00:00Saya berteman baik dengan Pak Kodari, teman fikir jika masih aktivis, lalu jadi teman berkelahi ketika dia ada di kekuasaan.
00:12Tapi itu yang kemudian diingat orang. Padahal perbedaan saya dengan Kodari hanya sebatas 30 menit cek-cok di depan TV.
00:23Hanya itu aja.
00:24Ya, demikian juga pengkondisian lain di Republik ini.
00:33Marah ke semua arah-artinya marah tanpa arah.
00:39Kita coba bayangkan, jaganda masuk di ruang, di tempat seluruh kehidupan publiknya akan dikuliti.
00:54Ganda pernah ini, ganda pernah itu. Kemarin dia bahkan jadi menteri, baru diangkat, dia udah ngoceh tentang Gibran.
01:03Padahal itu...
01:09Esok.
01:10Padahal itu sebelum.
01:13Walaupun substansinya nggak siap protes.
01:18Tapi kan itu kejujuran tuh.
01:21Hari-hari ini, orang nunggu apa keputusan Mahkamah Konstitusi tuh.
01:26Nggak bisa kita sembunyikan.
01:29Tidak mungkin seluruh kalimat kita, kita edit untuk melayani kedunguan.
01:33Kedunguan para...
01:39Sebut aja.
01:41Kedunguan mereka yang tidak mampu untuk mencernah isi komunikasi.
01:45Dan kedunguan itu yang sekarang dioperasikan melalui sistem.
01:53Ada berapa banyak kooperasi yang salah tempat?
01:58Biasa di pinggir desa, tidak ada, kita cari di hutan.
02:02Di hutan nggak ada, kita cari di kuburan.
02:04Di kuburan nggak ada, kita cari di tengah laut tuh.
02:07Promosikan bahwa memang ada kantor kooperasi, bukan kooperasi, bangunan kooperasi di tengah hutan.
02:18Bangunan kooperasi di tengah kuburan, bangunan kooperasi di tengah laut.
02:23Ada berbanyak.
02:25Ada 8.733.000 sampai hari ini.
02:32Gimana?
02:34Mengatasi, pindahin aja kan?
02:36Gampang, memindahkan 8.373.000 kooperasi yang salah tempat, gampang dipindahinnya.
02:40Pake apa? AI.
02:42Pindahin aja, klik.
02:45Kan itu fakta yang dibuat oleh AI.
02:47Yang kemudian dikutip 8.300.000 kali, lalu orang anggap ada 8.375.000 kali.
02:56Kooperasi di situ.
02:58Persep sudah terbentuk.
03:00Bahwa kooperasi itu salah tempat.
03:03Padahal cuma 7 yang salah tempat.
03:06Nah, bagian ini gak mungkin kita bantai dengan data.
03:09Cuma 7, tidak.
03:10Sudah terbentuk persepsi di situ.
03:14Taking the impossible.
03:16Counter logics.
03:19Hanya itu yang bisa dilakukan kan?
03:22Apalagi netizen ini.
03:23Begitu ditunjukkan logika lu itu.
03:27Penuh dengan falasi situ.
03:29Terangin.
03:29Bagaimana mungkin ada 8 juta?
03:32Padahal proyeknya cuma 20 ribu.
03:34Oh, begitu ya, Pak.
03:36Ada yang ngerti?
03:38Jadi, kita ingin ada satu komunikasi yang betul-betul attacking the data by putting logics first.
03:48Ini buat netizen yang terdidik.
03:53Tapi bagaimana dengan mereka yang memang gak mungkin dibenahi logikanya?
03:59Eh, bilangin aja oke.
04:01Itu buat kalian.
04:03Apalagi kalau kita nge-nge-nge sedikit.
04:05Ya, yang 8 juta yang ada di kuburan, yang ada di laut, yang ada di hutan.
04:11Itu sebetulnya kooperasi bayangan.
04:14Dibuat oleh kabinet bayangan.
04:16Kooperasi bayang-bayang.
04:18Kan enak bercandanya begitu kan?
04:21Jadi, sekali lagi.
04:23Ada keahlian khusus memang untuk nge-yell.
04:26Tetapi, dengan prinsip bahwa
04:28apapun yang diucapkan oleh seorang pejabat komunikator,
04:33dia mesti jadi impact terhadap perubahan cara berpikir, perubahan sikap.
04:41Dan itu yang namanya penampilan awal.
04:47Pak Kodari memang gak cocok di situ dalam evaluasi saya.
04:53Nah, ini saya mau terangin.
04:55Sebagai persahabatan.
04:58Karena Pak Kodari
05:00dilatih untuk attacking.
05:03Bukan untuk attacking the impossible,
05:05tapi attacking the possibility itu.
05:08Pak Kodari sebenarnya lebih pantas jadi
05:11kemudian berimob.
05:15Karena itu,
05:16kalau beliau dipindahkan ke wan tim bersama,
05:18itu yang paling tepat.
05:20Karena dia akan mengatur strategi komunikasi
05:23tanpa terlihat wajah gantengnya itu.
05:30Ya, kalau gak di-sort kamera, ganteng.
05:32Terima kasih.
05:33Terima kasih.