Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron, buka suara soal polemik surat keterangan (suket) penyetaraan pendidikan Wapres RI, Gibran Rakabuming, pascaputusan MA.

"Saya kira itu persoalan serius ya. Dan kami sepakatlah dengan teman-teman di Gerindra bahwa nanti kita akan menyampaikan ini pada waktu awal masa sidang," ujar Sekjen Demokrat, Herman Khaeron, pada Rabu (4/11/2026).

"Karena bagaimanapun kan proses hukum sudah ada hasilnya. Tinggal bagaimana proses politik di DPR," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Sekjen Partai Demokrat juga turut menanggapi soal kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga [FULL] Breaking! Presiden Prabowo Pecat Jenderal Listyo Sigit dari KSP Pasca Kasus Penyadapan di https://www.kompas.tv/nasional/699668/full-breaking-presiden-prabowo-pecat-jenderal-listyo-sigit-dari-ksp-pasca-kasus-penyadapan

#demokrat #penyadapan #prabowo #gibran


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/699673/full-sekjen-demokrat-respons-kasus-penyadapan-presiden-prabowo-hingga-suket-wapres-gibran
Transkrip
00:00Gimana, gimana, gimana?
00:01Ini pertanyaannya apa?
00:03Iya, iya.
00:04Ya, iya.
00:06Ini, sejauh ini Demokrat menanggapi soal wacana pemaksuduan di Parlemen seperti apa?
00:18Iya, saya kira itu persoalan serius ya.
00:21Dan kami sepakatlah dengan teman-teman di Gerindra bahwa
00:26nanti kita akan menyampaikan ini pada waktu awal masa sidang.
00:31Karena bagaimanapun kan proses hukum sudah ada hasilnya.
00:36Tinggal bagaimana proses politik di DPR.
00:40Karena ini kan tidak bisa berdiri sendiri.
00:42Jadi menurut saya kita tunggu saja nanti sampai di awal masa sidang
00:46apa yang menjadi keputusan praksi-praksi atau keputusan partai
00:52sehingga ada hal yang lebih pasti.
00:55Apa sesungguhnya yang akan menjadi langkah-langkah atas keputusan
00:59baik di Mahkamah Konstitusi maupun di Mahkamah Agung.
01:03Jadi kita tunggu saja kalau itu.
01:05Sampai kesenterungannya untuk hak angkat dari Demokrat?
01:08Ya, oleh karena itu kami kan harus koordinasi juga.
01:13Sekali lagi bahwa Demokrat tidak bisa berdiri sendiri.
01:16Ini kan harus dikoordinasikan dengan partai-partai lain.
01:19Kita bisa memberikan kepastian nanti kalau memang sudah bisa bertemu dan
01:25mendiskusikan ini dengan praksi-praksi lain.
01:29Tapi secara formal atau non-formal dengan partai koalisi lain,
01:32arah-arahnya gimana?
01:33Ya kan yang lain sudah ada statement-statement ya.
01:37Artinya secara individu sudah ada statement.
01:40Demokrat juga mungkin secara individu sudah ada statement-statement juga.
01:45Dan sampai hari ini memang belum ada statement resmi dari partai.
01:50Oleh karena kita tunggu saja.
01:52Dan kalau pun toh kemudian dari pimpinan partai koalisi juga ada tengah waktu nanti
01:59sampai akan dilaksanakannya masuk masa sidang.
02:03Tanggal 10 kan sebentar lagi.
02:04Tentu juga kami akan juga mengambil keputusan nanti sesuai dengan pimpinan koalisi.
02:12Kang kalau tadi, Kang bilang ini sangat serius.
02:15Dia harus ditanggapi serius.
02:16Secara internal, Demokrat sendiri, petinggi-petingi Demokrat,
02:20baik TUM dan Pak SBI sendiri memberikan arah-arahan.
02:24Ya kan sudah ada kepastian secara hukum ya.
02:26Secara hukum sudah ada kepastian.
02:28Ini tinggal proses politik.
02:30Sekali lagi bahwa kami tidak bisa berdiri sendiri dalam proses politik di DPR.
02:36Karena juga ada batasan-batasan, ya tentu kita tunggu saja sampai kami nanti
02:41memberikan statement secara resmi dari partai.
02:47Dan saya kira kalau diskusi ya kami sudah mendiskusikan.
02:51Kalau persoalan pendalaman kami juga terus melakukan pendalaman.
02:56Namun keputusan apa langkah-langkah ke depan yang akan diambil
03:00tentu sekali lagi tidak bisa berdiri sendiri dan kami akan nanti sampaikan setelah masuk masa sidang.
03:06Faktor apa yang masih dipertimbangkan Demokrat untuk bisa menentukan sikap ini
03:09selain menunggu komunikasi dengan partai-partai koalisi lain?
03:11Yang pasti bahwa keputusan hukum sudah ada.
03:14Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung sudah ada.
03:16Ini persoalan serius.
03:17Dan kami men-seriusi ini ya tentu juga harus berkoordinasi dengan partai-partai lain.
03:22Nah kalau nanti sudah ada hasilnya dan bahkan kalau saya mendengar, membaca
03:30bahwa ada teman-teman lain akan memutuskan nanti setelah masuk masa sidang
03:34ya kita tunggu saja sampai nanti juga kami memutuskan pada waktu dimulainya masa sidang yang akan datang.
04:04Pertama tentu kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di kepolisian.
04:10Dan kalaupun toh sudah ada status tersangka kepada tiga orang tersangka
04:17tentu kami harap mudah-mudahan nanti proses dapat dilakukan secara transparan
04:24dan dapat diketahui publik.
04:26Sehingga kita dapat melihat terkait dengan keberlanjutan proses hukum yang ada di kepolisian.
04:34Kami juga memberikan apresiasi kepada kepolisian, kepada Kapolri dan seluruh jajarannya
04:41yang tentu bisa menunjukkan bahwa bersih-bersih ke dalam dan kemudian menunjukkan sikap yang pasti
04:50di dalam menegakkan aturan perundang-undangan.
04:52Saya kira ini penting dalam sebuah tatanan berbangsa dan bernegara.
05:07Kami sejak awal mengasumsikan memang ada penyadapan itu.
05:11Dan kami tidak ingin seuzon sebetulnya, tetapi kita berasumsi saja, waspada,
05:18bahwa itu bisa dilakukan oleh karenanya saat ini terjadi penanganan hukum di kepolisian,
05:30saya kira ini suatu hal yang positif untuk ditindaklanjuti.
05:33Karena bagaimanapun penyadapan tanpa melalui prosedur perundang-undangan tentu ini adalah kejahatan besar.
05:42Bahkan kalau benar ternyata Presiden disadap, ya ini menurut saya kategori kejahatan yang sangat besar.
05:49Ini harus melalui proses-proses yang lebih transparan, supaya publik juga tahu ya.
05:54Dan kalaupun toh kemudian juga ada indikasi menyadap seluruh toko-toko politik, toko Ormas, LSM,
06:06yang saya kira ini menjadi pemberitaan di media sosial, gitu ya.
06:11Ya mudah-mudahan nanti kepolisian bisa mengungkapkan itu, gitu ya.
06:16Dan tentu yang paling penting untuk apa penyadapan itu?
06:20Dan atas perintah siapa?
06:24Kepentingannya apa?
06:25Nah ini saya kira pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan diproses di kepolisian.
06:32Dan tentu sampai hari ini kami menghormati proses itu, tidak berasumsi.
06:36Dan mudah-mudahan penegakan hukum bisa dilakukan setegak-setegaknya.
06:43Dan secara transparan, profesional, supaya juga memberikan ketenangan kepada seluruh warga negara.
06:51Kehantinan demokrat ini hanya terbatas pada tiga tersangka ini saja,
06:55dan salah satunya jadi aktor penggerak, atau ada pihak lain jadi aktor penggerak?
06:59Ya, saya kira tidak bisa berdiri sendiri ya.
07:04Pasti ada kolaborasi lah, gitu.
07:07Kan nggak mungkin ini hanya dilakukan oleh seseorang.
07:10Karena ini kan persoalan kebijakan juga, persoalan kebijakan.
07:15Kemudian ada teknik, ada teknologi, ada operator.
07:20Dan kemudian sejauh mana sebetulnya penyadapan ini dianalisis untuk kepentingan apa?
07:26Itu banyak sekali saya kira.
07:28Tapi kami tidak ingin berasumsi lah ya.
07:30Kita serahkan saja kepada aparat penegak hukum di kepolisian
07:34untuk pada akhirnya mengungkap terhadap persoalan ini.
07:37Jadi pihak luar yang dicurigai bisa terlibat untuk menjadi penggerak dari upaya penyadapan itu?
07:42Saya tidak ingin berasumsi itu.
07:44Supaya juga kita nanti menunggu saja hasil penyelidikan di kepolisian.
07:51Tentu nanti sudah naik ke tingkat penyelidikan hari ini.
07:53Dan kita bisa melihat siapa saja yang terlibat.
07:58Kemudian apa motifnya, ya kita serahkan kepada aparat penegak hukum yang sekarang sedang melakukan pendalaman.
08:05Kan tadi yang bilang bahwa sejak awal sudah mengindikasikan ada ini.
08:10Artinya dia sudah lama juga pihak demokrat melakukan antisipasi.
08:15Tidak antisipasi enggak?
08:19Ya kita berasumsi itu.
08:21Sehingga juga kita waspadalah.
08:24Kalaupun kemudian masih ada hal-hal yang disadap juga,
08:28ya nanti kita lihat saja hasil penyelidikan apakah juga ada menyadap Partai Demokrat gitu.
08:35Jadi nanti kita lihat saja.
08:36Ini kan Pak SBI tadi juga baru saja nge-tweet gitu kan.
08:40Bilang bahwa ya politik semakin liar sekarang.
08:44Terus juga meminta Pak Presiden untuk menembalikan politik yang lebih berkeadaban.
08:48Ini bagaimana?
08:49Ya ini kan harapan ya.
08:51Pak SBI sebagai Bapak Bangsa saya kira bisa menjadi suri tauladhan.
08:56Bagaimana beliau dulu waktu menjabat Presiden tidak melakukan yang dikatakan harus of power.
09:04Semuanya diletakkan kepada peraturan perundang-undangan.
09:07Oleh karena itu ya harapan sebagai Bapak Bangsa,
09:11bahkan harapan sebagai anak bangsa,
09:13mungkin ini menjadi harapan kita semua bahwa Pak Prabowo Subianto saat ini bisa menegakkan kembali
09:20terhadap politik yang acek, politik yang benar gitu,
09:26politik yang tentu untuk kesejahteraan rakyat,
09:28politik yang memberikan kenyamanan dan kesejahteraan kepada rakyatnya.
09:33Ini yang diharapkan gitu ya.
09:35Sehingga politik tidak ansih untuk mengambil kekuasaan
09:39atau politik tidak untuk hanya menggunakan kekuasaan.
09:42Tetapi justru atas kekuasaannya adalah untuk bangsa, negara, dan untuk rakyat.
09:48Saya kira kita maknanya sangat mendalam.
09:50Saya juga sudah baca apa yang dititut oleh Pak SBY.
09:54Maknanya sangat mendalam.
09:55Sebuah keresahan anak bangsa.
09:57Dan mudah-mudahan dengan diberikan kekuatan,
10:01diberikan jalan oleh Allah,
10:04supaya Pak Prabowo mengembalikan kepada marwah politik yang tepat,
10:09dengan diberikan kepemimpinan yang kuat dan bisa mengembalikan terhadap harapan rakyat.
10:15Peninggasan saja, sehingga saya yakin apa Demokrat bahwa polisi bisa mencari,
10:19mendapatkan aktor penggerak dari upayaan ini?
10:22Ya, saya masih memberikan kepercayaan kepada kepolisian.
10:27Saya yakin polisi tentu dengan tagline bersama dengan masyarakat,
10:32bersih-bersih dari dalam.
10:33Saya kira ini adalah sebuah tekad yang harus kita hormati.
10:36Dan kami meyakini Kapolri bersama seluruh jajarannya,
10:41mampu mengungkap ini secara profesional dan transparan.
10:45Yang pada akhirnya kita bisa memberikan ketenangan kepada kita semua.
10:50Dan tentu penyadapan juga ada tata dan prosedurnya.
10:54Ada peraturan perundang-undangannya.
10:58Di kepolisian juga ada peraturan Kapolri-nya ada.
11:01Nah, sehingga sepanjang bahwa keluar dari jalur itu,
11:06ya tentu ini pelanggaran hukum berat, abuse of power.
11:09Sehingga untuk memastikan ini, ya kami serahkan saja kepada proses yang ada di kepolisian.
11:14Kami mempercayai bahwa proses ini akan dilakukan secara profesional dan transparan.
11:19Oke, dari ini.
11:20Pak, terakhir berarti ada indikasi makar gak kalau diungkap melihatnya?
11:26Ya, kita bisa lihat kalau nanti setelah diungkap oleh pihak pemerintah.
11:31kepolisian yang sekarang mendalami.
11:33Apakah ada upaya-upaya tidak ke arah makar?
11:36Ya, kita lihat nanti.
11:37Kita tidak boleh berasumsi,
11:40namun tentu kita memberikan apresiasi saja
11:43atas penegakan hukum yang saya kira ditegakkan saat ini
11:48dan prosesnya sedang berlangsung, kita tunggu saja.
11:52Terakhir, dari kasus sadap-sadap ini bertinggi di internal demokra
11:55tidak ada arah untuk ganti nomor telepon.
11:57Ini sadap nomor telepon, nih.
11:59Saya saja sudah 20 tahun gak ganti nomor handphone.
12:04Artinya, saya merasa biasa-biasa saja.
12:07Dan tentu, kami juga merasa bahwa
12:12tidak ada hal yang penting dari telepon saya untuk
12:16diambil dan kemudian ini dijadikan sesuatu yang penyanderaan, gitu.
12:22Jadi, ya, yang penting kita tidak melakukan hal-hal yang tentu melanggar terhadap aturan hukum.
12:28Dan tetapi, waspada penting karena
12:31bagaimanapun kan kita juga berbicara mengenai strategi partai,
12:35berbicara mengenai masa depan partai.
12:38Ya, kalau hal-hal seperti ini saja disadap,
12:40tanpa aturan,
12:42ya, saatnya lah Pak Presiden untuk membenahi ini.
12:46Oke, Kang, makasih, Kang.
12:48Terima kasih, Kang.
12:50Terima kasih.

Dianjurkan