Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengapresiasi langkah Polri dalam pengungkapan kasus penyadapan ilegal yang dilakukan Mantan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan Cak Imin saat ditemui di Jakarta pada Sabtu (7/11/2026).

Cak Imin memastikan tindakan penyadapan secara ilegal tersebut sudah ada aturannya dan terindikasi adanya penyalahgunaan kewenangan.

Cak Imin juga sampaikan mengapresiasi kecepatan, ketegasan dan efektifitas Polri dalam melindungi kepala negara.

Ia menilai penyadapan terhadap presiden merupakan tindakan membahayakan pemimpin negara. Dirinya menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk insubordinasi.

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700261/ikut-disadap-listyo-sigit-cs-cak-imin-disadap-atau-nggak-nggak-pernah-omong-aneh
Transkrip
00:00Rumor-rumornya begitu, tapi saya kan disadap atau nggak disadap, saya nggak pernah ngomong aneh-aneh.
00:06Aku tahu PKB gitu, ini kan melihat kasus penyadapan terhadap presiden ini, bagaimana?
00:12Saya tentu sangat memberikan apresiasi kepada Kapol ini, yang berkindah cepat, tegas, efektif, melindungi kepala negara.
00:23Termasuk melindungi semua yang disadap.
00:26Ini kita terima kasih, ini prestasi yang luar biasa, ini perbaikan cara kerja Polri untuk bekerja secara profesional,
00:39bekerja bersama rakyat, melindungi pemimpin-pemimpinnya, khususnya presiden.
00:45Sehingga ini pelajaran sejarah yang paling baik ke depan.
00:50Sehingga menjadi presiden, menjadi politisi harus dijaga.
00:55Karena privasi, komunikasi, nanti kalau dipotong-potong, jadi semua omongan yang muncul di HP menjadi feedback yang tidak baik dan
01:09merusak.
01:10Karena itu, sekali lagi PKB memberikan apresiasi, terutama kepada Pak Presiden, yang sekarang terjaga supaya semua nanti ke depan,
01:24Presiden adalah pemimpin tertinggi yang tidak boleh di-DOT kewibawahannya, apalagi disadap.
01:33Terutama, cenderung tindakan ini insubordinasi, membahayakan pemimpin negara.
01:41Yang kedua, ini menjadi presiden baik bagi mekanisme kerja yang tidak abuse of power.
01:53Jadi, ini menunjukkan Polri akan memperbaiki cara kerja yang tidak memungkinkan abuse of power.
02:00abuse of power itu apa? Penyalahgunaan, kewenangan, tidak profesional.
02:07Kalau Anda punya kemampuan dan punya alat, tapi kalau itu bukan kewenangan, ya jangan digunakan.
02:13Ini yang memang ke depan harus diwujudkan.
02:17Sekuat-kuatnya Anda punya alat, sehebat-hebatnya Anda punya alat,
02:22tapi kalau kewenangan itu bukan punya hak Anda secara undang-undang, ya jangan Anda gunakan.
02:27Gus, tapi dari PKB ataupun dari pemerintah sendiri khawatir nggak sih, Gus,
02:34bahwa gerakan ini sebagai gerakan makar nih, Gus?
02:36Karena kan Istana juga sudah menyampaikan alat,
02:39Iya, ini insubordinasi.
02:42Insubordinasi soal definisi hukumnya bisa makar, saya nggak tahu.
02:45Saya mengahli hukum, bisa jadi, besi bisa jadi lagi.
02:50Berarti, dan harus dihukumnya.
02:56Sudah ada sebetulnya, aturannya sudah ada, jangan dilanggar.
03:01Gus, PKB yang terkonfirm kena sadap juga ada nggak sih, Gus?
03:05Rumor-rumornya begitu, tapi saya kan disadap atau nggak disadap,
03:09saya nggak pernah ngomong anak-anak.
03:35Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:41Download Kompas TV apps di TV kamu sekarang juga!

Dianjurkan