Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi III DPR mengawasi perkembangan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Dasco menyebut proses penegakan hukum yang menjerat eks Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan tiga jenderal polisi lainnya tetap diserahkan kepada Mabes Polri.

Hingga kini, polisi terus mendalami kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang diduga dilakukan tanpa prosedur yang berlaku.

Saat ini, tiga tersangka, termasuk eks Kapolri Listyo Sigit, ditahan di Mako Brimob, sementara satu tersangka baru belum ditahan dengan alasan sakit.

Baca Juga Jimly Asshiddiqie: Prabowo Anti-Sadap Sejak Dulu, Merasa Dikhianati Saat Jadi Korban | ROSI di https://www.kompas.tv/talkshow/700104/jimly-asshiddiqie-prabowo-anti-sadap-sejak-dulu-merasa-dikhianati-saat-jadi-korban-rosi

#penyadapan #presidenprabowo #dpr #sufmidasco

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/700107/sufmi-dasco-komisi-iii-akan-pantau-berkala-penanganan-kasus-penyadapan-presiden-kompas-petang
Transkrip
00:02Saudara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasko Ahmad meminta Komisi 3 DPR mengawasi perkembangan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap
00:10Presiden Prabowo Supianto.
00:14Lebih lanjut, Dasko menyebut proses penegakan hukum yang menjerat ex-kapolri Listio Sigit Prabowo dan tiga jenderal polisi lainnya tetap
00:22diserahkan pada Mabes Polri.
00:23Dan hingga kini polisi terus mendalami kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo yang diduga dilakukan tanpa prosedur yang berlaku.
00:31Saat ini tiga tersangka termasuk ex-kapolri Jenderalis Listio Sigit ditahan di Mako Brimob, sementara satu tersangka baru belum ditahan
00:41dengan alasan sakit.
00:44Kami menyerahkan sepenuhnya proses-proses hukum tersebut kepada pihak kepolisian dan kami akan meminta Komisi Teknis, dalam hal ini Komisi
00:563, untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkara ini.
01:03Usai kasus penyadapan terhadap Presiden ini terungkap, istana terus meningkatkan kewaspadaan soal konsolidasi dengan partai politik, koalisi usai penyadapan.
01:13Mensesnek Prasetyo Hadi mengatakan, konsolidasi dengan partai politik, koalisi sudah rutin dilakukan.
01:20Dalam kasus ini, Prasetyo mendorong tim khusus bentukan kapolri harus transparan dalam mengusut penyadapan.
01:28Kalau kewaspadaan kan terus-menerus ya, kewaspadaan terus-menerus, bersih-bersih terus.
01:33Bersih-bersihnya dalam konteks seperti apa? Menyisir satu-satu lagi profil dari orang-orang ini, apakah ada keterlibatannya?
01:39Diselesaikan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan, peraturan terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi.
01:46Pak Sugiyonom bilangnya akan ada rencana untuk konsolidasi pimpinan PARPO merespon dari penyadapan ini?
01:51Ya, kan rutin kita kalau konsolidasi, teman-teman juga beruntung.
01:56Sementara itu, saudara mantan Menko Polhuka, Mahfud MD, meyakini indikasi makar yang disebut istana dilakukan oleh ex-Kapolri Jenderalist Yosigit
02:04Prabowo bersumber pada informasi intelijen yang kuat dari Kapolri.
02:08Mahfud menyebut ex-Kapolri Jenderalist Yosigit punya peran aktif dalam tindakan penyadapan secara ilegal pada Presiden Prabowo Subianto.
02:22Istana mengatakan ada indikasi makar, itu pasti berdasar sumber-sumber intelijen yang kuat dan sumber dari Kapolri sendiri.
02:33Dia yang membeli alat, dia yang menyuruh menyadap, dia yang menyuruh musnahkan cadapan itu.
02:42Artinya dia memang sangat aktif, bukan karena sebagai Kapolri terjadi, dia harus tanggung jawab formal.
02:48Ini adalah delik formal.
02:50Artinya, begitu dilakukan, tidak perlu dibuktikan akibatnya.
02:55Begitu dia melakukan penyidikan, tidak perlu lagi dibuktikan apa akibat dari penyidikan ini.
03:01Begitu melakukan, dihukum.
03:02Dengan tiga pasal itu tadi.
03:05Dan ini sudah pasti kena dari tiga pasal.
03:10Dari siang tadi, Kepala Badan Intelijen Negara atau Bin Muhammad Herindra mendatangi istana menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melapor.
03:19Pasca Polri mengunggap kasus penyadapan.
03:21Saat ditanya, ada tidaknya keterkaitan penyadapan ex-Kapolri Listio Sigit dengan pemerintahan sebelumnya?
03:27Kepala Bin fokus menjawab, tindakan penyadapan kepada Presiden Prabowo ini tergolong ilegal dan mengarah ke makar.
03:38Penyadapan itu kan dikaitkan dengan Presiden terdahulu Pak Jogowi dan geng Solo dan lain-lain.
03:45Itu kalau dari pemerintah, info yang didapat seperti apa Pak Paradin?
03:49Saya pikir itu adalah suatu tindakan yang ilegal dan mengarah ke tindakan yang makar.
03:59Terima kasih.
04:02Terima kasih.
04:03Terima kasih.
04:06Terima kasih.

Dianjurkan