Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendorong PT Pindad terus memperkuat kemampuan produksi dan teknologi pertahanan.

Langkah ini dinilai penting untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk persenjataan dari luar negeri.

Delegasi MPR RI mengunjungi PT Pindad di Bandung, Senin, 28 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Muzani mendapat penjelasan mengenai perkembangan industri Pindad, rencana pengembangan teknologi, serta target perusahaan hingga tahun 2045.

Muzani menegaskan, MPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Pindad sebagai salah satu industri strategis nasional.

Menurutnya, salah satu tugas MPR adalah memastikan keutuhan dan kedaulatan NKRI tetap terjaga. Karena itu, kunjungan ke Pindad juga dilakukan untuk melihat langsung kesiapan perusahaan dalam mendukung pertahanan dan keamanan negara.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa mengatakan, pihaknya telah memaparkan berbagai produk yang tengah dikembangkan kepada MPR RI. Di antaranya, pemenuhan kebutuhan senjata dan amunisi untuk pembentukan batalyon-batalyon baru, kendaraan taktis, kendaraan operasional, hingga teknologi pertahanan masa depan.

Sejumlah inovasi dan penelitian serta pengembangan atau R&D, dikatakan sudah memasuki tahap piloting dan trial production. Tahap selanjutnya adalah melakukan scaling up atau peningkatan skala produksi, agar kebutuhan TNI dapat dipenuhi.

#ptpindad #MPR #MPRRI

Baca Juga Belanja APBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, DPR Minta Tak Dibebankan ke Utang di https://www.kompas.tv/ekonomi/693209/belanja-apbn-2027-naik-rp9-1-triliun-dpr-minta-tak-dibebankan-ke-utang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693215/mpr-dotong-pt-pindad-perkuat-kemampuan-produksi-dan-teknologi-pertahanan-sapa-siang
Transkrip
00:00Ketua MPRRI Ahmad Muzani mendorong PT Pindad terus memperkuat kemampuan produksi dan teknologi pertahanan.
00:07Langkah ini dinilai penting untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk persenjataan dari luar negeri.
00:19Delegasi MPRRI mengunjungi PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Senin 28 September 2026.
00:27Dalam kunjungan tersebut, Muzani mendapat penjelasan mengenai perkembangan industri Pindad,
00:32rencana pengembangan teknologi, serta target perusahaan hingga tahun 2045.
00:37Muzani menegaskan MPRRI akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan Pindad sebagai salah satu industri strategis nasional.
00:46Menurutnya, salah satu tugas MPR adalah memastikan keutuhan dan kedaulatan NKRI tetap terjaga.
00:53Karena itu, kunjungan ke Pindad juga dilakukan untuk melihat langsung kesiapan perusahaan dalam mendukung pertahanan dan keamanan negara.
01:02Kami dijelaskan tentang industri Pindad dan rencana ke depan sampai tahun 2045.
01:09Saya kira cukup membanggakan, cukup meyakinkan rencana-rencana produksi Pindad, support dan dukungan dari MPR.
01:17Saya kira kita berikan support dan dukungan yang luar biasa untuk memajar Pindad,
01:21supaya produksi industri strategis ini bisa tetap berkembang makin kuat dan makin panjang.
01:29Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santoso mengatakan,
01:33pihaknya telah memaparkan berbagai produk yang tengah dikembangkan kepada MPR RI.
01:38Di antaranya, pemenuhan kebutuhan senjata dan amunisi untuk pembentukan batalion-batalion baru,
01:44kendaraan taktis, kendaraan operasional, hingga teknologi pertahanan masa depan.
01:48Sejumlah inovasi dan penelitian serta pengembangan atau R&D,
01:53dikatakan sudah memasuki tahap piloting dan trial production.
01:57Tahap selanjutnya adalah melakukan scaling up atau peningkatan skala produksi
02:01agar kebutuhan TNI dapat dipenuhi.
02:06Pada saat kita membangun batalion-batalion baru,
02:10kita siapkan senjata dan amunisi,
02:12bagaimana untuk kendaraan taktisnya, kendaraan operasionalnya,
02:16termasuk juga teknologi baru masa depan.
02:18Kami jelaskan, kita dari memulai konvensional weapon system,
02:25sampai ke smart weapon system.
02:26Kita jelaskan tahapan-tahapan amasanya yang kita jelaskan.
02:29Jadi, Alhamdulillah Bapak Ketua dan jajaran men-support penuh upaya-upaya pindat
02:35menjadi bagian dari komponen penduk TNI dan agama TNI.
02:42Sikit menyebut, kebutuhan senjata untuk batalion-batalion baru terbilang besar,
02:47karena itu peningkatan kapasitas produksi menjadi bagian penting
02:50dalam upaya pindat memenuhi kebutuhan alutsista dalam negeri.
02:55Tim Liputan Kompas TV, Bandung, Jawa Barat.
03:00Sampai jumpa di video selanjutnya.

Dianjurkan