Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Setelah menjadi polemik berlarut-larut, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo akhirnya membuktikan ucapannya dengan menunjukkan ijazah sarjananya.

Bukan hanya ijazah S1, tetapi ijazah dari SD, SMP, dan SMA juga turut dibuka Jokowi saat sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.

Inilah momen penting di sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.

Ijazah yang selama ini mengundang tanya akhirnya ditunjukkan Jokowi.

Namun, saat Jokowi sedang menunjukkan ijazahnya, terdakwa Roy Suryo merespons dengan tertawa.

Roy tertawa karena menilai ijazah yang diperlihatkan sangat berbeda dengan ijazah yang diperlihatkan dalam gelar perkara di Polda Metro Jaya.

Joko Widodo mengungkap alasannya mengapa ia tidak langsung menunjukkan ijazah S1nya kepada publik. Jokowi mengatakan, jika ditunjukkan sejak awal, ia tidak yakin persoalannya akan langsung selesai.

Jalannya sidang sempat berlangsung panas saat kuasa hukum Roy bertanya terkait pasal soal pelaporan perkara ini kepada Jokowi.

JPU yang memprotes direspons kuasa hukum Roy dengan berteriak sambil menunjuk jaksa. Hakim pun langsung menegur kuasa hukum Roy.

Tak hanya kuasa hukum terdakwa, Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga sempat ditegur hakim saat menyebut terdakwa kasus dugaan ijazah palsu, Roy Suryo bukan peneliti.

Di tengah persidangan, terdakwa Tifa mempermasalahkan penampilan Jokowi yang saat ini tidak memakai kacamata, padahal di foto ijazah, Jokowi memakai kacamata.

Ia juga mempertanyakan alasan Jokowi tak lagi terlihat mengenakan kacamata selama 20 tahun terakhir.

Dalam kesaksiannya, Jokowi mengungkapkan unek-uneknya. Tudingan ijazah palsu yang dilontarkan Roy Suryo dan kawan-kawan membuatnya merasa dihina dan direndahkan.

Jokowi menyebut tuduhan itu telah mencemarkan nama baik dan merusak reputasinya, termasuk nama baik keluarganya.

Ia menyebut 18 persen masyarakat percaya bahwa ijazahnya palsu.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/700146/drama-sidang-ijazah-reaksi-tawa-roy-suryo-tifa-soroti-penampilan-beda-jokowi-berut
Transkrip
00:02Setelah jadi polemik berlarut-larut, Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo akhirnya membuktikan ucapannya dengan menunjukkan ijazah sarjana.
00:11Bukan hanya ijazah S1 saja sodara, tapi ijazah dari SD, SMP dan SMA juga turut dibuka Jokowi saat sidang kasus
00:21dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.
00:26Dengan dibukanya ijazah ini, akankah mengakhiri drama ijazah Jokowi?
00:3313.30 jam dari pukul 9 pagi hingga pukul setengah 11 malam, Jokowi Dodo bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
00:42Ada dua sidang yang dihadiri Jokowi pada Rabu kemarin, yakni sidang dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifa Husyat Yasuma atau
00:50Dr. Tifa.
00:50Meski sampai larut malam, Jokowi mengakui lega. Mengaku lega karena bisa menunjukkan empat ijazahnya ke publik.
01:01Dari jam 9 pagi sampai sekarang jam 10.30 baru selesai.
01:12Semua bukti-bukti sudah kita tunjukkan.
01:19Kemudian juga utamanya empat ijazah, ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA, dan ijazah S1 saya,
01:34semuanya sudah saya tunjukkan kepada Majelis Hakim, kepada pihak terdakwa.
01:48Inilah momen penting di sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait dengan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.
01:56Ijazah yang selama ini mengundang tanya, saudara, akhirnya ditunjukkan Jokowi.
02:01Bukan hanya ijazah S1 saja, tapi ijazah dari SD, SMP, dan SMA.
02:20Tapi di saat Jokowi sedang menunjukkan ijazahnya, terdakwa Roy Suryo merespons dengan tertawa.
02:34Roy Suryo tertawa karena menilai ijazah yang diperlihatkan sangat berbeda
02:38dengan ijazah yang diperlihatkan dalam gelar perkara di Polda Metro Jaya.
02:48Ia tertawa karena barang kayak gitu dijadikan barang bukti.
02:53Ya saya langsung tertawa karena itu jelas-jelas menunjukkan 99,9 persen palsunya.
02:58Ya kenapa? Jelas betul.
03:00Saya tidak ada janjian dengan Mas Refli, tapi saya begitu lihat saya lancar, ah ini beda barangnya.
03:05Satu ya, yang kami lihat pada saat gelar perkara tanggal 15 Desember itu, fotonya sangat-sangat tajam.
03:13Jokowi Dodo mengungkap alasannya mengapa ia tidak langsung menunjukkan ijazah S1-nya kepada publik.
03:18Jokowi bilang jika ditunjukkan sejak awal, tidak yakin persoalannya akan langsung selesai.
03:25Karena saya tidak yakin kalau saya menunjukkan di dalam forum biasa ijazah saya, itu kemudian persoalan selesai.
03:34Saya tidak yakin.
03:35Sehingga saya ingin persoalan ini diselesaikan lewat ruang sidang yang terhormat ini yang mulia.
03:51Jalannya sidang sempat berlangsung panas saat kuasa hukum Roy bertanya terkait pasal soal pelaporan perkara ini ke Jokowi.
03:58Jaksa yang meresmang protes, direspon kuasa hukum Roy dengan berteriak sambil menunjuk jaksa.
04:04Hakim pun langsung menegur kuasa hukum Roy.
04:34Kami tidak pernah memotong.
04:41Saudara, jangan pakai telunjuk untuk berteriak seperti itu.
04:48Jangan seriak.
04:50Kalau seriak lagi kami keluarkan.
04:52Termasuk dari asokan.
04:54Saya baru berbicara di sebelah sana.
04:56Saya akan berbicara di sebelah ting asokan.
05:00Tidak boleh sampai menunjuk.
05:03Seperti ini itu tidak sopan.
05:04Apalagi jangan mengontarkan kata-kata pericaraan.
05:08Bisa dipahami tidak?
05:11Kalau memang tidak mau mengikuti peraturannya, saudara boleh keluar dunia.
05:16Tak hanya kuasa hukum terdakwa,
05:19Presiden Kujuh RI Jokowi Dodo juga sempat ditegur hakim
05:22saat menyebut terdakwa kasus dugaan ijazah palsu Roy Suryo bukan peneliti.
05:26Di dalam video tersebut, saudara saksi keberatan.
05:31Yang mulia, tadi yang terhormat Bapak Ryo Suryo menyampaikan sebagai peneliti,
05:41menurut saya bukan peneliti, peneliti etikanya tidak seperti ini.
05:47Datang ke UGM membawa satu romantik.
05:52Mohon dijawab saja pertanyaannya, bukan komentar seperti yang disampaikan.
05:59Di tengah persidangan, terdakwa Tifa Uziasuma
06:03mempermasalahkan penampilan Jokowi yang saat ini tidak memakai kacamata.
06:07Padahal di foto ijazah, Jokowi memakai kacamata.
06:10Ia juga mempertanyakan alasan Jokowi tak lagi terlihat mengenakan kacamata
06:14selama 20 tahun terakhir.
06:16Jokowi pun mengungkap jika matanya pecah saat bekerja di Aceh.
06:21Apakah ini foto saudara saksi?
06:24Selama 20 tahun sejak saudara saksi menjadi wali kota sampai presiden,
06:28belum pernah satu kalipun kami melihat saudara saksi menggunakan kacamata.
06:32Maka saya perlu bertanya, saudara saksi menggunakan kacamata minus berapa?
06:38Seinggit saya satu setengah.
06:40Satu setengah.
06:40Kemudian kenapa 20 tahun dari sejak 2005 saudara saksi menjadi wali kota,
06:45gubernur, presiden, tidak pernah lagi menggunakan kacamata.
06:49Kenapa?
06:50Kacamatanya pecah.
06:52Kacamatanya pecah.
06:53Hitung begitu dong.
06:54Bisa menjawab saksi?
06:58Seingat saya setelah bekerja dari Aceh.
07:01Nah, dua jawabannya.
07:02Bekerja dari Aceh.
07:03Setelah bekerja dari Aceh.
07:04Terakhir tahun berapa bekerja di Aceh?
07:10Setelah itu saudara saksi menjadi apa?
07:14Mohon izin, Majelis sudah pertanyaan lebih dari lima.
07:17Jangan dihitung.
07:18Ini masih relevan, masih satu pertanyaan.
07:20Masih satu pertanyaan.
07:21Tapi kita sudah memberikan waktu dong.
07:23Masih satu pertanyaan.
07:26JPU jangan mengganggu.
07:28Sebentar.
07:29Ini tadi banyak yang tidak relevan, pertanyaan saudara.
07:32Tapi saudara menghitung lima.
07:34Ini sudah lebih.
07:35Terakhir berarti.
07:42Tolong ya.
07:43Ya.
07:43Tim penuntut umum.
07:44Saya pertanyaan, saya koma.
07:46Saudara saksi setelah dari PT Kertas Kerap Aceh.
07:51Saudara saksi menjadi apa?
07:52Koma.
07:53Menjadi apa dulu?
07:53Oh tidak.
07:54Jangan begitu.
07:55Saudara.
07:55Keenakannya sendiri.
07:57Sudah.
07:58Dijawab.
07:59Sejak.
08:00Ini kan pertanyaan terakhir.
08:01Sejak bekerja di Aceh.
08:03Apa pekerjaan saksi?
08:05Setelah dari Aceh, saya pulang ke Solo, bekerja di sebuah CV, yaitu CV Roda Jati.
08:14Ya.
08:15Tidak mampu membeli kacamata itu saudara saksi.
08:18Tidak repan.
08:19Setelah mainnya.
08:20Cukup ya?
08:21Cukup.
08:23Dalam kesaksiannya, Jokowi mengungkapkan unek-uneknya saudara.
08:27Tidak menyebut tuduhan itu telah mencemarkan nama baik dan merusak reputasinya termasuk nama baik keluarga.
08:42Yang menyebut 18 persen masyarakat percaya bahwa ijazahnya palsu.
08:46Ini adalah waktu saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat.
08:56Kemudian yang ketiga juga saya merasa juga dituduh menggunakan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai wali kota dua kali, gubernur
09:13sekali, dan presiden dua kali.
09:15Ya, tercemarnya nama baik saya yang mulia dan juga reputasi yang saya miliki yang mulia.
09:28Karena kalau kita lihat dari survei terakhir, seingat saya 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu ini yang
09:41mulia.
09:43Kini bola panas untuk akhir dari polemik tudingan ijazah palsu Jokowi ada di tangan majelis hakim.
09:50Akankah fonis hakim nantinya bisa mengakhiri polemik atau justru memunculkan babak baru?
09:58Terima kasih.
09:58Terima kasih.
09:58Terima kasih.
09:58Terima kasih.

Dianjurkan