Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KPK Ungkap Aliran Dana Korupsi Bupati Klaten Digunakan untuk Lunasi Utang Pilkada 2024

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar arah aliran dana dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Klaten.

Temuan penyidik menunjukkan bahwa sebagian uang hasil suap senilai miliaran rupiah tersebut disinyalir dipergunakan untuk melunasi beban utang kampanye pada Pilkada 2024 lalu.

Fenomena ini kembali menegaskan tingginya biaya politik yang kerap menjadi pemicu utama timbulnya praktik rasuah di tingkat daerah. Praktik pengondisian proyek hingga perizinan dilakukan demi menutupi modal politik yang telah dikeluarkan selama proses pencalonan.

Selengkapnya dalam video di atas.

#KPKUngkapAliranDanaKorupsiBupatiKlaten #LunasiUtangPilkada2024

Creative/Video Editor: Icha/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Terkait dengan penerimaan uang dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa.
00:08Bahwa sejak menjabat sebagai Bupati Klaten, Saudara HWI diduga menerima V dari sejumlah penyedia atau kontraktor atas pengadaan di Kabupaten
00:20Klaten dengan nilai lebih dari Rp2 miliar.
00:24Dengan rincian sebagai berikut, dari Saudara MAW melalui Saudara RZI sebesar Rp1,90 miliar yang digunakan untuk keperluan pribadi Bupati
00:40diantaranya pembayaran utang pilkada dan kebutuhan operasional.
00:46Yang kedua, dari Pia Swasta melalui Saudara BSR selaku ajudan dengan nilai Rp240 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi HWI
01:04selaku Bupati.
01:05Yang ketiga, dari Pia Swasta melalui RZI selaku ajudan dengan nilai Rp100 juta yang digunakan untuk keperluan pribadi HWI.
01:18Jadi ini temuan beberapa pemberian-pemberian yang sudah diidentifikasi dalam proses pemeriksaan kemarin oleh tim.
01:27Kemudian klaster yang ketiga, penerimaan uang terkait tambang galian C di Kabupaten Klaten.
01:37Bahwa pada tahun 2026, Saudara HWI juga diduga menerima sejumlah uang total sebesar Rp245 juta
01:46yang berasal dari Paguyuban Tambang yang dikelola oleh Saudara LEG selaku pihak swasta.
01:55Adapun uang tersebut diserahkan melalui Saudara HAS selaku pihak swasta yang sekaligus bersangkutan merupakan adik kandung Bupati Klaten
02:07yang penggunaan uangnya untuk beberapa kegiatan di Pemkap Klaten.
02:16Selain itu, pihak pengusaha galian C juga diduga memberikan sejumlah uang secara rutin.
02:24Jadi selain memberikan kepada Bupati, pihak tambang yang tadi di dalam Paguyuban Tambang yang dikelola oleh Saudara LEG
02:35juga memberikan sejumlah uang rutin kepada LSM, inisial LA, hingga mencapai Rp2 miliar per bulan.
02:48Dan untuk pertemuan tersebut, khusus yang ke LSM, KPK juga akan mengkoordinasikan pertemuan tersebut dengan pihak APH
03:01Dalam hal ini, Baris Kim Mabes Pori terkait dengan dugaan indikasi kegiatan pertambangannya
03:11Jadi bukan dalam ranah tindak pindah korupsinya yang menjadi kewenangan KPK
03:17Kemudian klaster yang keempat
03:20Peneriman rutin uang lainnya terkait BULD, BUMD, dan OPD di Kabupaten Klaten
03:31Bahwa di sisi lain, sejak menjabat sebagai Bupati Klaten, Saudara HWI juga diduga mendapat setoran rutin
03:39dengan total sekurang-kurangnya Rp1,8 miliar sejak yang bersangkutan menjabat dari 2025 sampai dengan saat ini
03:53Yang diterimanya dari beberapa BULD, BUMD, hingga OPD dengan rincian
04:00Yang kemarin ditemukan oleh tim
04:03Senilai Rp30 juta per bulan dari PDAM
04:09Yang kedua, Rp15 juta sampai Rp20 juta per bulan dari PT AUP
04:17Kemudian yang ketiga, senilai Rp30 juta per bulan dari BPR Klaten
04:25Dan yang keempat, senilai Rp15 juta sampai Rp20 juta dari RSUD BW yang ada di Kabupaten Klaten
04:35Kemudian klaster yang kelima
04:37Ada juga penerimaan yang dilakukan oleh Bupati yang berasal dari penerimaan upah pungut
04:44Ini sebenarnya sudah pernah kita menangani juga
04:49Dan dugaannya juga terjadi di beberapa kabupaten lain
04:54Bahwa selanjutnya pada periode 2025-2026
05:00Saudara HWI juga diduga menerima uang potongan upah pungut
05:05Yang berasal dari setoran pejabat dan pegawai di lingkungan badan pengelolaan
05:12Keuangan pendapatan dan aset daerah BPKAD, Kabupaten Klaten
05:16Dari kemarin temuan penyidik dan penyidik sekurang-kurangnya sebesar Rp280 juta
05:26Jadi rinciannya pada tahun 2025
05:29HWI menerima uang potongan upah pungut sebesar Rp25 juta sampai Rp50 juta per triwulan
05:38Yang dikumpulkan melalui saudara RZI selaku ajudan
05:44Sementara tahun 2026
05:47HWI menerima uang potongan upah pungut sebesar Rp70 juta per triwulan
05:53Melalui saudara RZI juga
05:56Jadi ada kenaikan tiap tahun untuk nilai setoran upah pungutnya
06:03Bahwa dari rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini
06:06Kemudian tim KPK berhasil mengamankan barang bukti
06:11Berupa dokumen hingga uang tunai
06:13Dengan total mencapai Rp1,2 miliar
06:18Dengan rincian
06:21Yang pertama senilai Rp934 juta
06:25Ini ditemukan di kediaman saudara HHS selaku adik kandung bupati
06:32Yang disimpan dalam sebuah tong berwarna biru yang ada di rumah yang bersangkutan
06:42Kemudian yang kedua senilai Rp300 juta di dalam sejumlah amplop
06:48Dan yang terakhir ada uang falas senilai Rp5.972 juta
06:56Atau sekitar Rp16 juta
07:00Itu untuk barang bukti yang berhasil diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan kemarin
07:08Kemudian untuk penetapan dan penahanan
07:11Terima kasih telah menonton!
07:17Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan