Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ray Rangkuti dari Lingkar Madani bersama sejumlah tokoh masyarakat sipil mendatangi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI untuk menyerahkan aspirasi terkait polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mereka mendorong PKB mengambil inisiatif mengajukan hak angket DPR agar persoalan tersebut dapat dibahas melalui mekanisme kelembagaan.

Ray menilai DPR dapat menjadi forum untuk meminta penjelasan mengenai keberadaan ijazah Gibran, di tengah perbedaan pernyataan yang berkembang di ruang publik.

Pengamat komunikasi politik Effendi Gazali turut mendukung upaya membawa polemik ini ke DPR.

Baca Juga Cekcok Panas! Ray Rangkuti dan Rombongan Desak Masuk Temui Fraksi PKB di DPR Bahas Ijazah Gibran di https://www.kompas.tv/video/695655/cekcok-panas-ray-rangkuti-dan-rombongan-desak-masuk-temui-fraksi-pkb-di-dpr-bahas-ijazah-gibran

Ia mengibaratkan persoalan tersebut sebagai bola yang perlu ditempatkan di lapangan yang tepat agar mendapat kejelasan.

Rombongan berharap PKB menindaklanjuti aspirasi mereka, sementara pihak fraksi menyatakan surat yang diterima akan dikaji lebih lanjut.

Akankah DPR merespons dorongan hak angket terkait polemik ijazah Gibran?

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/695697/polemik-effendi-gazali-ungkap-bola-ijazah-gibran-ada-di-dpr-ray-rangkuti-desak-pkb-hak-angket
Transkrip
00:00Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang, salam sejahtera, rekan-rekan sekalian yang berbahagia.
00:06Pertama tentu kami ucapkan banyak terima kasih kepada pihak Praksis PKB.
00:10Kami tahu bahwa ada sedikit ganjalan, tetapi itu bukan berasal dari PKB, tapi dari instansi lain, lembaga lain.
00:19Dan kedua juga kami sangat senang karena PKB sebetulnya menginginkan pertemuan ini cukup lengkap.
00:25Dihadiri oleh Ketua Praksis sekalian, tetapi itu tadi karena lagi berhalangan, maka akan dilakukan penjadwalan ulang.
00:34Sekalipun begitu, untuk bahan diskusi kalau terjadi penjadwalan ulang, kita sampaikan pada hari ini.
00:40Lalu tentu kita akan tunggu kapan penjadwalan ulang itu akan dilakukan.
00:45Nah, dari situ sebetulnya kami sangat gembira karena artinya PKB sangat terbuka.
00:50Bahkan kalau penting berdialog lebih lanjut lagi, oke begitu ya.
00:53Cuma mudah-mudahan enggak ada lagi masalah seperti yang tadi ya, yang berhubungan dengan kesekjenan yang ketanya di telpon.
01:00Tadi sekjen?
01:02Kesekjenan.
01:03Oh bukan PKB?
01:03Bukan, bukan. Jadi tentu kami tegaskan itu tadi adalah kesekjenan.
01:07Oh sekjen, bukan PKB ya?
01:08Oleh karena itu kami menolak keras karena kalau sekjen yang melakukan intervensi tentu enggak patut.
01:14Sekalipun begitu, saya akan perkenalkan mungkin satu-satu yang hadir supaya jelas organ-organ yang datang ini.
01:19Saya sendiri, Rai Ramkuti dari Lingkar Madani untuk Indonesia.
01:23Bung.
01:25FN Degasali akademisi aja.
01:27Dan datang dengan gembira karena sudah juara ASEAN.
01:32Silahkan.
01:32Rai Ramkuti dari Ketua Gemeni DKI.
01:35Roland Sekjen, PBBM GRI.
01:39Saya Pak Dir, Sekjen Gemeni DKI.
01:42Oke.
01:42Mohd Nd Nulyakin dari Indonesia Demokrasi Monitor.
01:45Indemo.
01:47Brahma Ariana dari Komiten MBM Pemantau Bumilu.
01:50Ya, ini.
01:51Terus satu kemohon.
01:52Saya UB Dwa Badun dari Universitas Negeri Jakarta.
01:57Saya Rai Serio, Ketua Ketua Ketua Gemeni DKI.
02:01Antogis Danar, Nenteng Club.
02:02Ah, ini.
02:04Ini orang dalam, ini orang dalam.
02:06Ini orang dalam.
02:07Benar, ini dua kali ya.
02:08Bila-bila.
02:11Bila-bila informasi.
02:12Informasi.
02:13Saya Ahmad Wakil Kamal.
02:16Saya akan aktif di 98 dan masyarakat UB Indonesia.
02:20NO yang pasti juga.
02:21NO ya.
02:22Nah, biin, nah biin.
02:23Nah, itu kira-kira perwakilan yang hadir pada kesempatan hari ini.
02:27Terima kasih banyak kepada praksi PKB yang berkenan.
02:31Pada intinya sebetulnya kami menyerahkan surat,
02:35mendorong dan sekaligus meminta kepada PKB untuk menginisiasi,
02:40ya, apa namanya, langkah untuk mengajukan hak angket.
02:44Pertanyaannya, kenapa hak angket?
02:46Pertama, karena ada putusan MK yang menyebutkan,
02:50bukan putusannya,
02:51di dalam pertimbangan putusan MK yang menyebut bahwa
02:55Sudara Gibran tidak memiliki ijazah.
02:58Kita harus pertegas lagi tuh,
03:00karena orang sekarang seolah-olah mengembangkan,
03:02bahwa MK itu seolah-olah mengatakan tidak menemukan.
03:06Bukan.
03:06Tidak memiliki ijazah.
03:08Itu dijelaskan oleh MK di dalam,
03:10sehingga saya poin 3, poin 3.7.
03:14Itu dijelaskan di sana.
03:16Nah, yang kedua, seturut dengan itu,
03:19pihak dari Gibran terlihat mulai gempar-gembor ke sana kemari
03:24yang menyatakan bahwa Gibran itu punya ijazah.
03:27Cuma belum ditemukan.
03:29Masa saya bisa kuliah S1, masanya tidak ada ijazah SMA.
03:32Dan akhirnya, ternyata menimbulkan persoalan baru.
03:35Di MK sudah diuji, tidak ditemukan.
03:38Di luar MK, mereka gempar-gembor ada ijazahnya.
03:42Nah, oleh karena itulah,
03:43karena kita berbaik hati kepada keluarga Gibran ini,
03:46oke, kita beri kesempatan melalui DPR
03:48untuk memfasilitasi mereka memperlihatkan ijazah itu.
03:53Sebab kalau mereka memperlihatkan ijazah itu
03:55seperti di warung kopi,
03:57ya siapa yang percaya, kan kira-kira gitu.
03:59Nah, oleh karena itu, kita dorong DPR
04:03memfasilitasi keluarga Gibran
04:05untuk menjelaskan bahwa ijazah itu ada.
04:07Nah, yang ketiga, ada dua poin
04:10terkait dengan pasal penyelidupan
04:12di Undang-Undang Pemilu yang di PKPU yang kemarin
04:15sudah juga dibicarakan di MK.
04:17Seturut dengan itu juga bermohon tentu saja
04:20kepada praksi PKB
04:21dalam hal nanti melakukan seleksi penyelenggara Pemilu
04:25yang kita tahu ini bulannya
04:26mestinya pemerintah sudah membentukkan timsel,
04:29timsel penyelenggara Pemilu gitu ya,
04:32agar benar-benar mencari penyelenggara Pemilu
04:35yang memiliki integritas,
04:38yang memiliki kemandirian,
04:39dan juga kejujuran yang cukup.
04:41Pengalaman Penyilu dan Pilipas 2024 ini
04:44cukuplah bagi kita,
04:45ya karena berefek bukan hanya kepada KPU-nya,
04:49tapi juga kepada pemerintah yang terpilih,
04:51dan sekaligus kepada bangsa dan negara ini.
04:54Nah, terakhir tentu saja,
04:55kalau betul Sudara Gibran itu memiliki ijazah,
04:58diperlihatkan nanti di angket,
05:00itu artinya kita menyelesaikan bangsa,
05:03sudah tiga tahun kita kesedot
05:05hanya untuk persoalan keluarga ini,
05:07untuk mengetahui keabsahan mereka.
05:10Oleh karena itulah sama-sama,
05:11hari ini kita bercekat mendorong praksi PKB
05:14untuk mengambil inisiatif melakukan hak angket,
05:17karena kita ingin sama-sama stop kebohongan.
05:21Kira-kira di...
05:22Apatah 3.5.1 bahwa terima kasih teman-teman PKB,
05:27sudah Golkar, kemudian PKS, PKB,
05:31dan semua nanti yang lain,
05:33karena dua hal tadi,
05:34yang pertama niat baik sekali,
05:36kami masih meyakini bahwa
05:39kalau saya bisa kuliah S1,
05:41masa tidak ada ijazahnya.
05:42Kita meyakini,
05:43kalau ada pertanyaan di luar sana,
05:46yang paling baik itu bola ditaruh di lapangan.
05:48Lapangannya sekarang DPR.
05:50Betul ya?
05:51Kan jangan di lapangan yang liat,
05:53di DPR mainnya gitu ya.
05:55Jadi kasih kesempatan kecil.
05:56Dan tadi malam,
05:57tadi malam,
05:58ya nggak, saya ke DPR aja.
05:59Dan tadi malam,
06:00Rai Rangkuti bersama dengan Faldo ya mungkin ya,
06:03mewakili PSI,
06:05mungkin mewakili teman-teman Ngibran juga,
06:07mengatakan,
06:08nggak ada masalah dengan hak angket.
06:09Good luck, Bang Rai.
06:12Jadi hati-hati loh nih,
06:13Faldo di televisi tadi malam mengatakan,
06:15tidak ada masalah dengan hak angket.
06:17Good luck, Bang Rai.
06:19Jadi DPR nggak ada masalah berarti.
06:21Dari mereka nggak ada masalah dengan hak angket.
06:24Good luck!
06:25Nah, jadi ini betul-betul niat baik kita,
06:28ya kan?
06:28Positif.
06:29Kalau memang ada ijazahnya,
06:31diperlihatkan aja.
06:32Jadi kita betul-betul yakin.
06:34Karena itu ada di perkembangan.
06:36Terima kasih.
06:37Terima kasih.

Dianjurkan