Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kepulan asap terlihat dari lapisan gambut yang terbakar di wilayah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Asap muncul dari dalam permukaan lahan gambut yang terbakar, menandakan masih adanya titik panas di area tersebut. Penampakan ini menjadi gambaran kondisi kebakaran lahan gambut yang masih perlu diwaspadai.



#karhutla #asap #pulangpisau

Baca Juga Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Besok Kamis 5 November 2026: Potensi Hujan Ringan Mengguyur Sore Hari di https://www.kompas.tv/regional/699686/prakiraan-cuaca-dki-jakarta-besok-kamis-5-november-2026-potensi-hujan-ringan-mengguyur-sore-hari



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/699688/kepulan-asap-kebakaran-dari-lapisan-gambut-di-pulang-pisau-sapa-siang
Transkrip
00:00Yang juga jadi sorotan sodara kebakaran hutan dan lahan gambut terjadi di desa Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
00:07Akibatnya asap pekat menyelimuti ruas jalan trans Kalimantan.
00:13Asap karhutlah membuat jarak pandang di jalan trans Kalimantan menjadi terbatas dari Palangkaraya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
00:20Pengendara diimbau menyalakan lampu kendaraan dan meningkatkan kewaspadaan.
00:25Kebakaran hutan dan lahan gambut di desa Jabiren sudah terjadi sejak lebih dari dua pekan lalu.
00:32Api dengan cepat membesar dan menyebar karena kencangan tiupan angin.
00:36Sumber air yang terbatas juga membuat petugas kewalahan padamkan api melalui jalur darat.
00:42Sementara itu pemadaman dengan metode waterbombing terus dilakukan.
00:49Dan untuk mengetahui dan memantau bagaimana kondisi terkini Kabupaten Asap Imbas Karhutlah yang nyelimuti Kalimantan Tengah,
00:56kita bergabung dengan jurnalis Kompas TV Kurnia Tarigan.
00:59Kurnia Tarigan, selamat siang bagaimana kondisi Kabupaten Asap dan kualitas udara di tempat Anda melaporkan saat ini.
01:06Kurnia.
01:12Kurnia, dapat mendengar suara saya. Saya melihat di belakang Anda kabut asap masih melimuti Kota Palanggaraya di sana.
01:26Kurnia, silakan dengan laporan Anda.
01:30Ya, selamat siang saudara. Dapat kami informasikan terkait dengan kondisi terkini.
01:38Kejadian kebakaran hutan yang masih terus terjadi kebetulan saat ini saya tengah berada di Kecamatan Jabiren Raya di Kabupaten Pulang
01:50Pisau.
01:50Salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan gambut yang terbesar saat ini.
01:56Sedikitnya ada 600 hektare luas lahan gambut yang terbakar di tempat ini.
02:03Bahkan kejadian kebakaran di tempat ini sudah berlangsung selama tiga bulan.
02:09Tiga minggu sudah upaya pemadaman di tempat saya berdiri terus dilakukan oleh Satgas Karutlah.
02:17Namun hingga kini, seperti yang kita lihat di layar, bagaimana kepulan asap berwarna kuning masih terus keluar
02:25dan di beberapa titik lokasi di tempat saya ini masih terdapat titik-titik api.
02:32Namun memang kita tidak bisa melihat dari layar karena berada di belakang kepulan asap yang sangat pekat.
02:39Hingga kini, petugas masih terus berupaya untuk melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat
02:46yang dibantu dengan jalur udara menggunakan helikopter waterbombing.
02:52Namun hingga kini memang masih terus belum bisa dipadamkan dengan maksimal.
02:58Kurnia, di belakang Anda ini kabut asap terus menguning.
03:00Bahkan dari siang tadi Anda sempat melaporkan di program Kompas Siang.
03:04Boleh Anda pegang kamera Anda untuk menunjukkan kepada pemirsa Kompas TV
03:08bagaimana kabut asap ini juga masih menyelimuti hingga kini?
03:11Ya bisa kami informasikan dan kami tunjukkan secara langsung
03:16bagaimana pekatnya kabut asap yang hingga kini
03:22masih terus keluar dari dalam lapisan
03:26bara api dalam lapisan gambut
03:29yang hingga kini masih terus menyelimuti wilayah Jabiren Raya
03:36di Kabupaten Pulang Pisau.
03:39Bahkan bisa kita lihat bagaimana kepulan asap
03:43masih terus keluar dari lapisan gambut.
03:46Ini yang masih kecil bagaimana dengan luasan
03:51hampir lebih atau lebih dari 600 hektar.
03:55Luasan lahan yang terbakar saat ini
03:58di empat desa di kecamatan Jabiren Raya
04:03Kabupaten Pulang Pisau yang hingga kini
04:06masih terus terbakar.
04:09Ya akunnya Tari Gandarilan gambut yang masih terbakar
04:12dan kepulan asap juga masih terlihat di sana
04:14apakah lokasi ini juga dekat dengan permukuman warga?
04:19Ya untuk mencapai lokasi ini memang cukup sulit.
04:23Kami melihat langsung dan bahkan kami merasakan langsung
04:26bagaimana sulitnya untuk bisa mencapai titik lokasi.
04:30Dari Palangka Raya kami harus menempuh perjalanan darat
04:33sejauh kurang lebih 70 km.
04:37Dari titik itu masuk ke lokasi ini
04:41kurang lebih sekitar 7 km.
04:43Dan petugas harus kembali
04:45membawa semua peralatan, selang, dan mesin
04:48masuk ke dalam titik ini sejauh lebih dari 4 km.
04:53Dan memang lokasi ini sangat jauh dari permukiman.
04:57Namun sangat dekat dengan Taman Sabangau.
05:02Sehingga upaya pemadaman yang dilakukan
05:04jauh lebih kencang dan dengan menurunkan
05:09atau mengerahkan ratusan petugas di lokasi ini
05:12untuk bisa sesegera mungkin melakukan upaya pemadaman.
05:15Mengingat sebaran kabut asap dari lokasi ini
05:19sampai menutupi atau membuat kembali
05:23menyelimuti kembali kota Palangka Raya
05:25yang sudah dalam beberapa waktu
05:27sempat menjalin mengalami
05:30atau merasakan cuaca yang begitu normal
05:33yang tentunya kabut asap ini
05:35akan kembali mengganggu jalur penerbangan
05:39dan mengganggu proses pendidikan.
05:42Serta tentunya akan berdampak buruk
05:45bagi kesehatan mengingat
05:46kualitas indeks, kualitas udara di kota Palangka Raya
05:51saat ini kembali pada level berbahaya.
05:55Oke, dari Palangka Raya sekitar 7 km Kurnia Tarigan.
05:59Tapi saya melihat di belakang Anda ini
06:00selangnya begitu panjang.
06:02Bagaimana dengan sumber air?
06:03Ketersediaannya di sana mudahkah
06:04buat petugas padamkan asap di sana?
06:08Seperti yang saya sampaikan tadi
06:11bahwasannya dari titik jalan
06:14untuk bisa mencapai titik api
06:16atau kepala api
06:17petugas harus menempuh jarak
06:19lebih dari 4 kg.
06:21Itulah selang yang dibentangkan
06:24sejauh kurang lebih 4 kg
06:25menggunakan estapet.
06:27Estapet pengiriman air
06:28dan di sana ada embung
06:30yang dilakukan untuk menampung air
06:33dari embung kembali disalurkan
06:35menggunakan mesin-mesin kecil
06:36untuk bisa menjaga titik api
06:38yang ada di lokasi ini.
06:39Baik, terima kasih laporannya
06:41Kurnia Tarigan.
06:42Kita berharap bahwa
06:43upaya pemadaman ini
06:44diberikan kelancaran
06:45dan tetap jaga kesehatan.
06:49Kurnia Tarigan melaporkan langsung
06:50dari Palangka Raya, Kalimantan.
06:54Dan saudara, usai...

Dianjurkan