00:00Saudara Kalimantan Tengah, Kabupat, maksud kami kabut asap dan pakar hutlah menipis dibandingkan dengan hari sebelumnya disebabkan hujan yang turun
00:09dalam dua hari terakhir.
00:10Namun hanya di beberapa wilayah saja.
00:16Lantaran hujan yang tidak merata, sebagian wilayah lainnya masih tertutup kabut asap pekat, terutama di wilayah dekat titik api.
00:26Walau kabut asap menipis di sebagian wilayah, namun kualitas udara di kota Palangkaraya masih dalam level sangat tidak sehat.
00:35Warga Dimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
00:53Dan inilah saudara visual pantauan udara terkini di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
00:58Dalam visual terlihat asap masih menyala di beberapa bagian lahan yang berdekatan dengan jalan raya.
01:04Diketahui dua hari lalu hujan sempat mengguyur wilayah Palangkaraya yang berdampak pada menipisnya kabut asap.
01:12Meski begitu kondisi udara masih dalam kategori berbahaya.
01:25Dan kini saudara kita pantau situasi kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah bersama jurnalis Kompas TV.
01:32Ada Zahwa Majid dan juru kamera Bimo Wicaksana.
01:35Zahwa selamat siang bagaimana situasinya di sana dan bisa Anda jelaskan ini tepatnya Anda sedang memantau dari mana?
01:50Ya Putu dan juga saudara saat ini saya memantau dari Palangkaraya di Kalimantan Tengah.
01:59Lebih tepatnya di jalan di salah satu wilayah pemukiman warga.
02:04Bisa terlihat di belakang saya masih dilakukan upaya pemadaman.
02:08Tadi juga sempat ada kobaran api besar di belakang saya namun sudah berhasil dipadamkan.
02:14Namun kendati api besar sudah dipadamkan masih terlihat di belakang saya kabut asap masih bermunculan dari permukaan tanah.
02:23Dan jika dilihat di sebelah sini akan ditunjukkan oleh juru kamera Kompas TV Bimo Wicaksana bahwa
02:30lokasi kebakaran karhutlah ini tepat di belakang pemukiman warga.
02:38Ini ada rumah warga di belakang lokasi pemadaman.
02:43Jadi memang tak hanya di dekat jalan raya dan juga di wilayah-wilayah lainnya namun juga di sekitar pemukiman warga
02:52bahkan jaraknya tidak lebih dari 100 meter juga dilakukan pemadaman wilayah-wilayah yang terdampak oleh karhutlah.
03:02Dan di sini juga sudah ada relawan-relawan yang melakukan pemadaman begitu.
03:10Kami akan langsung menanyakan saja kepada salah satu relawan.
03:14Selamat siang Bapak.
03:16Selamat siang.
03:18Saya dengan Pak Ujang.
03:21Dari relawan BPK Bangas Rebon Bangas Permai.
03:25Pak mungkin boleh dijelaskan ini yang di belakang ini yang lagi berusaha dipadamkan ini ada apinya sejak kapan dan dapat
03:32informasi dari mana bahwa ada api yang kembali menyala begitu di belakang pemukiman warga?
03:38Kami tadi kebetulan habis mematikan api di kilometer 10 terus itu ada arahan kami disuruh bergeser pindah ke bukit keminting
03:47ini.
03:48Karena kata warga api sudah membesar.
03:51Jadi kami pindah langsung kami menuju ke sini.
03:55Pak ini kira-kira ada berapa hektar tanah yang terkena kebakaran ini di belakang sini ya?
04:02Kalau diperkirakan ini mungkin lebih daripada 3 atau 4 hektaran ini bu.
04:09Sejauh ini berapa debit air yang digunakan untuk sekitar 4 hektar tanah untuk memadamkan ini?
04:15Berapa debit air sih Pak yang digunakan?
04:17Kalau debit air kebetulan pas musim-musim ini air pada kering bu.
04:23Jadi kami minta air ini dari sumur-sumur warga.
04:27Kalau debit airnya kami kurang tahu berapa yang harus kami perlukan.
04:31Memang kami butuh air.
04:34Tapi kan Pak juga kemarin 2 hari sempat hujan begitu pas malam hari hujan buatan.
04:40Apakah itu dapat membantu mengurangi kabut asap di Kalimantan Tengah ini?
04:47Apa ini sebenarnya sebaiknya yang efektif itu seperti apa sih Pak untuk mengurangi kabut asap di sini?
04:52Sebenarnya kalau ada hujan seperti hujan buatan itu sebenarnya bukan menambah pengurangan asap.
04:59Itu kadang menambah munculnya asap lebih besar lagi.
05:05Karena hujan itu kan nggak sampai ke titik dasar gambut di bawah.
05:09Karena api ini makan gambutnya rata-rata di Kalimantan Tengah ini 1-2 meter ke bawah.
05:15Nah itu kalau hujan buatan aja coba kan mati di atas aja, di bawah masih hidup.
05:21Makanya akhirnya asap itu besoknya jadi membesar, timbul lagi keluar.
05:26Oke jadi hujan buatan itu bahkan sebenarnya bisa membuat kabut asap lebih tebal lagi seperti itu.
05:33Jadi apa yang harus dilakukan untuk benar-benar mematikan api yang ada di lahan gambut ini Pak?
05:39Nah benar itu tadi sebenarnya yang perlu sama sekali dimatikan untuk lahan gambut ini.
05:45Kita langsung turun ke lapangan, langsung kita tembak seperti yang kami lakukan ini.
05:52Yaitu kan kami di lapangan ini langsung menembak ke titik apinya sampai ke dasar sampai ke bawah.
05:58Terima kasih banyak Pak.
06:00Putu dan juga saudara memang sempat Kalimantan Tengah di Palangkaraya tepatnya itu juga sempat hujan dari hujan buatan 2 hari
06:08kebelakang.
06:09Asap juga sempat berkurang begitu namun berdasarkan indeks udara, udara di Palangkaraya Kalimantan Tengah ini masih tergolong berbahaya.
06:19Dan seperti yang dijelaskan oleh Pak Ujung tadi bahwa sebenarnya hujan buatan ini belum terlalu efektif begitu.
06:27Karena memang dari lahan gambut ini sendiri memiliki ciri khas yang menyimpan bara api di dalam tanahnya.
06:35Jadi walaupun permukaan tanahnya sempat terkena hujan, itu di dalam lahan gambut ini masih menyimpan bara api yang menyebabkan asap
06:46bahkan bisa menjadi lebih tebal beberapa hari ke depan.
06:51Putu.
06:51Baik, tadi Anda sampaikan Zahwa ini kan sangat berdekatan dengan rumah-rumah warga yang ada di sana, di dekat permukiman.
06:58Situasinya, kondisi warga di sana seperti apa? Apakah diungsikan sementara karena ini sangat berdekatan atau warga tetap tinggal di sana
07:06tapi ada mekanisme khusus yang dilakukan?
07:13Ya, putul sejauh ini kami melihat warga masih beraktifitas di rumah masing-masing seperti biasa.
07:20Tadi kami juga dalam perjalanan menuju ke sini kami melewati beberapa rumah bahkan ada yang sedang memperbaiki rumahnya begitu dan
07:29seperti biasa saja gitu tidak ada penanganan khusus, tidak ada pengungsian begitu warga.
07:35Bahkan di rumah yang tepat lahan ini sedang dipadamkan begitu pemilik rumah masih ada berada di dalam rumah masih menunggu
07:44lahan-lahan ini untuk dipadamkan begitu.
07:48Jadi tidak ada pengungsian khusus atau ada pengurangan aktivitas di sekitar warga.
07:53Mungkin memang tadi kami lihat tidak terlalu banyak warga yang berlalu lalang tapi jika melihat lebih dekat lagi banyak warga
08:01yang masih berada di dalam rumah masing-masing putuh.
08:05Baik, terima kasih laporan Anda, Jurnalis Kompas TV, Zahwa Maji dan Jurukamera Bimo Wicaksana.