00:00Jadi tadi kita sudah dipanggil Bapak Presiden untuk melakukan rapat terbatas mengenai pelayanan BPJS.
00:11Kebetulan Pak Menkyu saya dan Pak Menko PMK,
00:16minggu lalu ya Pak Menkyu ya, atau dua minggu lalu,
00:19sudah menyetujui pencairan dana 10 triliun plus 10 triliun,
00:25jadi totalnya 20 triliun tahun ini ke BPJS.
00:28Nah harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan.
00:38Antriannya bisa lebih pendek lagi,
00:41kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,
00:47kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada
00:52itu tidak membedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS.
00:58Teman-teman dari BPJS juga menanyakan Pak kita butuh kepastian dari sisi keuangannya terjaga.
01:06Nah kebetulan di sini juga ada Pak Menkyu,
01:09Pak Menkyu juga sudah memberikan kejelasan lah bagaimana kedepannya BPJS ini
01:17selama layanannya baik, kemasyarakat baik, dan masyarakat juga membutuhkan,
01:23keuangannya nanti akan dipastikan terjaga.
01:27Mungkin dari kami demikian.
01:28Silahkan Pak Menkyu.
01:31Terima kasih Pak Menteri Kesehatan, teman-teman media yang saya banggakan.
01:36Jadi tadi merekap pertemuan dengan Bapak Presiden,
01:40kami menyampaikan bagaimana kepesertaan di jaminan kesehatan nasional kita ini
01:47sekarang telah berhasil melindungi sangat banyak penduduk kita dari risiko pembiayaan kesehatan.
01:58Sehingga jika ada saudara-saudara kita yang sakit,
02:01itu dapat ditanggung oleh jaminan kesehatan nasional kita
02:05yang merupakan suatu program asuransi sosial yang sangat besar di tingkat dunia.
02:10Jumlah pesertanya sekarang sudah mencapai 250 ribu, sekitar itu ya, 260 ribu.
02:22285 juta jiwa dengan tingkat aktif 80,6 persen, nanti disampaikan oleh Pak Dirut.
02:31Nah tentu kita menginginkan bahwa sebagai suatu asuransi sosial,
02:35seluruh masyarakat itu aktif mengiur.
02:39Karena kalau aktif mengiur, maka terjadi saling gotong royong.
02:45Yang sehat, mengiur, jika ada yang sakit atau pada saatnya nanti sakit akan bisa di-cover.
02:54Nah kita melihat bahwa dari keuangan BPJS, BPJS memerlukan penguatan terus-menerus
03:00memastikan bahwa klaim dari rumah sakit ini menjadi reguler untuk dipenuhi, dibayar.
03:08Karena itu kami tadi melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa di dalam APBN 2026
03:14telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar 20 triliun rupiah.
03:23Nah ini adalah on top dari anggaran untuk membayari 96,8 juta penerima bantuan iuran.
03:33Itu kira-kira kalau yang penerima bantuan iuran anggarannya kira-kira 47 triliunan.
03:39Sementara tambahannya itu sekarang 20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS
03:46pada bulan Oktober ini, artinya dua hari lagi, dan juga bulan November.
03:53Sehingga nanti keuangan BPJS akan ter-cover dengan baik.
03:57Kami mendorong supaya koleksion iuran, pengumpulan iuran BPJS menjadi lebih baik,
04:06tingkat ketepatan sasaran dari penerima bantuan iuran juga menjadi lebih baik
04:10sesuai dengan data DTSEN.
04:13Mungkin itu beberapa hal rekap menambahkan dari Pak Menteri Kesehatan tadi,
04:17banyak hal detil bisa ditindak lanjuti dan di-follow up oleh Pak di rute BPJS Kesehatan.
04:24Terima kasih.
04:28Terima kasih rekan-rekan.
04:29Itu semua sudah ya, yang sedikit saya tambahkan bahwa memang sampai bulan ini
04:35kita bisa mengumpulkan iuran sebesar 118T.
04:41Sementara manfaat yang kita bayarkan sampai saat ini 132T.
04:46Jadi ini ada cash flow gap untuk kita tetap bisa membayar pelayanan kesehatan
04:54yang sudah dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan.
04:58Jadi kami berterima kasih kepada Presiden, Mereka, Pak Menteri
05:02telah diberikan suntian dana sebesar 20T, yang 10T akan cair bulan ini
05:10dan 10T akan cair di bulan November lah sebelum akhir tahun.
05:16Jadi cash flow gap ini tidak ada satu persoalan yang bertanggung jawab,
05:20tetapi beberapa hal.
05:22Yang pertama adalah sebesar 52 juta peserta tadi yang tidak aktif,
05:27kalau itu bisa membayar iuran dengan semangat gotong royong,
05:31maka kalau kelas 3 aja itu sekitar 2 triliun per bulan.
05:34Kalau setahun bisa 24 triliun.
05:37Kemudian prosedur penyesuaian iuran yang belum kita laksanakan,
05:43kita terima selama 6 tahun.
05:45Kemudian rekan-rekan media tahu inflasi medis,
05:49pertumbuhan penduduk, pergeseran penyakit,
05:52utilisasi meningkat dengan itu semua.
05:55Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki fraud dalam pelayanan
06:00dan ini juga penting perilaku yang volume base.
06:05Kita akan geser ke value base.
06:08Ya volume base itu karena sistem kita belum ada remunerasi,
06:12sehingga kita kalau pelayanan teman-teman itu
06:18kalau mengerjakan 15 lebih baik daripada 10
06:21karena penghasilannya tambah.
06:23Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value base
06:27dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki
06:30kualitas layanan kepada peserta
06:33yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran.
06:37Saya rasa itu beberapa hal yang tadi kita diskusikan
06:43sesuai dengan petunjuk tanggungan Presiden.
06:45Terima kasih.
07:03Untuk pelayanan BPJS kan dilakukan oleh rumah sakit pemerintah,
07:08rumah sakit BUMN, dan rumah sakit swasta.
07:11Jadi Bapak Presiden ingin mendengarkan
07:13bagaimana layanan BPJS diberikan oleh rumah sakit swasta
07:18dan masalah-masalahnya apa.
07:20Jadi beliau ingin tahu.
07:21Terima kasih ya.
07:22Sampai jumpa di video selanjutnya.
07:31Sampai jumpa di video selanjutnya.