Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar keamanan siber CISSReC, Pratama Dahlian Persadha, mengungkap bagaimana komunikasi Presiden Prabowo Subianto dapat dipantau melalui sistem Lawful Interception Management System atau LIMS.

Pratama menjelaskan, LIMS terhubung dengan sistem operator dan berfungsi seperti mirroring terhadap aktivitas komunikasi yang berlangsung di jaringan telekomunikasi.

"Jadi kayak nyolok lah ke operator, kalau nyolok ke operator kan kita bisa tahu pengguna operator tersebut siapa saja. Kemudian nomor-nomor mana yang ada di dalam operator tersebut," ujar Pratama. (timecode 00:43)

Ia menjelaskan, kemampuan LIMS memiliki keterbatasan.

Sistem ini dapat menangkap komunikasi melalui jaringan GSM, termasuk panggilan telepon dan SMS, tetapi tidak dapat mengambil isi percakapan dari aplikasi berbasis internet seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal.

Meski demikian, LIMS tetap dapat merekam informasi mengenai siapa yang berkomunikasi dengan siapa, termasuk lokasi target.

"Pak Presiden ada di mana pun, jalan ke mana pun itu semua bisa terdeteksi dengan sistem LIMS ini," ungkapnya. (timecode 3:24)

Untuk mendapatkan isi percakapan dari aplikasi pesan, menurut Pratama, diperlukan metode penyadapan lain, seperti penggunaan spyware atau malware yang disusupkan ke perangkat target.

Pratama juga menjelaskan mengapa penyadapan menggunakan LIMS sulit diketahui oleh pemilik nomor.

"Handphone kita nggak diapa-apain, handphone kita hanya berkomunikasi menggunakan BTS. Sehingga handphone kita nggak ada indikasi apa-apa ketika orang itu melakukan penyadapan menggunakan LIMS ini," kata Pratama. (timecode 6:15)

Ia mengingatkan, sistem tersebut rawan disalahgunakan karena aktivitas penyadapan tidak mudah terdeteksi oleh target.

Video Editor: Novaltri



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700121/pakar-keamanan-siber-ungkap-mengapa-komunikasi-presiden-prabowo-bisa-disadap
Transkrip
00:00Tapi lokasi Pak Presiden ada dimanapun itu terdeteksi.
00:05Pak Presiden dengan siapapun itu terdeteksi.
00:18LIMS, Lawful Interception Management System.
00:21Jadi sistem ini sebenarnya kalau canggih sih nggak terlalu canggih ya gitu.
00:26Karena sebenarnya data yang didapat itu semua dari operator.
00:28Operator pun sebenarnya juga kalau kita mintain bisa gitu ya kan.
00:31Tetapi ini dibuat sistem khusus.
00:34Kemudian sistem khusus itu ditaruh di tempatnya operator.
00:37Kemudian menjadi seperti mirroring sistem komunikasi yang ada di operator.
00:42Jadi kayak nyolok lah ke operator.
00:44Kalau nyolok ke operator kan kita bisa tahu pengguna operator tersebut siapa saja.
00:50Kemudian nomor-nomor mana yang ada di dalam operator tersebut ya kan.
00:53Artinya kalau misalkan sistem LIMS ini kita gunakan kemudian kita memasukkan target.
00:58Nah target itu nanti akan crawling ke sistem operator gitu.
01:03Dia akan melakukan deteksi.
01:04Setiap ada komunikasi dengan nomor sekian dia akan keambil.
01:09Dilempar ke dalam sistem LIMSnya ini.
01:11Setiap ada SMS, voice atau location terhadap orang tersebut gitu.
01:15Dia akan dimasukkan ke dalam sistem ini gitu.
01:17Jadi semua data itu akan masuk ke dalam sistem Lawful Intercept ini.
01:22Nah dalam sistem Lawful Intercept ini kemudian dianalisis gitu.
01:25Dianalisisnya apa?
01:26Di situ ada log, di situ ada isi SMS, di situ ada isi voice gitu kan.
01:34Kemudian di situ ada metadata dan lain-lain, history dan lain-lain.
01:37Nah itu yang nanti akan dianalisis gitu.
01:40Kalau si targetnya menggunakan misalkan komunikasi data gitu ya.
01:45Menggunakan WhatsApp, menggunakan Telegram, menggunakan signal gitu.
01:48Itu akan susah menggunakan sistem LIMS ini.
01:51Kenapa susah?
01:52Karena dia tidak bisa diambil oleh sistem LIMS ini.
01:57Jadi LIMS ini hanya bisa mengambil komunikasi menggunakan GSM murni, bukan data gitu.
02:03Tapi apakah semua yang bisa diambil?
02:05Ada yang bisa diambil.
02:06Apa? Sistem komunikasinya.
02:08Siapa berkomunikasi dengan siapa gitu.
02:10Itu bisa diambil tuh.
02:12Kemudian siapa, nelfon siapa itu bisa diambil gitu.
02:15Sehingga mungkin bisa dianalisis, kira-kira dia ngomongin apa sih gitu.
02:21Tapi kontennya tidak bisa diambil.
02:23Kalau mau kontennya, ada sistem lain lagi.
02:26Menggunakan misalkan spyware, ya kan.
02:28Menggunakan malware, diinjeksi ke handphone target.
02:30Kemudian di situ, begitu masuk dalam handphone target,
02:33baru bisa keambil semuanya.
02:35WhatsApp, Telegram, kemudian semua gambar, file location gitu.
02:40Kamera bisa dikontrol, kemudian voice-nya, apa mic-nya bisa dikontrol, dan lain-lain gitu.
02:45Dan itu, ambil semuanya sih gitu.
02:50Berarti informasi yang didapatkan ini bisa dikatakan terbatas kalau penyadapnya digunakan dengan sistem yang digunakan?
02:55Ya, kalau hanya menggunakan LIMS.
02:58Informasi yang didapatkan itu cukup terbatas ya.
03:01Karena mendapatkan apa?
03:03Hanya voice, SMS, sama location, sama history ya, sama log gitu ya.
03:09Nah, kalau misalkan Pak Presiden nggak pakai WhatsApp gitu,
03:13ya nggak bisa diambil isinya gitu.
03:15Kalau hanya menggunakan LIMS ya gitu.
03:17Atau misalkan Pak Presiden nggak pernah pakai SMS,
03:19beliau makanya misalnya WhatsApp gitu.
03:21Ya LIMS ini nggak akan bisa mendeteksi gitu.
03:23Tapi location Pak Presiden, ada dimanapun, itu terdeteksi.
03:28Pak Presiden, dengan siapapun, itu terdeteksi.
03:31Pak Presiden, ada dimanapun, jalan kemanapun, itu semua bisa terdeteksi gitu.
03:36Dengan sistem LIMS ini gitu.
03:38Nah, oleh karena itu biasanya selain menggunakan LIMS,
03:43aparat itu juga menggunakan sistem lain gitu.
03:45Misalkan menggunakan malware, injection, spyware gitu ya,
03:49yang itu nanti diinjek ke handphone targetnya gitu.
03:53Kalau sistem ini biasanya digunakan itu, Pak, untuk mendeteksi apa sih artinya gini?
03:57Motif seperti apa biasanya dimiliki oleh pihak yang menyadap dengan sistem ini?
04:02Kalau tadi kan katanya ini kan nggak bisa kan, kontennya tuh nggak bisa dari.
04:05Tapi kenapa sistem ini digunakan?
04:08Artinya kan ada motif tertentu, karena motif tertentu gitu, Pak.
04:12Biasanya digunakan untuk apa sih?
04:14Kalau digunakan untuk apa tergantung ini ya, tergantung motif dari pelakunya sebenarnya.
04:20Tapi informasi ini kan sensitif, apalagi informasi Pak Presiden.
04:25Ini kan klasifikasinya sangat rahasia sekali sebenarnya gitu ya.
04:30Biasanya digunakan untuk apa?
04:32Ya kalau di luar biasanya digunakan untuk meras, menggunakan, melakukan blackmail gitu ya kan.
04:38Kalau orang yang menyadap tahu rahasianya yang disadap, dia kan gampang.
04:42Apa namanya blackmail?
04:43Eh, Anda saya tahu loh, Anda di sini, apa namanya, dengan pengusaha ini gitu.
04:49Eh, saya tahu loh, Anda nginep di hotel ini dengan ini gitu, misalkan gitu ya kan.
04:53Nah, itu bisa digunakan untuk melakukan blackmail gitu.
04:57Atau ada misalnya kepentingan politik gitu ya kan.
04:59Oh, ini apa namanya, oh ternyata dia ketemu sama tokoh-tokoh-tokoh ini gitu.
05:03Nah, itu tergantung motif dari si pelakunya gitu.
05:07Nah, itu sementara bisa diungkap kalau yang didapatkan dari LIMS ini gitu ya, itu dianalisis semuanya.
05:13Ini kan 2025 sampai 2026 ini kan lumayan panjang.
05:17Datanya pasti banyak banget gitu ya kan.
05:19Nah, data itu harus dianalisis.
05:20Siapa saja yang dimonitor, ngapain dimonitor, percakapannya kira-kira apa gitu ya kan.
05:25Nah, yang perlu dicari lagi adalah apakah hanya menggunakan LIMS.
05:29Jangan-jangan dia menggunakan sistem lain juga yang itu melengkapi hasil LIMS gitu.
05:33Nah, itu yang harus dicari gitu.
05:36Kalau masalah keterpasan teknologi gitu ya, memang teknologi ini terbatas karena kita menggunakan infrastruktur telekomunikasi operator gitu.
05:46Oke, Pak. Tapi dengan LIMS itu sendiri, apakah memang targetnya itu enggak bisa tahu gitu ya kalau misalnya dia sedang
05:54disadap?
05:54Dan kenapa ini bisa enggak termonitor gitu bahkan oleh istana?
05:58Nah, inilah apa yang menarik sistem ini.
06:01Ini kan kita jalan di level operator ya.
06:04Ketika di level operator itu, kemudian dia melakukan penyadapan ke nomor kita, itu yang diambilkan data dari BTS, ya kan.
06:13Bukan data dari handphone kita.
06:15Handphone kita enggak diapa-apain, handphone kita hanya berkomunikasi menggunakan BTS.
06:18Sehingga handphone kita enggak ada indikasi apa-apa ketika orang itu melakukan penyadapan menggunakan LIMS ini.
06:26Kita nelpon masih normal, SMS normal, dan lain-lain gitu.
06:30Nah, zaman dulu ketika teknologi belum secanggih ini gitu ya, ketika orang disadap, itu ada tanda-tanda sedikit lah.
06:37Misalkan ketika telpon normal, tiba-tiba suaranya kayak robot nih gitu.
06:41Cruel-ruel-ruel nih gitu.
06:42Wah, ini ada apa nih? Jaringannya rusak atau disadap nih gitu.
06:46Nah, biasanya itu sistem yang jelek itu, dia akan ganggu komunikasi.
06:50Atau misalkan lagi komunikasi tiba-tiba putus.
06:53Wah, lagi nelpon tiba-tiba putus nih gitu ya kan.
06:55Nah, itu gara-gara sistem yang jelek.
06:57Tapi sekarang, sistem itu udah canggih banget, jadi kita enggak akan ngerasa apa-apa.
07:01Sama sekali enggak ngerasa apa-apa.
07:03Jadi, gimana kita bisa mendeteksi kalau kita enggak ngerasa apa-apa gitu ya kan.
07:08Semuanya fan-fan aja.
07:09Kita menggunakan handphone normal, kita menggunakan voice normal, SMS-nya semuanya normal gitu.
07:14Enggak ada apa-apa gitu.
07:15Karena semuanya diambil di infrastruktur operator gitu.
07:18Makanya ini bahaya banget sistem seperti ini.
07:21Karena apa? Rawan untuk disalahgunakan.
07:23Karena kita nih, ya kan.
07:25Apalagi jurnalis gitu.
07:26Enggak akan tahu lah ketika handphonenya itu disadap atau enggak disadap gitu.
07:31Kecuali kalau misalkan menggunakan tadi malware.
07:34Nah, itu kita bisa ngecek tuh.
07:36Walaupun kita harusnya ada alatnya yang ngecek ya.
07:38Tapi kalau kita enggak punya alatnya, ya minimal kita tahu indikasinya.
07:46Cara baru nonton di Smart TV.
07:48Nonton live streaming dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
07:54Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
07:59Cari Kompas TV melalui pencarian.
08:02Pilih aplikasi, lalu install.
08:04Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
08:10Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan