00:00Dari 60 orang itu semua digilir ketua-ketua relawan itu, bicara termasuk saya, Andi Aswan.
00:04Nah, giliran si Bung Budi Ari ngomong, beliau mengatakan, teman-teman tadi kan di awal itu bicara soal apa segala
00:12macam.
00:13Gimana kalau pemerintahan ini nggak sampai di ujung 2029, apakah kita siap?
00:19Siap dalam arti sebagai pendukung Prabowo Gibran, apakah kita siap dengan situasi itu?
00:25Sebenarnya itu kita mengklarifikasi juga, dan juga Budi Ari sudah mengklarifikasi kan.
00:29Oke, oke, sebentar. Ini bagaimana Pak Say?
00:31Begini-begini, ini saya akan dibalik, saya akan-akan pihak lu yang kebelet.
00:35Padahal yang ngomong kebelet kan yang di dalam sana.
00:38Kok dibalik?
00:39Kan itu interpretasi Pak.
00:40Bukan, bukan interpretasi jelas.
00:42Interpretasi Pak Dido itu.
00:43Bukan, yang kebelet bahwa kita harus siapkan di dalam situ.
00:48Saya bapak, di dalam itu siapa sih Pak Say? Sebut aja Pak.
00:50Karena Bapak mau.
00:51Nah, Budi Ari kami, Budi Ari.
00:53Sebentar, Budapik ya.
00:56Jangan dibalik-balik fakta.
00:58Fakta menyatakan.
01:00Saya ulangi kalimatnya, kalau saya salah.
01:04Ini sepertinya tidak sampai 2009 nih.
01:07Kalau dia, 2009.
01:09Insting Budi Ari kata Budi Ari.
01:11Ya, kita dengarkan dulu.
01:12Dan anda di dalam situ, nggak membantai itu.
01:16Oke?
01:16Karena pendapat pribadi.
01:17Bukan dalam dinamika, kalau kita nggak sepakat, kita ini organisasi harus juga.
01:22Kalau kita diam terhadap pendapat orang, berarti kita setuju dalam ruangan itu.
01:27Itu clear.
01:29Harus diingat.
01:30Jangan setelah ribut.
01:32Pak Say didu, harus diingat.
01:35Kalau, sebentar Bob.
01:36Saya mau nambahkan ini.
01:37Gak usah dulu.
01:38Oh, gak usah dulu.
01:38Gak usah dulu.
01:39Sebentar, Bur.
01:41Kalau kita berorganisasi dalam forum, dan kita diam, artinya kita sependapat itu.
01:46Jangan setelah ribut, baru memonjokkan Budi Ari semua.
01:50Ya kan?
01:51Clear.
01:52Nah, kok kita dianggap provokasi?
01:54Kita dianggap kebelet.
01:55Padahal yang kebelet adalah 60 orang yang dalam itu.
01:59Itulah sebabnya, itulah sebabnya saya tadi minta.
02:04Ini sebabnya saya tadi minta.
02:06Sebenarnya, ada video yang lebih panjang dari itu.
02:08Woy, diam dulu dong.
02:10Saya mau ngomong nih.
02:11Ya, ya, ya.
02:12Bungani, sebentar, sebentar.
02:13Sebentar dong, saya diminta ngomong nih.
02:15Oke, Pak Raja Sa, kalau dari yang Anda lihat sebenarnya, adakah ini sesuatu yang terorkestrasi jelang genap 2 tahun Pak
02:21Prabowo Gibran?
02:22Begini, Bu.
02:23Sebenarnya saya agak lucu ya melihat tema yang disampaikan oleh Bola Liar.
02:32Sebetulnya yang dibutuhkan oleh publik hari ini bukan percepatan pemilu atau pemilu tepat waktu.
02:37Karena semuanya melahirkan pemimpin monster.
02:40Ya kan?
02:40Yang membuat rakyat ini terpuruk.
02:42Itu saja satu pertamanya.
02:44Tapi dalam konteks Budi Ari, saya akan katakan bahwa statement seorang politisi tidak sekedar berhenti menjadi rangkaian kalimat.
02:53Apalagi diucapkan saat negara sudah memasuki dalam fase kegelisahan.
02:59Kata-kata pernyataan politisi bisa menjadi sinyal atau menjadi instruksi ketika kata percepatan diarahkan kepada kader politik dalam rangka menghadapi
03:13kemungkinan perubahan
03:15kekuasaan negara di luar mekanisme konstitusi.
03:19Di sinilah analisa linguistik korensik menjadi relevan.
03:24Saya katakan kenapa relevan.
03:25Untuk melihat apakah pernyataan Budi Ari ini sudah offset atau dikatakan sebagai sebuah tindakan makar, ini perlu dilakukan pendalaman.
03:36Karena begini ya, dalam penerapan hukum di sini memang tidak mengedepankan equality before the law ya.
03:44Contoh kasus Mayajian Purnawira Sunarko hanya mengatakan kepung istana, padahal dia tidak punya masa politik.
03:51Ditangkep, ditahan.
03:52Sampai hari ini tidak jelas hukumannya.
03:57Tapi dalam konteks intelijen strategis ya, dalam terminologi intelijen strategis, dalam konteks early warning ya kan, justru berkembang narasi bahwa
04:10ini ada agenda terserubung dalam rangka mengganti presiden atau kepemimpinan yang sah sebelum 2029 gitu ya.
04:17Nah, ini juga menjadi satu hal yang perlu diklarifikasi secara jelas gitu loh, oleh yang bersangkutan dan oleh banyak pihak
04:26lah, termasuk juga mungkin melalui proses hukum atau apa.
04:30Sehingga apa? Tidak terjadi kegamangan di kalangan masyarakat.
04:33Karena begini Bu, dampak daripada pernyataan ini Bu ya, ini dapat menjadikan demonstrasi menjurus pada kekerasan, munculnya narasi bahwa institusi
04:41pemerintah kehilangan legitimasi.
04:43Seperti itu menurut saya.
04:44Oke, sorry. Nah, tapi kalau misalnya ini ada dampaknya, ada konsekuensi yang lebih besar sebenarnya, siapa yang diuntungkan dari kontroversi
04:50ini kalau gitu Pak?
04:52Ya, saya pikir kita tidak bicara untung rugi ya, tapi yang jelas, publik ini membutuhkan kejelasan dari pernyataan Abu Diari
05:01gitu loh.
05:02Entah dengan cara apa, yang penting ini bisa terklarifikasi secara jelas dan bisa diterima oleh publik.
05:08Nah, itu apa yang harus diklarifikasi Pak, lebih jelasnya?
05:10Ya, pernyataannya. Sekarang kan, makanya saya bilang tadi bahwa kalau dalam konteks early warning, ya kan, ini berkembang, ya kan,
05:20spekulasi bahwa ada agenda terselubung dalam mereka menggantikan pemerintahan yang sah sebelum 2009.
05:27Nah, ini perlu diklarifikasi, Bu. Itu menurut saya.
05:31Oke, untuk agenda mengganti kekuasaan?
05:34Iya. Nah, ini spekulasi yang berkembang, ya. Seperti itu.
05:38Maka dari itu dampaknya, Bu, ya kan, tidak untuk menggunakan demo-demo ini akan menjadi aksi kekerasan.
05:44Dan kemudian munculnya narasi bahwa institusi pemerintah tidak kehilangan legitimasi dan segala macam.
05:49Nah, ini perlu. Perlu kejelasan untuk mempertegas bahwa apa makna dibalik itu semua.
05:57Apakah ini hanya pernyataan pribadi? Kan nggak bisa dengan minta maaf begitu aja.
06:00Sunar, kok dulu pakai ditangkep, Bu.
06:02Sunar, kok dulu pakai ditangkep
Komentar