00:03Komisi 13 Dewan Perwakilan Rakyat mencecar kepala lapas kelas 2 Acibinong nonaktif, Wisnu Hani Putranto.
00:11Ini terjadi dalam rapat dengar pendapat Senin lalu sebagai tindak lanjut temuan Ombudsman atas fasilitas mewah di dalam lapas.
00:20Salah satu temuannya adalah foto terpidana korupsi kasus kredit fiktif dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sekaligus pengusaha Jimmy Masrin dalam
00:30salah satu klaster mewah tersebut.
00:33Bagaimana cerita figuranya Masrin, Jimmy Masrin itu bisa ada dalam rumah dinas?
00:41Pertanyaan saya Pak Kalapas, Anda 3 tahun di sana, sudah berapa lama Anda tahu Pak Jimmy Masrin ada di situ?
00:50Komisi 13 DPR tak puas dengan jawaban kepala lapas kelas 2 Acibinong nonaktif, Wisnu Putranto, yang dinilai menutupi sesuatu.
00:59Kenapa lama sekali?
01:02Mohon ingin menjelaskan Pak Pak, atas nama tersebut masuk ke lapas Cibinong?
01:09Bukan, figura tadi itu loh yang ada dikasih kaptip tadi sudah berapa lama?
01:15Mohon ingin menjelaskan Pak Pak, bahwa figura tersebut setelah kami tanya ke kasih kaptip Pak Pak, bahwa pada hari Selasa
01:23tanggal 22, tim kaptip melakukan razia keblokunian Pak Pak.
01:28Lalu menemukan beberapa barang telarang Pak, dan Pak saya ingatkan ya, jangan tutupi kebohongan dengan kebohongan, ini rakyat lihat, makanya
01:40saya tanya,
01:41Sejak kapan figura itu ada? Sejak kapan kulkas itu ada? Sejak kapan sofa-sofa itu ada di situ?
01:47Iya, Pak Pak.
01:48Ini barang gede, Pak.
01:50Pertanyaan sedikit saya, Pak.
01:52Di area situ, ada CCTV nggak, Pak?
01:54Tidak ada, Pak.
01:54Kenapa tidak ada?
01:56Karena yang CCTV kami pasang hanya di blok-blok dalam.
01:59Kenapa tidak ada? Ada tiga tahun loh di sana.
02:03Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas mengklarifikasi bingkai foto Jimmy Masrin,
02:08hingga temuan minuman keras dalam kulkas dalam salah satu fasilitas mewah lapas Cibino.
02:14Mas Udi juga menjelaskan, bangunan yang menyerupai kontainer di area sarana asimilasi dan edukasi atau SAI,
02:20merupakan tempat untuk penggemukan sapi.
02:23Sementara, fasilitas mewah yang dimaksud Umbudsman adalah rumah dinas atau mes pegawai.
02:29Dirjen Imipas mengakui ada 16 unit bangunan,
02:32tiga di antaranya tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akutansi Barang Milik Negara atau SIMAK BMN.
02:40Berdasarkan pemeriksaan sementara, televisi, perabotan rumah tangga, sopa, spring bed, serta kulkas,
02:47berisi tiga botol whisky dan satu botol bir, merupakan barang milik pribadi kasih kamtip.
02:55Sementara, bingkai foto atas tamah warga binaan Jimmy Masrin,
03:00merupakan barang yang sebelumnya diamankan dalam kegiatan rahasia keamanan.
03:04Terkait area SAI, bangunan yang dinilai menyerupai penginapan kontainer,
03:10merupakan kantor operasional kegiatan penggemukan sapi yang dibangun melalui APBN 2026.
03:20Dalam rapat dengar pendapat dengan DPR Senin lalu,
03:23Dirjen Imipas Masyudi juga melaporkan telah meninjau lokasi.
03:27Masyudi menambahkan, tim investigasi internal Imipas telah memeriksa 90 orang,
03:32di antaranya 35 pegawai lapas kelas 2A Cibinong dan 55 lainnya adalah warga binaan.
03:39Dua di antara warga binaan itu merupakan narapidana yang ditemukan ombudsman saat sidak di fasilitas mewah 23 September lalu.
03:47Masyudi juga menyebut narapidana kasus pembunuhan Brigadier Yosua Ferdi Sambu,
03:52termasuk warga binaan yang telah diperiksa.
03:55Melakukan pemeriksaan terhadap 21 warga binaan asimilasi di SAI,
04:0133 warga binaan perkara tipikor,
04:06dan 1 binaan atas nama Ferdi Sambu perkara pidana umum.
04:10Pada hari yang sama,
04:12Dijimpas menarik 5 pejabat untuk kepentingan pemeriksaan,
04:16yaitu adalah Kalapas,
04:18Kepala KPLP,
04:20KASI Binadik,
04:21KASI Kamtip,
04:22dan Kaur Umum,
04:23serta menunjuk pelaksanaan harian agar pelayanan dan pelaksanaan tugas tetap berjalan.
04:29Namun,
04:30anggota Komisi 13 DPR lainnya mempertanyakan,
04:33mengapa hanya menyebut nama Ferdi Sambu
04:35dari 21 warga binaan yang mengikuti program asimilasi
04:39dan 33 terpidana yang diperiksa kemenimipas.
04:43DPR meminta Dirjen PAS transparan membuka data secara utuh dan lengkap,
04:48termasuk seluruh warga binaan yang telah diperiksa.
04:53Hanya disampaikan Direkturat Pamintel dan Direkturat Patna melakukan pemeriksaan
04:58terhadap 21 warga binaan yang mengikuti kegiatan asimilasi,
05:03lalu ada 33 warga binaan kasus tipikor
05:06dan 1 warga binaan atas nama Ferdi Sambu kasus pidum.
05:11Ini baru titipan dua orang, Pak.
05:13Pertanyaan adalah,
05:14kenapa hanya Ferdi Sambu yang disebutkan?
05:17Kenapa 21 yang kegiatan asimilasi
05:21dan kemudian 33 kasus tipikor tidak ditulis?
05:24Tulis, Pak, semuanya.
05:25Kami minta ditulis dan salah satunya,
05:28saya kira ada yang, siapa tadi?
05:31Yang kasus timah itu?
05:34Harpemui, selalu ada.
05:36Saya ngejar soalnya dari Komisi 6 waktu itu.
05:38Dan kemudian ada Indraken yang malah mendapatkan
05:42pembebasan bersarat di tanggal 24, Pak.
05:45Korbannya itu banyak, Pak.
05:49Kepala Lapas kelas 2A Cibinong nonaktif
05:52Wisnu Hani Putranto kembali tak berkutik
05:54saat DPR kembali mencecar
05:56perihal sejumlah barang hilang
05:58dari rumah dinas pegawai
05:59saat pejabat kemenimipas datang meninjau.
06:02Wisnu mengaku,
06:03ia yang memerintahkan pemindahan sejumlah barang itu
06:06karena bukan inventaris resmi milik negara.
06:10Ini saya minta satu pertanyaan
06:12dijawab sama Pak Kalapas.
06:13Itu yang memerintahkan
06:17memindahkan semua barang-barang temuan
06:20ombudsman.
06:21Hilangnya sofa, hilangnya AC,
06:27tidak adanya lagi foto yang ada di meja
06:31dan seterusnya itu.
06:33Siapa yang memerintahkan memindahkan itu, Pak Wisnu?
06:37Siapa, Pak?
06:40Bapak yang nyuruh.
06:42Jadi Pak Kalapas tidak ada yang nyuruh lagi selain Bapak?
06:46Apa alasan untuk memindahkan semua itu?
06:50Itu kan rumah dinas Bapak.
06:52Siap.
06:53Silahkan, Pak.
06:54Siap.
06:55Mohon izin, Bapak, yang memerintahkan adalah saya, Bapak.
06:58Kenapa Anda perintahkan?
06:59Izin, Bapak, karena barang-barang tersebut
07:00bukan barang milik negara, Bapak.
07:03Yang memasukkan barang-barang itu siapa?
07:05Petugas tersebut, Bapak.
07:07Siapa yang merintahkan barang-barang itu masuk?
07:09Petugas tersebut, Bapak.
07:11Siapa namanya?
07:12Penanggung jawab rumah tersebut adalah kepala seksi Kamtip, Bapak.
07:15Anda menjadi Kalapas, dalam catatan saya, ini tiga tahun bulan Oktober besok.
07:22Siap.
07:22Artinya Anda tahu persis barang-barang itu masuk?
07:25Siap, Pak.
07:25Yang bukan pada tempatnya?
07:27Siap.
07:28Kenapa baru kemarin?
07:30Setelah ombudsman datang ke sana?
07:32Siap, mohon izin, Bapak.
07:34Karena memang kami tidak pernah silaturami atau masuk ke rumah anggota kami, Bapak.
07:42Bapak, jangan bohonglah.
07:44Siap.
07:45Enggak, ini disaksikan oleh semua publik, Pak.
07:49Ketua Indonesia Risk Center, Julius Ibrani, menilai tanya-jawab antara DPR dan Kalapas kelas 2 Acibinong harus jadi momentum mendesak
07:58untuk evaluasi dan memperbaiki sistem dalam lapas, salah satunya promosi dan mutasi pejabat.
08:05Jadi, lapas dengan kalapasnya seperti kerajaan dan raja kecilnya di situ.
08:10Nah, ini yang perlu dikembangkan dengan sistem promosi mutasinya.
08:14Ini bisa jadi pintu masuk, Audrey.
08:16Pintu masuk tadi dengan kekurangan dari segi pelayanan dan juga dari segi sarana, maka dibanding dengan tawaran-tawaran fasilitas.
08:26Angka 2 tahun lebih itu, itu bisa jadi celah.
08:29Makanya tadi saya bilang, sistem yang harus disasar termasuk promosi dan mutasi para pejabat-pejabat Kalapas.
08:36Semakin lama dia, semakin kuat kuasanya di dalam situ.
08:40Rabu 23 September lalu, Ombudsman inspeksi mendadak ke lapas kelas 2 Acibinong dan menemukan beberapa narapidana menghuni bangunan kluster mewah.
08:50Berdasarkan pengamatan Ombudsman, ada lebih dari 10 rumah serta beberapa mobil mewah terparkir di area tersebut.
08:58Saat masuk ke dalam rumah, Ombudsman menemukan berbagai fasilitas mewah, ruang tamu, satu kamar, televisi, lemari pendingin, dan fasilitas mewah
09:07lainnya.
09:08Ombudsman juga mengungkap ada fasilitas fitness lengkap hingga simulator golf yang sedang dibangun.
09:14Julius Ibrani memandang mencari nama besar di luar pejabat lapas mendesak ditelusuri sebagai bagian penting evaluasi dan perbaikan tata kelola
09:22lapas.
09:24Tentu ada nama-nama besar, Audrey dibalik situ.
09:28Mari kita mundur ke 2010, kita mundur ke 2018.
09:32Fasilitas-fasilitas mewah ini selalu terkait dengan nama-nama besar yang menjadi warga pembinaan di situ.
09:39Nah tentu ketika semua dibongkar, ketika Pak Menteri datang, Bang Yanwar, dan tim segala macam periksa itu, maka ada nama
09:47besar yang harus dikorek.
09:49Dan itu pasti dia jaga.
09:51Karena dalam tanda kutip, itulah yang akan menjadi target selanjutnya.
09:55Sebagai penikmat atau sebagai pemanfaat dari fasilitas-fasilitas mewah itu sendiri.
10:00Nah disitulah terlihat resistensinya menjadi tinggi, Audrey.
10:03Makanya tadi saya bilang ini bukan soal si pejabat kalapas.
10:07Pejabat kalapas itu bisa diganti kapan saja dengan mudah oleh Menteri ini pas.
10:11Bahkan ketika diperiksa oleh Irjen Pak Rudy, Inspektorat, itu juga bisa dengan mudah diganti.
10:16Tetapi siapa di belakangnya, itu yang kemudian menjadi satu batu besar yang harus digeser dan itu berat gesernya, Audrey.
10:24Itu yang harus diperhatikan.
10:26Ini bukan pertama kalinya fasilitas mewah bagi narapidana terungkap.
10:31Tapi setiap kali ditindaklanjuti, terulang lagi di kemudian hari.
10:35Kali ini komitmen negara kembali diuji untuk tegas mengevaluasi, memperbaiki,
10:40serta berani mengungkap siapa pihak besar yang memanfaatkan celah,
10:44baik yang meminta maupun menyediakan fasilitas mewah jual-beli privilege dalam lapas.
10:55Terima kasih telah menonton!