00:02Setelah jadi polemik berlarut-larut, Presiden ke-7 RI Jokowi Dodo akhirnya membuktikan ucapannya dengan menunjukkan ijazah sarjana.
00:11Bukan hanya ijazah S1 saja sodara, tapi ijazah dari SD, SMP dan SMA juga turut dibuka Jokowi saat sidang kasus
00:21dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.
00:26Dengan dibukanya ijazah ini, akankah mengakhiri drama ijazah Jokowi?
00:3313.30 jam dari pukul 9 pagi hingga pukul setengah 11 malam, Jokowi Dodo bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
00:42Ada dua sidang yang dihadiri Jokowi pada Rabu kemarin, yakni sidang dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifa Husyat Yasuma atau
00:50Dr. Tifa.
00:50Meski sampai larut malam, Jokowi mengakui lega. Mengaku lega karena bisa menunjukkan empat ijazahnya ke publik.
01:01Dari jam 9 pagi sampai sekarang jam 10.30 baru selesai.
01:12Semua bukti-bukti sudah kita tunjukkan.
01:19Kemudian juga utamanya empat ijazah, ijazah SD, ijazah SMP, ijazah SMA, dan ijazah S1 saya,
01:34semuanya sudah saya tunjukkan kepada Majelis Hakim, kepada pihak terdakwa.
01:48Inilah momen penting di sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait dengan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo.
01:56Ijazah yang selama ini mengundang tanya, saudara, akhirnya ditunjukkan Jokowi.
02:01Bukan hanya ijazah S1 saja, tapi ijazah dari SD, SMP, dan SMA.
02:20Tapi di saat Jokowi sedang menunjukkan ijazahnya, terdakwa Roy Suryo merespons dengan tertawa.
02:34Roy Suryo tertawa karena menilai ijazah yang diperlihatkan sangat berbeda
02:38dengan ijazah yang diperlihatkan dalam gelar perkara di Polda Metro Jaya.
02:48Ia tertawa karena barang kayak gitu dijadikan barang bukti.
02:53Ya saya langsung tertawa karena itu jelas-jelas menunjukkan 99,9 persen palsunya.
02:58Ya kenapa? Jelas betul.
03:00Saya tidak ada janjian dengan Mas Refli, tapi saya begitu lihat saya lancar, ah ini beda barangnya.
03:05Satu ya, yang kami lihat pada saat gelar perkara tanggal 15 Desember itu, fotonya sangat-sangat tajam.
03:13Jokowi Dodo mengungkap alasannya mengapa ia tidak langsung menunjukkan ijazah S1-nya kepada publik.
03:18Jokowi bilang jika ditunjukkan sejak awal, tidak yakin persoalannya akan langsung selesai.
03:25Karena saya tidak yakin kalau saya menunjukkan di dalam forum biasa ijazah saya, itu kemudian persoalan selesai.
03:34Saya tidak yakin.
03:35Sehingga saya ingin persoalan ini diselesaikan lewat ruang sidang yang terhormat ini yang mulia.
03:51Jalannya sidang sempat berlangsung panas saat kuasa hukum Roy bertanya terkait pasal soal pelaporan perkara ini ke Jokowi.
03:58Jaksa yang meresmang protes, direspon kuasa hukum Roy dengan berteriak sambil menunjuk jaksa.
04:04Hakim pun langsung menegur kuasa hukum Roy.
04:34Kami tidak pernah memotong.
04:41Saudara, jangan pakai telunjuk untuk berteriak seperti itu.
04:48Jangan seriak.
04:50Kalau seriak lagi kami keluarkan.
04:52Termasuk dari asokan.
04:54Saya baru berbicara di sebelah sana.
04:56Saya akan berbicara di sebelah ting asokan.
05:00Tidak boleh sampai menunjuk.
05:03Seperti ini itu tidak sopan.
05:04Apalagi jangan mengontarkan kata-kata pericaraan.
05:08Bisa dipahami tidak?
05:11Kalau memang tidak mau mengikuti peraturannya, saudara boleh keluar dunia.
05:16Tak hanya kuasa hukum terdakwa,
05:19Presiden Kujuh RI Jokowi Dodo juga sempat ditegur hakim
05:22saat menyebut terdakwa kasus dugaan ijazah palsu Roy Suryo bukan peneliti.
05:26Di dalam video tersebut, saudara saksi keberatan.
05:31Yang mulia, tadi yang terhormat Bapak Ryo Suryo menyampaikan sebagai peneliti,
05:41menurut saya bukan peneliti, peneliti etikanya tidak seperti ini.
05:47Datang ke UGM membawa satu romantik.
05:52Mohon dijawab saja pertanyaannya, bukan komentar seperti yang disampaikan.
05:59Di tengah persidangan, terdakwa Tifa Uziasuma
06:03mempermasalahkan penampilan Jokowi yang saat ini tidak memakai kacamata.
06:07Padahal di foto ijazah, Jokowi memakai kacamata.
06:10Ia juga mempertanyakan alasan Jokowi tak lagi terlihat mengenakan kacamata
06:14selama 20 tahun terakhir.
06:16Jokowi pun mengungkap jika matanya pecah saat bekerja di Aceh.
06:21Apakah ini foto saudara saksi?
06:24Selama 20 tahun sejak saudara saksi menjadi wali kota sampai presiden,
06:28belum pernah satu kalipun kami melihat saudara saksi menggunakan kacamata.
06:32Maka saya perlu bertanya, saudara saksi menggunakan kacamata minus berapa?
06:38Seinggit saya satu setengah.
06:40Satu setengah.
06:40Kemudian kenapa 20 tahun dari sejak 2005 saudara saksi menjadi wali kota,
06:45gubernur, presiden, tidak pernah lagi menggunakan kacamata.
06:49Kenapa?
06:50Kacamatanya pecah.
06:52Kacamatanya pecah.
06:53Hitung begitu dong.
06:54Bisa menjawab saksi?
06:58Seingat saya setelah bekerja dari Aceh.
07:01Nah, dua jawabannya.
07:02Bekerja dari Aceh.
07:03Setelah bekerja dari Aceh.
07:04Terakhir tahun berapa bekerja di Aceh?
07:10Setelah itu saudara saksi menjadi apa?
07:14Mohon izin, Majelis sudah pertanyaan lebih dari lima.
07:17Jangan dihitung.
07:18Ini masih relevan, masih satu pertanyaan.
07:20Masih satu pertanyaan.
07:21Tapi kita sudah memberikan waktu dong.
07:23Masih satu pertanyaan.
07:26JPU jangan mengganggu.
07:28Sebentar.
07:29Ini tadi banyak yang tidak relevan, pertanyaan saudara.
07:32Tapi saudara menghitung lima.
07:34Ini sudah lebih.
07:35Terakhir berarti.
07:42Tolong ya.
07:43Ya.
07:43Tim penuntut umum.
07:44Saya pertanyaan, saya koma.
07:46Saudara saksi setelah dari PT Kertas Kerap Aceh.
07:51Saudara saksi menjadi apa?
07:52Koma.
07:53Menjadi apa dulu?
07:53Oh tidak.
07:54Jangan begitu.
07:55Saudara.
07:55Keenakannya sendiri.
07:57Sudah.
07:58Dijawab.
07:59Sejak.
08:00Ini kan pertanyaan terakhir.
08:01Sejak bekerja di Aceh.
08:03Apa pekerjaan saksi?
08:05Setelah dari Aceh, saya pulang ke Solo, bekerja di sebuah CV, yaitu CV Roda Jati.
08:14Ya.
08:15Tidak mampu membeli kacamata itu saudara saksi.
08:18Tidak repan.
08:19Setelah mainnya.
08:20Cukup ya?
08:21Cukup.
08:23Dalam kesaksiannya, Jokowi mengungkapkan unek-uneknya saudara.
08:27Tidak menyebut tuduhan itu telah mencemarkan nama baik dan merusak reputasinya termasuk nama baik keluarga.
08:42Yang menyebut 18 persen masyarakat percaya bahwa ijazahnya palsu.
08:46Ini adalah waktu saya juga merasa telah dihina, direndahkan dengan amat sangat.
08:56Kemudian yang ketiga juga saya merasa juga dituduh menggunakan ijazah palsu untuk mencalonkan diri sebagai wali kota dua kali, gubernur
09:13sekali, dan presiden dua kali.
09:15Ya, tercemarnya nama baik saya yang mulia dan juga reputasi yang saya miliki yang mulia.
09:28Karena kalau kita lihat dari survei terakhir, seingat saya 18 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap tuduhan ijazah palsu ini yang
09:41mulia.
09:43Kini bola panas untuk akhir dari polemik tudingan ijazah palsu Jokowi ada di tangan majelis hakim.
09:50Akankah fonis hakim nantinya bisa mengakhiri polemik atau justru memunculkan babak baru?
09:58Terima kasih.
09:58Terima kasih.
09:58Terima kasih.
09:58Terima kasih.