00:00Bang David, sebentar, coba aku tanya Bang David dulu.
00:02Bang David, kalau tadi berdasarkan analisa Pak Ginting,
00:07ini bisa disampaikan udah bola liar yang akan mempercepat pemakjulan Gibran.
00:13Atau menurut Anda ini murni kasus hukum saja?
00:16Ya, biar wajar lah kalau Pak Ginting kan termasuk salah satu yang selalu berat sebelah analisnya.
00:24Saya memalumin itu, makanya saya bilang posisi kita duduk itu harus clear ya.
00:28Apakah sebagai akademisi yang ada kajian akademisnya atau sebagai politisi gitu kan.
00:33Nah gini, tadi saya memulai bahwa kepentingan pemerintah itu stabilitas dan kondusivitas.
00:39Nah, ini menciptakan instabilitas.
00:41Satu, kalau dikaitkan dengan judul, ekskapol diri tangkap sinyal pemakjulan Gibran.
00:48Berarti ada skenario di situ, kalau ikut judul ya, sorry.
00:53Kalau ikut judul ini, saya menganalisa ke judul, berarti ada skenario
00:58penangkapan Kaporli ini dijadikan pintu masuk untuk pemaksulan kalau ikut judul ini.
01:03Nah, itu berarti apa?
01:05Di sini pernah kita sengit juga berdiskusi soal itu bahwa
01:09kalau istilah Pak Said Dido, ada kelompok yang kebelet.
01:13Ada kelompok kebelet.
01:14Kebeletnya itu, satu, ini harus dipisahkan dulu kekuatan Prabowo Gibran atau Prabowo Jokowi ini.
01:22Karena satu-satunya cara mengalahkan Prabowo ke depan itu kalau diperlemah koalisi ini.
01:28Nah, salah satu pintu masuk, kalau ini sekali lagi saya kembali ke judul.
01:31Kalau judul ini dikaitkan dengan itu, maka permainan di belakang layar ini adalah kepentingannya memecah koalisi ini.
01:38Makanya tadi saya katakan bahwa apakah kes ini, karena kini kita dipancing untuk keluar dari masalah kriminalitas
01:47atau masalah hukum, tapi masalah politik.
01:50Nah, karena saya dipancing untuk bicara itu, saya ingin menyampaikan analisis saya.
01:54Kalau poinnya soal kes politik di dalam kasus ini, maka kepentingan di belakang layar adalah ingin memecah koalisi Prabowo Gibran.
02:02Itu satu. Makanya tadi saya katakan, kenapa kita nggak masuk dalam apakah ripalitas person?
02:10Apakah ripalitas antar lembaga yang sudah rahasia umum kemarin?
02:15Pertarungan elit bang, maksudnya?
02:17Ya, pertarungan elit, pertarungan institusi.
02:19Soal kasus jumpit sus kemarin itu ramai dibicarakan soal pertarungan institusi ya.
02:24Nah, apakah ini balas dendam? Kan itu juga.
02:27Lalu yang ketiga, jangan kita salah, kalau makar ini kepentingan luar yang sering Pak Presiden mengatakan ada Londoireng.
02:35Semua hal-hal dalam negeri kita end-usernya di luar.
02:39Bahkan, ya kalau misalnya yang transparan, yang sudah terbuka, orang yang mau mengak makar itu dua kali setiap bulan Agustus
02:49itu mobilisasi,
02:51demonstrasi, bahkan meminta untuk pemerintah ini dimaksulkan, kan?
02:57Itu clear, bahkan dilaporkan orangnya, termasuk saya dengan Bang Iwan melaporkan.
03:01Itu clear, terang-benerang.
03:03Pak Prabowo harus diturunkan, Gibran harus diturunkan.
03:06Itu yang namanya clear makar itu.
03:07Nah, sehingga kalau kasus ini kita telusuri ada motif politik di belakangnya,
03:13maka saya mengatakan bahwa ada kelompok-kelompok pengkhianat yang ingin membuat kekiseruhan supaya pemerintah ini lumpuh.
03:23Satu, kelompok itu hanya bisa masuk dalam kepentingan 2029 kalau kepemimpinan Pak Prabowo dilemahkan.
03:30Salah satu pintu melemahkan adalah pisah koalisi ini.
03:34Nah itu, itu.
03:35Itu saya menjawab analisa saya, Pak Ginting.
03:37Kalau menurut Bang Andi, kalau memang ada juga yang menyampaikan kasus ini membuat renggang hubungan Pak Prabowo dengan Gibran,
03:46apakah Anda melihat bahwa juga nantinya PDIP akhirnya merapat?
03:53Kalau dari kata makarnya, nggak perlu sampai sejauh itu.
03:58Makar itu subjeknya tiga.
04:00Negara, ada yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.
04:04Pemerintah, ada yang ingin menggudingkan pemerintah.
04:07Yang pertama yang paling ringan, presiden dan wakil presiden.
04:11Ada yang mengganggu keselamatan, keamanan presiden dan wakil presiden.
04:15Nah ini nggak perlu sampai yang kedua atau yang ketiga, yang pertama aja.
04:19Masih disampaikan tadi oleh Bang David, bahwa memang ada upaya memecah belah koalisi,
04:24bukankah ini artinya PDIP bisa diuntungkan?
04:26Nggak perlu sampai ke sana.
04:27Cukup pakai bahwa penyadapan ini mengganggu keselamatan dan keamanan presiden.
04:34Itu udah makar.
04:36Udah sesimpel itu.
04:37Jadi nggak perlu mikir apakah ini ada ingin mengganti pemerintahan,
04:41atau ingin separatisme, menggulingkan pemerintahan lalu melepaskan dida ini.
04:46Nggak perlu.
04:46Cukup sekarang fokus aja.
04:47Ada yang sedang mengganggu keselamatan keamanan presiden.
04:51Itu sudah makar.
04:53Ada yang sedang mengganggu keamanan presiden, kata Bang Andi.
04:57Tetapi bagaimana kita melihat bahwa ini tadi dianalisanya,
05:00kata Bang Ginting tadi, ini adalah upaya mempercepat pemakzulan Gibran.
05:06Jadi begini ya, memakzulkan presiden atau wakil presiden itu nggak gampang.
05:13Karena kalau kita lihat di dalam konstitusi, itu ada dua proses politik,
05:18satu proses hukum.
05:20Dan itu memakan waktu.
05:22Dan itu nggak gampang.
05:23Partai koalisi mau bertemu setelah reses?
05:26Mas Diki.
05:26Silahkan dicoba.
05:28Bukannya dari kemarin sudah ada yang mau tanda tangan, tapi nggak jadi-jadi itu.
05:32Tapi setelah kasus ini, mereka menyampaikan bahwa akan bertemu.
05:36Ada satu pasal di dalam konstitusi itu harus ditemukan dulu.
05:40Apakah ada unsur pidananya, ada unsur pengkhianatan negaranya.
05:44Dan itu sulit.
05:46Jadi nggak gampang juga menurunkan presiden waktu atau wakil presiden.
05:51Makanya ada makar itu menurunkan secara inkonstitusional.
05:56Maka disebut makar.
05:57Tetapi apabila kita menggunakan cara konstitusional,
06:00ada dua proses politik, satu proses hukum.
06:03Dan itu harus dijalankan apabila kita masih setia pada Undang-Undang Dasar 45.
06:09Seperti itu.