Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Dugaan Keterlibatan Adik Mantan Kepala BNPB dalam Pengadaan Proyek Bencana Rp148 Miliar

Dugaan praktik penyalahgunaan wewenang di sektor penanganan bencana kembali menyita perhatian publik.

Adik dari mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disorot atas dugaan keterlibatannya dalam proyek pengadaan barang dan jasa penanggulangan bencana senilai Rp148 miliar.

Penyidikan mendalam terus dilakukan guna mengusut sejauh mana peran serta aliran dana dalam proyek emergency tersebut. Kasus ini menjadi alarm keras terkait pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran kebencanaan agar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan demi keuntungan pihak-pihak tertentu.

Selengkapnya dalam video di atas.

#DugaanKeterlibatanAdikEksKepalaBNPB #ProyekBencanaRp148Miliar

Creative/Video Editor: Icha/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kegiatan penyelidikan yang kemudian terjadi peristiwa tertangkap tangan terhadap pelaku tindak-pindak korupsi dalam dugaan tindak-pindak korupsi penggunaan dana
00:14siap pakai atau DSP di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
00:23Bahwa dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim KPK mengamankan sejumlah 15 orang pada hari Selasa tanggal 13 Oktober 2026
00:37di Jakarta yang kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih.
00:44Kemudian kelima belas orang tersebut, antara lain saudara RUS, selaku sekretaris utama BNPB.
00:57Kemudian yang kedua saudara BMS, selaku tenaga ahli kepala BNPB sekaligus yang bersangkutan adalah adik ipar dari eks kepala BNPB.
01:10Yang ketiga saudara RIC, selaku tenaga ahli kepala BNPB saat itu.
01:19Kemudian yang keempat saudara GPS, selaku kepala PPK pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB.
01:35Saudara SNJ, selaku pihak swasta, saudara GER, selaku pihak swasta, saudara ADR, selaku pihak swasta, saudara DI, selaku pihak swasta,
01:50saudara DL, selaku pihak swasta, saudara EA, selaku pihak swasta, saudara TO, selaku pihak swasta, saudara EDL, selaku pihak swasta,
02:03saudara EA, selaku pihak swasta, saudara TO, selaku pihak swasta, saudara EDL, selaku pihak swasta.
02:03Selaku pihak swasta
02:04Saudara DM
02:06Selaku pihak swasta
02:08Saudara MUM
02:10Selaku pihak swasta
02:11Dan terakhir yang kelima belas
02:13Saudara MF
02:14Selaku pihak swasta
02:16Kelima belas orang ini yang sudah diamankan
02:19Kemarin dalam kegiatan
02:20Peristiwa tertangkap tangan tersebut
02:22Dan sudah dilakukan pemeriksaan
02:25Untuk konstruksi perkara sendiri
02:29Bahwa dana siap pakai
02:31Atau DSB
02:32Itu merupakan dana yang
02:34Dicadangkan oleh pemerintah
02:36Untuk digunakan
02:37Pada saat keadaan darurat bencana
02:40Yang ditetapkan dan masuk
02:43Struktur anggaran di BNPB
02:46Dimana pencairan DSB tersebut
02:50Bersifat fleksibel
02:52Namun harus memenuhi salah satu
02:55Dari empat syarat dan ketentuan
02:57Yang merujuk pada peraturan BNPB
03:02Nomor tahun 2020
03:06Jadi ada kriteria
03:08Ada empat kriteria yang mesti dipenuhi
03:11Untuk mengeluarkan anggaran dari DSB
03:15Dan itu sudah ada ketentuan peraturan
03:18Yang dilakukan oleh kepala badan BNPB
03:21Yang pertama yaitu adanya penetapan status keadaan darurat
03:27Ini kriteria yang pertama
03:29Ketika memang anggaran DSBP ini akan dicairkan
03:35Kemudian
03:36Yang kedua adanya penetapan status keadaan tertentu
03:41Yang ketiga adanya pertimbangan risiko bencana berdampak
03:47Yang ditetapkan oleh kepala BNPB
03:51Dan adanya kebutuhan bantuan kemanusiaan ke luar negeri
03:56Jadi ini ada kriteria-kriteria yang mesti dipenuhi
04:01Untuk penggunaan dana DSB
04:03Yang tadi salah satunya adalah status keadaan darurat bencana
04:07Yang mungkin rekan-rekan sudah sering mendengar
04:11Dan ini ditetapkan oleh Bupati, Wali Kota, Gubernur, atau Presiden
04:16Untuk keadaan darurat bencana tersebut
04:19Adapun DSB tersebut digunakan untuk penanganan dan penanggulangan berbagai bencana
04:25Di antaranya kebakaran hutan dan lahan
04:29Karhutlah di Kalimantan dan Papua
04:32Gempa besar di Nusa Tenggara Timur
04:35Sehingga penanganan banjir di Aceh dan Sumatera
04:38Jadi sudah ada beberapa penggunaan DSB yang sudah dikeluarkan
04:44Untuk beberapa kegiatan penanganan bencana
04:55Terima kasih telah menonton!
04:56Terima kasih telah menonton!
04:57Terima kasih telah menonton!
04:57Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan