainya.
28:43Pak Jokowi sampaikan, mau berapapun kita siapkan gitu ya.
28:46Jadi dalam arti, banyak narasi yang juga disampaikan
28:51bahwa ini semua memang diarahkan untuk menjegal Pak Jokowi,
28:56menjegal Mas Gibran, menjegal PSI, dan lain sebagainya.
28:59Dan buat Pak Jokowi kan juga biasa-biasa saja,
29:01kalau memang itu akan dijawab.
29:02Makanya saya cuma menyampaikan tadi,
29:05kalau memang dinamikanya terus seperti ini,
29:08saya meyakini Pak Jokowi malah bukan jadi ketua Dewan Bermindah,
29:11mengambil jadi ketua hukum langsung,
29:13untuk menjawab tantangan itu gitu.
29:15Dan ini bukan saja menaktifkan,
29:16pasti akan mengerikan juga buat partai-partai lain.
29:19Karena buat kami sendiri saja,
29:22itu anggota yang tadi saya sampaikan,
29:24anggota Dewan yang di beberapa daerah-daerah itu,
29:27itu secara aktifnya menyampaikan langsung ke kita
29:29untuk masuk pengurusan kita sebagai langkah lanjutannya
29:32untuk masuk menjadi anggota PSI.
29:34Silahkan saja,
29:35walaupun rampain santara secara organisasi,
29:37kemungkinan besar tetap seperti ini tidak masuk di PSI.
29:40Oke, baik.
29:41Baik, terakhir saya ke Mas Toto.
29:43Mas Toto, strategi apa sih yang harusnya kemudian dilakukan Pak Jokowi di PSI?
29:47Apakah cukup dengan mengandalkan ketokohannya?
29:50Cukup dengan jadi ketua umumkah?
29:52Bagaimana dengan di bawah-bawahnya?
29:53Tadi koktelifeknya seperti apa?
29:55Dan apakah dengan elemen-elemen surprise yang selama ini mungkin diandalkan Pak Jokowi
30:00untuk menjaga suara ini bisa tahan sampai nanti 2029?
30:05Pertama terkait tilt press.
30:07Suka atau tidak,
30:08kotelifek itu dibangun ketika sebuah partai punya capres.
30:11Dulu, Demokrat itu langsung 7,45% tahun 2004,
30:16jadi partai pemenang pemilu 21% 2009,
30:19karena SBI-nya capres.
30:21Sehebat-hebatnya performa SBI ketika dia tidak jadi presiden lagi,
30:26Demokrat langsung anjlok.
30:28Itu saya meyakini Pak Jokowi,
30:29saya dulu sering sekali berdiskusi tentang survei,
30:32menyadari hal itu.
30:33Pertanyaan terbesarnya adalah bagaimana beliau menyiapkan positioning
30:36beliau pribadi dan PSI dalam menyiapkan capres.
30:40Saya meyakini beliau akan menyiapkan capresnya sendiri,
30:44entah siapapun itu.
30:45Yang kedua, beliau juga orang yang cukup menyadari bahwa tidak bisa
30:50nama besar, sehebat apapun punya pendukung setia,
30:53tapi ketika kemudian caleg-calegnya jelek,
30:56dalam sistem profesional terbuka pilek kita,
30:58itu kemudian bisa mengangkat suara partai.
31:00Jadi, itu kembali pada statement saya awal tadi.
31:03Apa yang sedang terjadi pada kerempetan munculnya Jokowi,
31:07statement-statement seperti ini,
31:08ini undangan untuk kemudian mengajak caleg-caleg dari partai lain,
31:14termasuk yang belum mau jadi caleg, untuk hadir.
31:17Karena pilarnya tetap ada di situ,
31:19di banyak sekali dapil yang kemudian mereka harus bertarung.
31:23Dan panggung depannya adalah kehadiran Jokowi, nama besar.
31:27Panggung belakangnya Bang Doli saya yakin cukup tahu,
31:29Pak Jokowi orang yang sangat punya strategi takpis.
31:32Ini kan tidak sekedar para caleg yang mau pindah ini,
31:35didasarkan saya cinta pada Jokowi.
31:37Enggak, politik tidak segratis itu.
31:39Tapi bagaimana nanti tawaran yang disediakan oleh PSI?
31:43Misalnya di partai lain, dia nomor urutnya 5, 6.
31:47Di PSI bisa dapat nomor 1.
31:49Di partai lain suruh mandiri logistiknya.
31:51Di PSI mungkin akan disediakan logistiknya.
31:56Di partai lain, dia hanya menjadi pengurus biasa.
31:59Nanti dijadikan elit pengurus, entah di DPP dan DPD.
32:02Hal-hal itu yang menurut saya di panggung belakang sedang disiapkan.
32:06Pak Jokowi ini gak bisa kita nilai hanya dari simbol-simbol statementnya di panggung depan.
32:12Di panggung belakang, dia ini orang yang sangat berbicara detail.
32:15Dan itu yang menurut saya akan menentukan besarnya PSI.
32:19Bukan gebiar-gebiar nama Jokowi yang kita lihat di TV itu saja.
32:22Itu tidak akan pernah cukup.
32:23Oke, menarik kita lihat nanti yang sebenarnya dilakukan PSI di belakang
32:26untuk bisa menarik orang sebanyak-banyak yang caleg-caleg berkualitas
32:29untuk bisa memenangkan PSI.
32:31Terima kasih Mas Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif Carta Politika.
32:35Kemudian Pak Marnia Sasmar, Ketua Rampai Nusantara.
32:38Dan juga Bang Ahmad Doli Kurnia, Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
32:41Sudah bergabung di Sampai Indonesia pagi.
32:42Selamat pagi, salam sehat semuanya.
32:45Terima kasih.