Skip to playerSkip to main content
'Sebut nama saya di Makkah, doakan saya jadi Muslim' -ADUN Pitas

Bertahun-tahun menitipkan doa kepada kenalan yang mengerjakan umrah dan haji di tanah suci Makkah, agar hati dibukakan untuk menerima Islam, akhirnya doa Ahli Dewan Undangan Negeri (ADUN) Pitas, Datuk Seri Ruddy Awah dimakbulkan apabila beliau melafazkan dua kalimah syahadah di kediamannya di Kampung Salimpodon Laut, Pitas, pada Ahad.

Selepas lebih 10 tahun mencari pegangan hidup, Ruddy, 58, akhirnya memilih Islam sebagai jalan hidupnya dan mengambil keputusan memeluk agama itu bersama isteri Datin Seri Asiah Udin bersama anak bongsu mereka, Aswady, 26.

Artikel: https://www.sinarharian.com.my/article/793183/edisi/sabah-sarawak/sebut-nama-saya-di-makkah-doakan-saya-jadi-muslim-adun-pitas

Copyright disclaimer: Segala penyuntingan video adalah hak cipta terpelihara milik Sinar Harian.

#SinarHarian #BeritaSemasa #ADUNPitas #pelukIslam

Category

🗞
News
Transcript
00:00Bertahun-tahun menitipkan doa kepada kenalan yang mengerjakan umrah dan haji di Tanah Suci Mekah agar hati dibukakan untuk menerima
00:08Islam,
00:09akhirnya doa Adun Pitas, Datuk Seri Rudy Awah, dimakbulkan apabila beliau melafazkan dua kalimah syahadah di kediamannya di kampung Salimpodon
00:18Laut, Pitas, pada Ahad.
00:20Selepas lebih 10 tahun mencari pegangan hidup, Rudy 58 tahun akhirnya memilih Islam sebagai jalan hidupnya dan mengambil keputusan memeluk
00:30agama itu bersama isteri Datin Seri Asiauddin bersama anak bongsu mereka, Aswadi, 26 tahun.
00:51Anggil disuk untuk menjadi pilihan daisnya. Bayangkan ini punya besarnya, lihat saya sudah berbeda bodohnya. Bukan baru sekarang, berpuluh tahun,
01:02begitu paham.
01:03Saya dan istri saya kawin sudah sebuah-bibu hampir 40 tahun. Dalam tempoh 30 tahun itu berlalu dan 10 tahun
01:12itu kami mencari pegangan hidup untuk agama, mana sebenarnya kami pergi.
01:17Tidak, saya pagan. Istri punya pagan. Jadi dia tidak beli kata antara agama yang ada, tidak boleh kecewa.
01:28Tidak, saya masih di pagan. Apabila istri melihat kepada anak-anak kami ramai dalam Muslim, kami ada enam orang anak,
01:38empat juga Muslim.
01:40Jadi tinggal lagi kami bertiga lah. Dan satu anak saya, saya serai memang dia Presiden lah. Tapi tinggal bertiga, apabila
01:49kita mendapat satu hidayah, anak saya kecil pun yang berusia, bersama saya.
01:56Untuk memiliki agama Islam dan Islam. Jadi pada saya, tidak ada paksaan dari mana-mana pihak, tidak ada ugutan, tidak
02:12ada kepentingan kemasukan Islam ini pada saya untuk mengejar pangkat dan kekayaan.
02:18Tidak ada sudah, saya sudah wakil rakyat. Apa yang ada pada diri saya pun sebelum saya wakil rakyat dan hingga
02:25kini, cukup.
02:27Jadi apabila kita memilih dan cepat-cepat memeluk agama Islam, ada pengarah di hidup itu, karena itu saya kejar.
02:35Karena apa juga yang ada di dunia ini, hanya sementara, yang kekal pada diri kita adalah amalikadat kita.
02:44Sebenarnya kami ada dulu buat aniversari ke-30 tahun. Jadi saya cik dengan Datuk lah.
02:52Oke ini Datuk, kita punya aniversari kan sudah tertunai untuk 30 tahun begitu.
02:57Jadi apa lagi, ada lagi satu Datuk belum? Apa dong? Mas Islam.
03:03Tapi bilang Datuk, oke ini sudah saya tunai kan satu ini yang aniversari.
03:08Dia bilang, yang ini satu benda, kena tunggu ya. Saya tunggulah.
03:12Jadi syukurlah dia punya hati terbuka sudah tahun ini.
03:17Saya memang dulu waktu saya sekolah rendah, saya tinggal dengan kata sepupu saya.
03:21Dia memang agama Islam lah, dia pindah pak.
03:24Jadi saya memang lihat darang sembang begitu kan, dia adalah dalam apa?
03:31Niat saya bukan juga mau masuk Islam lah, tapi saya suka darang punya acara hidup gitu.
03:42Jika ini, dia ini menarех terbuka.
03:44Kamu tahu, saya suka.
Comments

Recommended