Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Pakar Intelijen Kolonel Inf. (Purn.) Sri Radjasa Chandra menilai pernyataan Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029 perlu diklarifikasi secara terbuka.

Ia menilai kata "percepatan" yang disampaikan kepada kader atau pendukung politik dapat dimaknai sebagai sinyal, bahkan instruksi.

"Statement seorang politisi tidak sekadar berhenti menjadi rangkaian kalimat. Apalagi diucapkan saat negara sudah memasuki fase kegelisahan," ujar Pakar Intelijen Kolonel Inf. (Purn.) Sri Radjasa di Bola Liar, Jumat (28/8/2026). (timecode 2:47).

Ia juga menyoroti berkembangnya spekulasi mengenai adanya agenda terselubung untuk mengganti pemerintahan yang sah sebelum 2029.

"Publik ini membutuhkan kejelasan dari pernyataan Budi Arie. Entah dengan cara apa, yang penting ini bisa terklarifikasi secara jelas dan bisa diterima oleh publik," katanya. (timecode 4:57).

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Frashiva Rizaldi

#budiarie #pakarintelijen #percepatanpemilu

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688221/pakar-intelijen-soroti-pernyataan-budi-arie-bisa-jadi-sinyal-atau-instruksi
Transkrip
00:00Dari 60 orang itu semua digilir ketua-ketua relawan itu, bicara termasuk saya, Andi Aswan.
00:04Nah, giliran si Bung Budi Ari ngomong, beliau mengatakan, teman-teman tadi kan di awal itu bicara soal apa segala
00:12macam.
00:13Gimana kalau pemerintahan ini nggak sampai di ujung 2029, apakah kita siap?
00:19Siap dalam arti sebagai pendukung Prabowo Gibran, apakah kita siap dengan situasi itu?
00:25Sebenarnya itu kita mengklarifikasi juga, dan juga Budi Ari sudah mengklarifikasi kan.
00:29Oke, oke, sebentar. Ini bagaimana Pak Say?
00:31Begini-begini, ini saya akan dibalik, saya akan-akan pihak lu yang kebelet.
00:35Padahal yang ngomong kebelet kan yang di dalam sana.
00:38Kok dibalik?
00:39Kan itu interpretasi Pak.
00:40Bukan, bukan interpretasi jelas.
00:42Interpretasi Pak Dido itu.
00:43Bukan, yang kebelet bahwa kita harus siapkan di dalam situ.
00:48Saya bapak, di dalam itu siapa sih Pak Say? Sebut aja Pak.
00:50Karena Bapak mau.
00:51Nah, Budi Ari kami, Budi Ari.
00:53Sebentar, Budapik ya.
00:56Jangan dibalik-balik fakta.
00:58Fakta menyatakan.
01:00Saya ulangi kalimatnya, kalau saya salah.
01:04Ini sepertinya tidak sampai 2009 nih.
01:07Kalau dia, 2009.
01:09Insting Budi Ari kata Budi Ari.
01:11Ya, kita dengarkan dulu.
01:12Dan anda di dalam situ, nggak membantai itu.
01:16Oke?
01:16Karena pendapat pribadi.
01:17Bukan dalam dinamika, kalau kita nggak sepakat, kita ini organisasi harus juga.
01:22Kalau kita diam terhadap pendapat orang, berarti kita setuju dalam ruangan itu.
01:27Itu clear.
01:29Harus diingat.
01:30Jangan setelah ribut.
01:32Pak Say didu, harus diingat.
01:35Kalau, sebentar Bob.
01:36Saya mau nambahkan ini.
01:37Gak usah dulu.
01:38Oh, gak usah dulu.
01:38Gak usah dulu.
01:39Sebentar, Bur.
01:41Kalau kita berorganisasi dalam forum, dan kita diam, artinya kita sependapat itu.
01:46Jangan setelah ribut, baru memonjokkan Budi Ari semua.
01:50Ya kan?
01:51Clear.
01:52Nah, kok kita dianggap provokasi?
01:54Kita dianggap kebelet.
01:55Padahal yang kebelet adalah 60 orang yang dalam itu.
01:59Itulah sebabnya, itulah sebabnya saya tadi minta.
02:04Ini sebabnya saya tadi minta.
02:06Sebenarnya, ada video yang lebih panjang dari itu.
02:08Woy, diam dulu dong.
02:10Saya mau ngomong nih.
02:11Ya, ya, ya.
02:12Bungani, sebentar, sebentar.
02:13Sebentar dong, saya diminta ngomong nih.
02:15Oke, Pak Raja Sa, kalau dari yang Anda lihat sebenarnya, adakah ini sesuatu yang terorkestrasi jelang genap 2 tahun Pak
02:21Prabowo Gibran?
02:22Begini, Bu.
02:23Sebenarnya saya agak lucu ya melihat tema yang disampaikan oleh Bola Liar.
02:32Sebetulnya yang dibutuhkan oleh publik hari ini bukan percepatan pemilu atau pemilu tepat waktu.
02:37Karena semuanya melahirkan pemimpin monster.
02:40Ya kan?
02:40Yang membuat rakyat ini terpuruk.
02:42Itu saja satu pertamanya.
02:44Tapi dalam konteks Budi Ari, saya akan katakan bahwa statement seorang politisi tidak sekedar berhenti menjadi rangkaian kalimat.
02:53Apalagi diucapkan saat negara sudah memasuki dalam fase kegelisahan.
02:59Kata-kata pernyataan politisi bisa menjadi sinyal atau menjadi instruksi ketika kata percepatan diarahkan kepada kader politik dalam rangka menghadapi
03:13kemungkinan perubahan
03:15kekuasaan negara di luar mekanisme konstitusi.
03:19Di sinilah analisa linguistik korensik menjadi relevan.
03:24Saya katakan kenapa relevan.
03:25Untuk melihat apakah pernyataan Budi Ari ini sudah offset atau dikatakan sebagai sebuah tindakan makar, ini perlu dilakukan pendalaman.
03:36Karena begini ya, dalam penerapan hukum di sini memang tidak mengedepankan equality before the law ya.
03:44Contoh kasus Mayajian Purnawira Sunarko hanya mengatakan kepung istana, padahal dia tidak punya masa politik.
03:51Ditangkep, ditahan.
03:52Sampai hari ini tidak jelas hukumannya.
03:57Tapi dalam konteks intelijen strategis ya, dalam terminologi intelijen strategis, dalam konteks early warning ya kan, justru berkembang narasi bahwa
04:10ini ada agenda terserubung dalam rangka mengganti presiden atau kepemimpinan yang sah sebelum 2029 gitu ya.
04:17Nah, ini juga menjadi satu hal yang perlu diklarifikasi secara jelas gitu loh, oleh yang bersangkutan dan oleh banyak pihak
04:26lah, termasuk juga mungkin melalui proses hukum atau apa.
04:30Sehingga apa? Tidak terjadi kegamangan di kalangan masyarakat.
04:33Karena begini Bu, dampak daripada pernyataan ini Bu ya, ini dapat menjadikan demonstrasi menjurus pada kekerasan, munculnya narasi bahwa institusi
04:41pemerintah kehilangan legitimasi.
04:43Seperti itu menurut saya.
04:44Oke, sorry. Nah, tapi kalau misalnya ini ada dampaknya, ada konsekuensi yang lebih besar sebenarnya, siapa yang diuntungkan dari kontroversi
04:50ini kalau gitu Pak?
04:52Ya, saya pikir kita tidak bicara untung rugi ya, tapi yang jelas, publik ini membutuhkan kejelasan dari pernyataan Abu Diari
05:01gitu loh.
05:02Entah dengan cara apa, yang penting ini bisa terklarifikasi secara jelas dan bisa diterima oleh publik.
05:08Nah, itu apa yang harus diklarifikasi Pak, lebih jelasnya?
05:10Ya, pernyataannya. Sekarang kan, makanya saya bilang tadi bahwa kalau dalam konteks early warning, ya kan, ini berkembang, ya kan,
05:20spekulasi bahwa ada agenda terselubung dalam mereka menggantikan pemerintahan yang sah sebelum 2009.
05:27Nah, ini perlu diklarifikasi, Bu. Itu menurut saya.
05:31Oke, untuk agenda mengganti kekuasaan?
05:34Iya. Nah, ini spekulasi yang berkembang, ya. Seperti itu.
05:38Maka dari itu dampaknya, Bu, ya kan, tidak untuk menggunakan demo-demo ini akan menjadi aksi kekerasan.
05:44Dan kemudian munculnya narasi bahwa institusi pemerintah tidak kehilangan legitimasi dan segala macam.
05:49Nah, ini perlu. Perlu kejelasan untuk mempertegas bahwa apa makna dibalik itu semua.
05:57Apakah ini hanya pernyataan pribadi? Kan nggak bisa dengan minta maaf begitu aja.
06:00Sunar, kok dulu pakai ditangkep, Bu.
06:02Sunar, kok dulu pakai ditangkep
Komentar

Dianjurkan