Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Saksi Ade Darmawan memberikan keterangan dalam persidangan kasus tudingan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Di hadapan majelis hakim, Ade mengaku melihat ijazah SMA dan S1 Jokowi saat gelar perkara.

Namun, ia menyebut melihat dokumen tersebut dari jarak agak jauh dan tidak mendekat saat proses berlangsung.

Ade juga mengaku sempat diusir oleh Tifa ketika mengikuti gelar perkara tersebut.

Dalam persidangan, Ade menyatakan unggahan yang menjadi sorotan hanya menampilkan foto untuk membandingkan, tanpa disertai dokumen atau hasil pemeriksaan yang menjadi dasar tuduhan.

Ia juga mengaku tidak pernah melihat langsung berkas digital asli yang digunakan terdakwa untuk melakukan analisis. Saat ditanya mengenai dampak unggahan terhadap Jokowi, Ade menyampaikan bahwa ia sempat berkomunikasi dengan Jokowi dan melihat kekecewaan dari raut wajahnya.



Produser: Prayogi Haro

Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/698633/terungkap-saksi-ade-darmawan-mengaku-lihat-ijazah-asli-jokowi-saat-gelar-perkara-diusir-tifa
Transkrip
00:00Itu tujuan yang memang langsung diambil mati oleh Pak Jokowi.
00:05Jokowi?
00:05Iya.
00:07Surat nama yang ijazah asli Pak Jokowi?
00:11Kalau ijazah asli Pak Jokowi,
00:16kalau saya melihat secara dekat tidak,
00:20tapi di dalam gelar perkaraan,
00:23saya melihat, tapi agak jauh ya,
00:27saya tidak merapat.
00:28Kalau saja saya ikut dalam gelar perkara,
00:30tapi diusir sama Pak Jokowi.
00:32Oh, ada boleh ya?
00:34Saya melihat.
00:35Yang sesi pertama.
00:37Sesi pertama ya?
00:43Asli.
00:43Karena itu dalam gelar perkara ya, boleh?
00:47Iya.
00:48Ada dua ijazah yang ditampilkan,
00:50yaitu SMA dan S1.
00:52Dan saya ada.
00:59Sampai katakan sudah saksi dari beberapa aling.
01:04Iya.
01:07Apa yang disampaikan,
01:09terdapat ini ada dokumen lainnya enggak?
01:11Atau hasil pemeriksaan yang dijadikan dasar tuduhan?
01:17Yang ditampilkan.
01:19Yang ditampilkan.
01:20Foto ya, foto ya.
01:21Foto.
01:22Terus.
01:27Semoga Jokowi yang bisa tidak pernah mengakui,
01:30seperti wisatawan.
01:31Yang ini.
01:32Iya, dari unggahan itu,
01:35ada dokumen yang dilambilkan atau disampaikan,
01:38atau berupa hasil pemeriksaan,
01:40yang dijadikan terdakwa dasar tuduhan,
01:42sepengatau saksi,
01:44pada saat pernyataan disampaikan.
01:46Kalau saya menampilkan sih,
01:48memang di background itu,
01:50ijazah ya.
01:51Ijazah tapi,
01:53cuma di layar ya.
01:56Tanya-tanya.
01:56Kalau fotokopinya mas roh itu ya.
01:58Iya, maksudnya dari unggahan tuduhan itu,
02:03pernyataan itu,
02:03ada dokumen atau hasil pemeriksaan
02:06yang dilakukan terdakwa
02:08untuk menyatakan tuduhannya?
02:11Tidak ada.
02:13Tidak ada.
02:13Cuma menampilkan foto,
02:16membanding saja bibir dan bumi siapa.
02:19Hanya menampilkan itu saja?
02:20Iya.
02:20Dokumen pemeriksaan tidak dilampilkan?
02:23Dokumen ada tapi biasa ya.
02:26Biasa saja ya?
02:27Iya.
02:31Dokumen hasil pemeriksaan dari
02:33Laboratorial itu apa itu?
02:34Iya, kan dia menurut.
02:35Oh enggak, enggak ada, enggak ada.
02:37Tidak ada, enggak ada.
02:38Tidak ada.
02:41Lalu,
02:44soalnya tahu kan,
02:46ada sebuah unggahan itu
02:48dibagikan menyetujui
02:49dari unggahan yang dilakukan terdakwa.
02:52Saya sudah katakan juga
02:53ada perdebatan itu ya.
02:56Soalnya sudah sempat melihat itu
02:56sudah berapa
02:57yang diunggah
03:00atau disibagikan
03:01oleh akun tersebut.
03:04Oh, saya rasa banyak itu.
03:07Tapi saya enggak melihat,
03:09memang hitung ya.
03:10Tapi kalau melihat viewer itu
03:12banyak.
03:25Oke.
03:26apa yang dampak
03:29kemudian yang terhadap beliau ini?
03:36Tanya beberapa kata yang saya berjumpa
03:39pada saat memang ini menjadi satu persoalan.
03:43Saya cuma tanya,
03:44Bapak ini seperti apa?
03:46Bapak cuma menjawab.
03:49Yang kuliah saya,
03:50yang sekolah saya,
03:56yang menuduh palsu orang lainnya.
04:02Sehingga Bapak merasa bahwa
04:05wah,
04:07ini betul-betul
04:09membuat Bapak
04:10kalau
04:11mengatakan bahwa
04:14saya sakit hati sih,
04:16Bapak tidak.
04:16Tetapi kalau melihat kekecewaan
04:19dari rawat wajah,
04:20saya rasa dokter Tifa
04:21paling menjabuh
04:22untuk baca rawat wajah kan.
04:23Nah, itu kekecewaannya
04:24sih,
04:24darut banget.
04:25Kemudian,
04:28terkait
04:29ring dengan unggahan,
04:33selain tadi
04:33surat,
04:34apa,
04:35lihat,
04:35tonton di Youtube ya.
04:37Jadi,
04:39pernah surat lihat
04:40langsung gak?
04:41Bekas digital
04:43asli yang diundangkan
04:44terdapat
04:45sebagai bahan analisis
04:47selain
04:48banyak gambar
04:49dari yang ditampilkan
04:50di Mesos.
04:51Ada gak segala penelian
04:52bekas kita aslinya?
04:54Enggak,
04:55enggak ada.
04:55Hanya membawa
04:56satu kertas-kertas saja
04:57terus kemudian
04:58yang di 7G itu
05:00memang adalah perinan ya.
05:02Itu aja ya?
05:03Iya, itu aja sih.
05:09Kami,
05:10bentar,
05:10cukup yang mulai.
05:11Dan nanti
05:12mohon waktu penegasan.
05:14Iya.
05:15Iya.
05:17Majelis
05:19tadi
05:20salah satu saksi
05:22tidak dihadirkan.
05:23Apa,
05:24ada surat barangkali
05:25dari
05:27bisa lihat suratnya.
05:30Yang
05:31yang tidak dihadirkan.
05:32itu?
05:33Iya.
05:33Apa,
05:33tidak?
05:34apa,
05:34Terima kasih.

Dianjurkan