Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi XIII Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Pareira, menilai persoalan lapas tidak hanya berkaitan dengan temuan kemewahan fasilitas.

Menurut Andreas, ada persoalan lain yang juga harus menjadi perhatian, yakni overcapacity atau kelebihan kapasitas.

Andreas kemudian menyoroti persoalan kelebihan kapasitas yang dinilainya harus menjadi perhatian bersama dalam perbaikan sistem pemasyarakatan.

Namun, menurut Andreas, di tengah persoalan kemewahan dan overcapacity tersebut terdapat masalah lain yang dinilainya serius, yakni perbedaan perlakuan terhadap warga binaan.

Andreas menyebut adanya diskriminasi dalam pelayanan, terutama ketika warga binaan yang memiliki uang disebut dapat memperoleh fasilitas tertentu.

Andreas menilai kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan keadilan dalam pelayanan terhadap warga binaan.

Komisi XIII mendorong adanya koreksi terhadap sistem pemasyarakatan.

Andreas mengatakan keadilan dalam memperlakukan warga binaan harus diwujudkan melalui perbaikan sistem secara menyeluruh.

Selain persoalan pelayanan, Andreas juga menyoroti kebutuhan infrastruktur untuk memperkuat pengamanan di lapas.

Salah satunya terkait sistem CCTV dan penggunaan telepon seluler di dalam lapas.

Andreas kemudian menyinggung penggunaan perangkat untuk mengendalikan sinyal komunikasi di dalam lapas.

Ketika ditanya apakah tanggung jawab berhenti di level Kepala Lapas, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, atau Menteri, Andreas menyebut perbaikan harus dimulai dari level tertinggi di kementerian.

Menurut Andreas, persoalan tersebut berkaitan dengan kebijakan pemasyarakatan secara menyeluruh.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0K2J2Ivev9Q



#lapascibinong #ombudsman #sidak

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/693533/dpr-masalah-lapas-harus-dimulai-dari-menteri-bukan-berhenti-di-kalapas-satu-meja
Transkrip
00:00Pak Andreas, apa harapan Anda kepada mitra kerja Kementerian Mipas, khususnya Dirjen Pemasyarakatan?
00:07Ya, di sini kan sebenarnya ada satu fakta kemewahan, ada fakta yang lain yang tadi saya sampaikan,
00:14over capacity, itu juga harus berbaiki, dan ada concern yang sama juga ya.
00:18Itu juga concern yang sama.
00:20Tapi di tengah itu ada diskriminasi.
00:24Ya, diskriminasi itu diskriminasi di dalam pelayanan terhadap perbedaan perlakuan.
00:29Dan itu terbaca orang yang punya uang bisa membeli fasilitas, dan itu bahaya sekali.
00:34Ini kan satu peristiwa yang berkaitan dengan apa yang terjadi ini adalah pelayanan yang tidak adil.
00:43Dan ini buat yang lain, yang lain sengsara, yang lainnya.
00:46Jadi perjuangan akan mendesak untuk DPR lebih menaikkan tensinya supaya lebih serius, bukan sederhana.
00:52Ya, justru poin itu gitu.
00:54Penting untuk ada keadilan di dalam memperlakukan para warga binaan.
01:02Dan itu harus dibuktikan dalam bentuk satu koreksi atas sistem?
01:05Sistem ini sistem.
01:07Yang berikut adalah juga perlu didukungan infrastruktur untuk pengamanan.
01:13Nah, ini juga berkaitan dengan, ya tadi misalnya soal CCTV yang seringkali dijadikan.
01:23Terus kemudian juga kalau soal penggunaan HP, kenapa kita tidak pakai alat gamer untuk mematikan sinyal gitu?
01:30Nah, kalau itu kan bisa dikontrol.
01:32Sebenarnya modal dibanding-modal dibanding-modal dibanding.
01:33Sikat saja Pak Andreas, siapa yang harus bertanggung jawab?
01:35Apakah berhenti di Kalapas?
01:37Nah, di situ.
01:37Atau kau berhenti ke Dirjen? Atau kau Menteri?
01:39Itu harus mulai dari paling atas, yaitu Menteri.
01:42Menteri.
01:42Karena kita bicara soal kebijakan secara menyeluruh gitu.
01:46Dan itu yang kami sedang lakukan di dalam pembahasan panjang Lapas, kusus panjang pemasarakatan ini gitu.
01:53Dan rekomendasi-rekomendasi itu sudah kami mulai siapkan supaya perbaikan ini menyeluruh gitu.
02:00Oke.
02:00Dan saya kira itu poin.
02:03Masyarakat penyaksikan kita semua dan kita berharap ini semua dalam waktu tegak tidak terulang lagi muncul kemauan-kemauan.
02:09Meskipun kita masih berpikir jangan-jangan ada yang belum ketahuan.
02:12Terima kasih Pak Andreas Ugo Parera, terima kasih Ibu Safrida R. Rahasan sudah bergabung dengan kami.
02:18Pelakuan tidak adil terhadap narapidana binaan Lapas dalam bentuk fasilitas mewah adalah pertemuan antara kebutuhan napi berduit dengan lemahnya integritas
02:28pengelola Lapas.
02:28Diskriminasi perlakuan napi merusak esensi pemindanaan.
02:32Tujuan pemindanaan dan pemberi efek jerah sebagai bentuk hukuman semakin kabur.
02:38Setelah penyalahgunaan wewenang, potensi korupsi harus segera ditutup.
02:42Jika tidak ingin hukuman penjara bukan lagi menakutkan, tapi jadi bahan tertawaan.
02:49Demikian satu menjadi forum malam ini, terima kasih dan sampai jumpa.

Dianjurkan