00:15Musim kemarau panjang mencengkram lebih dari setengah daratan negeri.
00:19Fenomena El Nino yang sangat kuat membuat musim hujan datang terlambat.
00:23Bantuan air bersih mulai disebar, modifikasi cuaca juga jadi salah satu upaya.
00:28Tapi rintik hujan buatan hanya datang singkat.
00:32Krisis air tetap melanda warga.
00:34Di tengah kondisi iklim ekstrim bagaimana warga bertahan?
00:37Apa langkah pemerintah memitigasi bencana jangka panjang?
00:41Berikut penelusuran kami di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan dan krisis air dalam episode ke-90 di Poinvestigasi.
00:53Di tengah kondisi kekeringan yang masih berjalan saat ini, karena musim kemarau dan El Nino sangat kuat,
01:01kondisi Enso diprediksi akan bertahan pada fase El Nino hingga awal tahun 2027.
01:07Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur,
01:14yaitu di 529 zona musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia.
01:24Kita sudah memasuki yang kita sebut dengan kemarau yang sangat panjang,
01:29atau dalam bahasa yang populer sekarang disebut dengan Godzilla El Nino.
01:32Nah itu indikasinya adalah di mana hari tanpa hujan itu bisa melebihi dari 1 bulan.
01:38Dan di mana dampaknya itu terjadi krisis air bersih, pusoh di mana-mana, pertanian gagal, dan seterusnya itu.
01:43Kita bisa lihat di sini adalah Godzilla El Nino itu mengenai dampak untuk daer-daer di selatan Sumatera.
01:49Selatan Sumatera dan hampir 2 per 3 di Jawa, dan di Kalimantan Selatan, dan di Sulawesi, bahkan di Papua, bagian
01:57selatan.
01:58Kita lihat di sini bahwa yang hijau ini adalah apabila hari tanpa hujannya itu kurang dari 10 hari lah.
02:04Jadi tidak terlalu ekstrim gitu.
02:06Nah kalau yang kuning itu sudah mulai menengah, itu hari tanpa hujannya hampir 20 hari.
02:11Nah super tinggi itu apa ekstrim, yang kita sebut ekstrim tadi lebih dari 2 bulan.
02:25Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah terdampak kemarau panjang.
02:29Sejak Juni lalu, Pemkap Bogor telah tetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan.
02:34Hingga 25 September, PPB di Kabupaten Bogor mencatat kekeringan telah dirasakan lebih dari 380 ribu jiwa di 236 desa atau
02:44kelurahan.
02:45Salah satunya di Desa Weninggali, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
02:52Perkenalkan nama saya Agus Setiawan, Kampung Tegal Mupi, Desa Weninggali, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
03:01Di kampung saya ini kena dampak kekeringan, udah nyampe 4 bulan sampai 5 bulan sekarang nih kekeringan.
03:12Bahkan sehari-hari kerja saya kan seorang petani, jadi kesusahan air.
03:18Jangankan buat garap sawah, buat garap ladang, buat mandi aja susah.
03:24Udah kekeringan banget, bahkan sumur saya aja yang dekat rumah udah agak kurang airnya.
03:30Inilah sumur lokasinya, sumur saya nih.
03:39Ini saya pagi sama sore, ngerek nimba ini, buat nyuci, minum.
03:47Ini aja udah kering, Pak, airnya nih.
03:50Udah surut, ini aja udah nggak tenggelam memberin ini.
03:54Ini kita nimba, bahkan pagi sama sore, buat nyuci, buat minum, buat ngerebus, masak, udah kering.
04:09Ini kedalaman 9 meter, sumurnya ke-8-9 meter.
04:20Nih, satu kerek aja nggak penuh.
04:23Kita sampe 2-3 kali, satu ember gini aja, sampe 2-3 kali ngerek nimba.
04:29Tahun-tahun sebelumnya, kemarin Alhamdulillah, udah muncul ada hujan.
04:34Nggak terlalu kering begini, sekarang mah malah kering begini sekarang.
04:38Jadi, parahan tahun sekarang.
04:49Nah, ini saya sama istri saya mau nyuci kekali cicada, satan api, lewi kacapi.
04:56Karena di rumah udah kering, sumur juga, udah nggak ada air.
05:00Makanya kita bersama istri suka kekali sini, nyuci sama tetangga-tetangga sini.
05:08Bahkan kita sampe bawa motor, jalan kaki udah jauh.
05:11Dari rumah sekitar ada 200 meter mah, Bu.
05:15Ini airnya juga kayak gini, kalau nyuci layak mah ya...
05:19Nggak layak.
05:21Kalau nggak ada air yang diminum, ya, dong.
05:23Nggak apa-apa, daripada kebulan.
05:25Sehubungan ya, gimana lagi kita butuh air?
05:29Ya nyuci, mandi, nyuci beras, buat masak.
05:34Ya, apalagi kita daripada nggak ada air?
05:46Ini mah kalau ini banyak, Bu, yang nyuci.
05:49Pagi sama sore.
05:50Oh, apa apa yang anak itu tuh tadi, Pak?
05:51Pagi sama sore banyak ya tiga desa.
05:56Penuh di sini, Pak.
05:56Suka giliran, yang udah kelar, nanjak, turun lagi yang baru.
06:03Udah beres satu orang, nanjak, turun lagi.
06:06Jadi kalau musim hujan, mah, dibilang kepake ya...
06:11Kepake, bilang nggak kepake ya kepake yang pulang dari sawah, mandi sini.
06:16Terus yang kembalas sapi, mandi sini, habis nyangkul.
06:22Kayak gitu doang, Bu, kalau musim hujan, mah.
06:24Nggak kayak gini.
06:26Kemarin ini, parangkali ada kiriman kali.
06:30Biasanya kering nih, sempet.
06:43Kalau kemarinnya cuma segini airnya, ngocornya.
06:46Kadang-kadang abis di kendungnya situ, abis nggak ada ngocor, nggak ada ngalir.
06:52Nggak ada ngalir.
06:53Kemarin-kemarin, 2 kg untuk RP.
06:56Oh, kliknya paling ujung, loh, di situ.
06:58Lalu ada 3 kg, loh.
06:59Iya, paling ujung, loh.
07:00Nggak ada buatan yang mudah.
07:03Nggak ada kali, kalinya cuma satu di sini.
07:09Meski aliran air di Kaliluwi kecapi, dangkal, dan minim,
07:12warga tetap harus berbagi dengan para petani yang membutuhkan air untuk mengairi tanaman palawija.
07:18Di musim kemarau panjang, petani tak punya banyak pilihan.
07:22Memompak air dari kali dangkal membutuhkan modal besar yang bahkan seringkali tak tertutupi oleh hasil panen palawija.
07:30Petani itu, sayangnya sekarang agak tertutupi.
07:34Macam bahan bakar, warga itu harus menari solar kemana-mana.
07:39Jadi, terkurangnya di situ, kalau misalkan bisa maaf, saya tolong dibantu sekarang untuk pertanian di bidang bibit.
07:48Jangan kan buat modal, buat bibit aja, saya nggak ada.
07:53Karena gagah panen itu kan nggak bisa buat bibit.
07:58Nah, di Kepayate kan kebetulan kalau pokok tani, saya bilang begini.
08:01Jadi, kalau misalkan kalau usahain buat bibit, kalau musim tanam yang akan datang,
08:07saya juga nggak ada bibit.
08:17Lihat ke lokasi sawah yang nggak kepanen, ya keburu kemarau.
08:23Dikarenakan nggak ada aliran air.
08:27Airigasi juga ada, cuman nggak hujan.
08:30Dua minggu aja udah kering, irrigasi.
08:33Sawah kita sampai nggak kepanen.
08:35Buat bulan kebelakang, kita nggak sama sekali nggak kepanen.
08:39Keburu kemarau.
08:42Baru nabur pupuk.
08:44Udah nggak ada air, yaudah.
08:46Langsung kering.
08:47Langsung nggak sama sekali nggak kepanen.
08:49Kalau dulu makan kita bulan ini, tentu musim memajak sawah.
08:54Sekarang nggak susah.
08:56Jadi, di Ketama, di mana ada turun hujan,
08:59dua, tiga kali hujan, langsung kita turun garap sawah.
09:02Nah, ini ada masih hijau nih.
09:04Ya, kadang-kadang kita jadot dari kali situ,
09:07kali di bendung dulu.
09:08Kita suka komplain warga yang mau mandi.
09:10Pake jadot, ngeliri ini.
09:12Palawija, enam kacang.
09:14Bahkan sekarang panennya juga gini.
09:16Nggak maksimal.
09:17Ini gagal nih.
09:20Sehubungan, ya kemarauannya terlalu lama.
09:23Jadi dia nggak tahan.
09:24Nggak tahan panas.
09:30Nah, ini lokasinya.
09:32Salah.
09:33Kita yang nggak kepanen.
09:34Ini cuma bisa gini.
09:36Nggak kepanen.
09:39Seluas dua hektare.
09:40Menghabiskan modal 12 juta.
09:46Ini kan sapi juga nggak mau.
09:48Nggak mau makan.
09:49Kita ya pasrah aja.
09:51Ya, kita serabutan.
09:53Ada kerja bangunan.
09:55Kadang-kadang ada dua minggu,
09:57dua minggu kerja.
09:58Satu minggu nganggur.
10:00Lalu ada yang ngajak lagi,
10:02kerja bangunan lagi.
10:03Gitu-gitu aja tiap hari, tiap bulan.
10:04Jadi kalau dibilang cukup,
10:07ya nggak cukup.
10:14Kan ya kondisi yang nggak ada air,
10:18ya gimana lagi coba.
10:19Kita juga bingung.
10:21Mau nanam jagung,
10:22nggak ada air.
10:23Mau nanam kacang,
10:24ya kayak tadi.
10:25Kemarin ada satu malam tuh hujan.
10:28Ya kondisi cuma gini doang.
10:31Nggak tembus.
10:32Kalau masalah tanam,
10:33kita mah gimana ada hujannya.
10:39Soalnya kita ada hujan ini.
10:40Ini kalau biasa,
10:43sampai lima ton kita.
10:44Dua ton lima hektare.
10:45Ya harapannya untuk kedepannya,
10:47mudah-mudahan ada bantuan,
10:51semacam bendungan gitu.
10:52Buat mengaliri ke warga,
10:54ke sawah-sawah kita.
11:01Jawa Barat menjadi satu dari 17 provinsi
11:04yang alami hari tanpa hujan
11:05lebih dari 60 hari,
11:06alias ekstrim panjang.
11:08Pantauan BMKG hingga akhir September ini,
11:11ada 61,91 persen
11:13dari luas daratan Indonesia
11:15alami musim kemarau panjang.
11:34di bulan Mei kami sudah merasakan dampak.
11:37berarti lima bulan kebelakang,
11:41warga kami mengalami kekeringan.
11:44Akhirnya dari masyarakat melalui PRT,
11:47bikin pengajuan ke kantor desa.
11:49Makanya lima bulan kebelakang,
11:53kami hampir per minggu itu ada.
11:57kadang-kadang tiap hari
11:59bantuan dari PPPD,
12:01warga terutama di RT 11,
12:05ini kan jatuh di RT 11,
12:06sekitar 150 kakak.
12:16ya untuk konsumsi masyarakat,
12:20karena air itu sangat-sangat dibutuhkan.
12:24Kalau di desa kami itu,
12:25khusus di Uninggali itu,
12:27sudah jadi rutin,
12:28per tahun itu pasti ada kemarau.
12:31Kemarau tiga bulan,
12:32atau sekarang sudah lima bulan ya,
12:34lima bulan musim kemarau.
12:35makanya terasa sangat-sangat rasa sekali.
12:47Di wilayah jonggol ini,
12:49memang yang sering terdampak kekeringan itu,
12:54pertama, Uninggali.
12:56Karena kontur tanah Uninggali itu beda.
13:00Jadi kalau kita gali tanah,
13:02bikin sumur dangkal saja,
13:05kalau untuk bor ya,
13:06bor itu nggak bisa.
13:08Dampak pertama untuk kebutuhan kami sehari-hari,
13:12untuk rumah tangga,
13:13terus berdampak pun ke masa tanam.
13:16Masa tanam di wilayah kami itu otomatis.
13:19Ini kejadian kemarau,
13:22setelah panen.
13:23Nah, harusnya setelah panen,
13:24kami sudah bercocok tanam kembali,
13:27kan sudah melebajak.
13:28Karena musim kemarau,
13:29kami tidak bisa untuk bajak.
13:30Makanya,
13:31tentu ini sampai sekarang,
13:33biasanya di kami,
13:35masa tanam itu satu tahun itu,
13:36kami dua kali.
13:37Dua kali pun,
13:39itu udah rata-rata.
13:41Kalau dampak sawah yang,
13:43yang ada di wilayah Uninggali ya,
13:45Uninggali itu sekitar 300 hektare.
13:48Kalau untuk daerah dusun tiga,
13:49di antara 200 hektare.
13:51Satu hektare di sini,
13:53rata-rata 5 ton.
13:54Berarti kalau dinilaikan,
13:56sekarang 600 kali 300 hektare.
13:58Tinggal ngalirin sendiri,
14:00nonyet terlalu banyak, Bu.
14:08Kalau untuk jangka panjang itu,
14:11kami kan minta permohonan, Bu.
14:13Permohonan ke PDAM.
14:15Bahwa di kami itu,
14:16minta pemasangan PDAM.
14:19Cuma mungkin,
14:21kalau untuk wilayah jonggol itu,
14:26air yang ada di pemasok kecamatan jonggol,
14:30itu masih kurang.
14:32Mudah-mudahan,
14:33harapan kami ke depan.
14:35Kan di sini dibangun,
14:36bendungan Cijurei ya.
14:38Cijurei sama Cibet.
14:40Harapan kami,
14:41di saat ada bangunan tersebut,
14:43pasokan air yang kami meninggali itu,
14:45bisa tercapai.
14:46Terutama di PDAM,
14:48dan kedua untuk masa tanam.
14:50Karena di wilayah meninggali itu,
14:53pertanian yang ada di wilayah meninggali itu,
14:55tak ada hujan.
15:01Kekeringan dan krisis air mengancam ketahanan pangan.
15:04Menyajuh laporan Organisasi Pangan dan Pertanian,
15:06atau FAO,
15:07yang nginyo tahun 1997-1998,
15:11yang kuat,
15:12berdampak pada penurunan panen padi,
15:14di tahun 1998,
15:16di Indonesia,
15:17sebesar 6% dibandingkan panen tahun 1996.
15:22Sementara pada El Nino 2023-2024,
15:26BPS mencatat,
15:27terdapat penurunan produksi beras,
15:29pada Jadwari hingga April 2024,
15:32sebesar 14,74% dibandingkan periode yang sama,
15:36pada tahun sebelumnya.
15:39Ini untuk yang merah-merah ini adalah,
15:42ini yang harus kita lakukan,
15:43respon darurat itu di sini,
15:44sebenarnya yang paling terdampak lah istilahnya,
15:46untuk kasus El Nino.
15:47Yang jelas terjadi adalah,
15:49banyak pertanian yang gagal ya,
15:50pusoh,
15:51jadi gagal panen.
15:53Kerugiannya kalau dirupiahkan,
15:54bisa sampai,
15:54mungkin miliaran,
15:56bahkan triliunan.
15:57Sampai Jawa Timur,
15:58sampai Jawa Barat.
15:59Ini terasa di sini.
16:00Kalau di Jakarta,
16:01karena tidak punya pertanian,
16:02mungkin krisis air bersih ya,
16:03jadi kekurangan air.
16:07Sudah,
16:08emang gak pernah.
16:09Baru ini aja gitu.
16:10Kokoknya benar-benar banget deh.
16:12Benar-benar sekarang.
16:13Badan saya,
16:14ampe pada pegal,
16:15nantengin.
16:16Kayak kalau malam juga ini,
16:18ya Allah,
16:19kapan hujan?
16:20Ya tadi tuh.
16:22Sudah capeng ngangkutin air.
16:24Banyak pikiran tuh air,
16:26gak bisa tidur.