Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Krisis air dirasakan warga di sejumlah wilayah Jakarta Selatan. Salah satunya Sani, yang mengaku sudah hampir dua bulan mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut membuat Sani harus meminta air kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sani mengaku tidak memiliki banyak pilihan. Membuat sumur bor pun membutuhkan biaya yang cukup besar.

Ketiadaan air bahkan membuat warga kesulitan untuk mandi.

Untuk membantu warga terdampak, BPBD DKI Jakarta mulai melakukan distribusi air sejak 13 September.

Kepala Satgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan laporan dari kelurahan maupun pengaduan warga melalui layanan 112.

Setelah menerima laporan, BPBD berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk menentukan lokasi distribusi air.

Namun, untuk lokasi yang tidak dapat dijangkau selang, warga harus mengambil air menggunakan galon atau ember.

Untuk satu toren, kapasitas air yang dapat ditampung mencapai sekitar 500 liter. BPBD menyebut distribusi air tidak dibatasi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain warga yang kesulitan mendapatkan air, krisis air juga berdampak pada aktivitas rumah tangga.

Ratna Kurniasih, warga terdampak kekeringan di Jakarta Selatan, mengatakan air yang diterima hanya cukup untuk beberapa hari.

Dengan jumlah anggota keluarga yang cukup banyak, kebutuhan air pun semakin besar.

Ratna sebelumnya melaporkan kondisi kekurangan air melalui media sosial. Laporan tersebut kemudian mendapat respons dari pihak kelurahan.

Namun, Ratna mengatakan kekeringan tahun ini membuat aktivitas mencuci benar-benar terhenti.

Krisis air juga berdampak pada kebutuhan air minum. Warga yang biasanya merebus air kini terpaksa membeli air setiap hari.

Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Y3BwHxQBDFM

Baca Juga Sawah Warga Bogor Gagal Panen Akibat Kekeringan | DIPO di https://www.kompas.tv/video/693242/sawah-warga-bogor-gagal-panen-akibat-kekeringan-dipo

#elnino #indonesia #krisisair

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/693263/hampir-2-bulan-kekeringan-warga-jaksel-mau-mandi-saja-tak-bisa-dipo
Transkrip
00:09Intro
00:12Tak hanya di Jawa Barat, TKI Jakarta juga terdampak kemarau panjang.
00:17Pada pertengahan September lalu, BMKG menetapkan Jakarta masuk dalam status awas kekeringan meteorologis.
00:23Sebagai upaya penanganan, sejak awal September, BPBD Jakarta telah melakukan operasi modifikasi cuaca sebanyak 14 kali dengan total NACL yang
00:33disemai sebanyak 14 ton.
00:36Upaya ini diklaim berhasil meningkatkan rata-rata curah hujan mencapai 71% dari prediksi BMKG.
00:42Tujuannya adalah untuk menurunkan polusi udara, kemudian yang kedua adalah untuk membantu menurunkan hujan di wilayah Jakarta, dan yang ketiga
00:54adalah meningkatkan kebutuhan air baku di Paham Jaya.
01:01Selain itu hingga akhir September, BPBD DKI Jakarta telah menyalurkan lebih dari 400 ribu liter air ke 31 kelurahan terdampak
01:10kekeringan.
01:11Salah satunya adalah kelurahan Pondok Labu.
01:25Ya, kalau di Pondok Labu ini kurang lebih ada 7 titik yang mengalami kekeringan,
01:31dan kita kurang lebih dalam waktu 2 minggu ini kita sudah rutin melakukan pengiriman dan ini yang dalam 2 minggu
01:42sudah 4 kali melakukan pengiriman air.
01:46Begitu ada laporan langsung dikirimkan air yang dari berupa mobil Tengki.
01:51Dan untuk yang di sini, ini kita siapin torrent sementara, untuk bagaimana warga itu bisa mengambil secara bergantian.
02:07Jadi ini bareng-bareng nanti mereka gunakan, jadi kita impun di sini, warga bisa ngambil.
02:14Kurang lebih hampir 200 ya, kalau untuk jiwa.
02:23Kita baru menerima laporan untuk kekeringan itu baru tahun ini.
02:27Untuk tahun-tahun sebelumnya kita tidak menerima laporan bahwa ada kekeringan.
02:32Ya, selain karena cuaca juga sumurnya itu kurang dalam.
02:38Manteknya kurang dalam, sehingga yang kurang dalam itu mengalami kekeringan.
02:43Tetapi untuk titik-titik yang penggalian sumurnya, ngebor sumurnya itu dalam, mereka tidak ada masalah terhadap permasalahan air.
02:58Kalau BBDDKI, sesuai dengan INKU 14 itu, kami sudah mulai distribusi air semenjak tanggal 13 September sampai dengan saat ini.
03:09Kebetulan kami untuk setiap distribusi itu pasti akan menunggu dulu laporan dari kelurahan.
03:15Jadi koordinasi kami, selain satu dari kelurahan, kami menerima laporan dari 112 bahwa ada warga yang memang mengalami kekurangan air.
03:25Baru kami koordinasi ke pihak kelurahan.
03:27Untuk prosesnya pada yang saat ini sedang dilaksanakan, kita langsung kalau memang untuk torrennya berada di pinggir jalan,
03:35mudah kami jangkau, kami langsung distribusi ke torrennya.
03:38Jadi tidak melalui galon. Kalau yang melalui galon ataupun ember warga, itu biasanya kami yang memang torrennya jauh, tidak terjangkau
03:46oleh selang.
03:46Kami kolaborasi dengan teman-teman Goramil, dengan teman-teman Polres, dengan teman-teman Damgar, dan PDAM, kami melakukan distribusi.
03:56Jadi untuk proses pengambilan air, kami seluruhnya berproses di gudang air di PDAM.
04:03Ini untuk torren ini kami, ini paling isinya 500 liter ini.
04:09Jadi kalau kebutuhan, kebutuhan ini kami tidak batasi untuk pendistribusiannya.
04:15Untuk tantangannya di DKI itu pasti, satu adalah gangnya sempit saat kita masuk.
04:20Karena unit kami yang kami bawa, ini bawa-bawa air 5.000 liter.
04:24Mungkin kalau yang dari TNI itu kapasitas airnya Tengpi 2.500 ya Pak ya, 2.500.
04:37Untuk dampak El Nino, ini berefek pada salah satu wilayah atau beberapa wilayah yang memang mengalami kekurangan air.
04:47Terutama yang memang warganya belum menggunakan PDAM.
04:51Jadi harapan kami nantinya PDAM ini akan masuk semua ke warga DKI Jakarta.
04:56Kami dalam dua minggu ini dari Pondok Pinang, Pondok Lapu, Cilandak Barat, Cilandak Timur, Cipedak, lanjut lagi, Nenteng Agung.
05:10Himpuan kami kepada warga supaya bijak dalam menggunakan air.
05:14Mengingat untuk musim kemarau masih panjang dan puncaknya,
05:19Seperti prediksi BMKG itu di bulan depan itu puncak dan mungkin segera menggunakan air PDAM.
05:26Mengingat kita tidak tahu untuk tahun depan, tahun depan, tahun depannya.
05:30Yang pasti saat ini gunakanlah air pump.
05:35Jangan kita selalu terfokus untuk kepada air tanah.
05:38Karena air tanah saat ini juga sudah diketahui dan sudah diinstruksikan oleh Pak Gup bahwa penggunakan air tanah itu usahakan
05:50untuk dikurangi.
05:57Sudah hampir dua bulan.
06:00Air sudah kering.
06:01Cuma saya mau minta juga sama tetangga, nggak enak.
06:06Sampai saya ngayeng, minta sini, minta sana.
06:09Tapi saya gini, nggak enak juga kalau sering-sering minta.
06:12Mau ngebor, duitnya juga gede banget.
06:15Kita kata gitu.
06:16Bagaimana sih ini, Neng?
06:17Ya Allah, Neng, ini air bisa nggak ada.
06:32Tuh, begitu, begini nih.
06:35Kalau ini kalau nggak ada air dari keurahan, bisa nggak mandi.
06:39Begitu.
06:40Tuh, lama.
06:42Udah kecil lagi, ternyata juga ujah kecil dah.
06:45Tuh.
06:52Iya, sebenarnya sih cukup nggak cukup ya.
06:54Paling ini bisa satu gentong ini paling cuma dua hari, tiga hari.
06:58Soalnya kan kita delapan kepala ya, belum nyuci.
07:02Kemarin kan karena lagi lihat IG, kan ada kelurahan pondok labu.
07:08Komen lah di situ.
07:10Tolong ini di sini nggak ada air.
07:12Langsung dikituin.
07:14Di apa namanya?
07:15Langsung direspon, hari itu juga langsung datang.
07:17Jadi cepat ya?
07:18Iya, cepat.
07:19Kalau kejadian ini sih baru tahun ini ya, kita ngalamin nggak bisa nyuci sama sekali.
07:24Kalau dulu, kalau tahun kemarin kita bisa nyuci malam, bergantian sehari-sehari.
07:29Ini sama sekali udah nggak bisa nyuci, jadinya kita kalau nyuci laundry.
07:32Iya, nambah pengeluaran.
07:34Berat banget.
07:35Minum ya, kita minum harus beli kan setiap harinya.
07:38Biasanya kita ada yang rebus, ini udah nggak bisa rebus.
07:43Dulu nggak pernah.
07:45Baru ini aja gitu.
07:46Pokoknya benar-benar banget deh.
07:48Benar-benar sekarang.
07:49Badan saya ampe pada peganan tengin.
07:52Kayak kalau malam juga ini, ya Allah.
07:55Kapan hujan?
07:56Gitu gitu.
07:57Malam, siang, pagi.
07:58Udah capai ngangkutin air.
08:00Penyak pikiran tuh air, nggak bisa tidur.
08:11Di Pondok Labu udah dibangun beberapa sumur resapan yang udah dibangun.
08:15Dan sekarang di belakang sana sedang lagi dibangun embung atau waduk yang ditargetkan.
08:23Mudah-mudahan di tahun ini bisa selesai.
08:25Dan mudah-mudahan itu bisa mengurangi dampak banjir dan juga bisa membantu permasalahan air juga yang di wilayah sini.
08:34Jadi di sini ada inlet dan outletnya.
08:37Untuk bagaimana kalau misalkan ketika air kali kerukut itu lagi tinggi,
08:44air yang dikali itu bisa ditransitkan dulu sementara ke dalam waduk.
08:50Nanti kalau misalkan setelah air kali kerukutnya sudah mulai surut,
08:56maka itu akan dikeluarkan kembali.
08:58Dan juga nanti bisa dimanfaatkan juga warga kalau misalkan pada musim kemarau ini.
09:03Jadi kita berharap ini bisa maksimal, bisa menampung air hujan juga.
09:08Ya untuk pembangunannya dimulai dari awal tahun ya.
09:14Dan rencana target tahun ini selesai.
09:16Untuk luasnya kurang lebih 1 hektare ya.
09:20Yang mana di sini ada 2 tempat penampungan, sisi selatan dan sisi utara.
09:32Kita tidak boleh lengah.
09:33Karena El Nino juga bisa terus meningkat derajatnya.
09:40Di samping isu kesiapan atau ketersediaan air bersih,
09:45juga ada isu kebakaran hutan dan lahan.
09:48Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan