Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA,KOMPAS.TV - Aksi Rakyat Bela Indonesia selesai digelar di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta, Minggu siang (8/11/2026).

Gerakan yang diinisiasi sejumlah tokoh tersebut diklaim sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegaduhan politik yang dinilai dipicu oleh ulah sejumlah elite.

Aksi ini menjadi sorotan di tengah pengusutan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang turut menyeret sejumlah nama di lingkungan kepolisian dan politik.

Pada aksi ini juga menyoroti tuntutan untuk segera jalankan putusan MA soal Ijazah Gibran.

#aksirakyatbelaindonesia #penyadapan #prabowo #ijazah #gibran

Baca Juga Jimly Asshiddiqie Sampaikan Poin Pertemuannya dengan Kapolri di https://www.kompas.tv/nasional/700357/jimly-asshiddiqie-sampaikan-poin-pertemuannya-dengan-kapolri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/700364/aksi-rakyat-bela-indonesia-tuntut-jalankan-putusan-ma-soal-ijazah-gibran-kompas-siang
Transkrip
00:00Aksi rakyat bela Indonesia selesai digelar di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta pada minggu siang.
00:06Gerakan yang diinisiasi oleh sejumlah tokoh ini diklaim sebagai tanggung jawab moral atas kegaduhan politik karena ulah elit tertentu.
00:14Berikut laporan jurnalis Kompas TV Putri Oktaviani dan juru kamera Bimo Wicaksana.
00:20Saudara pukul 10 tadi baru saja selesai aksi rakyat bela Indonesia yang digelar di lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta.
00:28Ya memang tadi dihadiri sejumlah tokoh, tidak hanya tokoh agama, organisasi masyarakat, juga tadi dihadiri sejumlah elemen masyarakat.
00:35Ada beberapa yang disuarakan, diantaranya adalah penegakan hukum maupun juga untuk pelaksanaan hasil putusan dari MA maupun juga MK.
00:46Nah tadi ada beberapa yang disuarakan dalam gerakan hari ini, tetapi untuk lebih jelasnya kita akan bertanya kepada Prof. Jimli
00:53Asidiki,
00:53selaku Ketua Dewan Pembina Aksi Rakyat Belai Indonesia Prof. Jimli.
00:57Mungkin bisa dijelaskan tadi ada beberapa secara umum yang disuarakan di aksi hari ini, mungkin bisa dijelaskan Pak.
01:03Ya ini kegiatan dadakan, inisiatif dari tokoh-tokoh masyarakat.
01:08Saya juga kaget ya, kok cepat sekali kumpul semua ormas gitu.
01:14Nah jadi ini gambaran dari kesamaan nurani dari tokoh-tokoh masyarakat, cermin dari nurani publik.
01:27Tapi sekaligus juga cermin dari kekuatan akal sehat.
01:31Nah tadi saya bilang, moral power bertemu dengan logic power membuat mereka ini kumpul.
01:40Tuntutannya lima hal itu, saya rasa itu cermin tuntutan semua orang sekarang.
01:46Paling tidak ya, mayoritas rakyat Indonesia ya, tercermin di lima tuntutan tadi.
01:54Walaupun ada yang agak halus, yang nomor lima.
01:57Tapi tidak apa-apa, tapi maksudnya adalah ekspresi kegundahan tentang perkembangan keadaan yang dianggap ini berbahaya bagi bangsa dan negara
02:09kita ke depan.
02:10Maka pertama ada sikap, ya kan, memberi dukungan kepada Kapolri untuk melakukan penegakan hukum dan pembenahan ke dalam.
02:21Kedua, dukungan kepada Presiden untuk melakukan, merealisasikan impian tentang perubahan kebijakan ekonomi.
02:32Pasal 33, konstitusi ekonomi, apapun risikonya.
02:39Termasuk kalau dia merugikan negara lain, ataupun merugikan kelompok-kelompok oligarki yang selama ini menikmati keuntungan.
02:49Nah, yang terakhir, yang terakhir dari lima poin itu ya, iyalah apa yang sudah terjadi dengan isu ijazah, apa yang
02:59terjadi dengan apa yang sudah diputuskan oleh NK, MA, itu tuntutannya segera itu ditegakkan oleh pejabat eksekutif dan legislatif.
03:10Jadi, ya masa dua puncak peradilan dalam sistem konstitusi kita sudah membuat keputusan, kok enggak dijalankan.
03:19Nah, gitu kira-kira.
03:20Terima kasih Prof. Jumlah, sedikit atas waktu yang untuk Kompas TV.
03:24Nah, itu tadi sudah perbincangan kami dan memang aksi ini juga akan dilanjutkan begitu di aksi atau konsolidasi pada tanggal
03:3210 November dan juga akan ada rencananya, akan ada agenda yang lebih besar lagi tanggal 15 November.
03:37Ini berdasarkan informasi dari Ketua Organizing Komite dari Asrakat Bela Indonesia.
03:43Tentu kita akan nantikan seperti apa, tadi juga sudah deklarasi, tetapi untuk aksi lanjutannya lagi atau apa gerakan yang akan
03:50berlanjut dari aksi hari ini, kita akan tunggu bersama Putri Oktaviani, Bimewi Jaksana Kompas TV, Jakarta.

Dianjurkan