- 2 menit yang lalu
- #gerindra
- #gibran
- #ijazahgibran
KOMPAS.TV - Aliansi Kolektif Sipil atau AKSI mendesak Partai Gerindra mengambil sikap terkait polemik surat keterangan penyetaraan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Koordinator aksi sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai sikap Gerindra penting agar polemik tersebut tidak berdampak pada Presiden Prabowo Subianto. Ray juga mendorong Gibran mundur atau dimundurkan dari jabatannya.
Desakan tersebut didasarkan pada penafsiran Ray terhadap putusan Mahkamah Agung dan pertimbangan Mahkamah Konstitusi terkait dokumen pendidikan Gibran.
Menanggapi desakan itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus anggota DPR, Habiburokhman, menyatakan partainya akan membahas polemik tersebut setelah masa reses berakhir. DPR dijadwalkan kembali memasuki masa sidang pada 10 November mendatang.
Lantas, bagaimana sikap Gerindra dan partai-partai koalisi lainnya? Sejauh mana polemik ini dapat berlanjut ke ranah politik?
Simak pembahasannya bersama Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara Andi Azwan, dan Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Burhanuddin Muhtadi.
#gerindra #gibran #ijazahgibran
Baca Juga Polemik Ijazah Wapres Gibran, Sejumlah Perwakilan Partai Politik Buka Suara | PARASOT 2 di https://www.kompas.tv/nasional/699526/polemik-ijazah-wapres-gibran-sejumlah-perwakilan-partai-politik-buka-suara-parasot-2
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699556/full-ray-rangkuti-andi-azwan-pakar-politik-soal-gerindra-didesak-sikapi-ijazah-gibran
Koordinator aksi sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai sikap Gerindra penting agar polemik tersebut tidak berdampak pada Presiden Prabowo Subianto. Ray juga mendorong Gibran mundur atau dimundurkan dari jabatannya.
Desakan tersebut didasarkan pada penafsiran Ray terhadap putusan Mahkamah Agung dan pertimbangan Mahkamah Konstitusi terkait dokumen pendidikan Gibran.
Menanggapi desakan itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus anggota DPR, Habiburokhman, menyatakan partainya akan membahas polemik tersebut setelah masa reses berakhir. DPR dijadwalkan kembali memasuki masa sidang pada 10 November mendatang.
Lantas, bagaimana sikap Gerindra dan partai-partai koalisi lainnya? Sejauh mana polemik ini dapat berlanjut ke ranah politik?
Simak pembahasannya bersama Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara Andi Azwan, dan Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Burhanuddin Muhtadi.
#gerindra #gibran #ijazahgibran
Baca Juga Polemik Ijazah Wapres Gibran, Sejumlah Perwakilan Partai Politik Buka Suara | PARASOT 2 di https://www.kompas.tv/nasional/699526/polemik-ijazah-wapres-gibran-sejumlah-perwakilan-partai-politik-buka-suara-parasot-2
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699556/full-ray-rangkuti-andi-azwan-pakar-politik-soal-gerindra-didesak-sikapi-ijazah-gibran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00...partai musa dan bangsa.
00:04Aliansi kolektif sipil atau aksi yang terdiri dari sejumlah kelompok masyarakat
00:09mendesak partai Gerindra menyikapi polemik surat keterangan penyetaraan
00:13Ijazah Wapres Gibran Raka Bumi.
00:15Koordinator aksi sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Rai Rangkuti, menilai
00:20sikap Gerindra penting agar polemik ini tak berdampak pada Presiden Prabowo Subianto.
00:25Pasalnya, menurut Rai, putusan Mahkamah Agung sudah menyatakan suket Ijazah Gibran batal
00:31demi hukum dan Mahkamah Konstitusi menyebut tak ada Ijazah Gibran.
00:35Oleh karenanya, aliansi tersebut mendorong Wapres Gibran mundur atau dibundurkan.
00:41Melihat gelagat akhir-akhir ini, kami menangkap bahwa pihak dari Gibran terlihat
00:52tidak akan mengambil jalan mundur.
00:55Alias sampai saat ini mereka tidak punya pilihan mundur, kecuali memang harus dimundurkan.
01:01Justru karena itulah kemudian sebaiknya Gerindra salah satunya tampil ke depan
01:08untuk memberi penjelasan bahwa tidak ada ketanya ini dengan Pak Prabowo.
01:12Bahkan kita mendukung hak penyatakan pendapat.
01:15Dan kalau ini panjang, tidak mustahil ini akan merembek kepada Pak Prabowo.
01:22Berespons desakan itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus anggota DPR,
01:26Habibu Rohman, memastikan partainya akan membahas polemik Ijazah Gibran usai masa reses.
01:32Di awal masa sidang besok, biasanya ada rapat fraksi.
01:36Di situ kami anggota akan mendapat arahan dan sekaligus merumuskan sikap fraksi Partai Gerindra di DPR RI.
01:45Usai reses, DPR akan memulai masa sidang selanjutnya pada 10 November mendatang.
01:51Usai proses hukum, kini publik menanti sikap Partai Gerindra
01:54serta sejumlah partai koalisi pengusung Prabowo-Gibran lainnya
01:57untuk kelanjutan proses politik terkait keabsahan surat keterangan Ijazah Wapres Gibran.
02:03Tim Liputan, Kompas TV
02:10Usai proses hukum di Mahkamah Agung,
02:12kini bola panas polemik surat keterangan penyetaraan pendidikan Ijazah Gibran
02:17bergulir ke proses politik di Senayan.
02:20Partai politik di DPR disak segera bersikap,
02:23terutama Gerindra agar dampaknya tidak merembet pada Presiden Prabowo.
02:27Kita bahas hal ini bersama Direktur Eksekutif Lingkar Madani Rai Rangkuti,
02:32Leluh Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara Andi Azwan,
02:35dan Guru Besar Ilmu Politik Uwin Sharif Hidayatullah Burhanuddin Muhtadi.
02:40Selamat malam Bung Andi.
02:42Malam Mbak, malam.
02:43Selamat malam juga Bung Ray, Bung Burhan.
02:46Malam, malam.
02:48Saya ke Bung Ray dulu.
02:50Kalau dari petanya sekarang, apakah Gerindra memungkinkan untuk bersikap lebih tegas
02:55terkait dengan surat keterangan penyataraannya Mas Gibran?
02:58Pasti putusan MA terutama.
03:03Partai-partai ini harus bersikap dengan tegas ya.
03:07Apakah mereka akan melanjutkannya ke dalam sak penyatakan pendapat atau sebaliknya gitu.
03:12Tapi nggak boleh lagi ada sikap yang abu-abu.
03:16Sebab kalau mereka bersikap abu-abu, itu akan menimbulkan berbagai kegaduhan yang terus-menerus.
03:23Karena akan ada akhirnya kan.
03:25Yang lain menuntut mundur, yang lain menuntut hak penyatakan pendapat,
03:29tapi yang lain menatakan ya biasa aja ini tetap bisa dipertahankan dan seterusnya.
03:36Nah tergantung sekarang, khususnya kepada Gerindra ya.
03:39Apakah mereka mau membuat politik ini akan terus gaduh seperti sekarang?
03:42Atau sebaliknya, mau mengakhirinya dengan pendapat mereka nanti di DPR.
03:47Apakah hak menyatakan pendapat atau tidak gitu.
03:51Nah cuman kalau kita mendengar tadi apa namanya itu ya,
03:54wawancaranya Bung Adiur Rahman,
03:57ya saya tidak tahu.
03:58Tetapi kesan saya sih sebenarnya mereka sedang mendengar
04:02apa yang menjadi berbagai untutan publik saat ini gitu.
04:07Termasuk menurut saya sih,
04:09untutan apa namanya itu keinginan dari para pendukung Gibran.
04:12Pendukung Gibran itu kan menyebut di hadapan kita semua,
04:17bahwa daripada mundur lebih baik dimundurkan kan.
04:20Nah mungkin ini yang akan nanti dijawab oleh partai-partai,
04:24khususnya sebetulnya partai pendukung ya.
04:26Bagi saya mereka lah yang paling bertanggung jawab
04:29dengan situasi seperti sekarang setelah
04:31Bukama Agung menyampaikan pendapatnya atau putusannya
04:34terkait dengan suket yang dimaksud.
04:36Karena mereka yang mendukung,
04:38karena mereka lah yang apa namanya itu ya,
04:41menjaktarkan gitu ya.
04:42Mereka juga yang mestinya dari awal memperifikasi
04:45apakah suketnya benar atau tidak gitu.
04:47Nah kalau ternyata sekarang tidak benar,
04:50ya tentunya mereka yang harus mengambil alih tanggung jawab.
04:53Menurut Bung Re,
04:53jadi part pol pendukungnya Prabowo Gibran
04:55pada saat Pilpres lalulah yang harus bersikap
04:58soal ini Bung Adi.
04:59Apakah yang dinamakan sikap menurut relawan,
05:03ya memang dalam kondisi sekarang pasnya putusan MA
05:06dimungkinkan untuk dibawa ke DPR
05:09untuk hak menyatakan pendapat
05:11seperti yang disampaikan Bung Re tadi.
05:12Ya, jadi kan kita mesti kelihatan juga ya.
05:14Pertama dari surat hasilnya ya
05:19yang dari Mahkamah Agung kan
05:20sampai sekarang kita belum terima.
05:21Baru masih e-courtnya saja kan.
05:24Berita acaranya itu apa saja saja
05:26yang ada di sana pertimbangan,
05:28dan amat putusan itu kan kita belum jelas seperti apa.
05:30Itu satu poin.
05:31Yang kedua, kalau kita bicara
05:33tentang suket penyataran ini,
05:36ini kan ranahnya TUN,
05:38Tata Usaha Negara.
05:39Artinya bukan kepersonal Mas Gibran.
05:42Ini antara wawanan pemerintah.
05:44Ini kan kalau kita lihat
05:45ada cacat prosedur,
05:46ada cacat substansif,
05:48ada cacat kewenangan.
05:49Kalau kita bicara.
05:50Ini tanggung jawabnya siapa berarti?
05:51Ini mestinya dikdasmen
05:54yang mengeluarkan suket itu.
05:56Bukan tanggung jawab dari Mas Gibran.
05:58Sedangkan dari keputusannya
05:59juga di MK,
06:01dari yang 2003,
06:022024 sampai 2026,
06:04itu tetap menetapkan bahwa
06:06Mas Gibran adalah sebagai
06:07wakil presiden.
06:09Tapi suketnya jadi dipermasalahkan.
06:10Nah kalau cacat prosedur,
06:12ya tinggal dibuat lagi suket baru.
06:14Ya kan itu tidak ada hubungan
06:15dengan Mas Gibran sebetulnya.
06:16Itu adalah
06:18dirananya
06:18dari institusi pemerintah itu
06:20yang mengeluarkan suket itu.
06:22Kita harus meng-clearkan itu.
06:24Karena ini kan
06:24kalau digoreng-goreng
06:25adalah seolah-olah
06:26bahwa Mas Gibran itu
06:27melakukan suatu
06:28semacam kotankot
06:30tindak pidana.
06:31Memalsukan.
06:32Dan sebagainya.
06:33Padahal ini
06:34rana-nya tata usaha negara.
06:35Kan kita harus melihat
06:36dari sisi itu.
06:37Artinya menurut Anda
06:38tidak mungkin berimplikasi
06:39kepada pemaksuan Mas Gibran?
06:40Nah jadi begini,
06:41kan semuanya itu
06:42terserah dari konstitusi
06:44yang akan digunakan oleh DPR.
06:46Dia yang menggunakan
06:48pansus
06:48atau yang menggunakan
06:49yang namanya
06:50takangket
06:51itu kan
06:51hak konstitusi
06:53dari DPR.
06:54Makanya juga
06:55kalau dikatakan dari
06:56Gerindra
06:57ya dia akan melihat dulu
06:58mempelajari betul ya.
07:00Dan saya reyakin juga
07:01semuanya dari
07:02partai politik itu
07:03belum menerima
07:04putusan dari
07:05Mahkamah Agung
07:06untuk itu ya.
07:07Ini kan
07:07muncul karena ada record
07:09dan juga di-screenshot
07:10oleh Deni Renan
07:11dan disebarkan kemana-mana.
07:12Nah yang bisa dilakukan
07:14yang paling logis
07:14Bung Burhan
07:15yang dilakukan oleh
07:16partai politik di DPR
07:17pasca putusan MA ini apa?
07:19Apakah langsung
07:20seperti yang Bung Reh
07:21segera bersikap tegas
07:22misalnya
07:23hak menyatakan pendapat
07:24atau seperti Bung Andi
07:25sampaikan bahwa
07:26ini tidak serta-merta
07:28mengarah ke sana
07:28karena suket ini
07:29masalah administratif
07:30bukan ranahnya
07:31tidak bisa dibawa jauh
07:33ke ranah politik.
07:36Begini ya
07:36kalau kita baca
07:38putusan MA
07:39itu
07:40frase yang dipakai
07:42saya bukan ahli hukum
07:43tetapi bertanya dengan
07:44banyak ahli hukum
07:46termasuk Profesor Jimli
07:47ya Sidiki
07:48itu frase yang dipakai
07:49adalah
07:50ekstum
07:50yang itu artinya
07:53dalam bahasa Latin
07:54dari awal
07:56atau sejak
07:56semula
07:57suket itu
07:58dianggap
07:59batal
07:59secara hukum
08:01jadi
08:02asumsi bahwa
08:04suket itu
08:04tidak berlaku surut
08:05itu otomatis
08:07hilang
08:08dengan penggunaan
08:09kata ekstum tadi
08:10batal dengan hukum
08:12dan dianggap
08:13tidak pernah ada
08:14dan lawannya adalah
08:15ekstum
08:16nah
08:18kalau ekstum
08:19itu artinya
08:19tidak berlaku surut
08:21tetapi
08:21MA
08:22secara sadar
08:24memakai
08:25frase ekstum
08:26meskipun
08:27Mas Gibran
08:27atau
08:28timnya mungkin
08:29melakukan
08:30upaya
08:31PK
08:32misalnya
08:33tetapi
08:34per hari ini
08:35kasasi yang
08:36sudah diputuskan
08:37MA
08:38dengan mengabulkan
08:39gugatan yang
08:40diajukan oleh
08:41Suhan
08:42itu secara hukum
08:42sudah selesai
08:44sebenarnya
08:44meskipun tentu
08:45menunggu
08:45apakah
08:46Mas Gibran
08:47mengajukan PK
08:48atau tidak
08:48nah sekarang
08:49memang bolanya
08:50ada di
08:51DPR
08:51karena secara hukum
08:53minimal sebelum ada
08:54kepastian
08:55ada PK
08:55atau tidak
08:56menurut saya
08:57legitimasi
08:58etis
09:00maupun
09:01hukum
09:02majunya
09:03Mas Gibran
09:04meskipun
09:05entah lewat
09:06PKPU
09:06atau apapun
09:07tapi Suket
09:08itu kan
09:08menjadi pengganti
09:09dari ijasa
09:10SMA
09:11yang gak ada
09:11yang oleh
09:13Dick Dasman
09:14dianggap
09:15sudah setara
09:16karena ada Suket
09:17tadi
09:17nah Suketnya sendiri
09:18dibatalkan oleh MA
09:19nah sekarang
09:21memang tinggal
09:21ke
09:22koalisi terutama
09:23bukan DPR
09:24lebih khusus adalah
09:25koalisi pemerintah
09:27dan lebih khusus lagi
09:28adalah Gerindra
09:29karena memang
09:30suka tidak suka
09:31ini punya implikasi
09:32terhadap Pak Prabowo
09:33sikap apa yang
09:34Gerindra harusnya ambil
09:35dalam posisi sekarang
09:36Mas Burhan
09:38nah Gerindra ini kan
09:40mungkin kalau dari sisi hukum
09:42satu
09:43pemahaman ya
09:44dengan
09:45apa yang sudah
09:46disampaikan oleh MA
09:48atau bahkan
09:49MK sebelumnya
09:50tetapi
09:51secara politik kan
09:52memang
09:53bisa kena bola muntah
09:54ini Pak Prabowo
09:55ini lepas dari
09:56persoalan bahwa
09:57pemakzulan itu
09:58hanya
09:58dalam kasus
10:00Pak Mas Gibran ya
10:01tetapi
10:02secara politik
10:03Pak Prabowo
10:05itu
10:06itu maju
10:07dan menang
10:08karena
10:09ada Gibran
10:10dan data
10:11Sarah Embrik
10:12memang mengatakan
10:13begitu
10:13jadi saya sudah
10:15tulis di banyak
10:16jurnal
10:16faktor yang
10:18paling besar
10:19substantif efek
10:20kemenangan
10:20Pak Prabowo
10:21Mas Gibran
10:22bukan karena Mas Gibran ya
10:23tapi karena
10:24anaknya Pak Jokowi
10:25dan mungkin
10:26itu yang menjelaskan
10:27mengapa
10:28pembuatan sukat
10:29di bulan Agustus
10:302019
10:31itu cepat sekali
10:32ingat ya
10:33konteksnya
10:34Pilkada
10:35Wali Kota Solo
10:36kalau misalnya
10:37mungkin Mas Gibran
10:38bukan putra presiden
10:39mungkin tidak akan
10:40secepat itu
10:41proses pembuatan
10:42sukat
10:42karena pengalaman saya
10:44saya punya ijazah
10:45S3
10:46dari ENU
10:47waktu bikin
10:48penyetaraan ijazah
10:50itu berbulan-bulan
10:51sampai akhirnya
10:52saya tulis di
10:53Twitter ya
10:54dan saya bilang
10:56gini
10:57waktu itu
10:57mencari
11:00penyetaraan ijazah
11:01S3
11:02di Indonesia
11:03lebih sulit
11:04ketimbang
11:04mengejar gelar
11:05PhD itu sendiri
11:07dan itu sampai
11:08karena prosesnya
11:08berbelit-belit banget
11:09begitu yang Mas Burhan
11:10rasakan ya
11:11karena saking lamanya
11:12bikin penyetaraan
11:14ijazah
11:15tetapi
11:15ternyata memang
11:16tidak terjadi kan
11:17dalam kasus
11:18tapi artinya
11:19yang ingin dikatakan
11:20Mas Burhan
11:20bagaimanapun juga
11:21ada maju mundur
11:22Gerindra
11:23karena Mas Gibran
11:24ini jadi salah satu faktor
11:25menangnya Prabowo
11:26Gibran pada saat
11:27pilpres lalu
11:28jadi tidak mudah juga
11:29untuk Gerindra
11:29mengambil sikap
11:30begitu ya Mas Burhan
11:31ya argumen saya
11:33begitu
11:33karena terus terang kan
11:34kalau misalnya
11:36batal
11:37suket tadi
11:39ini argumen
11:40atau logika
11:40secara politis ya
11:41berarti
11:43kemenangan Pak Prabowo
11:44bisa batal juga
11:45kan
11:47Mas Gibran
11:48suketnya dibatalkan
11:50oke baik
11:50nah
11:51ini soal logika
11:53saja
11:54Mas Andi
11:55Apakah
11:56Bong Andi juga melihat ya
11:57tidak mudahnya
11:58keputusan Gerindra
11:59karena
11:59Pak Prabowo
12:00dan Mas Gibran
12:01satu paket
12:02tapi kan dari sisinya
12:03pihak yang mendukung
12:04Pak Prabowo
12:05atau kolisi masyarakat sipil
12:06menilai bahwa
12:06berbeda antara Pak Prabowo
12:08dengan Mas Gibran
12:09tidak sebagai satu paket
12:10kalaupun ada pemakzulan itu
12:11kan kita lihat ini kan
12:12pas loh
12:13ya
12:14dengan suket itu kan digunakan
12:16pada saat
12:16pasangan calon
12:18kan
12:18dalam pres itu
12:20dan kita jangan sampai lupa
12:21jangan menafikan juga
12:23PKPU
12:24Pasal 18 Ayat 3
12:25bukan hanya
12:26semata-mata
12:27waris suket
12:27Pasal 18 Ayat 3
12:29itu kan tidak perlu
12:30menggunakan
12:31ijazah SMA
12:32tapi ijazah tertinggi
12:34yaitu S1
12:35ya kan
12:36dan Mas Gibran kan
12:37mempunyai surat penyetaraan
12:38SK penyetaraan
12:39untuk S1
12:40S1 nya dia
12:41ya
12:42dari Dikti
12:43itu kan bisa digunakan
12:44nah itu jangan dinafikan gitu loh
12:46oke
12:46jangan berkonsentrasi
12:48hanya suket
12:48emang Mas Gibran
12:49lulusan SMA saja
12:50kan enggak
12:51dia lulusan S1
12:52itu yang digunakan
12:53Pak Prabowo
12:54menggunakan apa
12:55ijazah akmil dia
12:57diploma dia
12:57dalam saat itu
12:59kan begitu
12:59ya
13:00jadi memang
13:02yang selalu digoreng-goreng
13:03itu masalahnya itu ya
13:04ini kan
13:04saya selalu katakan
13:05ini adalah politik
13:06belabambu
13:07yang diciptakan oleh mereka
13:08untuk memisahkan
13:10antara Prabowo
13:10dan Mas Gibran
13:11Bung Reh melihatnya apakah
13:13tadi menurut
13:13Bung Andi ada politik
13:15belah bambu
13:15karena harusnya dilihat
13:16sebagai satu pasangan
13:17Pak Prabowo dan Mas Gibran
13:18mau politik bambu
13:21mau politik pisang
13:22mau politik
13:23menas
13:24apapun namanya
13:25gitu
13:25putusan MA itu
13:27harus disikapi ke depan
13:28bukan ke belakang
13:29oleh karena itulah
13:30saya mengatakan tadi itu
13:31pendapatan sudah selesai
13:33tinggal langkah politiknya
13:34apakah politik mau
13:36ya
13:37menindaklanjuti
13:38putusan mahkamah agung
13:39minta atau tidak
13:40itu aja
13:40jangan lagi kita berdebat
13:42soal ini dan itu
13:43dan seterusnya
13:44nah
13:45para pendukung Gibran ini
13:46membawa-bawa
13:47Pak Prabowo
13:48karena mereka
13:49sudah merasa
13:50di tepi jurang nih
13:51sedikit lagi
13:52bakal carang
13:53nah oleh karena itulah
13:54satu-satunya sekarang
13:56pegangan mereka itu
13:56adalah Pak Prabowo
13:57dan saya lihat
13:59sampai sekarang
13:59Pak Prabowo
14:00bersikap
14:00netral aja
14:01kalau Pak Prabowo
14:03tidak netral
14:03dari awal
14:04mungkin tidak akan
14:05sepanjang ini
14:05peristiwanya
14:06tapi karena sikapnya
14:08netral
14:09muncullah pendapat-pendapat
14:11yang objektif
14:12muncullah
14:12keputusan-keputusan
14:13yang objektif
14:14baik dari
14:15mahkamah konstitusi
14:16maupun dari
14:17mahkamah agung
14:18nah yang kedua
14:19ini
14:20menurut saya
14:21kita mau mendekati
14:22ini dari politik
14:23apa sih
14:23kalau politik
14:25sebagai jalan kebenaran
14:26kebaikan
14:27untuk tujuan kebenaran
14:28dan juga kebaikan
14:29bersama
14:29sudah jelasin
14:31keputusan itu
14:31gak perlu lagi
14:32yang mau
14:33terkesana kemari lagi
14:34kalau sudah hukum
14:35menyatakan
14:36saya dinyatakan
14:37bahwa saya
14:39tidak memiliki
14:40ijasa
14:40suket saya
14:41menyatakan palsu
14:42itu ada unsur
14:44ketidakjujuran
14:45di dalam
14:45ya itu artinya
14:47kalau Anda
14:47menganggap politik
14:48itu jalan kebaikan
14:49ya Anda mundur
14:51karena pengadilan
14:52mengatakan Anda
14:53gak jujur
14:53nah kekuali
14:55politik
14:56asam sulpat
14:57kalau politik
14:58asam sulpat
14:59ya seperti sarang
15:00gas terus
15:01nape duli
15:01pokoknya
15:02kalau ada yang begini
15:03cari lagi alasannya
15:05cari lagi alasannya
15:06waktu MK mengeluarkan pendapat itu
15:08mereka menyebut
15:09itu kan cuma dipertimbangkan
15:11begitu
15:11oke jadi apakah
15:12kalau menurut Bung Re
15:14harusnya mundur
15:14atau dimundurkan
15:15Mas Gibran
15:16pasca putusan MA ini
15:17sesaat lagi
15:17di Sapa Indonesia Malam
15:18kita akan bahas kembali
15:20kembali di Sapa Indonesia Malam
15:22saya langsung ke
15:23Bung Andi
15:23menjawab tadi
15:24yang kata Bung Re
15:24ya harusnya ditindaklanjuti
15:26saja putusan MA-nya
15:27demi politik kebaikan
15:28Mas Gibran
15:29diharapkan mundur
15:30atau dimundurkan
15:30menurut Bung Re
15:31iya dari dulu
15:33kalau sahabat kita
15:35ini Bung Re
15:35Rangkuti
15:36ini memang
15:37afiliasinya kan
15:38sudah jelas
15:38pasti akan bertentangan
15:40dengan itu
15:41apapun itu
15:41pasti akan dilakukan
15:42untuk bisa
15:43iya
15:44yang dikatakan
15:45untuk
15:47memakzulkan
15:48kan itu
15:48arahnya ke sana
15:50tapi kan kita
15:50juga melihat ya
15:52kalau
15:53kita menghormati hukum
15:55betul itu
15:56kita menghormati hukum
15:57secara
15:57apa
15:58ya
15:59hukum harus diatas segalanya
16:01kalau kita lihat juga
16:02apakah
16:04di MK
16:04misalnya
16:05di MA ini
16:06ada keganjalan gak
16:07keganjilan-keganjilan gak
16:09ya ada juga
16:09apa itu keganjilan
16:10contoh misalnya
16:12di MA yang terbaru
16:14netizen mengatakan
16:15wah ini paket
16:15the same day
16:17paket same day
16:18artinya tanggal 30 Oktober
16:20itu berkasnya dikasih
16:2130 Oktober itu juga
16:23apa
16:24ditentukan siapa
16:27kamarnya siapa
16:28misalkan
16:28kemudian juga
16:29hakim-hakimnya
16:30ya kan
16:30kemudian tanggal 30 Oktober juga
16:32itu langsung
16:33apa yang ganjil dari itu
16:34menurut Anda
16:34yang mengganjil itu
16:35itu kan ada peraturan
16:37yang gak salah
16:37214 ya
16:38tahun 2014
16:39peraturannya MA
16:40yang mengatakan itu kan
16:42ada tahapan-tahapan
16:44yang harus dilalui ya
16:45peraturan itu
16:46misalnya kan
16:47ada 14 hari
16:48dalam telah
16:49itu
16:49kemudian juga
16:52ada satu hari
16:53untuk diskusi
16:54atau apa
16:54baru keputusan
16:55bukan dalam satu hari
16:56itu langsung diputuskan
16:57itu poin ke satu
16:58dan yang kedua
17:00kalau kita lihat
17:01di sini
17:02ya
17:03agak kental
17:04menurut itu
17:05dugaan ya
17:05tetap kita menghormati
17:07institusi itu
17:08seperti ada intervensi
17:09politik
17:10dari siapa intervensi politiknya
17:11kalau kita bicara
17:12intervensi politik ya
17:13mungkin yang
17:14sekarang yang
17:15pengen merasakan
17:16yang namanya
17:17menggantikan
17:17jagoannya
17:18menggantikan Mas Gibran
17:19siapa itu
17:20ya kalau kita tanya
17:22siapa itu
17:22kita tanya pada rumput yang bergoyang
17:25yang jelaskan ini kan
17:26kita lihat
17:27satu persatu
17:28muncul gitu
17:28bisa dasok
17:29ya
17:30jadi kan
17:31yang paling kompensial
17:32menggantikan itu
17:32ya kan kita lihat ini
17:33muncul
17:33satu sekali muncul
17:34jagoannya Mas Re
17:35juga ada
17:36siapa jagoannya
17:37kan kita tahu
17:38jagoannya Mas Re
17:39siapa gitu
17:39karena Pak Lil
17:40itu adalah
17:41partai politik
17:42pemenang kedua terbesar
17:44jadi
17:44di lingkungan
17:45kualisi Pak Prabowo
17:46maka sekarang
17:46ini yang kita lihat
17:48permasalahan-permasalahan ini
17:50kok begitu
17:51terlalu
17:51begitu sebat
17:52karena begini
17:5229 Oktober itu
17:55ketika kita di PT TUN
17:56kan Deni Indrayan itu
17:58langsung
17:59mencabut
18:00ya ini kan
18:01suatu hal yang juga
18:02buat saya
18:03buat kita ini
18:03suatu yang aneh
18:05oke
18:05tapi tadi
18:06saya tertarik
18:07sama intervensi politik
18:08ya menurut
18:08Bung Andi
18:10Bung Re
18:11apa Anda boleh
18:11ada intervensi politik
18:12dibalik putusan MA ini
18:13menurut
18:14Bung Andi
18:15kecurigaannya kesana
18:15oleh orang yang pengen
18:16saya sebelum itu ya
18:17karena begini
18:19ini kan
18:19ini kan dari
18:20PETUN ya
18:21PETUN sendiri
18:22itu kan NO
18:23kemudian
18:24pengadilan tinggi
18:25yang lebih di atasnya
18:26itu kan juga NO
18:27dia kasasi
18:28tiba-tiba kasasi
18:29dalam satu hari
18:30langsung diputuskan
18:31gitu loh
18:31oke
18:32nah silahkan
18:32dijawab Bung Re
18:34ya itu klasik
18:35dari dulu Pak Jokowi
18:36dan pendukungnya
18:37sudah mengatakan begitu
18:38tapi tak pernah
18:39Anda muncul satu nama pun
18:40yang mereka sebutkan
18:41maka oleh karena itu
18:43TAPSIR yang paling dekat itu
18:44siapa di belakangnya
18:45yang paling mungkin
18:46untung di atas
18:47peristiwa ini
18:48yang paling mungkin
18:49menggantikan
18:51Gibran
18:51siapa itu
18:52ya orang-orang di koalisinya
18:53Pak Prabowo
18:54siapa yang paling dekat
18:56namanya Bahlil
18:57ialah secara yang logik
18:59yang paling dekat
19:00dengan orang yang
19:01misalnya menggantikan
19:02Gibran
19:03sebagai wakil presiden
19:04nah kalau
19:06orang-orangnya
19:08Pak Jokowi
19:09mengatakan
19:09ada gerakan politik
19:11ya tentu saja
19:12gerakan politiknya
19:13mungkin dari orang-orang
19:14yang dekat dengan
19:14kekuasaan itu
19:15itu masih asumsi ya
19:16Bung Re
19:16itu karena
19:17dari dulu mereka
19:19nggak pernah menyebutkan
19:20nama orang
19:20hanya menyebut ini
19:21gerakan politik
19:22gerakan politik
19:23gerakan politik
19:24yang bagi saya itu
19:25bahasi saja
19:26kalau oleh karena itulah
19:27saya mengatakan
19:28ini diskusinya
19:30di warung kopi
19:31akan kemana-mana
19:32MK dituduh berpolitik
19:34MA dituduh berpolitik
19:35kemudian
19:36apa saja
19:37mereka tuduh berpolitik
19:38bahwa selol
19:39mereka nggak berpolitik
19:40ketika MK
19:41mengeluarkan
19:43keputusan 90
19:44tahun 2023
19:45bahwa seolah-olah
19:47mereka nggak
19:48berpolitik
19:49ketika cuma
19:50satu hal
19:50suket dikeluarkan
19:51dan seterusnya
19:53jadi oleh karena itu
19:56saya mengatakan
19:57diselesaikan dengan
19:58dua cara
19:59mundur
20:00atau
20:01dimundurkan
20:02dan oleh karena itu
20:03dimundurkan
20:04kita sudah berencana
20:05untuk mendatangi
20:06badan aspirasi masyarakat
20:08kalau nggak senen
20:09atau selasa depan
20:10untuk mendorong
20:11sukanya DPR
20:12mengakhiri
20:13masalah yang seperti ini
20:15karena ujung-ujungnya
20:15hanya jadi debat kusir
20:16nggak ada
20:17apa yang di ucapkan oleh
20:19Andi itu semua
20:20ya
20:20taksir warung kopi
20:21semua itu
20:22oke saya kebawah
20:23kebumpuran dulu
20:24kalau gitu ya
20:24karena mereka
20:26jadi ujung tanduk
20:27oleh karena itulah
20:29saya mengatakan begini
20:30kalau kita mau
20:31berpolitik sehat
20:32berpolitik
20:34demi tujuan baik
20:35dua putusan itu
20:36lebih dari cukup
20:37untuk mengatakan
20:38Saudara Gibran Mundur
20:39lebih dari cukup
20:40oke baik
20:41saya sekarang
20:41kalau politik asam sulfat
20:43itu diulang lagi
20:44soal politik
20:45baik dan asam sulfatnya
20:47oke
20:48saya ke Bung Burhan
20:50jadi sebenarnya
20:51paling logis
20:51itu apakah
20:52memang kuncinya
20:53ada di Gerindra
20:54kalau Gerindra
20:55sebagai koalisi
20:56sebagai partai utama
20:58di pengusungnya
20:59Pak Prabowo
21:00dan Mas Gibran
21:01bersikap misalnya
21:02menerima
21:03apa masukan
21:03dari Bung Reh
21:04dan kawan-kawan
21:05ya ini akan jalan
21:06Bung Burhan
21:06tapi mungkinkah ke sana
21:07kalau dari pertanyaan sekarang
21:09dari hubungannya
21:10Pak Prabowo
21:10dan Mas Gibran
21:11yang Bung Burhan
21:12baca gimana
21:14ya saya kira
21:16ada dua
21:16yang sedang dibikirkan
21:17oleh Gerindra sekarang
21:19yang pertama adalah
21:20melihat reaksi publik
21:22setelah dua lembaga
21:25tertinggi ya
21:26dalam setemperadilan kita
21:28MK dan MA
21:29itu secara substantif
21:31punya kesimpulan yang sama
21:33berkaitan dengan
21:34ijasa SMA Mas Gibran
21:36nah yang kedua
21:38selain testing the water
21:39itu menghitung
21:41implikasi politiknya
21:42terhadap Pak Prabowo
21:44lagi-lagi
21:45hitung-hitungannya
21:46memang tidak se-ideal
21:47seperti yang
21:48Bung Rai sampaikan
21:49ini dua hitung-hitungan
21:50yang murni politik
21:52kalau misalnya
21:53kalkulasinya etis
21:55atau legalistik
21:59orang misalnya
22:00seperti Profesor Jimli
22:01yang sebelumnya cukup
22:03tanda kutip
22:04ramah ya
22:05atau cukup lunak lah
22:08dalam kasus Mas Gibran
22:09tapi setelah putusan
22:10MA keluar
22:11sikapnya jelas
22:12karena memang ini
22:14soal hukum
22:15soal landasan etik
22:17yang dipakai
22:18jadi
22:19tetapi kan
22:20model seperti ini kan
22:22sering sekali
22:23tidak menjadi prioritas
22:25buat kalangan politisi
22:26di mata politisi adalah
22:28apa yang
22:31bisa didapat
22:33dan apa yang
22:34mungkin
22:35punya implikasi
22:36secara politik
22:37kepada dirinya
22:38dan itu yang saya kira
22:39sedang dipikirkan oleh Gerindra
22:41makanya
22:42Gerindra
22:43sepertinya terkesan lambat
22:45karena kalkulasi politiknya
22:47lebih kentara
22:47ketimbang
22:48kalkulasi etis
22:49Bung Rai
22:51dengan kalkulasi Gerindra
22:52yang lebih kentara
22:53dari sisi politis
22:54dibandingkan
22:55dengan etisnya
22:56apakah ini akan sulit
22:57apa yang Anda harapkan
22:59untuk mengajukan ini
23:01sampai ke hak
23:02menyatakan pendapat
23:02di okekan
23:04oleh Gerindra
23:05maupun partai
23:06koalisi pendukung
23:07Pak Prabowo Gibran
23:08Bung Rai
23:09kalau saya sih
23:10tidak merasa ini akan sulit
23:11apalagi ada
23:12perkembangan-perkembangan
23:13yang menarik ya
23:14akhir-akhir ini gitu
23:15terutama hari ini
23:16yang kita mendengar
23:17blablu-blablu lah ya
23:19yang semuanya
23:19belum pasti juga gitu
23:20tapi ini menurut saya
23:22dengan sendirinya
23:22akan mendorong
23:23ada kesimpulan politik
23:24di internal koalisi
23:26untuk menyatakan sikap
23:28seperti apa
23:28dengan perkembangan
23:29yang kita dengar
23:30ya
23:31entah isu atau apa itu
23:33yang terjadi
23:34akhir-akhir ini
23:34di lingkaran istana gitu
23:35nah
23:36mungkin
23:37memang mereka berhitung
23:39soal cara sekarang
23:40jadi bukan soal
23:40keputusannya
23:41jadi misalnya
23:43boleh jadi
23:43keputusannya sudah ada
23:44tapi caranya ini
23:45gimana gitu
23:46nah
23:47kalau misalnya
23:48hak menyatakan pendapat
23:49disampaikan
23:50tapi cara
23:51menyatakan
23:52hak menyatakan pendapat
23:53itu gimana
23:54jadi sebetulnya
23:55mungkin kesimpulannya
23:56sudah ada
23:57cuma yang dipikirkan
23:58ini cara
23:59menyampaikan
23:59kesimpulan ini
24:00seperti apa gitu
24:01karena itu juga
24:03penting dipertimbangkan
24:04ya kepada
24:05psikologi
24:05rakyat kita
24:07karena rakyat kita ini
24:08kadang-kadang
24:08bukan sustansinya
24:09yang dilihat
24:10tapi caranya gitu ya
24:11misalnya
24:12kalau seperti saya kan
24:14kalau ngomong
24:15itu kan kencang gitu
24:16orang akan mengejar
24:17pendapat itu
24:17kencang banget sih
24:19jadi tidak sering
24:21yang dilihat itu
24:21sustansi
24:22tapi cara menyampaikannya
24:23seperti apa
24:24saya pikir
24:25partai-partai ini
24:26sudah pada wilayah itu
24:27bukan pada wilayah kesimpulan
24:29tetapi wilayah
24:30bagaimana caranya
24:31supaya
24:32apa yang disimpulkan ini
24:34dapat dilihat
24:35secara objektif
24:36baik
24:36nah saya ke
24:37Bung Andi
24:38sebenarnya kalau
24:39Mas Gibran
24:39ya Bung Andi memang
24:40di sisi relawan
24:41tapi sebenarnya Mas Gibran
24:42partai yang banyak
24:43bersuara sekarang kan PSI
24:45dengan partai-partai
24:46koalisi pengusungnya
24:47Pak Prabu Gibran
24:48itu gimana sih
24:48apakah ada komunikasi
24:49yang coba digabung
24:50dibangun dari relawan
24:52maupun parpol
24:53ya kita harus melihat
24:54juga sejarah
24:55bagaimana Mas Gibran
24:56ini menjadi
24:58Wapres
24:59dan sekarang menjadi
25:01Wapres itu
25:01itu kan ada historisnya
25:03gitu
25:03partai-partai pengusung ini
25:05kalau terjadi
25:07yang dikatakan
25:08yang
25:08apa
25:10proses-proses itu
25:11tentang Suket itu
25:12khusus dibatalkan
25:13ya pasti juga
25:14bertanggung jawab dong
25:15sebagai partai pengusung
25:17kan begitu
25:18tapi kita tidak melihat
25:19kebelakang untuk itu
25:20saya rasa
25:21partai-partai pengusung ini
25:23juga melihat
25:24yang the real coalition
25:25kita harus melihat
25:26the real coalition itu siapa
25:27artinya apa
25:28real coalition
25:28koalisi yang benar-benar
25:30pada saat kontestasi itu
25:32kan kita sudah jelas
25:33siapa di sana
25:34yaitu
25:35Gerindra
25:35Golkar
25:36PAN
25:37Demokrat
25:38kemudian ada PSI
25:40ya kan
25:41kalau kita bicara
25:42PKB
25:43PKS
25:44ya
25:44ya Nasdam
25:46itu kan
25:46di lain pihak
25:47terus ada PDP
25:49ya kan
25:49untuk di
25:50yang nomor tiga
25:52kan
25:52ini nomor satu
25:53nah
25:54kemudian
25:55karena
25:55Pak Prabowo
25:57itu adalah
25:58menjalankan
25:59politik akomodatif
26:00ya mereka
26:01dijadikan satu
26:01bahwa
26:02seluruh anak bangsa ini
26:03harus bisa memberikan
26:04kontribusi kepada negara
26:06ya
26:06jadi kan
26:07akomodatif itu
26:08nah makanya
26:09kalau kita melihat sekarang
26:10yang begitu getol
26:12untuk bicara tentang
26:13yang namanya
26:13pemakzulan
26:14mundurkan diri
26:16itu kan
26:17sudah kita tahu semua
26:19gitu kan
26:19ya mungkin ada
26:20satu lagi yang terbaru
26:21ya
26:22ya dari saya sebutkan
26:23dari Partai Demokrat
26:24ya wakil sekjennya
26:25yang mengatakan juga
26:26sangat kencang nih
26:27lebih kencang dari
26:28Bung Rerang Kuti
26:29ya kan
26:30yang mengatakan
26:32apa
26:32mundur saja
26:33terus
26:34atau juga maksudkan
26:36pasti akan berlindung
26:37dari kata-kata
26:38itu adalah hak
26:39pribadinya
26:40bukan dari
26:41Partai yang mengatakan itu
26:43tapi jabatan
26:44yang melekat disitu
26:45sebagai wakil sekjen
26:46atau sekjen
26:47ini kan sangat
26:48luar biasa
26:49implikasinya untuk itu
26:50tapi yang jelas
26:51ya menurut saya
26:52dari kacamata kita
26:53ya
26:54itu Partai-Partai
26:55yang masih solid lah
26:56untuk itu
26:57tapi posisi sekarang
26:58tuh Mas Gibran
26:59seperti ditinggalkan
27:00kondisinya atau tidak ya
27:01Bung Burhan
27:02sesaat lagi kita bahas
27:03di Sapa Indonesia Malam
27:04Terima kasih Anda masih bersama
27:06Sapa Indonesia Malam
27:07yang sekarang ditunggu kan
27:08tadi kita bahas
27:09bagaimana sikapnya Gerindra
27:10tapi
27:11Mas Burhan
27:12kalau kita lihat
27:13sejak awal
27:15kasus ini bergulir
27:15kayaknya yang
27:16yang jadi spokespersonnya
27:18Mas Gibran ini
27:18hanya PSI dan relawan
27:20enggak
27:20Partai politik lain
27:21enggak Partai koalisi lainnya
27:23Mas Gibran
27:23posisinya sekarang ditinggalkan
27:25atau gimana sih
27:25atau parpol lain
27:26tuh masih wait and see
27:27Mas Burhan
27:28Iya
27:29jadi memang
27:30terkesan
27:32Mas Gibran sendiriannya
27:34tidak ada
27:36Partai koalisi yang
27:37membela
27:38kecuali PSI
27:39PSI juga tidak punya
27:41kursi di DPR
27:41dan
27:43beberapa partai yang
27:45memiliki sejarah
27:46interaksi yang sangat
27:48minimalis
27:49seperti PKS
27:49dan Demokrat
27:51itu juga
27:51jelas sekali sikapnya
27:53sementara
27:54Gerindra juga tidak
27:55seperti memberikan
27:56pertolongan
27:57terhadap posisi
27:59Mas Gibran yang
28:00terkesan
28:00jadi
28:01dari situ terlihat
28:03memang
28:04Mas Gibran
28:06ada di tepi
28:07julang tadi
28:07seperti yang
28:08Bung Rai sebut
28:09karena memang
28:11secara politik
28:13situasi sekarang
28:15menyulitkan
28:15apalagi
28:16kita tahu
28:17ada
28:18rumor
28:19berkaitan dengan
28:20relasi
28:21antara Pak Prabowo
28:22dengan Pak Jokowi
28:23dan saat yang bersamaan
28:25juga muncul
28:26banyak sekali isu
28:27yang kira-kira
28:29pertanyaan yang
28:30penting
28:31untuk
28:32segera dijawab
28:33terutama oleh
28:35Mas Gibran
28:35dan kawan-kawannya
28:36adalah
28:37apakah
28:38mengundurkan diri
28:39dan kalau
28:40mengundurkan diri
28:41exit strateginya
28:42maupun
28:43skenario berikutnya
28:44seperti apa
28:45karena kita tahu
28:47kalau kita baca
28:48survei SMA
28:49sih sebenarnya
28:49isu ijazah
28:50tidak punya efek
28:51elektoral
28:52sangat kuat
28:53di bawah
28:54tetapi
28:55menjadi sangat
28:55penting
28:56buat kelompok
28:57civil society
28:58seperti
28:58Bung Rai
28:59Bung Bedi
28:59Labadrun
29:00karena ini
29:01menyangkut
29:02landasan etik
29:03yang kita tahu
29:03satu tarikan nafas
29:05dengan putusan
29:05nomor 90
29:06MK
29:06tahun 2023
29:07jadi memang
29:09sangat menyentuh
29:10sisi keadilan
29:12beberapa
29:12elit akademisi
29:13elit civil society
29:14meskipun
29:15buat masyarakat
29:16seumum
29:16tidak terlalu
29:17berdampak
29:18cuma
29:19kalau misalnya
29:20itu dibiarkan
29:21terus-menerus
29:21itu juga bisa menjadi sumber
29:23instabilitas
29:24pemerintahan
29:24karena tadi
29:26mereka yang
29:27peduli sama
29:28isu ini
29:29memang
29:29secara statistik
29:30tidak
29:31tidak bisa
29:32tapi mereka
29:33menguasai
29:34megafon publik
29:35mereka punya akses
29:37di media
29:37seperti Kompas TV
29:39Bung Rai punya akses
29:40juga di media sosial
29:42dan seterusnya
29:42dan seterusnya
29:43jadi ini
29:44tentu akan
29:45bisa menjadi
29:46apa namanya
29:48menjadi
29:48semacam ini
29:49sumber
29:50instabilitas politik
29:52terutama
29:52di tingkat elit
29:53kalau tidak
29:55segera diselesaikan
29:56oleh mas Gibran
29:57apakah harus mundur
29:59ataukah
29:59misalnya
30:00sampai pada taraf
30:01tidak mundur
30:02kemudian ada
30:03proses pemakzulan
30:04dan muncul
30:05banyak drama
30:06yang saya khawatirkan
30:08itu
30:09membuat kita
30:09aboy
30:10terhadap
30:10kondisi sekarang
30:11dolar
30:13sudah
30:13menyentuh
30:1418 ribu
30:15MSCI
30:16sudah mengeluarkan
30:16ancaman yang
30:17luar biasa
30:18berat
30:19sebentar lagi
30:19SNP
30:21Moody's
30:22Fitch Rating
30:23akan mengeluarkan
30:25prediksinya
30:25berkaitan dengan
30:26iklim investasi
30:27kemiskinan
30:29pengangguran
30:29jadi ada banyak
30:30isu penting
30:31yang seharusnya
30:32menjadi agenda
30:33prioritas
30:34dan Mas Gibran
30:35atas nama yang
30:36lebih besar
30:37menurut saya
30:38segera mengambil
30:38sikap
30:39termasuk juga
30:40Pak Prabowo
30:40supaya kita
30:41tidak tersandra
30:42oleh kasus ini
30:43oke
30:43saya minta singkat-singkat
30:44dulu ke
30:45saya kasih tambah sedikit
30:47ya
30:47saya kasih tambah sedikit
30:48ya
30:49jangan dilupakan
30:50bahwa partai pertama
30:52yang mau menerima
30:54kita saat itu
30:55dari kelompok sipil
30:56society
30:56soal dorongan
30:57untuk melakukan
30:58hak angket
30:59itu partai Golkar
31:00resmi diterima oleh
31:02saudara Ahmad Doli Kurnia
31:03di
31:04DPR RI
31:06baru setelah itu
31:07partai-partai yang lain
31:08jadi pertama kali
31:09yang mau menerima kita
31:10untuk mendorong
31:11hak angket itu
31:12adalah partai Golkar
31:13sebagai catatan itu ya
31:15sekarang baru
31:16partai-partai yang lain
31:16ikutan tuh
31:17apakah itu
31:18mau demokrat
31:19ya
31:20apakah itu
31:20sekarang saya dengar
31:21ya setelah itu
31:23kan PKS
31:23nah itu PKB
31:24nah setelah ini adalah
31:25demokrat gitu
31:26tapi partai pertama
31:27yang menerima kita
31:29ya
31:30untuk
31:32mendorong
31:32hak angket dilakukan
31:33itu
31:34saudara
31:34Ahmad Doli Kurnia
31:35dari Golkar
31:36dan bahkan
31:37kita tahu betul
31:38yang menyatakan
31:40dugaan
31:40pasnal
31:42seludupan itu
31:43justru datangnya
31:44salah satunya dari
31:45saudara Ahmad Doli Kurnia
31:46oke
31:47saya ke Bu Andi
31:48di tengah tekanan
31:50politik dari berbagai
31:51sisi
31:51bahkan tadi
31:52antara mundur
31:53atau dimakzulkan
31:54dari civil society
31:55pun juga dari partai
31:56politik
31:58yang ada di DPR
31:59coba mendorong
32:00ke arah sana
32:00hak angket misalnya
32:01apa yang Mas Gibran
32:02lakukan untuk bertahan
32:03kalau tidak mundur
32:05atau dimundurkan
32:05ya tidak perlu mundur
32:07emang salah apa
32:08Mas Gibran ini
32:09tidak perlu mundur
32:10ya kalau bicara
32:12masalah suket
32:12makanya saya bilang tadi
32:13tun ini ya
32:14tata usaha negara
32:16ya itu ada
32:16misalnya cacat kewenangan
32:18terus cacat prosedural
32:20terus cacat substansi
32:21kalau kita bicara
32:23cacatnya prosedural
32:23masalah suket itu
32:24ya tinggal dibuat lagi
32:25suket yang baru
32:26kalau substansi
32:27emang agak
32:28sedikit tricky
32:29kalau kita lihat
32:30ya
32:30karena ini
32:32ya bermainnya ini
32:34rananya lebih banyak
32:35kerana politik
32:36untuk bicara itu
32:37karena persepsinya
32:39akan berbeda-beda
32:40untuk menanggapi hal itu
32:42terlalu bukan karena suket
32:43tapi ditinggalkan
32:44secara koalisi
32:45oleh partai politik
32:47saya tidak yakin
32:47akan ditinggalkan
32:48oleh
32:49para
32:50koalisi partai
32:52saya belum yakin
32:53untuk bicara itu
32:54kalau dikatakan
32:56Golkar
32:56hanya Doli Kurnia
32:58apakah ada
32:59dari petinggi-petinggi
33:00Golkar
33:01ataupun
33:01ketua omong Golkar sendiri
33:03yang mengatakan
33:03kan gak ada
33:05hanya seorang diri
33:06pada saat itu
33:07yaitu
33:07Bang Ahmad Doli Kurnia
33:08yang stand fornya
33:10kita sudah tahu
33:11seperti apa
33:12ya kan
33:12tapi yang lain kan gak
33:15kemudian
33:16ada yang dikatakan
33:17demokrat
33:18Bung Jansan
33:19mengatakan itu
33:19itu dikatakan oleh
33:20Andi Arief
33:21itu hak pribadi
33:22dikatakan oleh
33:24Pak Sarifasan
33:25itu hak pribadi
33:26bukan dari
33:26keputusan partai
33:27yang masih mempelajari
33:29ya semuanya kan
33:30masih mempelajari
33:31bukan suatu kesimpulan-kesimpulan
33:32yang seperti yang diharapkan oleh
33:33Bung Rai Rangkuti itu
33:34ya
33:35jadi
33:36jangan sampai
33:38publik ini
33:39ya dibuat
33:40ya seolah-olah
33:42mereka ini
33:43paling benar
33:43gitu loh
33:44ya
33:45sampai sekarang pun
33:46putusannya dari
33:47Mahkamah Agung aja
33:48kita belum terima
33:49apa sih isinya
33:50amar putusannya apa
33:51dan ingat
33:52ini
33:53suket adalah
33:55masalahnya
33:56tun
33:56tata usaha negara
33:57bukan sosok pribadi
33:59ataupun perorangan
34:00saya ke Mas Burhan
34:01jadi sebenarnya
34:02di antara
34:03carut-marut
34:04soal ijazah ini
34:05soal surat keterangan
34:06penyetaraan
34:07secara politik
34:08apa yang bisa
34:09kita lihat
34:10dari partai koalisinya
34:11Pak Prabowo
34:12dan Mas Gibran
34:13yang paling logis
34:14apa yang bisa dilakukan
34:15di DPR
34:15karena kan sekarang ya
34:16bolanya ada di DPR
34:17secara proses politik
34:19inilah yang dinantikan
34:20Mas Burhan
34:20tapi kalau gak ada
34:22sikap tegas dari mana-mana
34:23juga ya
34:23akan gini-gini aja
34:25gimana Mas Burhan
34:25ya
34:26ini lagi-lagi
34:28pelajaran ya
34:29buat kita
34:29masyarakat sipil
34:30bahwa politik itu
34:32begitu mudah
34:33berubah
34:34apalagi kalau
34:35tidak dikawal ya
34:36oleh kalangan
34:37civil society
34:39saya lihat
34:41suket itu dibuat
34:43beberapa bulan
34:44sebelum pilkada
34:452020
34:46jadi memang
34:47ada kaitannya
34:48dengan proses
34:49pencalonan Mas Gibran
34:50sebagai wali kota
34:51Solo
34:51dan saat itu
34:52hanya PKS
34:53yang tidak mengusung
34:54Mas Gibran
34:55tahun 2024
34:58itu sebagian besar
35:00koalisi Pak Prabowo
35:01termasuk Gulkan
35:02yang sekarang
35:03relatif aktif
35:04dalam kasus
35:05menyikapi isu
35:06jasa
35:07SMA Mas Gibran
35:08yang problematik ya
35:09itu juga
35:10mengusung habis-habisan
35:12paket Prabowo
35:14Gibran
35:14Pak Prabowo juga
35:15yang berkali-kali
35:16melamar Mas Gibran
35:17sebagai cawapres
35:18tapi kan
35:19semuanya berubah
35:20karena memang
35:21momentum tadi
35:23angin sudah berubah
35:24maka kalau angin sudah berubah
35:26menurut saya
35:27kita melihatnya
35:28dari sisi value aja
35:30lihat
35:31aturan lainnya
35:32apa yang dibilang
35:33oleh lembaga hukum
35:34karena itulah
35:35satu-satunya kompas
35:37ini karena saya bicara
35:38di kompas ya
35:38kompas moral kita
35:40kalau misalnya
35:42memang
35:42MA dan MK
35:44sampai
35:44semyakinkan itu
35:46mengeluarkan
35:48satu statement
35:49hukum
35:50menurut saya
35:51memang
35:52bukti
35:54buktinya sudah
35:55beyond
35:55reasonable doubt
35:57sudah
35:58cahaya
35:59di atas cahaya
36:00jadi secara hukum
36:02memang sudah
36:02berat sekali
36:04Mas Gibran ya
36:05karena terus terang
36:06saya punya pengalaman sedikit aja
36:07anak saya
36:09sekolah SMP
36:11di
36:11Canberra
36:12itu
36:13totalnya 4 tahun
36:14tetapi
36:15karena
36:16visanya dia mengikuti saya
36:17saya selesai
36:19tahun 2017
36:19anak saya hanya
36:21sekolah 3 tahun
36:23dikasih rapor
36:24sampai kelas 3
36:26tetapi karena disana
36:27SMP itu 4 tahun
36:29tidak dikasih ijazah
36:31oke
36:32jadi gak dapat ijazah SMP
36:33anak saya
36:34jadi artinya memang
36:35kalau ukurannya memang
36:37harus ada ijazah
36:38dan ternyata
36:39untuk UTS
36:41itu
36:41yang disebutkan
36:43certificate of
36:44attendees
36:45berarti memang
36:46belum selesai
36:47mungkin pegangan
36:48MK dan MA
36:49disitu
36:50bukan soal
36:51apakah punya
36:52ijazah S1
36:54atau tidak
36:55jadi
36:55yang dipegang oleh
36:57MA atau MK
36:57mungkin dari sudut pandang
36:59se-legalistik itu
37:00bahwa memang
37:01tidak ada ijazah SMP
37:03baik dan berikutnya
37:04kita lihat prosesnya
37:05yang akan bergulir
37:06di DPR
37:06secara politis
37:07yang akan memegang
37:08jalan ke depannya
37:09akan kemana
37:10berujungnya
37:11terutama soal implikasi
37:12terhadap jabatannya
37:13Mas Gibran
37:13pasca putusan MA
37:15terima kasih
37:15Bung Andi
37:17terima kasih juga
37:18Mas Burhan
37:19terima kasih
37:20Bung Reh
37:20sudah di Sapa Indonesia
37:21malam