Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, M Qodari, mengungkapkan dirinya tidak takut terkait berbagai tudingan lewat media sosial yang diterima Bakom.

"Bakom dalam posisi under attack. Bakom sedang diserang. Beredar surat kaleng dalam bentuk modern. Ya, ini postingan di akun media sosial anonim. Saya sebut anonim karena saya tidak tahu siapa itu," ujar Qodari pada Rabu (30/9/2026).

"Demi pemerintahan Prabowo, Gibran dan Transformasi Bangsa, saya menyatakan tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut. Ya, saya ulangi, saya tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut," lanjutnya.

Qodari pun membeberkan berbagai serangan narasi yang menyasar sejumlah deputi di Bakom hingga isu monopoli anggaran iklan media senilai Rp60 miliar.

Baca Juga Qodari Bantah Kabar Pejabat Bakom Kelola Anggaran Iklan Media Rp60 Miliar di https://www.kompas.tv/nasional/693433/qodari-bantah-kabar-pejabat-bakom-kelola-anggaran-iklan-media-rp60-miliar

#bakom #wamenkes #kesehatan #breakingnews


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693437/blak-blakan-qodari-tak-takut-bakom-diserang-surat-kaleng-modern-saya-siap-melawan
Transkrip
00:00Oke, sambil ditampilkan saya bacakan ya, pernyataan media, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.
00:06Ini kami sampaikan karena ada pertanyaan dari media ya.
00:10Dengan hormat, sehubungan dengan postingan di media sosial mengenai gaya hidup pejabat
00:15serta tuduhan penyalahgunaan anggaran kepada salah seorang deputi di Bakom,
00:20sebagai Kepala Bakom, saya memandang perlu untuk menyampaikan tanggapan sebagai berikut.
00:27Selanjutnya, kami memahami perhatian publik terhadap Bakom.
00:32Arahan dari Bapak Presiden adalah agar pejabat hidup sederhana dan pekah terhadap keadaan masyarakat.
00:39Ini berlaku bagi seluruh jajaran pemerintah tanpa kecuali.
00:44Itu pula standar yang saya tekankan kepada setiap pejabat di lembaga ini.
00:49Terkait informasi bahwa seorang pejabat mengelola anggaran iklan media Rp60 miliar,
00:54angka tersebut tidak sesuai dengan informasi anggaran yang kami miliki.
01:00Belanja media merupakan belanja lembaga yang mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan,
01:05bukan keputusan pribadi seorang pejabat saja.
01:10Setiap belanja lembaga harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
01:15Itu nilai wajib yang selalu saya sampaikan setiap saat kepada jajaran di Bakom.
01:21Mengenai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bakom,
01:25perlu saya tekankan bahwa pihak Sekretariat Bakom turut melibatkan kelompok kerja Sekretariat Negara
01:34agar semua prosedur sesuai dan pruden.
01:38Jadi Bakom ini anggarannya mengikuti anggaran dari Kementerian Sekretariat Negara.
01:43Tidak berdiri sendiri.
01:46Selain itu kami juga selalu berkonsultasi dengan lembaga eksternal
01:51seperti LKPP, BPKP, dan Kejaksaan Agung
01:56agar seluruh proses pengadaan dijalankan secara benar dan tepat.
02:00Termasuk ke depan kami terus berkomunikasi juga
02:03dan akan berkomunikasi dengan pihak kepolisian dan BPKP
02:06untuk menjaga semua proses berjalan dengan baik.
02:10Kami menghargai perhatian publik dan pertanyaan dari rekan media.
02:14Menjaga kepercayaan masyarakat adalah tanggung jawab kami dalam menjalankan tugas.
02:19Demikian yang dapat saya sampaikan.
02:21Terima kasih Jakarta 30 September 2026.
02:24Mohd Qadari sebagai Kepala Badan Aktivis,
02:27Badan Aktivis, Badan Komunikasi Pemerintah R.
02:31Nah ini sekarang M. Qadari sebagai Aktivis nih.
02:38Ini Qadari sebagai Aktivis ya.
02:40Ini yang pertama tadi yang disiapkan oleh para deputi-deputi saya yang hebat-hebat ini.
02:45Ini saya yang menulis sendiri.
02:49Pernyataan M. Qadari terkait surat kaleng kepada BAKOM.
02:55Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:58Saat ini BAKOM dalam posisi under attack.
03:03BAKOM sedang diserang.
03:06Beredar surat kaleng dalam bentuk modern.
03:09Ya ini postingan di akun media sosial anonim.
03:12Saya sebut anonim karena saya tidak tahu siapa itu.
03:16Jadi ini surat kaleng Pak.
03:18Kalau dulu dikirim surat kaleng ya kertas.
03:22Sekarang kan sudah berubah zamannya, berubah teknologi.
03:24Sekarang pakai postingan medsos.
03:27Tapi tidak mengubah esensi sebagai surat kaleng.
03:31yang kemudian diamplifikasi oleh berita di beberapa media masa.
03:39Lalu ada info, demo, BEM.
03:44Ya salah satu universitas swasta.
03:48Surat kaleng ini adalah proyeksi dari ketakutan oligarki,
03:54kekuatan asing,
03:56dan londok irang.
03:58Yang takut BAKOM di bawah kepemimpinan M. Kodari
04:02akan menjadi besar dan sulit mereka lawan.
04:07Mereka takut BAKOM akan bertransformasi dari kapal tunda menjadi kapal induk.
04:14Mereka sedang melakukan intercept dan sedang berupaya mengkondisikan agar pimpinan negara
04:22untuk tidak memberikan kepercayaan kepada BAKOM untuk menjadi kapal induk dari asalnya kapal fregat.
04:31Ini cara mereka memenangkan pertempuran narasi.
04:37Jika BAKOM kecil, mereka menang.
04:40Jika BAKOM besar, mereka kalah.
04:45Serangan pada Timoti Ivan dan Fat Fahdevi kami prediksi akan berlanjut pada dua deputi BAKOM lainnya.
04:53Ulta Levenia dan Kurnia Ramadana.
04:57Puncaknya serangan pada Kabakom M. Kodari.
05:02Bukti bahwa surat kaleng tersebut banyak tidak akurat, antara lain sebagai berikut.
05:07Satu,
05:09Deputi satu Fat Fahdevi memasukkan 30 orang dari PAN.
05:13Partai Amanat Nasional.
05:15Hal tersebut jelas salah karena BAKOM saat ini hanya punya anggaran untuk memasukkan tambahan 15 orang.
05:22Saya masuk kira-kira beberapa bulan yang lalu, hanya ada bisa nambah 15 orang.
05:28Itu pun harus dibagi ke dalam empat kedeputian.
05:32Dan deputi satu yang dipimpin oleh Pak Fat sejauh ini cuma menambah empat orang.
05:39Jadi angka 30 itu dari mana?
05:41Tidak mungkin 30.
05:44Apalagi semuanya PAN.
05:46Tidak mungkin.
05:48Yang kedua, tidak ada alokasi anggaran media 60 miliar seperti dimaksud pada postingan medsos untuk agensi mutual.
05:55Ini tadi menyambung dari rilis sebagai Kabakom.
05:59Belanja media merupakan belanja lembaga yang mengikuti mekanisme penganggaran dan pengadaan,
06:05bukan keputusan pribadi seorang pejabat.
06:07Setiap belanja lembaga harus tercatat dan dapat dipertanggungjawabkan.
06:13Mengenai proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bakom perlu saya tekankan bahwa pihak sekretariat Bakom turut melibatkan kelompok kerja
06:21sekretariat negara agar semua prosedur sesuai dan pruden.
06:24Selain itu kami juga selalu berkonsultasi dengan lembaga eksternal seperti LKPP, BPKP dan Kejaksaan Agung agar seluruh proses pengadaan dijalankan
06:34secara benar dan tepat.
06:36Belak-belakan saja saya, saya tidak mau nanti saya lepas dari sini lalu terkena masalah seperti mantan pejabat yang lain.
06:44Buat kami keamanan itu nomor satu.
06:48Saya kira itu sangat jelas.
06:52Yang ketiga, tulisan surat kaleng soal Deputi II Timoti Ivan dituduh bermasalah secara hukum di KPK tidak benar.
07:02Tidak benar.
07:04Yang benar Ivan hanya menjadi saksi dalam kasus suap amannya dan tidak ada sangkut pautnya dengan suap tersebut.
07:11Seperti halnya saya, seperti halnya Anda, kita tidak bisa memilih siapa paman kita.
07:21Saya tahu cerita ini, awalnya pamannya, dia punya teman mencari investor untuk membangun usaha kecantikan.
07:33Karena pamannya Pak Ivan ini seorang pengusaha, dipertemukanlah kedua-duanya.
07:39Sebutlah itu urusan A, urusan mendirikan bisnis kecantikan.
07:45Tapi setelah itu, antara yang dikenalkan dengan pamannya ini ada urusan yang lain, urusan B.
07:54Yang bermasalah secara hukum, kasus suap.
07:58Ivan tidak terlibat dalam kasus itu.
08:01Dia ditanya karena awal perkenalannya adalah lewat Ivan.
08:07Terlampir surat pernyataan resmi KPK terkait status Timoti.
08:12Sudah tampilkan di mana?
08:14Ini ya.
08:17Bisa dibaca.
08:20Sebagai saksi.
08:23Setio Budiyanto Ketua.
08:25Bersurat tanggal berapa ke atas?
08:29Tiba-tiba lihat ke atas.
08:322 Oktober 2025.
08:35Jadi ini salah satu bukti bahwa ini adalah upaya melakukan delegitimasi serangan dan sabotase pada BAKOM.
08:49Melalui beberapa deputinya.
08:53Tidak ada masalah hukum.
08:55Sudah clear dari tahun lalu.
08:59Tetapi dipakai untuk menyusun narasi yang mendelegitimasi BAKOM.
09:08Dengan demikian, sekali lagi jelas bahwa surat kaleng dan rangkaian terkait dengannya adalah
09:13upaya sabotase terhadap potensi peran BAKOM yang kuat dan dibutuhkan oleh pemerintahan ini di masa kini dan masa depan.
09:22Demi pemerintahan Prabowo-Gibran dan transformasi bangsa,
09:27saya menyatakan tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut.
09:34Saya ulangi, saya tidak takut dan akan melawan semua upaya sabotase tersebut.
09:42Sebagai penutup, patut saya sampaikan bahwa saya sudah menegur keras saudara Timoti Ivan
09:47dan mengingatkan FAD dan semua deputi BAKOM untuk lebih membatasi diri dan tidak mengekspos.
09:56Apa yang disebut dengan gaya hidup mewah, serta berhati-hati dalam menggunakan medsos.
10:02Saat tugas di KSP, sebelum di BAKOM saya di KSP,
10:07saya sudah pernah menyampaikan bahwa masyarakat punya ekspektasi atau norma tertentu tentang pejabat publik.
10:15Dan sudah saya berikan contoh, waktu itu saya mengatakan di depan teman-teman wartawan sekalian,
10:22saya menggunakan Arloji Seiko, nah begini saya waktu itu, saya angkat dengan saya,
10:28dalam kegiatan sehari-hari.
10:30Mungkin bagi sebagian orang tidak bisa disebut murah, tetapi yang pasti bukan brand mewah.
10:37Nah, untuk kelalaian mengingatkan deputi dan jajaran BAKOM tentang gaya hidup mewah,
10:42saya sebagai kabakom meminta maaf.
10:46Saya sebagai pribadi meminta maaf dan akan terus memperbaiki di masa depan.
10:50Permintaan maaf juga saya sampaikan,
10:53sekaligus di sini seandainya saya dan keluarga ada yang terindikasi menampilkan gaya hidup mewah
11:00setelah saya masuk dalam pemerintahan.
11:03Saya agak ulangi, setelah saya masuk di pemerintahan.
11:07Saya sudah mengingatkan diri, sendiri dan keluarga, namun seandainya masih terjadi,
11:12manusia adalah tempatnya keluput dan salah, dan alpah.
11:20Sekali lagi saya minta maaf kalau seandainya terjadi.
11:22Demikian saya sampaikan untuk menjadi penjelasan dan semoga dapat diterima dengan baik.
11:27Demikian terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dianjurkan