Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KENDARI, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara.

Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan bertemu langsung dengan puluhan petani di Desa Pambulan-A Jaya, Kabupaten Konawe Selatan, dan mendengarkan langsung berbagai aspirasi, serta persoalan yang dihadapi petani.

Puluhan petani hadir dan bertatap muka langsung dengan Zulkifli Hasan untuk menyampaikan berbagai kondisi dan kebutuhan petani di lapangan.

Selain mendengarkan aspirasi, Zulkifli Hasan juga meninjau langsung areal persawahan.

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat potensi, sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian di Sulawesi Tenggara.

Zulkifli Hasan mengatakan, kunjungannya bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi para petani.

Dari hasil komunikasi dengan petani, diketahui harga pupuk subsidi sudah turun 20 persen dan ketersediaannya lebih terjamin. Sementara itu, harga gabah juga mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang penting bagi petani, karena berkaitan langsung dengan biaya produksi dan pendapatan hasil panen.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi pertanian di Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menjaga ketersediaan sarana produksi dan kesejahteraan petani.

Baca Juga Penerbangan Batal Akibat Asap Karhutla, Apakah Penumpang Dapat Ganti Rugi? di https://www.kompas.tv/info-publik/694782/penerbangan-batal-akibat-asap-karhutla-apakah-penumpang-dapat-ganti-rugi

#petani #zulhas #pertanian #menkopangan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/694786/temui-petani-konawe-selatan-menko-pangan-zulhas-tinjau-potensi-dan-dengarkan-aspirasi-kompas-pagi
Transkrip
00:01Dan saudara, usai jeda dan informasi ini kami akan melanjutkan ke informasi lainnya diantaranya yaitu Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli
00:13Hasan melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara.
00:16Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan bertemu langsung dengan puluhan petani di Desa Pambula Ajaya, Kabupaten Konawe Selatan dan mendengarkan langsung berbagai
00:27aspirasi serta persoalan yang dihadapi petani.
00:31Selamat datang Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia.
00:37Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melakukan temu petani di Desa Pambula Ajaya, Kabupaten Konawe Selatan.
00:44Puluhan petani hadir dan bertatap muka langsung dengan Zulkifli Hasan untuk menyampaikan berbagai kondisi dan kebutuhan petani di lapangan.
00:54Selain mendengarkan aspirasi, Zulkifli Hasan juga meninjau langsung areal persawahan.
01:01Peninjauan ini dilakukan untuk melihat potensi sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian di Sulawesi Tenggara.
01:10Zulkifli Hasan mengatakan kunjungannya bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi para petani.
01:18Dari hasil komunikasi dengan petani, diketahui harga pupuk subsidi sudah turun 20% dan ketersediaannya lebih terjamin.
01:27Sementara itu, harga gabah juga mengalami kenaikan.
01:30Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang penting bagi petani karena berkaitan langsung dengan biaya produksi dan pendapatan hasil
01:39panen.
01:39Karena memang kita harus petani terus, melayan setiap hari, kita harus dengar pendapat mereka agar mereka bisa mengatasi apa yang
01:49menjadi masalah membatas setiap hari.
01:53Jadi tadi kita tanya kalau pukul sudah bagus, harga sudah bagus, tidak ada masalah.
01:57Tapi ada, tadi di mesin kemarau ada yang kurang pompa.
02:01Ada lagi yang berbunuhannya.
02:03Ada lagi berbandir karena kalinya kurang di, apa namanya, masih sinimitasi.
02:09Jadi ada ibu-ibu minta agar kampungnya juga perlu untuk pengembangan protein ikan.
02:14Nah sekarang tepat, kita lagi membangun 40 ribu bioclop tematik, 40 ribu desa.
02:21Dan seharap desanya punya 10 ribu neker lahan, nanti dibangun oleh pemerintah.
02:27Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi pertanian di Sulawesi Tenggara,
02:34sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menjaga ketersediaan sarana produksi dan kesejahteraan petani.

Dianjurkan