00:00Yang juga jadi sorotan sodara kebakaran hutan dan lahan gambut terjadi di desa Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
00:07Akibatnya asap pekat menyelimuti ruas jalan trans Kalimantan.
00:13Asap karhutlah membuat jarak pandang di jalan trans Kalimantan menjadi terbatas dari Palangkaraya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
00:20Pengendara diimbau menyalakan lampu kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan.
00:25Kebakaran hutan dan lahan gambut di desa Jabiren sudah terjadi sejak lebih dari dua pekan lalu.
00:32Api dengan cepat membesar dan menyebar karena kencangan tiupan angin.
00:36Sumber air yang terbatas juga membuat petugas kewalahan padamkan api melalui jalur darat.
00:42Sementara itu pemadaman dengan metode waterbombing terus dilakukan.
00:49Dan untuk mengetahui dan memantau bagaimana kondisi terkini Kabupaten Asap Imbas Karhutlah yang nyelimuti Kalimantan Tengah,
00:56kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Kurnia Tarigan.
00:59Kurnia Tarigan, selamat siang bagaimana kondisi Kabupaten Asap dan kualitas udara di tempat Anda melaporkan saat ini.
01:06Kurnia.
01:12Kurnia, dapat mendengar suara saya. Saya melihat di belakang Anda kabut asap masih melimuti Kota Palanggaraya di sana.
01:26Kurnia, silakan dengan laporan Anda.
01:30Ya, selamat siang saudara. Dapat kami informasikan terkait dengan kondisi terkini.
01:38Kejadian kebakaran hutan yang masih terus terjadi kebetulan saat ini saya tengah berada di Kecamatan Jabiren Raya di Kabupaten Pulang
01:50Pisau.
01:50Salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan gambut yang terbesar saat ini.
01:56Sedikitnya ada 600 hektare luas lahan gambut yang terbakar di tempat ini.
02:03Bahkan kejadian kebakaran di tempat ini sudah berlangsung selama tiga bulan.
02:09Tiga minggu sudah upaya pemadaman di tempat saya berdiri terus dilakukan oleh Satgas Karutlah.
02:17Namun hingga kini, seperti yang kita lihat di layar, bagaimana kepulan asap berwarna kuning masih terus keluar
02:25dan di beberapa titik lokasi di tempat saya ini masih terdapat titik-titik api.
02:32Namun memang kita tidak bisa melihat dari layar karena berada di belakang kepulan asap yang sangat pekat.
02:39Hingga kini, petugas masih terus berupaya untuk melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat
02:46yang dibantu dengan jalur udara menggunakan helikopter waterbombing.
02:52Namun hingga kini memang masih terus belum bisa dipadamkan dengan maksimal.
02:58Kurnia, di belakang Anda ini kabut asap terus menguning.
03:00Bahkan dari siang tadi Anda sempat melaporkan di program Kompas Siang.
03:04Boleh Anda pegang kamera Anda untuk menunjukkan kepada pemirsa Kompas TV
03:08bagaimana kabut asap ini juga masih menyelimuti hingga kini?
03:11Ya bisa kami informasikan dan kami tunjukkan secara langsung
03:16bagaimana pekatnya kabut asap yang hingga kini
03:22masih terus keluar dari dalam lapisan
03:26bara api dalam lapisan gambut
03:29yang hingga kini masih terus menyelimuti wilayah Jabiren Raya
03:36di Kabupaten Pulang Pisau.
03:39Bahkan bisa kita lihat bagaimana kepulan asap
03:43masih terus keluar dari lapisan gambut.
03:46Ini yang masih kecil bagaimana dengan luasan
03:51hampir lebih atau lebih dari 600 hektar.
03:55Luasan lahan yang terbakar saat ini
03:58di empat desa di kecamatan Jabiren Raya
04:03Kabupaten Pulang Pisau yang hingga kini
04:06masih terus terbakar.
04:09Ya akunnya Tari Gandarilan gambut yang masih terbakar
04:12dan kepulan asap juga masih terlihat di sana
04:14apakah lokasi ini juga dekat dengan permukuman warga?
04:19Ya untuk mencapai lokasi ini memang cukup sulit.
04:23Kami melihat langsung dan bahkan kami merasakan langsung
04:26bagaimana sulitnya untuk bisa mencapai titik lokasi.
04:30Dari Palangka Raya kami harus menempuh perjalanan darat
04:33sejauh kurang lebih 70 km.
04:37Dari titik itu masuk ke lokasi ini
04:41kurang lebih sekitar 7 km.
04:43Dan petugas harus kembali
04:45membawa semua peralatan, selang, dan mesin
04:48masuk ke dalam titik ini sejauh lebih dari 4 km.
04:53Dan memang lokasi ini sangat jauh dari permukiman.
04:57Namun sangat dekat dengan Taman Sabangau.
05:02Sehingga upaya pemadaman yang dilakukan
05:04jauh lebih kencang dan dengan menurunkan
05:09atau mengerahkan ratusan petugas di lokasi ini
05:12untuk bisa sesegera mungkin melakukan upaya pemadaman.
05:15Mengingat sebaran kabut asap dari lokasi ini
05:19sampai menutupi atau membuat kembali
05:23menyelimuti kembali kota Palangka Raya
05:25yang sudah dalam beberapa waktu
05:27sempat menjalin mengalami
05:30atau merasakan cuaca yang begitu normal
05:33yang tentunya kabut asap ini
05:35akan kembali mengganggu jalur penerbangan
05:39dan mengganggu proses pendidikan.
05:42Serta tentunya akan berdampak buruk
05:45bagi kesehatan mengingat
05:46kualitas indeks, kualitas udara di kota Palangka Raya
05:51saat ini kembali pada level berbahaya.
05:55Oke, dari Palangka Raya sekitar 7 km Kurnia Tarigan.
05:59Tapi saya melihat di belakang Anda ini
06:00selangnya begitu panjang.
06:02Bagaimana dengan sumber air?
06:03Ketersediaannya di sana mudahkah
06:04buat petugas padamkan asap di sana?
06:08Seperti yang saya sampaikan tadi
06:11bahwasannya dari titik jalan
06:14untuk bisa mencapai titik api
06:16atau kepala api
06:17petugas harus menempuh jarak
06:19lebih dari 4 kg.
06:21Itulah selang yang dibentangkan
06:24sejauh kurang lebih 4 kg
06:25menggunakan estapet.
06:27Estapet pengiriman air
06:28dan di sana ada embung
06:30yang dilakukan untuk menampung air
06:33dari embung kembali disalurkan
06:35menggunakan mesin-mesin kecil
06:36untuk bisa menjaga titik api
06:38yang ada di lokasi ini.
06:39Baik, terima kasih laporannya
06:41Kurnia Tarigan.
06:42Kita berharap bahwa
06:43upaya pemadaman ini
06:44diberikan kelancaran
06:45dan tetap jaga kesehatan.
06:49Kurnia Tarigan melaporkan langsung
06:50dari Palangka Raya, Kalimantan.
06:54Dan saudara, usai...