Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 6 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Budi Prasetyo diperiksa penyidik Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Faizal Assegaf.

Budi menjalani pemeriksaan selama hampir delapan jam.

Ia mengaku mendapat sekitar 50 pertanyaan dari penyidik.

Budi mengatakan pemeriksaan berlangsung lancar dan dalam situasi kondusif.

"Dalam pemeriksaan hari ini, penyidik juga sangat-sangat profesional, sangat humanis. Jadi setiap pertanyaan juga disampaikan dengan baik dan kami juga memberikan keterangan yang dibutuhkan sesuai dengan poin-poin yang ditanyakan. Ada sekitar 50 pertanyaan yang disampaikan oleh penyidik," ujar Budi.

Budi juga menegaskan dirinya tidak mengenal Faizal Assegaf secara personal.

Ia menyebut pernyataan yang disampaikannya terkait perkara tersebut merupakan bagian dari profesionalitas dalam menjalankan proses hukum di KPK.

"Tidak pernah bertemu. Artinya saya juga tidak mengenal secara personal pihak-pihak yang bersangkutan, dan apa yang kami sampaikan murni profesionalitas dari rangkaian proses hukum yang dilakukan oleh warga," kata Budi.

Sebelumnya dilansir dari tayangan Youtube Kompas.Com Faizal Assegaf melaporkan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/4/2026).

Faizal merasa nama baiknya telah tercoreng lantaran ada beberapa pernyataan Budi yang tidak sesuai fakta usai dirinya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi di Bea Cukai pada 7 April 2026.

"Saya datang sebagai warga negara untuk memperjuangkan hak saya sebagai warga negara, melawan juru bicara KPK atas penyebaran berita fitnah, kebohongan publik, sosiologi dalam masalah yang terjadi di penanganan Bea Cukai," ujar Faizal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/4/2026).

Video Editor: Aqshal

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/693306/jubir-kpk-budi-prasetyo-diperiksa-polda-metro-jaya-dicecar-50-pertanyaan-soal-apa
Transkrip
00:00Bapaknya saya juga tidak kenal sangat personal, apakah yang bersangkutan dan apa yang kami sampaikan
00:08dan urmi profesionalitas dari rangkaian proses utuh yang dilakukan dengan negar.
00:17Dalam pemeriksaan hari ini, pendidik juga sangat-sangat profesional, sangat manis.
00:24Jadi setiap pertanyaan juga tersampaikan dengan baik dan kami juga memberikan kekerangan, bukan sesuai dengan poin-poin ditanyakan.
00:36Ada sekitar 50 pertanyaan yang disampaikan pendidik, jika memang situasi kondisinya sangat kolusif, ya tidak terasa.
00:47Dari pagi sampai sore, permintaan kekerangan berlangsung dengan pacar.
00:57Ini penyidik melakukan permintaan kekerangan pada hari ini berkaitan dengan adanya laporan dari masyarakat terdiri bahan mencapai nama lain.
01:12Materinya dan sebagainya nanti kawan-kawan bisa cek ya ke penyidik, karena ini memang beranak di.
01:25Tentunya kan pihak pelapor itu kan, pihak yang dirahasiakan, yang merupakan informasi yang tertutup, ya di dalam kesempatan ini.
01:34Mohon maaf, tapi ya juga tidak bisa.
01:36Tapi sebelum memberikan keterangan, sempat bertemu dengan pihak pelapor untuk ada usaha-usaha mediasi atau bagaimana Pak?
01:47Jadi memang kita juga harus menjaga independensi, menjaga profesionalitas, dan menangkan personal.
02:17Mas berat ini pemangkutan berkualis pada kebenaran, karena tentunya semuanya sudah dikontir masih tidak oleh penyidik.
02:25Dan bahkan dari apa yang sudah dilakukan di paha penyidikan, semuanya sudah menjadi alat bukti di persidangan, dan semuanya menjadi
02:35fakta persidangan.
02:37Ini berseorangan individu atau mempengaruhi?
02:41Ya, ada pilihan nanti. Silahkan kawan-kawan bisa cek ke pendidik ya.
02:45Mas, berarti ini pemanggilan pertama atau sebelumnya sudah pernah, tapi nggak hadir?
02:50Ini penyadwalan ulang dari pemanggilan sebelumnya dan kami juga secara komperaktif berkomendasi dengan pendidik
02:58supaya jadwal untuk permintaan keterangan itu juga bisa saling disesuaikan.
03:03Karena tentu penyidik juga ada aktivitas, kami sebagai saksi yang diminta keterangan juga
03:10ada beberapa hal yang masih harus dilakukan supaya sinkronnya waktunya kami koordinasi.
03:45Terima kasih telah menonton!
04:13Saya datang sebagai warga negara untuk memperjuangkan hak saya sebagai warga negara
04:22melawan jurubicara KPK atas penyebaran berita fitnah, kebohongan publik,
04:30cocologi dalam masalah yang terjadi di penanganan beacukai.
04:35dimana pada tanggal 7 April saya dipanggil untuk diminta keterangan, klarifikasi, dan diajukan lima pertanyaan.
04:50Dua pertanyaan substansi mempertanyakan tentang bantuan saudara RZ kepada kawan-kawan aktivis.
04:59Bantuan berupa si perangkat alat elektronik, komputer, tiga wifi, video, dan dua wifi, mic, dan satu bodi komputer.
05:10Penirimannya saudara Foto, saudara Teko, teman-teman semua.
05:15Ini hubungan pribadi antara saudara Rizal dengan mereka.
05:23Sebagaimana bantuan presiden pribadi kepada siapapun.
05:27Bantuan kepori kepada siapapun.
05:30Bahkan ini di KPK.
05:33ASEP juga punya organisasi mahasiswa bagong, ikut mendirikan organisasi mahasiswa terlibat dalam aktivitas sosial.
05:40Dalam pemirisan itu clear.
05:43Berlangsung 30 menit, lima pertanyaan dan dua substansi.
05:48Pertanyaan yang saya sudah jawab, clear.
05:50Tidak ada keterlibatan kawan-kawan yang menerima bantuan ini dalam kasus kejahatan, dia dan cukai.
06:03Nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
06:10Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
06:14Cari Kompas TV melalui pencarian.
06:17Pilih aplikasi, lalu install.
06:20Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
06:25Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.

Dianjurkan