KOMPAS.TV Mahkamah Konstitusi malam ini akan menggelar sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilu atau PHPU Pilpres 2024 yang mempersoalkan syarat pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Salah satu pemohon gugatan, Denny Indrayana, mengklaim menemukan cacat administratif dan cacat manipulatif dalam penerbitan surat keterangan penyetaraan pendidikan Gibran. Pemohon meyakini Gibran tidak memiliki bukti tamat pendidikan SLTA atau sederajat sehingga dinilai tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai wakil presiden.
Dalam petitumnya, Denny meminta Gibran didiskualifikasi sebagai calon wakil presiden jika terbukti tidak memenuhi syarat pendidikan.
Sementara itu, relawan Militan Gibran 08 Nusantara mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam sidang sengketa ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, menuding ada pihak yang berniat melengserkan Gibran dan mengaitkan polemik tersebut dengan persoalan ijazah Presiden ke-7 sekaligus ayah Gibran, Joko Widodo.
Malam ini, kita akan membahas bagaimana proses perkara tersebut di Mahkamah Konstitusi, serta apa implikasi hukum jika gugatan dikabulkan.
Kita bahas bersama Bivitri Susanti Pakar Hukum Tata Negara dan Pengajar di STH Indonesia Jentera, serta Taufik Bilfaqih Ketua Relawan Pendukung Gibran, Gibranisti
#mahkamahkonstitusi #gibranrakabuming #dennyindrayana #phpu2024 #pilpres2024
Baca Juga Wapres Gibran Buka Suara soal Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/691910/wapres-gibran-buka-suara-soal-pegawai-sppg-ejek-korban-keracunan-mbg-berut
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691916/full-gibran-digugat-ke-mk-bivitri-dan-taufik-bahas-nasib-gibran-akankah-dicopot-sapa-malam
Salah satu pemohon gugatan, Denny Indrayana, mengklaim menemukan cacat administratif dan cacat manipulatif dalam penerbitan surat keterangan penyetaraan pendidikan Gibran. Pemohon meyakini Gibran tidak memiliki bukti tamat pendidikan SLTA atau sederajat sehingga dinilai tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai wakil presiden.
Dalam petitumnya, Denny meminta Gibran didiskualifikasi sebagai calon wakil presiden jika terbukti tidak memenuhi syarat pendidikan.
Sementara itu, relawan Militan Gibran 08 Nusantara mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam sidang sengketa ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, menuding ada pihak yang berniat melengserkan Gibran dan mengaitkan polemik tersebut dengan persoalan ijazah Presiden ke-7 sekaligus ayah Gibran, Joko Widodo.
Malam ini, kita akan membahas bagaimana proses perkara tersebut di Mahkamah Konstitusi, serta apa implikasi hukum jika gugatan dikabulkan.
Kita bahas bersama Bivitri Susanti Pakar Hukum Tata Negara dan Pengajar di STH Indonesia Jentera, serta Taufik Bilfaqih Ketua Relawan Pendukung Gibran, Gibranisti
#mahkamahkonstitusi #gibranrakabuming #dennyindrayana #phpu2024 #pilpres2024
Baca Juga Wapres Gibran Buka Suara soal Pegawai SPPG Ejek Korban Keracunan MBG | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/691910/wapres-gibran-buka-suara-soal-pegawai-sppg-ejek-korban-keracunan-mbg-berut
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/691916/full-gibran-digugat-ke-mk-bivitri-dan-taufik-bahas-nasib-gibran-akankah-dicopot-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara Mahkamah Konstitusi MK malam ini akan menggelar sidang perdana perselisian hasil pemilu PHPU Pilpres 2024
00:09yang mempersoalkan syarat pencalonan Gibran Raka Buming sebagai calon wakil presiden.
00:16Sebelumnya, salah satu pemohon gugatan ijasa Gibran di MK, Deni Indrayana Klaim,
00:21menemukan cacat administratif dan cacat manipulatif dalam penerbitan surat keterangan penyertaan pendidikan Gibran.
00:28Mohon yakin, Gibran tidak punya bukti tamat pendidikan SLTA atau sederajat.
00:34Dengan demikian, Gibran tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai wakil presiden.
00:38Dalam petetumnya, Deni meminta Gibran didiskualifikasi sebagai wakil presiden jika terbukti tak memenuhi syarat pendidikan.
00:50Setelah melihat cacat secara administratif dan secara manipulatif tadi,
00:56yang menyelundupkan Pasar 18 A3 yang menggibran itu,
01:03sekarang semuanya sebaiknya, seharusnya,
01:07bisa dibuktikan dengan persidangan PHPU Pilpres 2024
01:12yang diajukan oleh para pemohon ke Mahkamah Konstitusi.
01:18Akhirnya, para pemohon tetap dengan permohonannya,
01:23jika terbukti tidak memenuhi syarat pendidikan,
01:27Gibran Raka Buming Raka harus didiskualifikasi sebagai calon wakil presiden
01:34dan berhenti sebagai wakil presiden Republik Indonesia.
01:41Sementara, relawan militan Gibran 08 Nusantara mengajukan diri
01:45sebagai pihak terkait dalam sidang sengketa ijasa Wakil Presiden Gibran
01:50di Mahkamah Konstitusi.
01:52Relawan tuding, ada kubu mantan pasangan calon presiden
01:56dan Wakil Presiden 2024 yang belum move on dan mau melengsarkan Gibran.
02:01Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara Andi Aswan bahkan menyebut
02:05ada pihak yang berniat melengsarkan Gibran.
02:08Bahkan ia juga menuding, tokoh tersebut berada
02:10di balik polemik ijasa presiden ketujuh
02:13sekaligus ayah Gibran, Jokowi Dodo.
02:17Dan semua tim-tim dari kuasa hukum kita
02:21untuk melakukan yang namanya permohonan sebagai pihak terkait
02:27dalam hal ini laporan di MK oleh Deni Indrayana.
02:32Posisi Deni Indrayana kemarin itu di paslon yang nomor berapa
02:36itu sudah jelas.
02:38Artinya, disini ada genit-genit yang dilakukan oleh mereka itu
02:44mencoba melalui yang saya katakan quote-unquote
02:47jalur konstitusi menurut mereka itu adalah benar
02:51untuk mencoba artinya melengsenkan Mas Gibran.
02:57Saudara, malam ini Mahkamah Konstitusi akan menjidangkan
03:00perkara ijasa Wakil Presiden Gibran Raka Bumi yang diajukan
03:03Deni Indrayana CS.
03:05Lalu bagaimana peluang MK mengabulkan gugatan ini
03:08dan apa implikasi atau dampak hukum jika dikabulkan?
03:12Kita ulas malam hari ini bersama Pakar Hukum Tata Negara
03:15yang juga pengajar di STH Indonesia.
03:17Jentera Bivitri Susanti.
03:18Mbak Bivi, selamat malam.
03:20Selamat malam.
03:21Dan hadir juga Ketua Relawan Pendukung Gibran, Gibran Nisti,
03:25Taufik Bilfaki.
03:26Selamat malam Mas Taufik.
03:29Masih di mute Mas Taufik?
03:33Oke, saya mau tanya dulu ke Mas Taufik sebagai pendukungnya Mas Gibran nih.
03:36Mas Taufik, soal gugatan sekretar syarat ijasa yang dilayangkan oleh
03:39kubu dari Deni Indrayana.
03:41Anda melihat ini beralasan untuk digugat atau sama sekali nggak beralasan?
03:46Kalau soal alasan sih, kita sepakat bahwa sangat tidak beralasan.
03:51Karena pertama soal tentu ini momentumnya sudah tidak tepat.
03:55Tapi sekali lagi, kita juga menghormati teman-teman yang saat ini
03:58mungkin menemukan ada hal-hal yang barangkali perlu dikelola lagi
04:02dan diperiksa lagi.
04:04Tapi kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Bang Deni dan kawan-kawan ini
04:08cukup berlebihan dengan menuduh seolah-olah Mas Gibran ini
04:11orang yang tidak pernah lulus di sekolah menengah atas
04:15terutama di luar negeri.
04:17Jadi, bagi kami sebenarnya secara politis dan secara hukum
04:21ini banyak yang nggak nyambungnya gitu.
04:22Nah, kebetulan minta izin Mbak Bifitri,
04:25saya juga pernah menjadi penyelenggara pemilu.
04:27Kita tahu lah bahwa di Undang-Undang Pemilu kita ini kan
04:30memang tidak pernah mengenal alumni atau tamatan dari SMA
04:34sebagai calon presiden dan wakil presiden.
04:37Nah, Bang Deni nampaknya terjebak di soal frasa itu
04:40dan kemudian sekarang sedang menuduh KPU
04:42seolah-olah membuat peraturan yang bisa menggolkan
04:45pasangan calon Prabowo dan juga Gibran.
04:48Ini yang kami merasa bahwa sangat disayangkan
04:50cara-cara sepertinya apalagi dengan membuat sayang bara.
04:53Jadi, bagi kami ini sangat tidak beralasan
04:55dan secara hukum juga walaupun Bang Deni adalah
04:58pakar hukum Tata Negara,
05:00tapi bagi kami juga ada problem teknis
05:02yang nampaknya Bang Deni sangat tidak memahami itu.
05:04Oke, momentumnya kemudian kelamaan
05:07terus kemudian ada unsur-unsur yang diduga syarat dengan gugatan
05:11yang kemudian dilayakan oleh Mas Deni Indrayana.
05:13Kalau Mbak Bivit lihat,
05:15sebenarnya gugatan yang dilayakan Deni Indrayana CS ini
05:17beralasan atau enggak sih?
05:20Menurut saya sih cukup beralasan.
05:22Kenapa?
05:22Karena yang dicoba untuk didalilkan adalah
05:25soal tidak lagi memenuhi syarat
05:29atau maksudnya kita tidak punya mekanisme
05:32tentang disqualification,
05:34kita tidak punya mekanisme tentang
05:37membatalkan suatu pencalonan.
05:40Jadi, bukannya removal from office.
05:42Yang kedua juga saya kira
05:44langkah ke Mahkamah Konstitusi
05:46bisa jadi langkah yang pas.
05:48Dan saya kira ini lebih baik
05:49ketimbang kita berdebat cukup lama sekali
05:52seperti yang terjadi dengan ijasa Pak Jokowi.
05:54Bahwa Mahkamah Konstitusi
05:56merespon dengan mengubah
05:58peraturan Mahkamah Konstitusi
06:00menjadi EPMK nomor 1 tahun 2026,
06:02saya kira menunjukkan itikat baik.
06:04Bahwa persoalan terlepas dari tuduhan
06:06apapun yang ingin diajukan kepada para pemohon,
06:09justru Mahkamah Konstitusi
06:11ingin meletakkannya dalam situasi yang tenang-beneran.
06:14Kalau diperhatikan di pasal 3
06:16peraturan Mahkamah Konstitusi itu,
06:18MK sebenarnya belum tentu menerima juga.
06:21Tapi justru itu yang ingin kita lihat malam ini.
06:24Apakah alasan-alasan MK
06:25misalnya untuk katakanlah
06:28istilahnya itu
06:29tidak menerima
06:32karena legal standing pemohon
06:34dan lain sebagainya
06:35itu bisa didalilkan dengan baik atau tidak.
06:37Tapi menurut saya sih
06:38malam ini jadi pembuktian
06:41bahwa yang penting
06:43masalah ini jangan jadi polemik
06:45yang berkepanjangan cuma di media masa.
06:46Tapi dibawa ke forum pengadilan.
06:48Oke, tapi kalau ada yang bilang
06:49ini kelamaan, terlalu lama 2 tahun.
06:52Kenapa nggak dari awal aja?
06:53Kalau bisa-bisa kan
06:54calon presiden atau calon lakil presiden
06:56yang lain bisa mengugat.
06:57Misalnya, kenapa harus
06:58nunggu 2 tahun?
06:59Meskipun tadi dari
07:00Mas Deni Indrayana bilang
07:01ini ada bukti taban
07:02sehingga barulah sekarang momentumnya.
07:05Ya, itu saya kira
07:07mesti ditanyakannya
07:08jawabannya kepada Deni Indrayana ya.
07:10Tapi saya kira
07:10dalam situasi yang kita lihat pada hari ini
07:13memang temuan soal ijazah itu
07:16baru ditemukannya
07:18pertengahan dalam
07:19pertengahan masa jabatan ini.
07:21Kalau masalah kenapa baru sekarang
07:23ya bisa ditanyakan kepada Deni Indrayana.
07:25Tapi saya mau fokus kepada
07:26persoalan bahwa
07:28ini jangan cuma jadi gosip
07:30yang bolak-balik-bolak-balik
07:32di media masa
07:32tapi disidangkan dengan
07:34sidang yang terbuka
07:35dan dinilai secara hukum.
07:37Saya kira itu adalah
07:38solusi yang terbaik
07:39untuk polemik ini.
07:40Oke, Mas Taufik
07:42kalau dari kubunya Mas Deni
07:44bilang sejumlah pihak
07:45yang menilai Gibran ini
07:46tak punya ijazah SMA
07:47sehingga dianggap
07:48tambah di syarat pencalonan.
07:49Kalau dari kubu Anda
07:50Anda yakin Mas Gibran
07:51ini punya syarat-syarat
07:52sehingga layak
07:54waktu itu pencalonan
07:55sebagai calon wakil presiden
07:56dan bahkan
07:57sebagai wakil presiden
07:58Republik Indonesia?
08:00Ya, saya harus koreksi ya.
08:02Kalau diistilahkan Mbak Bivitri
08:03tadi seolah-olah ada temuan
08:05berarti Deni
08:06sudah memulih
08:08bukti
08:08seolah-olah Mas Gibran
08:10punya pelanggaran
08:11secara administrasi.
08:12Seolah-olah benar
08:13narasi dari Bang Deni
08:14Gibran itu
08:15tidak pernah lulus SMA
08:17yang ada di luar negeri.
08:18Benar,
08:19kalau kita bicara SMA
08:20dalam negeri
08:21Mas Gibran tidak pernah.
08:22Tapi yang jangan dilupakan adalah
08:23sistem sekolah
08:25yang ada di luar negeri
08:25tentu sangat berbeda.
08:27Nah, yang paling utama
08:28di sini adalah
08:28kita menyayangkan
08:30perbuatan Bang Deni
08:31yang mencoba
08:32menggunakan opini publik
08:33yang menurutku
08:34banyak menyesatkan publiknya.
08:35Bagian yang mana, Bang?
08:37Kalau misalnya
08:39dalam konteks sayembara
08:40kemudian mencocok logikan
08:41peristiwa kepala daerah
08:43yang diputuskan oleh
08:44Mahkamah Konstitusi
08:45untuk tidak
08:45diloloskan sebagai
08:47bupati dan juga
08:48calon kepala daerah lainnya
08:50yang menurut kami
08:51rezimnya rezim berbeda.
08:52Pilkada dan pemilu
08:53pasti berbeda.
08:54PKPU-nya juga
08:55itu tidak sama.
08:56Simple saja sebenarnya.
08:57Kalau nanti teman-teman KPU
08:59itu ditanya oleh
09:00Mahkamah Konstitusi
09:01kita anggaplah ya
09:02walaupun mungkin
09:03pasti ini perselisihan
09:05hasil pemilu
09:05tidak akan dapat
09:06kamarnya di Mahkamah Konstitusi
09:08tapi anggap saja
09:09MK kemudian memproses ini
09:10kemudian
09:11kalau dipanggil
09:12teman-teman KPU
09:13simple
09:13ketika KPU menyatakan
09:15bahwa secara syarat
09:16administrasi
09:17Gibran Raka Buming Raka
09:18memiliki dokumen
09:19akademik
09:20baik dari SMA
09:21dan juga S1
09:22yang dia bawa
09:23sebagai calon wakil presiden
09:24cukup selesai
09:25artinya
09:26sampai di situ
09:27tidak ada lagi
09:28yang kemudian bisa kita bantah
09:29cuma memang ada
09:30narasi yang menyesatkan
09:31ketika menganggap
09:32hanya karena kebetulan
09:34Gibran Raka Buming Raka
09:35memiliki SK
09:36yang dibuat oleh
09:38Dick Dasman
09:38maka langsung dituduh
09:40oleh Denny dan kawan-kawan
09:41bahwa SK itu
09:42SK bodong
09:44atau SK yang didapatkan
09:45dengan cara
09:45karena kebetulan
09:46anaknya presiden
09:47ditambah dengan
09:48ada peraturan yang dibawa
09:49apa yang dibuat oleh KPU
09:51demi menyelamatkan
09:52Gibran Raka Buming Raka
09:53padahal kita jangan lupa
09:55kalau kami di penyelenggara pemilu
09:57pernah mempersoalkan
09:58pendidikan terakhir ini
09:59kenapa kemudian
10:00menjadi syarat
10:01sementara banyak
10:02alumni-alumni
10:02SMA luar negeri
10:04yang tidak sempat
10:04bikin SK penyelenggaraan
10:06ada yang cuma 2 tahun
10:07yang akhirnya
10:08terjanggal ketika
10:10kemudian mau masuk
10:12sebagai calon
10:13legislatif terutama
10:15ini yang sebenarnya
10:15menjadi kekisruhan
10:16tapi apakah Gibran Raka Buming Raka
10:18itu tidak lulus SMA
10:19yang ada di UTS Insert
10:20ini yang kemudian
10:21jadi persoalan kita bersama
10:22tapi ketika kemudian
10:24difonis bahwa
10:25Gibran tidak lulus SMA
10:26yang menggiring opini
10:27masyarakat kita
10:28mengenal Gibran tidak pernah sekolah
10:30di SMA
10:30tidak pernah lulus SMA
10:31ini yang menurut kami
10:32menyesatkan
10:33padahal dia sendiri
10:34dari UTS Insert
10:35pergi ke MDIS
10:36membawa dokumen
10:37dan diterima oleh
10:38MDIS sebagai
10:39serata satu
10:40yang akhirnya
10:41kembali ke Indonesia
10:42dalam rangka
10:43ikut kompetisi
10:44Wali Kota Solo
10:45sampai dengan
10:46Wakil Presiden
10:47tadi dibilang
10:48sama Mas Taufik
10:48Mbak Vivit
10:49tidak benar
10:49Mas Gibran tidak lulus SMA
10:51meskipun memang
10:51Mas Gibran
10:52pada saat melakukan
10:54sekolah itu
10:55di luar negeri
10:56bukan di dalam negeri
10:58itu yang nanti
11:00harus dibuktikan
11:00di pengadilan
11:01di Mahkamah Konstitusi
11:02maksud saya
11:02jadi makanya
11:04kita mesti lihat
11:05yang didalilkan
11:07oleh Deni Indrayana
11:08adalah misalnya
11:09ada peraturan KPU
11:10nomor 19
11:11tahun 2023
11:11yang ada
11:13pasal 18
11:14ayat 3 nya
11:14mengecualikan bukti
11:16pendidikan tamat SLTA
11:17bagi kandidat
11:18yang sekolah
11:19di luar negeri
11:19nah dalilnya adalah
11:21kenapa tiba-tiba
11:22ini dalilnya dulu ya
11:23ini nanti akan diperiksa
11:24kenapa tiba-tiba
11:25pasal itu muncul
11:27misalnya
11:27nah buat saya
11:28apakah nanti ini
11:30bisa didalilkan
11:31atau tidak
11:31ini tetap merupakan
11:33persoalan perhatian negara
11:34yang penting
11:34karena kita gak mau
11:36di masa yang akan datang
11:38ini akan terjadi
11:39lagi dan lagi
11:39tentang bagaimana
11:41seorang kandidat
11:42yang mungkin ternyata
11:43tidak memenuhi syarat
11:44ternyata bisa
11:45maju karena
11:47situasi
11:48ataupun
11:48karena dia punya
11:50keterkaitan
11:51dengan
11:52apa
11:52dengan
11:53petahana
11:54dan itu yang sedang
11:55kita hadapi hari ini kan
11:56dan ini harus diselesaikan
11:58makanya buat saya
11:59bahwa makamah konstitusi
12:00bersedia
12:01untuk menyidangkan lagi
12:02one thing for all
12:03langsung dibuktikan
12:04dan seterusnya
12:05ini adalah
12:06lantai yang baik
12:06karena ini benar-benar
12:07catatan HTN
12:08yang sangat
12:09buruk buat ini
12:10tapi kalau
12:10kalau ada kira-kira
12:11kenapa sih waktu itu
12:12sangat cepat sekali
12:14untuk diubah
12:14emang ada unsur
12:15apanya nih
12:16lebih kemana
12:16atau memang
12:17hanya kebetulan aja
12:19ini yang kita belum tahu
12:21dan ini yang mau kita
12:21buktikan
12:22tapi kan kita harus
12:23melihat
12:23pada tahun 2023
12:25itu terlalu banyak
12:26hal yang
12:27bisa kita dismiss
12:29bisa kita abaikan
12:30begitu saja
12:31terlalu banyak hal
12:32maksud saya
12:32begitu banyak juga
12:34peristiwa yang sangat
12:35kontroversial
12:35di sekitar tahun 2023
12:37itu
12:37mulai dari putusan
12:38MK90
12:39kemudian juga
12:40ada beberapa
12:41langkah lainnya
12:42yang sangat
12:43kontroversial
12:44yang menyebabkan
12:45apa ya
12:46kita sekarang punya lah
12:47Gibran terpilih
12:48sebagai wakil presiden
12:49nah sehingga
12:51kita tidak bisa
12:51abaikan begitu saja
12:52dan tetap harus
12:53diperiksa secara hukum
12:55supaya kita bisa
12:57memahami betul
12:58situasinya
12:59membuat terang
12:59segala sesuatunya
13:00supaya jangan terjadi lagi
13:02oke
13:02kalau Mas Taufik
13:03melihat dari gugatan
13:05yang kemudian
13:05MK akan menggelar
13:06sidang perdana-nya
13:07malam hari ini
13:07ini kalau gugatan
13:09yang dilainkan
13:10oleh Dini Indrayana
13:10lebih kemana Mas
13:11kalau tadi di
13:14paket sebelumnya
13:15ini ada yang menduga
13:16Mas Andi Aswan menduga
13:17bahwa ada pihak-pihak
13:18capres-capres
13:19yang tidak puas
13:20dengan
13:21akhirnya Mas Gibran
13:22terpilih menjadi
13:23wakil presiden
13:24atau sebenarnya
13:25ada pihak-pihak
13:26yang kemudian juga
13:27mempertanyakan nih
13:28untuk
13:28karena meminta
13:30salah satunya
13:30mendiskualifikasi
13:31wakil presiden Gibran
13:33oke
13:34Bang Deni dan kawan-kawan
13:35terutama Bang Deni
13:36adalah tokoh hukum
13:38ya
13:38tokoh hukum di Indonesia
13:39kita harus hormati
13:40beliau juga
13:40tapi jangan lupa
13:41beliau juga melekat
13:42sebagai tokoh politik
13:44pernah menjadi penguasa
13:45itu dua priode
13:46di eranya PSBY
13:47dan beliau juga
13:48beberapa kali
13:49nyalon legislatif
13:50dan juga nyalon
13:51kepala daerah
13:52jadi melekatlah
13:53dari seorang Deni
13:54selain seorang pakar
13:55hukum tata negara
13:56beliau adalah
13:57politisi juga
13:58sehingga itu
13:58beliau akan menghalalkan
13:59segala cara
14:00ketika lawan politiknya
14:01yang berkuasa
14:02maka dia akan
14:03menggunakan strategi
14:04dan instrumen
14:05mainannya
14:06untuk kemudian
14:07bisa berkontribusi
14:08dalam rangka
14:08menjatuhkan lawan politik
14:10itu biasa bagi saya
14:11tapi yang jangan dilupakan
14:12saya barangkali juga
14:13ingin menggarisbawahi
14:14soal
14:14apa yang menjadi
14:15tuntutan Deni
14:16terkait PKPU
14:1719 tahun 2023
14:18jangan lupa
14:20bahwa
14:20pembuatan PKPU
14:21itu amanat
14:22diskresi dari
14:23undang-undang pemilu
14:24terhadap penyelenggara pemilu
14:25dalam hal ini adalah
14:26KPU RI
14:26di pasal 12
14:28itu sudah menjadi
14:28tugas KPU
14:29diperkuat dengan
14:30pasal 75
14:31di undang-undang pemilu
14:32itu yang namanya
14:33PKPU harus dibuat
14:35berdasarkan
14:35hasil konsultasi
14:37dan diskusi
14:37bersama
14:38anggota DPR
14:39jadi tidak bisa
14:40kemudian PKPU itu
14:41terbit
14:42tiba masa
14:42tiba akal
14:43nah PKPU 19 2023
14:45itu ada rekam jejak
14:46dimana ada pertemuan
14:47komisi 2
14:48dan juga
14:48dengan KPU
14:49yang disana
14:50di partai politik
14:52berkumpul
14:52tidak hanya
14:53gabungan parpol
14:54pendukung Prabowo Gibran
14:56dan
14:56satu hal yang paling menarik
14:58kami pernah menjadi
14:59penyelenggara pemilu
15:00ada asas yang harus
15:01diperkuat
15:01kita tidak boleh
15:02menghalangi
15:03dan mempersulit
15:03calon
15:04kepala daerah
15:05calon anggota DPR
15:07calon
15:07pemimpin kita
15:08calon pejabat publik
15:09yang ingin berkontestasi
15:11apalagi undang-undang kita
15:12memberikan ruang
15:13setiap orang
15:14jadi Anda ini
15:15menciumnya
15:16lebih berbau
15:17nuansa politik
15:19akhirnya
15:20akhirnya
15:20karena sebenarnya
15:21kalau kita membaca
15:22instrumen hukumnya
15:23sudah bagus
15:24semua mekanisme
15:25sudah dilakukan
15:26walaupun ada kecurigaan
15:27itu wajar
15:28kita juga hormati
15:29orang kalah
15:30pasti akan
15:30menilai
15:31ada kesalahan
15:32ada pelanggaran
15:33nah sehingga itu
15:33ketika instrumen
15:35dan administrasi
15:36sudah dijalankan
15:36dengan baik
15:37kemudian ada yang
15:38gagal move on
15:39maka
15:40ya atas nama rakyat
15:41atas nama hukum
15:42atas nama hati nurani
15:43kemudian akhirnya
15:44memanfaatkan ruang publik kita
15:46mengotori ruang publik kita
15:48atas nama hukum
15:49padahal semua adalah
15:50mainan-mainan politik
15:51tapi sekali lagi
15:51semua menjadi hal wajar
15:53dan saya setuju dengan
15:53Ibu Bivitri
15:54MK di momentum malam hari ini
15:56juga akan menjadi
15:57saksi sejarah
15:58bagi kita semua
15:58akan seperti apa ya
15:59tapi pertanyaannya
16:00oke tapi pertanyaannya
16:01kalau pemohon kan
16:02minta Mahkamah Konstitusi
16:04untuk mendiskualifikasi Gibran
16:05pertanyaannya
16:06kalau MK mengabulkan
16:07dampaknya apa
16:08kalau tidak mengabulkan
16:10dampaknya apa
16:11usah jadinya
16:11kami bahas
16:12di Sampai Indonesia malam
16:20sebelum saya tanyain
16:21lebih lanjut
16:22soal dampak
16:23jika kalau nanti
16:25MK mengabulkan
16:26gugatannya Mas Deni
16:27saya mau tanya dulu
16:28ke Mas Taufik
16:29malam hari ini
16:30Mas Gibran hadir
16:31apa enggak disidang Mas?
16:34tentunya Mas Gibran
16:35saat ini posisinya
16:36sebagai wakil presiden
16:37artinya kita hormatilah
16:39beliau punya aktivitas
16:40yang jauh lebih utama
16:42ketimbang
16:42melayani
16:44apa yang kemudian
16:45menjadi gugatannya
16:46teman-teman gitu
16:46apalagi
16:47kalau pun
16:48kemudian Mas Gibran
16:49diposisikan sebagai pihak
16:50intervensi
16:51atau yang terkait
16:52tentu dia akan
16:53mengundang
16:53atau menggunakan
16:54kuasa hukum
16:55tapi sekali lagi
16:56ini kan pertarungannya
16:57sebenarnya adalah
16:58antara Bang Deni
16:59dan juga KPU dong
17:01dalam artian
17:01bagaimana kemudian
17:03KPU harus
17:05mempertanggungjawabkan
17:06mengapa
17:06memberikan ruang
17:07kepada orang yang
17:08kata Deni
17:09itu tidak memenuhi syarat
17:10gitu
17:10sekali lagi kata Deni
17:12bukan kata
17:12konstitusi
17:13bukan kata
17:14administrasi
17:15bukan kata
17:16penyelenggaran
17:17pemilu
17:17kan gitu
17:18jadi saya kira
17:18Mas Gibran Raka Buming Raka
17:20sebagai wakil presiden
17:21bukan sebagai personal
17:22tentunya beliau
17:23jauh lebih besar
17:24memiliki tugas
17:25sebagai
17:27mandat aris rakyat
17:28yang tentunya
17:29harus melaksanakan
17:30jadi mantau aja ya
17:31dari jauh ya
17:31perkembangannya
17:32kalau gitu Mbak Bivit
17:33perlu gak sih
17:34Mas Gibran
17:35datang
17:35hadir di MK
17:36di sidang perdana
17:37malam ini
17:39ya yang harus
17:40dipahami oleh
17:41masyarakat
17:41jadi memang
17:42kalau sidang
17:43seperti ini
17:44apa ya
17:45perselisian hasil
17:47pemilihan umum
17:47walaupun ini beda ya
17:48bukan
17:48si pemilihan umum
17:49seperti yang kita lihat
17:51pada 2024
17:52para pihaknya itu
17:53bukan seperti
17:54perdata gitu
17:55antara Gibran
17:56dengan Denny Indrayana
17:57bukan seperti itu
17:58tapi antara
17:59pemohon
17:59makanya istilahnya
18:00pemohon
18:00dan kemudian nanti
18:02KPU yang akan
18:03menjadi pihak terkaitnya
18:05dan yang lainnya
18:06silahkan
18:07bisa berdebat gitu
18:08tapi
18:08tidak ada
18:10istilah seperti
18:11tergugat
18:12dan penggugat
18:12dalam perkara
18:13seperti ini
18:15oke
18:15jadi tidak ada
18:16alasan juga
18:17Gibran untuk datang ya
18:18kalaupun Gibran
18:20memilih untuk
18:21atau mengajukan diri
18:22menjadi pihak terkait
18:22itu bisa juga gak
18:23sebenarnya Mbak Bivit
18:24atau yaudah
18:25sebagai penonton aja
18:25di luar
18:27sangat bisa
18:28dan yang saya ketahui
18:29memang
18:29oh bukan
18:31tapi ininya ya
18:32Mas Telfik
18:33barangkali yang menjadi
18:33pihak terkait
18:34ya militant 08
18:35simpatisannya
18:36yang menjadi pihak terkait
18:37ya
18:38kalau misalnya
18:38iya
18:39mau langsung
18:40menjadi pihak terkait
18:41bisa saja
18:42dan biasanya
18:43MK juga bisa
18:43akan menerima
18:44tapi dia tidak
18:45wajib datang
18:46dalam hal itu
18:47bahkan dalam
18:47perkara-perkara
18:48judicial review
18:49seringkali
18:50pemohon prinsipalnya
18:52pengajunya
18:53yang betul-betul
18:53itu jarang datang
18:55kecuali saat-saat tertentu
18:56biasanya
18:57orang-orang
18:58seperti Gibran
18:59ataupun siapapun
19:00yang menjadi pihak terkait
19:01akan datang
19:01untuk menunjukkan
19:03kalau ada misi politik
19:04tertentu
19:05nah dalam situasi ini
19:06saya kira
19:07timbangan-timbangannya
19:08kita bisa tanya langsung saja
19:09kepada
19:09Mas Gibran
19:10tapi
19:10memang tidak ada
19:12kewajiban
19:12secara hukum
19:13Mbak Bivi
19:14tapi saya juga
19:14mau minta tanggapan dong
19:15kalau tadi Mas Taufik bilang
19:16lebih kepada unsur
19:17muatan politiknya nih
19:18ada yang gak puas
19:19misalnya
19:20sehingga
19:20muncul lagi
19:21ada gugatan baru lagi
19:22nah ini
19:23kalau Anda
19:24menilai sendiri
19:25ini memang
19:26adakah sedikit-sedikit
19:27unsur muatan politiknya
19:28atau enggak
19:29sebenarnya ini bisa diperdebatkan
19:30kok gugatannya
19:32menurut saya
19:33tetap bisa diperdebatkan
19:34bahwa
19:35maksud saya gini
19:36bagaimanapun
19:37pemilihan presiden
19:38dan wakil presiden
19:39adalah
19:39wilayah politik
19:41jadi kalau misalnya
19:42dikatakan
19:42wah ini ada
19:43muatan politik
19:43ya pasti
19:44bahkan kalau kita
19:45diam-diam saja
19:46ya itu politik juga
19:47untuk tidak membahas
19:48apapun
19:48yang terkait dengan
19:492023 sampai 2024
19:51pada saat pemilihan
19:52jadi tuduhan itu
19:53wajar saja
19:54nah cuma
19:55kenapa baru hadir hari ini
19:56saya kira
19:57argumentasi
19:58Denny Indrayana
19:59bahwa ia baru
19:59menemukan buktinya
20:00mari kita
20:02perdebatkan
20:02di ruang pengadilan
20:03jadi kalau misalnya
20:05pertanyaan ditujukan
20:06kepada saya
20:06apakah
20:07memang perkara ini
20:08sangat politis
20:09tentu saja
20:10iya
20:10tapi dia juga
20:11penting sekali
20:12untuk diselesaikan
20:13karena kita harus
20:14terang nih
20:152024
20:16Pilpres 2024
20:18ini kan sangat-sangat
20:19kontroversial
20:20dan kita tidak mau
20:21kontroversi yang terkait
20:23dengan etik
20:24penyelenggaraan negara
20:24itu tidak hanya
20:26terjadi di Mahkamah Konstitusi
20:27tapi juga di KPU
20:28bahkan kemungkinan
20:30di Kementerian
20:31Pendidikan
20:31dan Kebudayaan
20:32dan itu yang
20:32ingin dibuktikan oleh
20:34Denny Indrayana
20:34dan ini penting
20:35buat bangsa kita
20:36ke depan
20:36Mas Taufik
20:37pertanyaannya
20:38kalau sebagai simpatisannya
20:40Mas Gibran
20:41kalau pemohon
20:42minta MK
20:42mendiskualifikasi Gibran
20:44dan kemudian
20:45MK mengabulkan
20:46artinya kan
20:47MK mengabulkan
20:48gugatannya
20:48Denny Indrayana
20:49ACS
20:49apa dampaknya
20:52ya
20:53pertama
20:54ya syukur-syukur
20:55kalau memang
20:55setelah diregistrasi
20:57Mahkamah Konstitusi
20:58kemudian akan memproses
20:59akan mengacarakan
21:00bahkan kemudian
21:01anggaplah
21:02apa yang diinginkan
21:03teman-teman
21:04seperti Denny
21:05dan kawan-kawan itu
21:06dikabulkan
21:07tapi
21:07satu hal yang
21:08jangan dilupakan
21:09bahwa
21:09secara
21:10mekanisme
21:11masuk ke
21:12MK
21:13pasca pelantikan
21:14itu sudah
21:15sudah bermasalah
21:16walaupun ada
21:16argumentasi hukum lain
21:17yang cenderung
21:19dipaksa-paksakan
21:20yang pertama
21:21yang kedua
21:21jangan lupa
21:22bahwa
21:23Mahkamah Konstitusi
21:24kita juga mengenal
21:25ada istilahnya
21:26negarawan konstitusional
21:27artinya
21:28kita harus memahami
21:30bahwa
21:30ada konsep
21:31dimana Mahkamah Konstitusi
21:32memastikan
21:33sebuah keputusan
21:34itu mempertimbangkan
21:36stabilitas negara
21:37dan lain-lain sebagainya
21:38Bang Denny dan kawan-kawan
21:39jangan lupa bahwa
21:41pendukung Gibran
21:42Raka Buming Raka itu
21:43setidaknya
21:43di Pilpres kemarin
21:44itu 58%
21:46artinya
21:46orang
21:47tidak hanya
21:48memberikan kepercayaan
21:50tapi meyakini
21:50dan menghormati
21:52semua
21:52keputusan
21:53yang sudah
21:54diberikan oleh
21:54penyelenggara negara
21:55dalam hal ini
21:56penyelenggara pemilu
21:57dan
21:58selepas bahwa
21:59ada kontroversi
22:00ada masalah
22:01ada tuduhan
22:02ada problem etika
22:03tapi juga
22:04ada
22:05misalnya soal
22:06Paman Usman
22:07tapi juga terbantahkan
22:08problem usia
22:09sama saja
22:10ini mau judicial review
22:11setiap pemilu
22:12ada JR
22:13Rocky Gerung
22:14dan kawan-kawan
22:15minta tolong
22:15PT-nya diubah
22:16menjadi 0%
22:17itu biasa
22:18ada yang tuntut
22:19bagaimana dari usia 40
22:20turun ke 35
22:21dan lain-lain sebagainya
22:22itu saya kira
22:23hal-hal yang biasa
22:24tidak ada yang jadi problem
22:25sekali lagi
22:26semua kontroversi
22:27yang terjadi
22:28belakangan
22:28itu sesuatu yang lumrah
22:30jadi hal yang lumrah
22:31mas
22:31semuanya ini
22:32yang lumrah disini
22:34artinya ada yang
22:35kemudian tidak suka
22:36ada yang merasa
22:37tidak nyaman
22:37ada yang merasa
22:38bahwa ini ada
22:39kongkali-kongk
22:39kan itu
22:40sering terjadi
22:41kami sebagai wasit
22:42dulu ketika jadi
22:43penyelenggara pemilu
22:44selalu dihantam
22:45sama teman-teman yang kalah
22:46padahal kita sudah
22:47bekerja secara profesional
22:48dengan penuh integritas
22:50tetap dicurigai
22:51ya tentu kita juga
22:52anti dengan
22:52mereka-mereka yang
22:53bermasalah secara
22:54integritas
22:55penyelenggara pemilu
22:56yang bermasalah
22:57penyelenggara negara
22:58yang tidak baik
22:59ya kita juga
22:59menyadari itu
23:00sangat tidak tepat
23:01tapi semua tuduhan ini
23:02selama tidak berdasar
23:04selama tidak punya bukti
23:05tolong jangan juga
23:06kotori media sosial kita
23:07dengan seolah-olah
23:09mengkambing hitamkan
23:09Mas Gibran
23:10mengkambing hitamkan
23:11teman-teman yang sudah
23:12bekerja dengan baik
23:13nah terakhir
23:14sekali lagi
23:15ketika kemudian
23:16Mahkamah Konstitusi
23:17akan mengambil
23:17satu kebijakan
23:19satu keputusan
23:20baik dari sisi menerima
23:22bukakan
23:24atau permohonan
23:25sampai dengan
23:26kemudian
23:27memenangkan
23:28maka
23:29saya harus mengingatkan
23:30kepada Mahkamah Konstitusi
23:31bahwa
23:32putusan yang akan
23:33dilakukan nanti
23:34juga harus mempertimbangkan
23:36ada stabilitas negara
23:37yang kemudian harus
23:38dihormati
23:39ada kewajiban untuk
23:40menjaga
23:40jangan sampai kemudian
23:41terjadi dentuman-dentuman
23:43selama ini kan
23:44relawan-relawannya
23:45Gibran
23:46hanya bersuara-suara
23:47di medsos
23:48jangan lupa
23:48ada kelompok-kelompok
23:49juga yang minta maaf
23:51yang tidak berpikir panjang
23:52yang tidak kemudian
23:54mengikuti
23:54dialektika dan perdebatan
23:56artinya Anda akan
23:57kawal dan akan Anda
23:58lawan ya Mas Taufik ya
23:59bersama dengan
23:59kawan-kawan
24:00perlawanan itu banyak
24:01bukan cuma secara hukum
24:02bukan cuma masalah
24:03konstitusional
24:04tapi juga
24:04ketika ada propaganda
24:06yang berlebihan
24:07maka perlawanan itu
24:08akan kita lakukan
24:09selama kita merasa
24:11kita meyakini
24:11dan kami memastikan
24:12Gibran Raka Buming Raka
24:14tidak seperti yang dituduh
24:15oleh Denny Indrayana
24:16dan kawan-kawan
24:17tinggal kita tunggu saja
24:18apakah kemudian
24:19Denny akan memenangkan
24:20pertarungan
24:21atau jangan-jangan
24:22kawan-kawan justru
24:23akan menjadi catatan sejarah
24:24yang buruk
24:24buat yang bersangkutan
24:25aku pikir itu
24:26oke endingnya kira-kira
24:27akan kemana
24:28meskipun lagi-lagi
24:29ini ranahnya
24:30makamah konstitusi
24:30dan apakah arti dari
24:32permintaan diskualifikasi
24:33ini sama dengan
24:34cara orang
24:35untuk
24:36kemudian
24:37menurunkan
24:39Mas Gibran
24:39sebagai wakil presiden
24:41secara efektif
24:43sebenarnya sama
24:43karena implikasi dari
24:45putusannya nanti
24:47bila
24:47dikabulkan
24:49adalah
24:49berarti
24:51Gibran
24:52di diskualifikasi
24:53sehingga
24:54kita belum punya
24:55mekanismenya sebenarnya
24:56tapi paling tidak
24:57kita bisa melihat
24:58kalau di
24:59apa
25:00di kerangkanya
25:01disamakan dengan
25:02pada saat pencalonan
25:03maka koalisilah
25:05yang harus menentukan
25:06siapa yang akan menjadi
25:07wakil presiden
25:08sekali lagi kita belum punya
25:09mekanismenya
25:10tapi memang efektif
25:11ini memang untuk
25:12menurunkan
25:13Gibran
25:13Takabuming
25:14nah
25:15tapi
25:15bagaimana nanti hasil
25:17dari Mahkamah Konstitusi
25:18kita belum bisa memprediksi
25:19tapi saya kira
25:21kecenderungannya
25:22Mahkamah Konstitusi
25:23memang akan
25:24memperhatikan
25:25banyak persoalan
25:26atau implikasi-implikasi
25:28ketatanegaraan
25:29yang jauh lebih rumit
25:30ya misalnya dalam
25:32kasus MBG
25:33APBN saja
25:34kan
25:34mereka bilang
25:35oke tapi
25:36dua tahun lagi ya
25:37dilaksanakannya
25:37kira-kira-kira seperti itu
25:38nah saya membayangkan
25:40nanti
25:40kalaupun ada
25:41pelurusan-pelurusan
25:42dari segi hukum
25:43tata negara
25:44oleh Mahkamah Konstitusi
25:45ada
25:47ada kecenderungannya
25:48mereka tidak akan
25:49langsung
25:50apa
25:51melakukan
25:52pembatalan
25:53keseluruhan
25:53proses
25:54tapi kita mesti
25:55lihat nanti
25:55seperti apa ya
25:56implikasinya
25:57soalnya sangat-sangat
25:58politis
25:59tapi yang jelas
26:00buat saya
26:00saya melihat
26:02apa
26:03tujuannya
26:04Denny Indrayana
26:04dan kawan-kawan itu
26:05lebih banyak
26:06untuk meluruskan
26:07persoalan-persoalan
26:08yang terlalu kontroversial
26:09apalagi
26:10klaim 58%
26:12dan seterusnya
26:12kan sebenarnya
26:13sekarang juga banyak sekali
26:14perubahan
26:15sehingga
26:16tentu saja
26:16muncul
26:17argumen-argumen
26:18politik yang
26:19harus ditanggapi
26:21secara baik
26:22oleh Mahkamah Konstitusi
26:23oke
26:24dan terakhir
26:24Mbak Bifid
26:25kalau misalnya
26:25MK menolak gugatan
26:27berarti artinya
26:27sudah stop ya
26:28sampai disini
26:28sidangnya
26:29pertama
26:30perdana dan juga
26:31ditutup ya
26:31tapi kalau kemudian
26:35diterima gugatannya itu
26:36maka akan
26:37banyak pihak lagi
26:38yang harus membuktikan
26:39termasuk KPU ya
26:40berarti artinya
26:41ada proses yang
26:42panjang
26:42yang bisa kita lihat
26:43di MK
26:43kalau diterima dulu
26:46untuk diperiksa
26:47maka KPU lah
26:48nanti yang harus
26:48membuktikan
26:49mengenai peraturan
26:50KPU tadi
26:51kemungkinan juga
26:52akan ada
26:53dari Kementerian Pendidikan
26:54kemudian juga
26:55mungkin ada DPR
26:56karena ada konsultasi
26:58dengan DPR
26:58mungkin para pakar
27:00juga yang bisa
27:01menjadi memberikan
27:02keterangan ahli
27:03dan lain sebagainya
27:04pasti akan
27:04agak panjang
27:05prosesnya
27:06tapi yang pasti
27:07untuk melihat prosesnya
27:09dilanjutkan atau tidak
27:09kita lihat malam hari ini
27:11di sidang perdana
27:11Mahkamah Konstitusi
27:12terima kasih Mbak Bivitri
27:14Mas Taufik
27:15terima kasih
27:15selamat malam
27:16Mbak Banda juga
27:16terima kasih
27:17terima kasih
Komentar