00:00Saudara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi sebaran asap kebakaran hutan dan juga lahan dari Kalimantan telah memasuki atmosfer Jakarta.
00:09Masyarakat diimbau menggunakan masker dan kurangi aktivitas di luar ruangan.
00:17Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit BMKG, mengidentifikasi adanya sebaran asap di sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada
00:29Jumat pagi.
00:30Indikasi asap saat ini berada pada lapisan menengah hingga atas. BMKG juga belum dapat memastikan sejauh mana asap dapat memengaruhi
00:40kualitas udara,
00:41namun masyarakat diimbau untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.
00:57Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Mawari 9 pada Jumat 16 Oktober 2026,
01:06teridentifikasi adanya indikasi sebaran asap di sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, dan juga Jawa Barat.
01:13Kondisi ini menunjukkan bahwa asap telah terpantau di atmosfer wilayah Jakarta sejak pagi hari tadi.
01:19Namun perlu dipahami bahwa asap yang terdeteksi melalui citra satelit belum tentu telah mencapai permukaan tanah.
01:28Asap karutlah terdeteksi sudah masuk ke ruang udara Jakarta.
01:32Lalu apa langkah antisipasi dari pemerintah provinsi DKI dan juga BPBD untuk mengurangi dampak paparan asap bagi warga Jakarta?
01:41Kita akan berbincang lebih lengkap bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta,
01:52Maruli Tuasi Jabat, yang sudah bergabung bersama Breaking News Kompas TV lewat sambungan dari.
01:58Selamat siang Pak Maruli, terima kasih sudah bersedia untuk berbincang begitu ya di Breaking News Kompas TV.
02:06Sampai pagi hari tadi tercatat kualitas udara di Jakarta cukup buruk.
02:11Kemudian sebelumnya juga sudah disampaikan bahwa ada pantauan asap yang masuk ke wilayah DKI Jakarta.
02:18Sejauh ini sebarannya seperti apa Pak?
02:30Pak Maruli bisa mendengar suara putu dari studio?
02:36Ya, selamat siang.
02:39Baik, Pak tadi sejak pagi hari ini kualitas udara cukup buruk begitu ya di wilayah Jakarta dan juga sekitarnya.
02:47Kemudian juga dari pantauan kami ini dari pandangan mata cukup berkabut juga di kawasan Jakarta.
02:55Sejauh ini sebetulnya sebarannya seperti apa Pak?
03:26Baik, terima kasih. Selamat siang.
03:30Pertama, terima kasih.
03:51Terima kasih.
03:54Terima kasih.
03:56Pertama, terima kasih.
04:06Kualitas udara di DKI Jakarta khususnya periode dalam dua atau tiga hari belakangan ini.
04:12Demikian, Pak.
04:14Oke, jadi saya mau konfirmasi Pak.
04:15Artinya sampai dengan siang hari ini asap tersebut sudah tidak terdeteksi di wilayah langit Jakarta?
04:22Ya, berdasarkan koordinasi kami kemarin itu memang asap masuk ke wilayah DKI Jakarta karena memang ada pergerakan angin, arah angin
04:32yang mengarah ke timur dan barat atau tenggara Jawa ya termasuk wilayah DKI Jakarta masuk di dalamnya.
04:42Tapi, hari ini per pukul 07.00 tadi sudah tidak terpantau lagi untuk peta sebaran tersebut masuk ke wilayah DKI
04:51Jakarta.
04:52Demikian.
04:53Namun, demikian kami tetap pantau secara kontinu dengan BMKG untuk antisipasi langkah-langkah yang perlu kami lakukan.
05:01Karena sempat mampir ke Jakarta kabutnya Pak, pantauannya sejauh ini data dari BPBD seperti apa?
05:08Apa kualitas udara di Jakarta? Kemudian, apakah juga sudah mulai ada keluhan-keluhan yang masuk dari masyarakat?
05:15Ya, kalau untuk kualitas udara kami tentu akan terus memantau ya bersama Dinas Lingkungan Hidup melalui stasiun pemantauan kualitas udara
05:25yang kami miliki
05:26terkait dengan ada memang peningkatan konsentrasi PM2,5 pada periode 15 sampai dengan 16 Oktober kemarin.
05:34Namun, demikian sampai saat ini kami juga belum mendapat informasi yang lebih lengkap lagi terkait dengan dampak yang ditimbulkan
05:46ya baik itu dari laporan masyarakat terkait dengan kesehatan akibat gangguan dalam saluran pernafasan dan sebagainya.
05:54Namun, demikian kami terus memantau untuk penanganan kualitas udara di DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup
06:02dan juga Dinas Kesehatan untuk laporan terkait dengan keluhan terkadang gangguan di saluran pernafasan.
06:08Demikian, Mbak Putu.
06:10Ya, tadi disampaikan begitu ya Pak bahwa munculnya asap karhutlah di wilayah udara Jakarta ini salah satunya karena faktor angin.
06:19Apakah dari data yang saat ini dihimpun ini artinya masih ada kemungkinan asap karhutlah itu bisa kembali muncul lagi di
06:27wilayah udara Jakarta?
06:29Ya, ini dinamis sekali ya Mbak Putu ya, sangat dinamis sekali.
06:33Oleh karena itu perlu koordinasi yang intens antara BPB di DKI Jakarta dengan BMKG dan juga BNPB.
06:41Kami terus melakukan koordinasi ini supaya bisa segera melakukan langkah-langkah mitigasi
06:46bila mana terjadi hal-hal yang seperti yang beberapa waktu yang lalu kita alami yaitu asap itu masuk ke wilayah
06:55DKI Jakarta.
06:55Namun perlu saya sampaikan juga bahwa asap yang masuk ke wilayah DKI Jakarta ini masih di level atas gitu, belum
07:04masuk ke dalam level permukaan.
07:06Demikian.
07:08Saya juga mau mengkonfirmasi karena dari pagi hari tadi begitu ya ada informasi dari aplikasi kualitas udara begitu yang mengecek
07:16bagaimana indikator kualitas udara.
07:19Ini masih dinyatakan bahwa kualitas udara Jakarta ini dalam kondisi yang tidak sehat.
07:24Artinya kalau tadi disampaikan kan masih berada di atmosfer, apakah ini bukan serta-merta hanya dipengaruhi oleh faktor asap kebakaran
07:34saja,
07:35tapi juga karena faktor lain Pak?
07:39Ya, sampai saat ini karena informasi yang kami terima itu untuk asap itu belum sampai ke level permukaan,
07:47kami juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk data-data hasil pengukuran kualitas udara melalui alat-alat yang dimiliki oleh
07:56Pemprov.P. Jakarta dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup,
07:59itu memang terjadi peningkatan konsentrasi PM25, tapi lebih disebabkan oleh pengaruh daripada aktivitas industri,
08:08kemudian adanya pembentukan aerosol sekunder, kemudian juga pengaruh daripada emisi kendaraan bermotor dan sebagainya.
08:17Untuk polutan akibat asap karhutlat ini, ini perlu penelitian yang lebih lanjut lagi.
08:25Oke baik, artinya ada beberapa faktor lain juga yang mempengaruhi meskipun kualitas udaranya masih berada di kategori tidak sehat.
08:33Nah, bicara soal mitigasi Pak, jadi langkah konkret yang disiapkan BBB DKI Jakarta untuk mengantisipasi situasi yang sangat dinamis ini
08:41seperti apa?
08:42Ya pertama yang paling penting itu kami memperkuat koordinasi dan komunikasi kami dulu dengan instansi terkait ya dalam hal ini
08:52BNPB dan juga BMKG.
08:54Karena hotspot atau titik utamanya itu kan bukan di Jakarta ya, ada di daerah Sumatera ataupun di Kalimantan gitu.
09:03Hanya dampaknya itu, karena adanya tadi yang angin dan sebagainya itu, itu yang memperpengaruhi kepada wilayah DKI Jakarta.
09:11Nah kami perlu memperkuat koordinasi kami juga dengan BNPB dan BMKG.
09:16Kemudian hasil koordinasi ini kami perlu sampaikan juga kepada masyarakat supaya tidak menimbulkan, supaya masyarakat jauh lebih tenang dan mendapat
09:26informasi yang lebih konkret, yang lebih real, yang lebih lengkap
09:30terkait dengan apa saja langkah-langkah yang bisa dilakukan menangkala hal asap ini masuk lagi ke wilayah DKI Jakarta.
09:40Apakah juga disiapkan posko-posko atau bantuan berupa tabung oksigen untuk mengantisipasi jika nanti asap ini kembali datang dan juga
09:50waktunya ini lebih panjang daripada yang terjadi dari kemarin sampai dengan hari ini?
09:56Ya, itu worst scenario tentunya kita siapkan juga ya, untuk misalnya hal yang terburuk pun sekali terjadi itu kita sudah
10:05siapkan, kita sudah antisipasi, termasuk juga penyagaan pos-pos komando,
10:11bila mana itu memang sudah sangat diperlukan sekali. Demikian.
10:15Nah, pertanyaannya, apakah skenario untuk pembelajaran jarak jauh dan WFH ini juga disiapkan, tapi ditahan dulu Pak?
10:22Nanti kita akan kembali lagi, usai jeda, masih di Breaking News Kompas TV.