Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
Laporan Manis Airlangga Ke Prabowo: Surplus Perdagangan Capai 10 Miliar Dolar AS

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta,pada Senin, 2 November 2026. Dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat kuat. Indikator manufaktur Indonesia berhasil menembus level ekspansi tinggi di angka 54, sementara neraca perdagangan periode Januari hingga September 2026 mencetak surplus sebesar 10,61 miliar dolar AS.

Pertumbuhan ekspor nasional dan inflasi yang terkendali pada level 3,23 persen turut memperkokoh ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Pemerintah juga menyiapkan langkah kompensasi berupa diskon transportasi untuk mengantisipasi lonjakan inflasi jelang momen Natal dan Tahun Baru.Kinerja solid ini diharapkan terus berlanjut dan terjaga dengan stabil hingga penghujung tahun 2026. Lantas, bagaimana langkah strategis pemerintah selanjutnya untuk mempertahankan tren positif perekonomian ini? Simak ulasan selengkapnya dalam video berikut.

#LaporanManisAirlanggaKePrabowo #SurplusPerdagangan10MiliarDolar

Creative/Video Editor: Aqilah/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Terima kasih.
00:30Sudah masuk ke level ekspansi di 54, itu meningkat dari bulan yang lalu 52,4 dan ini menandakan penguatan ekspansi
00:40sektor manufaktur dan level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024, jadi ini level ekspansi yang tinggi.
00:51Kemudian dari segi neraca perdagangan, di bulan September perdagangan surplus di 3,36 miliar, ini berasal dari surplus non-migas
01:04yang 5,67 miliar dan defisit migas 2,31.
01:08Dari segi bulan Januari sampai September 2026, ini surplusnya neraca perdagangan kita 10,61 miliar dipicu oleh surplus non-migas
01:23sebesar 34,21 miliar dan walaupun defisit migas mencapai 23,6 miliar.
01:31Nah sedangkan dari ekspor kita lihat secara total naik 5,58 persen year on year, jadi tahun ini Januari September
01:41221,23 miliar, kemudian dari segi non-migas ekspornya 212,27.
01:49Sedangkan import juga mengalami kenaikan 19,67 persen, yaitu sebesar 210,63 miliar, terutama kenaikan bahan baku dan penolong, juga
02:02kenaikan dari capital goods atau barang-barang modal.
02:05Dan di bulan Januari September juga terjadi di tahun lalu 176, jadi kita hampir importnya naik hampir 20 persen.
02:21Sedangkan non-migas itu 178,06 miliar naik 16,92, tentu dipicu oleh kenaikan harga.
02:31Dari segi inflasi, inflasi di Oktober year on year sebesar 3,23 persen dan month to month 0,22.
02:40Dan inflasi tahun kalender artinya year to date itu sebesar 2,4 persen.
02:47Jadi kalau year to date 2,4 persen juga ini masih dalam range 2,5 plus minus 1 persen.
02:54Terutama kalau kita lihat inflasi ini disebabkan oleh volatile food, makanan minuman, cabai raut, ikan segar, kemudian juga didukung oleh
03:04inflasi di bidang transportasi.
03:08Termasuk angkutan udara namun kita punya program untuk diskaun menjelang Nataru.
03:14Jadi kenaikan itu nanti kita akan kompensasi dengan diskaun.
03:18Jadi dari segi inflasi sendiri, core inflationnya hanya 2,56,
03:24administrator price yang memang tinggi 3,24 dan volatile food 5,81.
03:29Jadi ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia terjaga dan masih kuat sampai bulan ini
03:36dan sampai akhir tahun diharapkan kondisi masih terjaga.
03:41Demikian, terima kasih.
03:48Terima kasih telah menonton!

Dianjurkan