00:00Saudara Badan Intelijen Negara mendalami informasi terkait 8 warga negara Indonesia yang direkrut bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.
00:09Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra menaruh atensi atas kabar 8 warga negara Indonesia yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia.
00:19Herindra bilang informasi ini masih akan didalami BIN.
00:22Sebelumnya Badan Intelijen Ukraina mengungkap telah menerima dokumen yang mengonfirmasi proses perekrutan 8 WNI menjadi tentara bayaran Rusia.
00:33Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang dijadikan sumber tenaga kerja murah untuk memenuhi kebutuhan Rusia dalam perang.
01:04Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina melalui laman resminya mengungkap informasi tentang 8 WNI.
01:11yang bergabung menjadi tentara Rusia.
01:13Dalam artikel berjudul Kremlin sedang mencari umpan meriam baru di Kepulauan Indonesia,
01:19Ukraina menyatakan Rusia terus merekrut warga asing secara sistematis untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina.
01:28Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasko Ahmad menanggapi informasi intelijen Ukraina terkait 8 warga negara Indonesia diduga menjadi tentara Rusia.
01:37Dasko bilang, berdasarkan informasi dari otoritas intelijen RI, perekrutan dilakukan oleh negara pihak ketiga.
01:458 WNI disebut mendaftar sebagai tenaga satpam dan administrasi dengan penawaran gaji besar.
01:51Ola-ola itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi yang diimingi oleh gaji yang besar.
02:08Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ hanya dikirim untuk menjadi tentara.
02:17Begitu informasi yang kami dapat dan pada saat ini otoritas intelijen dan kementerian luar negeri sudah melakukan antisipasi,
02:27berkoordinasi dan kemudian mengirimkan kesan kepada negara-negara tersebut.
02:36Kementerian luar negeri memastikan pihaknya terus memverifikasi informasi terkait WNI yang bergabung menjadi tentara Rusia
02:42dan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, dan perekrutan melalui tawaran pekerjaan yang tidak sesuai.
02:50Dalam keterangan tertulis, jurubicara kementerian luar negeri Yvonne Mewengkang menegaskan
02:57apabila keterlibatan WNI dalam Angkatan Bersenjata Negara Asing terverifikasi,
03:03hal tersebut merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan maupun posisi pemerintah Indonesia.
03:10Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Yuana menyebut,
03:13warga negara Indonesia yang bergabung menjadi tentara negara lain akan kehilangan status kewarga negaraannya.
03:20Hikmahanto bilang pemerintah harus mengusut siapa perekrut WNI yang bergabung menjadi tentara Rusia.
03:28Menurut undang-undang keluarga negaraan, kalau dia ikut dinas asing, itu sudah dengan sendirinya kehilangan keluarga negaraan.
03:35Dan kalau dia sudah kehilangan keluarga negaraan, kan kita tidak bisa melakukan apapun terhadap orang tersebut.
03:40Karena dia bukan lagi warga negara Indonesia.
03:42Yang kita perlu lindungi adalah warga negara Indonesia.
03:45Nah misalnya dia orang Indonesia, ada enggak namanya, alamatnya di mana, melalui apa?
03:51Melalui keluarga-keluarga mereka yang ada di sini.
03:53Nanti kan mereka akan memberitahu.
03:55Nah itu yang harus dikejar.
03:56Karena kalau menurut saya, kalau warga negara asing langsung melakukan rekrutmen,
04:01itu terhadap dia akan berbahaya.
04:06Sebelumnya mantan marinir TNI Angkatan Laut, Satria Arta Kumbara, juga menjadi tentara bayaran Rusia.
04:13Satria tercatat dipecat sebagai prajurit pada 6 April 2023.
04:18Setelah bergabung menjadi prajurit militer Rusia, status keluarga negaraan Satria hilang secara otomatis.
04:24Tim Liputan, Kompas TV
04:30Saudara Bin mendalami terkait informasi 8 WNI yang direkrut menjadi tentara bayaran di Rusia.
04:36Lantas apa tujuan dari perekrutan tentara WNI untuk Rusia ini?
04:39Kita bahas bersama pengamat Militer Center for Intermastic and Strategic Assessment,
04:45Mas Anton Ali Abbas.
04:47Mas Anton, selamat sore.
04:49Mbak Sintia.
04:51Ya, Mas Anton, kalau Anda melihat apa yang terjadi saat ini?
04:548 warga negara Indonesia direkrut untuk menjadi tentara bayaran.
04:58Apa fenomena yang kita lihat terkait hal ini, Mas Anton?
05:03Ya, pertama sebenarnya kalau dari sisi, kita bicara global dulu ya,
05:06bahwa terkait perang Rusia-Ukraine ini,
05:09memang baik dari sisi Rusia maupun Ukraine,
05:12mereka merekrut tentara bayaran, sokol bayaran gitu,
05:15yang bukan berasal dari negaranya.
05:17Itu satu.
05:18Jadi ini adalah sebuah fenomena yang memang terjadi di dua negara.
05:21Jadi di dua pihak dalam hal ini, ada Rusia dan Ukraine, itu satu.
05:23Kedua, bahwa kalau misalnya kita bicara tentang Indonesia,
05:28ini kan bukan cerita yang baru.
05:29Tahun lalu ada, tadi sebutkan oleh Viti, ada Satria Artakumbara gitu.
05:33Walaupun bagi saya penekanannya adalah yang menjadi penting,
05:36adalah kita kehati-hatian dalam mencermati informasi ini.
05:39Kenapa saya bilang harus kehati-hatian?
05:41Karena informasinya cuma informasi tunggal,
05:43yang berasal dari satu pihak.
05:45Waktu cerita Satria Artakumbara misalnya ada bersumber dari TikTok-nya saja.
05:50Dan kali ini, terkait 8 WNI, itu sumbernya dari mana?
05:53Sumbernya dari intelijen Ukraina.
05:56Nah, ini kan menjadi menarik.
05:58Bagaimana kita bisa langsung menelan mentah-mentah informasi ini?
06:01Itu kedua.
06:02Jadi yang paling penting kemudian,
06:03kita harus uji kredibilitas dari informasi ini.
06:05Apakah benar atau tidak benar informasinya?
06:08Itu satu.
06:08Kedua, apakah memang benar ada orangnya atau tidak?
06:11Kalau memang benar ada orangnya,
06:14apakah orangnya memang ada di sana ikut terlibat perang atau tidak?
06:17Jadi memang ada informasi yang bertingkat.
06:19Itulah kenapa bagi saya,
06:21tadi respon Herinra,
06:23Pak Herinra,
06:23lalu juga respon sebelumnya Menko Yusril,
06:26misalnya memang penuh kati-hatian.
06:27Kita harus mengecek berkali-kali,
06:30mengecek kredibilitas informasi ini.
06:31Kenapa?
06:32Karena memang informasinya dari intelijen.
06:35Tapi gini, Mas Anton.
06:36Sama-sama sedang melakukan perang.
06:38Tapi gini, Mas Anton.
06:39Ketika 8 WNI ditugaskan sebagai,
06:41bukan ditugaskan ya,
06:43bergabung sebagai tentara bayaran di negara lain,
06:46di Rusia, seperti itu.
06:47Sebenarnya,
06:48mengapa sih dipilih Indonesia?
06:51Apakah benar dipastikan background 8 orang ini
06:55memang berasal dari,
06:57memiliki background militer,
06:59atau sebenarnya masyarakat warga negara biasa?
07:02Sebenarnya kalau kita bicara tentang
07:04perekrutan untuk tentara bayaran,
07:06itu mereka tidak melihat itu.
07:07Yang penting mereka mau dibayar saja.
07:09Jadi, secara umumnya seperti itu.
07:10Jadi, tidak dilihat dalam konteks,
07:12wah, negara apa.
07:13Tapi yang penting mau berperang.
07:15Kenapa?
07:16Karena memang,
07:17stok ya,
07:18stok tentara aktifnya itu kan yang dijaga
07:20oleh para kedua belah pihak.
07:22Apalagi misalnya Ukraina,
07:23mereka sangat susah sekali untuk menambah ya,
07:26tentara aktifnya.
07:26Itu satu.
07:27Kedua,
07:28memang ketika bicara tentang Indonesia,
07:29ini posisi Indonesia kan menjadi menarik gitu.
07:31Kenapa?
07:31Karena Indonesia cukup unik
07:33dalam konteks perang kali ini.
07:35Jadi,
07:35dari awal,
07:36Indonesia tidak pernah mengecam
07:38yang namanya Rusia secara eksplisit gitu.
07:40Jadi, untuk menjaga hati Rusia.
07:42Tapi di sisi lain,
07:43Indonesia juga tidak menutup
07:45kedubes kita yang ada di Kiev.
07:47Dalam apa?
07:48Menjaga perasaan Ukraina.
07:49Jadi,
07:49Maksud Anda,
07:50apakah ini artinya,
07:54apa yang menjadi sikap Indonesia ini,
07:58membuka peluang Rusia untuk merekrut?
08:00Atau seperti apa,
08:01Mas Anton?
08:02Saya sih melihatnya tidak dalam konteks itu.
08:04Tapi ketika ini dilontarkan ke publik,
08:06itu kan dalam konteks adalah perang informasi,
08:08perang psikologis gitu.
08:09Jadi, bagaimana mencoba,
08:11apa,
08:12mempersepsikan bahwa Indonesia mungkin akan condong A
08:14atau condong B gitu ya.
08:16Jadi,
08:16ada mencoba perang informasi ke arah sana.
08:18Tapi saya pikir,
08:19ini sih dari sisi teknis,
08:21taktikal-taktikal saja.
08:22Mereka butuh orang yang makin banyak,
08:24untuk apa?
08:24Untuk berperang,
08:25Mas Sintia.
08:26Oke.
08:27Mas Anton,
08:27tapi gini,
08:27informasi ini kan kita peroleh dari intelijen Ukraina,
08:31yang menjadi lawan perang Rusia.
08:33Pada dasarnya,
08:34sebenarnya intelijen negara kita sendiri ini,
08:36tahu tidak sih?
08:37Sebelum Ukraina membocorkan informasi ini?
08:42Iya,
08:43saya juga kurang tahu kalau yang soal itu.
08:45Yang pastinya,
08:46jelas ketika Ukraina dalam hal ini merilis informasi ini,
08:49tentu saja dia punya intensi.
08:51Karena dia tahu bahwa ini dalam konteks perang psikologis,
08:54perang informasi,
08:55dan lain-lain.
08:56Karena kan nama-namanya identitasnya jelas tuh,
08:58ditulis di web Ukraina tersebut.
09:02Betul.
09:02Tadi saya bilang bahwa,
09:04ada orangnya,
09:05bukan berarti dia lantas kemudian ada di sana,
09:07itu kan adalah lain soal.
09:08Jadi,
09:09ada orangnya,
09:10dia ada di luar lagi,
09:11belum,
09:12sedang berperang.
09:13Jadi kan,
09:14ada banyak orang mencoba untuk,
09:15apa namanya,
09:16menggunakan identitas palsu,
09:18atau identitas asli,
09:19tapi kemudian disalahgunakan.
09:22Jadi,
09:22kita memang,
09:23itulah saya bilang,
09:24bahwa kita memang harus berhati-hati mencermati informasi ini.
09:28Jangan sampai kemudian,
09:30ini justru karena masuk adalah permainan perang intelijennya dari Rusia dan Rusia Ukraina.
09:34Itulah.
09:35Apa pentingnya kehati-hatian,
09:36kita harus memverifikasi.
09:38Dan kalau...
09:38Anda mau menyebutnya ini bagian dari propaganda perang antara Rusia dan Ukraina?
09:43Yes.
09:44Itu bisa jadi bagian dari situ.
09:45Karena itulah kemudian,
09:47kalaupun itu menjadi benar,
09:48maka kemudian penanganan kasusnya juga harus hati-hati.
09:51Apakah ini secara sadar,
09:53atau kemudian ditipu misalnya,
09:54atau bagian dari TPPO gitu.
09:56Jadi,
09:56ini yang kemudian memang kasuistisnya.
09:58Jadi,
09:58kasus-kasusnya ini yang memang harus dicermati ulang.
10:01Kalau mereka memang benar menjadi tentara bayaran gitu.
10:04Jadi,
10:04apakah tadi disebutkan oleh wakil Ketua DPR Padasko misalnya,
10:11bahwa itu mereka direkrut untuk jadi satpam dan lain-lain.
10:13Ternyata,
10:14oh berarti itu penitupuan.
10:15Atau mereka dengan sadar untuk mendapatkan,
10:18apa namanya,
10:19mendapatkan keuntungan secara finansial,
10:21menjadi tentara.
10:22Kan itu lain soal.
10:23Kalian itu memang butuh dicermati informasinya.
10:25Kalaupun benar,
10:26nanti ini kasusnya akan seperti apa.
10:28Sehingga,
10:28nanti respon diplomatik kita tentu jadi akan berbeda.
10:31Nah,
10:32bicara soal respon diplomatik nih Mas Anton.
10:34Oke lah,
10:35Anda menyebutkan pemerintah kita seharusnya
10:38kembali memeriksa,
10:40menyelidiki apakah betul 8 WNI itu
10:42benar bertugas atau hanya dimanfaatkan namanya
10:46sebagai tentara bayaran.
10:49Lalu,
10:50sikap pemerintah seperti apa lagi yang harus dilakukan
10:52di lain sisi harus melindungi warga negaranya?
10:56Ya,
10:57ada beberapa layer ya.
10:59Tentu yang satu adalah dia menguji kredibilitas ini.
11:02Yang kedua,
11:02tentu saja kemudian semakin memperkuat
11:05pengetatan orang yang ingin berkeluar negeri gitu.
11:08Jadi,
11:08tujuannya untuk apa dalam hal ini adalah konteks imigrasi.
11:11Dan ketiga,
11:12tentu saja case-case yang seperti ini
11:14tentu saja juga harus memanfaatkan
11:16jejaring KBRI yang ada di luar sana
11:19untuk juga ikut memonitor gitu ya
11:22bagaimana pergerakan-pergerakan WNI
11:25kita yang ada di luar negeri gitu.
11:27Ini jelas-jelas memang proses yang tidak mudah
11:29karena pintunya kan di kita ada banyak gitu.
11:31Orang bisa saja masuk ke
11:33apalagi ini di Ukraina gitu,
11:35ini adalah Eropa kan masuk bisa lewat mana saja.
11:38Kontrol orang itu juga tidak mudah gitu.
11:40Jadi,
11:40bagi saya memang ada upaya ya.
11:43Ada harus ada effort yang cukup banyak
11:44yang dilakukan oleh pemerintah
11:45untuk apa?
11:46Untuk menekan fenomena ini.
11:48Kalau itu memang benar,
11:49itu satu.
11:50Yang kedua,
11:51tentu saja jangan sampai
11:51kemudian juga harus dihitung
11:53bahwa respon kita
11:53kemudian itu mengganggu sedikit banyak
11:55hubungan bilateral kita
11:56baik kepada Rusia
11:57maupun juga kepada Ukraina.
11:59Mas Anton,
12:00jika memang ada kemungkinannya
12:02secara sadar dilakukan oleh para WNI itu
12:04untuk menjadi tentara bayaran
12:06ataupun skem lowongan kerja
12:09karena menginginkan gaji yang tinggi.
12:12Apa dampaknya bagi politik luar negeri Indonesia
12:15mengingat perekrutan ini juga dirilis
12:17oleh Badan Intelijen Ukraina?
12:18Ya, tadi sebenarnya saya bilang
12:21bahwa ini adalah fenomena global
12:23justru yang repotnya adalah
12:25kalau mereka balik lagi ke Indonesia
12:27itu yang kemudian harus dicermati
12:29dampaknya.
12:30Kenapa?
12:31Karena mereka yang pulang berperang
12:32kalau misalnya tentara
12:33itu kan ada pemantauan
12:34dari sisi psikologis dan lain-lain
12:36jangan sampai misalnya
12:37pengalaman buruk mereka di sana
12:39kemudian menimbulkan
12:40apa namanya
12:41dampak
12:42ataupun juga menyebabkan ancaman
12:43keamanan internal di kita gitu.
12:45Jadi, nah sementara kalau kasusnya mereka
12:48ketika mereka bekerja di sana
12:49lalu kemudian balik lagi ke kita
12:51kan siapa yang ingin bayar
12:52kalau misalnya dia harus ke psikologi dan lain-lain
12:54itu kan jadi
12:55akan jadi beban
12:57keamanan nasional kita
12:58itu yang bagi saya
12:59yang harus menjadi concern
13:00dan itu sudah menjadi concern
13:01dari sejumlah negara
13:02yang kemudian ada warganya
13:04menjadi
13:05apa namanya
13:06tentara bayaran
13:07baik dari sisi Rusia
13:08ataupun Ukraina.
13:09Baik, terima kasih atas perspektif Anda
13:12Pengamat Militar Center for Intermastic and Strategic Assessment
13:16Mas Anton Ali Abbas
13:17sudah berbagi perspektif di Kompas Petang
13:19Selamat sore
13:20Mas Anton, terima kasih
13:21Selamat menikmati
Komentar