Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto, menjawab cecaran Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, soal alasan foto Jimmy Masrin hingga fasilitas mewah disebut berada di rumah dinas.

"Bagaimana cerita figurnya Masrin? Jimi Masri itu bisa ada dalam ruang e rumah dinas. Pertanyaan saya, Pak Kalapas, Anda 3 tahun di sana. Sudah berapa lama Anda tahu Pak Jimmy Masrin ada di situ?" tanya Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, saat rapat di DPR pada Senin (28/9/2026).

"Siap, Bapak. Mohon izin. Kami mendapat informasi atas nama tersebut kurang lebih ee," jawab Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto.

"Jangan bohong ya, Pak," ungkap Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo.

"Siap, Pak," jawab Kalapas Cibinong nonaktif, Wisnu.

Baca Juga FULL! DPR Soroti Dugaan Informasi Ditutupi dalam Kasus Lapas Cibinong | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/693135/full-dpr-soroti-dugaan-informasi-ditutupi-dalam-kasus-lapas-cibinong-sapa-malam

#breakingnews #dpr #lapascibinong #ombudsmanri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693196/kalapas-cibinong-terbata-bata-jawab-cecar-dpr-soal-foto-jimmy-masrin-hingga-fasilitas-mewah
Transkrip
00:00Jadi jangan main-main, Pak, dengan publik.
00:02Jangan main-main dengan pengawasan.
00:05Di sini ditulis, ada yang mengaku punya sofa, punya ini, punya ini.
00:11Bagaimana cerita figuranya Masrin, Jimmy Masrin itu bisa ada dalam rumah dinas?
00:19Pertanyaan saya, Pak Kalapas, Anda tiga tahun di sana.
00:23Sudah berapa lama Anda tahu Pak Jimmy Masrin ada di situ?
00:33Ya, Bapak, mohon izin.
00:34Kami mendapatkan informasi atas nama tersebut kurang lebih...
00:49Jangan bohong ya, Pak. Siap, Bapak.
00:59Kenapa lama sekali?
01:01Bapak, mohon izin menjelaskan, Bapak.
01:04Atas nama tersebut, masuk ke Lapas Sibinong.
01:09Bukan.
01:11Figura tadi itu, yang ada di Kasih Kamtip tadi, sudah berapa lama?
01:15Mohon izin menjelaskan, Bapak, bahwa figura tersebut setelah kami tanya ke Kasih Kamtip, Bapak,
01:21bahwa pada hari Selasa, tanggal 22, tim Kamtip melakukan razia ke Blok Hunian, Bapak.
01:30Lalu, menemukan beberapa barang terlarang, Bapak.
01:32Dan, Pak, saya ingatkan ya, siap, Bapak.
01:34Jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan.
01:36Siap, Bapak.
01:37Ini rakyat lihat.
01:38Siap, Bapak.
01:39Makanya saya tanya, sejak kapan figura itu ada?
01:42Sejak kapan kulkas itu ada?
01:44Sejak kapan sofa-sofa itu ada di situ?
01:47Siap, Bapak.
01:47Ini barang gede, Pak.
01:50Pertanyaan sedikit saya, Pak.
01:51Di area situ ada CCTV nggak, Pak?
01:54Tidak ada, Bapak.
01:54Kenapa tidak ada?
01:56Karena yang CCTV kami pasang hanya di blok-blok dalam.
01:59Kenapa tidak ada?
02:00Ada tiga tahun loh di sana.
02:02Menurut Anda penting nggak ada CCTV di situ untuk pengamanan?
02:04Penting, Bapak.
02:05Kenapa nggak dipasang?
02:06Siap, Bapak.
02:08Hah?
02:09Apa hanya untuk menutupi, memberi fasilitas pada warga binaan?
02:13Tidak, Bapak.
02:14Dan terus kenapa nggak dipasang?
02:15CCTV kami pasang di area-area tertentu, Bapak, di blok hunian.
02:19Iya, kenapa?
02:19Di rumah dinas tidak dipasang CCTV, Pak.
02:21Siap, Bapak.
02:22Itu kan tempat vital juga.
02:24Siap.
02:26Jadi kalau jawab, jangan asal jawab, Pak.
02:29Siap.
02:30Kan aneh, Anda tiga tahun di sana,
02:33ada tiga periodik anggaran,
02:35Anda tidak mengajukan bentuk pemasangan CCTV.
02:38Kan konyol namanya ini.
02:40Siap, Bapak.
02:42Padahal kalau itu ada, selesai kok.
02:43Kita tahu siapa yang keluar masuk di situ.
02:47Siapa yang angkat-angkat barang di sana.
02:50Iya, kan?
02:52Ini kita harus jelaskan ke publik, Pak.
02:55Sejelas-jelasnya seterang-terangnya.
02:58Oke, terima kasih, Pak Kalapas.
03:00Ini terkait lagi juga dengan warga binaan.
03:04Kalau lapas petugas-petugasnya,
03:08dengan proses investigasi ini diberikan sanksi,
03:12bukan hanya penonaktifan,
03:13bahkan kalau terbukti secara nyata,
03:17ya, bahwa itu dilakukan oleh petugas,
03:19bukan hanya dinonaktifkan, Pak,
03:21tapi diberhentikan.
03:25Ya, kalau ada unsur pidananya di dalam proses dengan warga binaan ini,
03:29entah suap, menyuap, entah pemerasan,
03:34ini juga harus diproses.
03:37Jadi Pak Dirjen masih sanggup nggak, Pak, ngurusin ini, Pak?
03:41Kalau Bapak nggak sanggup, Bapak mundur juga.
03:45Semua ini di dalam penguasaan Pak Dirjen.
03:49Kalau Pak Dirjen nggak sanggup menata,
03:52ya,
03:55merotasi,
03:56ya,
03:57melakukan reward and punishment kepada seluruh petugas lapas,
04:01mending Bapak berhenti.
04:03Biar digantikan yang lain.
04:05Ini catatan saya berikutnya, Pak.
04:08Kasih binadik.
04:10Ada di sini nggak, Yosef?
04:15Kamu waju sini.
04:19Nih,
04:20perlu minta izin pimpinan ya?
04:22Oh, izin pimpinan.
04:23Nggak, nggak apa-apa.
04:24Kecuali Pak Yanwar mau duduk di sini.
04:27Mohon maaf, Pak Ketua.
04:29Ijen, Pak Ketua.
04:30Ya, gini.
04:32Kan,
04:34kita tadi kan Pak Federik sudah dibatasi.
04:38Oke.
04:38Jadi kita juga...
04:40Terima kasih, Pak Ketua.
04:41Terima kasih.
04:42Saya hanya ingin menyampaikan begini, Pak.
04:45Kenapa saya sampaikan reward and punishment ini penting di dalam rotasi dan mutasi petugas lapas?
04:50Pertama, Pak Wisnu terlalu lama di sana.
04:54Ya.
04:55Tiga tahun di sana.
04:57Yang kedua,
04:58kemuannya ini ada Kasih binadik, Pak Yosef.
05:01Yang tahun 2024 bertugas di
05:05Rutan Narkoba Salembah.
05:07Benar ya, Pak Yosef ya?
05:09Ya.
05:10Sebagai kepala
05:11Satuan Pengamanan Rutan.
05:13Ya.
05:13Yang pada saat Anda dinasti sana
05:16ada tujuh
05:17narapidana narkoba kabur.
05:20Benar?
05:21Ya.
05:22Coba bisa dibayangkan, Pak.
05:242024,
05:26Mas Yosef ini
05:27sebagai kepala pengamanan rutan
05:29tujuh narapidana kabur.
05:31Oh.
05:32Apa ini?
05:332024, bulan November.
05:37Sekarang,
05:38promosi jabatan.
05:40Jadi Kasih binadik di Cipinong.
05:44Di mana tanggung jawab, Pak?
05:46Dirjen.
05:47Dalam memutasi,
05:48merotasi jabatan seperti ini, Pak.
05:51Ini enggak main-main, Pak.
05:53Jangan mutasi ini malah dijadikan
05:55ajang konsolidasi.
05:56Ya.
05:57Ajang untuk saling menutupi.
06:00Dan yang lebih mengerikan lagi,
06:02kalau ini dijadikan sebuah instrumen untuk
06:05penyelewengan.
06:07Maka saya minta Pak Dirjen tadi,
06:09kalau masih sanggup,
06:10bereskan ini, Pak.
06:12Jangan like or dislike.
06:15Apalagi kalau usah setor menyetor.
06:18Ini semua terbuka, Pak.
06:20Bisa dilihat rekam jejaknya.
06:22Ya.
06:23Maka saya sampaikan,
06:24kalau Pak Dirjen enggak sanggup,
06:25lebih gentle mundur, Pak.
06:28Gitu lho.
06:30Ya.
06:30Yang ketiga,
06:31ini terkait dengan tata kelola.
06:34Saya tidak ingin kemudian
06:36lapas Cibinong ini
06:38berhenti.
06:39Ya.
06:40Di dalam mengusut semua
06:42masalah yang ada di sana.
06:44Tapi ini bukan satu-satunya.
06:47Saya minta Pak Dirjen,
06:48ya,
06:49turun
06:50untuk reguler,
06:52Pak Dirjen,
06:53memonitor semua lapas yang ada.
06:57Imigrasi,
06:58imigrasi, sorry.
06:59Pemasyarakatan,
07:00sejatinya,
07:02ruhnya,
07:02itu non-diskriminatif, Pak.
07:04Dia harus imparsial terhadap seluruh
07:06warga binaan.
07:08Tidak ada dispensasi,
07:10tidak ada
07:11pemberian fasilitas
07:12yang dibeda-bedakan.
07:15Nah, ini kan mencederai
07:16perasaan publik, Pak.
07:18Apalagi rutan ini kan
07:20sudah over capacity.
07:21Yang harus cuma 845,
07:23sekarang sudah 1800.
07:25Tentu ini godaannya besar, Pak.
07:29Ya,
07:29warga binaan dengan kemampuan
07:30finansial yang kuat,
07:32Jimmy Masrin baru satu soal.
07:34Ada Pak Ferdi Sambu juga di situ.
07:36Ya,
07:37ada juga aktor-aktor lain.
07:38Ya,
07:39ada Tipikor juga.
07:41Mantan wali kota Bekasi
07:42ada juga di situ.
07:43Banyaklah kalau mau disebut.
07:45Gitu ya,
07:46dan itu sudah jadi konsumsi publik.
07:48Tapi yang kita inginkan adalah,
07:51pertama,
07:52usut,
07:52tuntas,
07:53dan transparan, Pak.
07:55siapa yang bersalah,
07:57berikan sanksi,
07:59ya,
08:01dan jangan ditutup-tutupi.
08:03Bukan hanya non-aktif,
08:05kalau memang ditemukan ada unsur pidana di situ,
08:09proses pidana.
08:13yang kedua,
08:15yang keempat,
08:17keempat ya.
08:18Oh, siap Pak Ketua.
08:20Yang keempat.
08:21Terima kasih Pak Ketua.
08:22PKS nomornya nomor berapa, Pak?
08:24Ada delapan,
08:25kayak Pak Bawo.
08:26Nomor elapan juga gak apa-apa, Pak.
08:28Sampai baduk,
08:29maghrib,
08:30ya,
08:31karena,
08:32ini luar biasa, Pak,
08:33temuan ini, Pak.
08:34Karena ini kan bukan yang pertama.
08:36Sebelumnya ada juga di Cipinang,
08:38ada di Sukamiskin.
08:39Tentu orang geram,
08:41kok masih ada dalam situasi ini,
08:43kejadian seperti yang di Cipinang itu.
08:46Nah,
08:47saya ingin,
08:49ada perbaikan di situ, Pak.
08:51Rotasi,
08:53mempertimbangkan marriage system,
08:56mempertimbangkan kemampuan,
08:58dan seterusnya.
09:00Dan yang kedua,
09:01warga binaan
09:02yang terbukti memanfaatkan
09:05fasilitas yang bukan sehaknya,
09:07yang bukan sebenarnya,
09:10ini juga harus diberikan sanksi, Pak.
09:13Ya,
09:14bisa diisolasi,
09:15bisa dipindahkan ke Nusa Kambangan, Pak.
09:17Tambahin hukuman, Pak.
09:19Ya,
09:19tidak dikasih remisi,
09:21karena dia tidak mengikuti program
09:23yang dilaksanakan
09:25di dalam pembangga pemasyarakatan.
09:28Jadi,
09:28semua harus diusut,
09:29semua harus dituntaskan.
09:31Terima kasih, Pak Ketua.
09:32Ya.

Dianjurkan