00:00Sedara Trump Ancam seranggiran lewat operasi kecil-kecilan efek yuri jelang pemilu selah AS.
00:05Kita akan bahas bersama Prof. Hikmahanto Yuana, Guru Besar Hukum Internasional UI.
00:10Selamat malam, Prof. Hikmahanto.
00:13Selamat malam.
00:14Prof, ancaman operasi militer jelang pemilu selah AS disampaikan Trump.
00:19Apa yang Anda baca?
00:21Ya, sebenarnya begini ya.
00:23Kalau yang saya dapatkan dari berbagai media itu pertama adalah adanya pernyataan dari Duta Besar Amerika di Turki
00:33yang mengatakan bahwa Trump akan melakukan serangan sebelum tanggal 3 November.
00:39Karena 3 November ini kan meet-up election di Amerika Serikat.
00:43Namun demikian di depan wartawan, Trump mengatakan dari mana dia tahu.
00:48Kok dia lebih tahu kira-kira seperti itu.
00:50Jadi, meragukan apakah memang sebelum tanggal 3 November, sebelum meet-up election itu akan ada serangan.
00:59Namun demikian, memang Trump, tanda kutip, ada nada mengancam.
01:05Tetapi kita masih belum tahu apakah sebelum tanggal 3 November atau setelah tanggal 3 November.
01:11Nah, meet-up election ini menjadi patokan.
01:13Kenapa? Karena bagi Trump, dia membutuhkan senat yang dikuasai oleh Partai Republik
01:23untuk bisa benar-benar melakukan serangan ke Iran kembali.
01:28Kenapa? Karena kalau misalnya ternyata hasil dari meet-up election ini dimenangkan oleh Partai Demokrat,
01:35justru sebaliknya, Trump akan mendapatkan atau menghadapi ancaman impeachment dari pihak Demokrat.
01:44Artinya begini, maaf saya potong.
01:46Artinya, Benika, apakah Anda melihat AS benar-benar bersiap untuk perang atau hanya menekan Teheran saja?
01:53Ya, ini kalau saat sekarang, ini mau menekan Teheran.
01:56Jadi, karena belum ada kepastian pada tanggal 3 November nanti,
02:01senat dan kongres itu akan dikuasai oleh siapa.
02:05Tapi sekali lagi, kalau misalnya Trump melihat bahwa ternyata dikuasai oleh Partai Republik,
02:11oh, dia akan lakukan serangan tersebut.
02:13Tapi apapun keputusan dari Trump, kapan harus menyerangnya,
02:18Iran sudah mengatakan bahwa dia akan siap.
02:20Karena posisi Iran adalah dia tidak mau tunduk dengan keinginan Amerika Serikat,
02:26baik itu ancaman maupun diserang dalam yang serangan nyata.
02:33Jadi, dia tidak akan mau tunduk dengan apapun itu.
02:36Demikian kalau dari posisi Iran.
02:38Jika memang melakukan ancaman dan akan menyerang,
02:41apakah Prof melihat Amerika ini masih punya munisi dan dana
02:43untuk melancarkan operasi militer semacam epic fury kecil-kecilan, Prof?
02:48Ya, kalau misalnya memiliki potensi seperti itu,
02:54memang harus diakui Amerika Serikat memiliki potensi.
02:56Mungkin kekuatan yang ada di Timur Tengah sudah sangat menurun drastis,
03:02tapi kan bukan berarti bahwa kekuatan di wilayah-wilayah lain,
03:08di kawasan-kawasan dunia lain di mana ada kekuatan Amerika Serikat
03:13itu akan berbondong-bondong datang ke Timur Tengah.
03:16Yang pasti adalah kekuatan di Amerika Serikat sendiri itu tidak bisa digunakan
03:22untuk melakukan serangan ke Timur Tengah.
03:25Karena kekuatan di Amerika Serikat untuk kepentingan Amerika Serikat
03:31apabila Amerika Serikat diserang.
03:33Jadi, itu tidak boleh bergerak.
03:34Yang boleh bergerak adalah di kawasan-kawasan di luar Amerika Serikat.
03:39Prof, beberapa waktu lalu Iran mengklaim menembak jatuh drone AS.
03:42Apakah insiden ini menjadi tanda atau menunjukkan omongan Trump
03:46bahwa memang akan dilakukan serangan dengan pertama kali menurunkan drone mereka?
03:53Ya, sekali lagi, ini tidak seperti itu ya yang saya baca dari apa yang dinyatakan oleh Trump.
04:00Karena Trump mengatakan gini, menjelang tanggal 3 November ini,
04:03ini ada progres pembicaraan antara pihak Amerika Serikat dengan pihak Iran,
04:10menurut Trump, ya, bahwa progres itu yang membuat dia
04:14masih belum memutuskan untuk melakukan serangan ke Iran.
04:19Nah, kita tidak tahu apakah itu bahasa kamuflase
04:22untuk menunggu sampai dengan tanggal 3 November,
04:26atau memang benar-benar ada pembicaraan antara pihak Amerika Serikat dan Iran.
04:31Yang saya coba pantau dari pihak Iran,
04:34tidak menyebutkan bahwa ada pembicaraan antara pihak Amerika Serikat dengan Iran
04:40terkait dengan misalnya perdamaian, gitu.
04:43Jika menunggu sampai 3 November dan ini, serangan ini bisa kapan saja terjadi.
04:49Dan jika serangan benar-benar terjadi, Prof, Iran siap menghadapi, Prof?
04:53Ya, yang pasti Iran sudah mengatakan bahwa kalau kami diserang,
04:58kami akan hadapi dengan kekuatan.
05:00Dan dia menjanjikan bahwa serangan balasan itu akan lebih besar
05:07ketimbang serangan pada waktu Epic Fury dimulai, seperti itu.
05:12Jika kedua negara ini akhirnya saling serang lagi,
05:14bagaimana potensi konflik berkembang, Prof?
05:18Ya, ini akan sangat liar ya, kalau misalnya perang itu dimulai lagi
05:24dan kemudian ini yang pasti akan berdampak pada kehidupan, aktivitas dunia,
05:30termasuk juga mungkin harga BBM akan naik,
05:34lalu kemudian supply chain juga akan terganggu,
05:38dan banyak lagi akibatnya.
05:41Sehingga perekonomian dunia bisa dipastikan akan melambat, gitu ya.
05:44Nah, ini yang seharusnya dalam posisi seperti ini,
05:48tim mediator yang dipimpin oleh Pakistan,
05:53itu harus sudah memulai lagi pembicaraan-pembicaraan
05:57antara kedua negara.
05:58Dan yang saya harapkan adalah
06:02kalau Partai Demokrat bisa menguasai Senat dan Kongres,
06:07dan mereka memaksa Trump untuk merubah kebijakannya
06:11dalam menyerang Iran, ya, dan fokus untuk menyelesaikan
06:15masalah-masalah dalam negeri
06:16yang membuat rakyat Amerika Serikat terhimpit, seperti itu.
06:21Baik, terima kasih Prof. Rikmahanto Juwana,
06:23Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia
06:25telah bergabung bersama kami di Kompas Malam.
06:27Terima kasih, Prof.
06:29Terima kasih, selamat malam.
06:31Terima kasih, Prof.