00:00Karhutla belum berakhir, kabut asap kembali menyelimuti kota Palangkaraya.
00:05Kualitas udara juga masih berada di level berbahaya.
00:13Meski sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir,
00:16namun kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya belum sepenuhnya usai.
00:20Sejak selasa pagi, kabut asap kembali menyelimuti kota Palangkaraya,
00:25imbas dari Karhutla.
00:26Sebaran kabut asap kini mulai kembali tampak, mengepung setiap sudut kota.
00:32Bahkan, menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup,
00:35kualitas udara di kota Palangkaraya kembali masuk dalam level berbahaya
00:39dengan konsentrasi partikulat PM25 mencapai angka 384 mikrogram per meter kubik.
00:53Kalau kemarin pas hujan lebat, kayaknya emang udah menghilang.
00:57Tapi kayaknya nih kok, kayaknya ada lagi nih kembali.
01:00Sekarang dia?
01:00Iya, ini dua-dua hari ini kayaknya kan semakin tebal lagi nih kayaknya.
01:03Kalau daerah sini nggak begitu terasa,
01:07tapi kalau mungkin kalau masuk ke arah Keraja Wali
01:09atau Jelik Riwut yang ke atas itu mungkin semakin menyengat di sana.
01:17Sementara itu di Jambi Saudara, Gubernur Al-Haris menyebut saat ini
01:22masih terdapat tiga titik asap karhutlah yang terjadi di wilayahnya.
01:26Ketiganya berada di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang
01:29pada lahan gambut di wilayah Desa Jebus dan Sungai Sayang.
01:33Sebelumnya, ketiga titik api sempat padam setelah diguyur hujan.
01:38Namun, karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan panas
01:41membuat timbulnya asap kembali.
01:43Sementara itu, total luasan lahan yang terbakar
01:46dari Januari hingga 1 November mencapai 5.304 hektare.
01:55Hari sudah habis semuanya.
01:57Sudah dingin, asap sudah habis tidak ada lagi.
02:02Kemudian tidak ada lagi api yang menyala.
02:05Tetapi di lahan gambut di Taman Nasional,
02:09di daerah Jebus, Sungai Sayang,
02:13itu masih ada tiga titik disana yang masih ada asap.
02:17Dan saya sepanjang belum dicabut
02:21SK Siaga kita,
02:24dan saya belum berani untuk kelepasan.
02:27Supaya itu masih mengerjakan masing-masing.
02:30Situasi terkini kondisi kabut asap Imbaskar Hutla
02:33yang menyelimuti Palangkaraya
02:34akan disampaikan oleh jurnalis Kompas TV
02:36Kurnia Tarigan dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
02:39Selamat siang, Kurnia.
02:41Bagaimana dengan kondisi kabut asap siang ini?
02:43Apakah masih cukup tebal atau sudah mulai menipis?
02:46Ya, selamat siang, Imron dan Saudara.
02:49Dapat kami informasikan dari Palangkaraya.
02:53Terkait dengan kondisi atau kejadian kebakaran hutan dan lahan
02:56yang sudah terjadi sejak lima bulan.
02:59Dampaknya empat bulan.
03:01Kota Palangkaraya terselimuti kabut asap.
03:04Namun, Imron dan Saudara,
03:07memang dalam sepekan yang lalu,
03:09intensitas curah hujan cukup tinggi turun di Palangkaraya.
03:13Meski berdurasi sangat pendek,
03:15tapi hal itu dapat membantu upaya pemadaman
03:20atau pemadaman api yang sedang membara pada lokasi lahan gambut.
03:25Namun, Imron dan Saudara,
03:28dengan rendahnya durasi waktu dari curah hujan,
03:32belum mampu melakukan atau memadamkan barak api yang berada
03:37dalam lapisan gambut.
03:39Sehingga kepulan asap dari lapisan gambut
03:42masih terus keluar dan menyelimuti Kota Palangkaraya.
03:46Sejak sepekan yang lalu,
03:48memang kondisi Kota Palangkaraya jauh lebih baik
03:52dibanding waktu-waktu atau hari-hari sebelumnya.
03:55Kondisi kualitas udara juga berangsur-angsur lebih membaik.
03:59Namun, pada siang ini, Imron dan Saudara,
04:03kondisi di Kota Palangkaraya tampak kabut asap mulai kembali
04:08menyelimuti Kota Palangkaraya.
04:11Bahkan kami mencatat berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup.
04:17Pada pukul 9 lewat 15 waktu Indonesia bagian Barat,
04:22kualitas udara pada konsentrasi partikulat PM 2,5 di Kota Palangkaraya
04:28mencapai angka 348 mikrogram per meter kubik
04:35atau berada atau kembali berada masuk pada level kualitas udara berbahaya.
04:43Bahkan kami mencatat dari data BPBD Kota Palangkaraya
04:48sejak tanggal 1 Juni hingga tanggal 1 November
04:53sedikitnya ada tercatat 1.466 hektare luas lahan
05:00yang sudah hangus terbakar dengan kejadian 997 kali.
05:06Bahkan dalam sepekan, Imron dan Saudara,
05:09kami memeriksa data yang datang dari,
05:13yang kami ambil dari data BPBD Kota Palangkaraya.
05:17Ada 1 hektare penambahan luas lahan yang terbakar
05:20dan ada 3 kali kejadian kebakaran yang terjadi dalam sepekan.
05:26Artinya, mungkin kabut asap yang saat ini mulai tampak terlihat
05:30dengan menurunnya intensitas hujan dalam sehari
05:34bisa menambah titik api dan kejadian kebakaran hutan
05:38yang terjadi di Kota Palangkaraya.
05:40Bahkan, Imron dan Saudara,
05:42dampak dari kebakaran hutan dan lahan
05:44yang menimbulkan kepulan asap di Kota Palangkaraya
05:47sedikitnya ada 12.000 kasus ISPA
05:50yang tercatat di Kota Palangkaraya.
05:54Dampak dari kabut asap yang saat ini terjadi
05:56juga telah memperpendek jarak pandang.
05:59Jarak pandang yang kami catat berdasarkan data dari Kota Palangkaraya,
06:05BPBD Kota Palangkaraya,
06:07lebih dari 1.500 meter atau 1,5 kilometer hingga 2 kilometer.
06:15Imron.
06:15Baik, setelah sempat membaik udara di Palangkaraya,
06:19hari ini kabut asap kembali menebar
06:21dan dari data yang didapat,
06:24ada sekitar 1 hektare luasan penambahan lahan yang terbakar.
06:28Terima kasih atas laporan Anda, Jurnalis Kompas TV,
06:30Kurnia Tarigan dari Palangkaraya.