00:00Di Kalimantan Barat itu, kahutlah itu sebenarnya sudah sering terjadi.
00:06Tetapi yang menjadi pemikiran kita itu, peladang itu disalahkan.
00:17Jadi peladang itu dengan perkebunan itu kadang-kadang bersamaan waktunya.
00:26Akhirnya peladang yang disalahkan.
00:28Tetapi sebenarnya orang berladang tidak di lahan gambut.
00:32Orang berladang itu di lahan mineral.
00:36Jadi dengan waktu yang bersamaan, akhirnya mungkin orang-orang yang tidak tahu tentang bagaimana berladang,
00:45bagaimana kehidupan kami di sana, akhirnya menunduh peladang yang menjadi sumber asapnya.
00:51Tetapi bukan, orang berladang tidak akan mungkin mau nanam padinya ke tempat yang gambut.
00:57Gambut, itu saja logikanya ya.
01:14Itu khusus untuk perkebunan saja?
01:18Kalau ke Arifan Lopan tidak?
01:28Beliau mendukung masyarakat adat?
01:31Berladang didukung.
01:48Kita masyarakat adat itu memang selalu monitoring Pak.
01:52Jadi kalau kita membakar di mana lahan ladang kita dibakar, disitulah kita yang akan monitoringnya.
01:57Dan itu tidak pernah terjadi namanya ada kebakaran hutan.
02:00Sebelum adanya perkebunan, di Kalimantan itu sudah ada namanya berladang dari zaman dulu, ribuan tahun yang lalu bahkan.
02:10Dan tidak pernah kita melihat namanya kejadian-kejadian yang seperti ini.
02:15Karena orang daya tidak berladang di lahan gambut.
02:20Gambut itu tebal, gambutnya tebal.
02:36Masyarakat adat bersosialisasi lewat tokoh-tokoh adat agar tidak sembarangan membakar hutan.
02:43Karena masyarakat adat itu identik dengan, dekat dengan alam.
02:48Tentunya tidak ada alam, tidak ada masyarakat adat.
02:51Begitu dia. Kita menjaga.
03:02Kemungkinan ada, tapi kemungkinan salah tangkap.
03:05Mungkin ada yang berladang, mungkin dikira berkebun.
03:09Nanti akan kita seleksi Pak.
03:14Sudah cukup ya.
03:15Terima kasih.
03:21Terima kasih telah menonton.
Komentar