00:00Yang pertama, saya concern terhadap petugas.
00:07Petugas ini secara administratif telah diberikan banyak fasilitas, termasuk rumah dinas.
00:21Yang kemarin begitu viral hasil temuan dari ombudsman,
00:26yang dua hari kemudian, apa yang nampak dalam video itu, itu hilang dalam sekejap.
00:35Dan saya lihat Pak Menteri bingung, kok ini berbeda?
00:41Ini saya minta satu pertanyaan dijawab sama Pak Kalapas.
00:46Itu yang memerintahkan, memindahkan semua barang-barang temuan ombudsman.
00:52Dan hilangnya sofa, hilangnya AC, tidak adanya lagi foto yang ada di meja, dan seterusnya itu.
01:04Siapa yang memerintahkan, memindahkan itu Pak Wisnu?
01:09Siapa Pak?
01:11Bapak yang nyuruh.
01:14Jadi Pak Kalapas tidak ada yang nyuruh lagi selain Bapak?
01:17Apa alasan untuk memindahkan semua itu?
01:22Pak, pakai mic Pak.
01:23Pakai mic Pak?
01:24Ya, pakai alat kekerasan Pak.
01:26Nah itu dia.
01:29Itu kan rumah dinas Bapak.
01:31Siap.
01:32Silahkan Pak.
01:33Siap.
01:34Mohon izin Bapak, yang memerintahkan adalah saya Bapak.
01:37Kenapa Anda perintahkan?
01:38Izin Bapak, karena barang-barang tersebut bukan barang milik negara Bapak.
01:42Yang memasukkan barang-barang itu siapa?
01:44Petugas tersebut Bapak.
01:45Siapa yang merintahkan barang-barang itu masuk?
01:48Petugas tersebut Bapak.
01:50Siapa namanya?
01:51Penanggung jawab rumah tersebut adalah kepala seksi Kamtip Bapak.
01:55Anda menjadi Kalapas, dalam catatan saya, ini 3 tahun bulan Oktober besok.
02:02Siap.
02:02Artinya Anda tahu persis barang-barang itu masuk.
02:05Siap.
02:05Yang bukan pada tempatnya.
02:07Siap.
02:08Kenapa baru kemarin?
02:11Setelah ombudspendatang ke sana.
02:13Siap.
02:13Mohon izin Bapak.
02:14Karena memang kami tidak pernah silaturahmi atau masuk ke rumah anggota kami Bapak.
02:23Bapak jangan bohong lah.
02:24Siap.
02:25Enggak, ini disaksikan oleh semua publik Pak.
02:27Siap Bapak.
02:28Ya.
02:29Melihat peristiwa kemarin Pak Menteri datang ke sana, dengan situasi yang berbeda, Anda bukan cuma bohongin Pak Menteri.
02:36Ya.
02:36Anda bohongin seluruh rakyat Indonesia Pak.
02:38Siap Bapak.
02:40Ini enggak bisa dibenarkan.
02:42Siap.
02:43Ya.
02:45Jadi Bapak mendingan jujur, terbuka di sini, itu mungkin bisa meringankan.
02:50Ya Bapak.
02:51Jadi jangan main-main dengan kecerdasan publik Pak.
02:54Siap.
02:55Jangan bilang AC rusak.
02:57Kemudian dicopot.
02:58Di mana pernah ada rusak dicopot Pak?
03:00Ya karena diperbaiki.
03:01Di servis.
03:03Jangan bikin kebohongan lagi Pak.
03:07Ya.
03:07Anda tiga tahun loh di sana loh.
03:09Itu untuk ukuran KUPT itu terlalu lama.
03:13Siap.
03:15Dan ini nanti Pak Dirjen ini tanggung jawab.
03:18Terhadap fungsi pengawasan.
03:19Pak Dirjen nanti juga harus masuk ke situ.
03:22Ya.
03:24Kemudian,
03:25saya ingin tanya Pak.
03:27Ini di sini di catatan dari
03:31Progres ya.
03:32Yang disampaikan tadi oleh Pak Dirjen.
03:35Itu ada figura
03:36ya bingkai foto atas nama Jimmy Masrin.
03:42Ya kan?
03:43Ini ada di rumah siapa Pak Kalapas?
03:45Siap.
03:46Di rumah kepala seksi keamanan dan ketertiban Bapak.
03:48Mana orangnya?
03:50Siap.
03:50Tidak masuk Bapak.
03:51Loh kenapa gak dia ajak?
03:54Yang bersangkutan sakit dari ini Bapak.
03:56Sakit apa?
03:57Demam Bapak.
03:58Ada surat dokternya?
03:59Belum kami terima, Bapak.
04:02Pak Kalapas,
04:04siap.
04:04Jangankan kasih.
04:06Menteri kalau diundang di Komisi 13
04:08wajib hadir, Pak.
04:10Kecuali Menteri dipanggil Presiden.
04:13Baru bisa izin.
04:14Ini urusan penting.
04:16Terima kasih.
04:18Baru besar.
04:19Terima kasih.